
Dua minggu lagi pesta pernikahan Edward dan Aya di Indonesia.Dan satu minggu sebelum acara keduanya harus pulang ke Indonesia untuk bersiap dan fitting baju pernikahan.
Semua undangan sudah di sebar,dari keluarga Aya di kampung serta kyai Sobri.Serta teman-teman Edward yang ada di Indonesia.
Juga rekan bisnis pak Robert dan teman-teman arisan nyonya Karina.Semua sudah di sebar,tinggal kedua mempelai pemgantin yang harus hadir sebelum hari itu tiba.
"Sayang,tiga hari lagi kita akan pulang ke Indonesia mempersiapkan pesta pernikahan kita di sana."kata Edward ikut duduk di samping Aya di atas ranjang mereka.
Sejak tahu istrinya hamil,Edward jarang sekali menyentuh istrinya karena masih rawan keguguran.Dia sebenarnya ingin meminta jatah pada istrinya,namun dia tahan saja.
Hanya bisa memeluk dan menciumnya saja tanpa bisa menyentuhnya.Tapi entah kenapa dia sangat ingin sekali menyentuh istrinya,dia terus mendekap dan mencium pipi Aya dengan kuat.
Aya jadi heran kenapa suaminya seperti itu.Tapi dia baru sadar jika suaminya itu sudah lama tidak menyentuhnya.
"Bie,sudah.Aku geli jadinya."kata Aya menghindar dari endusan suaminya itu.
"Aku kangen sama kamu sayang."ucap Edward lirih,dia masih saja mengendus leher Aya lalu menggigit kecil.
Hingga Aya menjerit kaget,dia melotot pada Edward.
"Bie,sakit."kata Aya mengelap leher yang tadi di gigit suaminya.
Edward tersenyum,lalu dia membungkam mulut istrinya.Dia mengecap dan mengulum bibir mungil dan manis yang dia rasakan.
Entah kenapa sejak tahu Aya hamil,Edward selalu senang dengan mencium bibirnya dan mengendus leher Aya.Dia kecanduan wangi tubuh Aya yang dia rasa sangat wangi dan menenangkan.
Aya tahu suaminya itu ingin minta jatahnya,tapi dia takut terjadi apa-apa dengan kandungannya.Namun dia juga kasihan dengan Edward,sudah satu minggu lebih tidak di beri jatah olehnya karena takut.
Edward pun tidak memaksa seperti biasanya,dia hanya bisa mencium dan mencumbu tanpa menyentuhnya walau dia sangat ingin sekali.
Aya mengambil ponselnya,mencari tahu di mbah gugle tentang hubungan suami istri pada saat hamil muda.Dia menskrol artikel dan membacanya satu persatu karena banyak sekali artikel tentang hubungan suami istri di gugle.
Dia kini menemukan artikel dari seorang dokter kandungan,Aya membacanya dengan serius,walau Edward masih saja mengendus lehernya.
Dan Aya tahu kini setelah membaca artikel di gugle,jika dia dan Edward bisa berhubungan suami istri di saat hamil muda asal pelan melakukannya,agar janin di dalam rahim tidak tergoncang dengan kencang.
Aya meletakkan ponselnya dan menatap suaminya yang masih setia dengan tingkahnya itu.Dia menarik lengan Edward untuk menghadap padanya.Edward pun terpaksa melepas pelukannya itu.
"Bie,kamu pengen?"tanya Aya pelan menatap mata suaminya yang memang sudah berkabut sejak tadi.
"Aku sudah pengen sejak seminggu yang lalu sayang,tapi aku takut untuk melakukannya."kata Edward parau karena menahan hasratnya.
"Kita bisa kok melakukannya,asal pelan-pelan saja."ucap Aya dengan meyakinkan suaminya itu.
Mata Edward berbinar,dia tersenyum sumringah.
"Benar itu sayang?Kata.dokter harus di tahan dulu sampai usia kandunganmu empat bulan."
"Kamu yakin kuat menahan sampai selama itu?"
"Tidak,aku tidak sanggup sayang.Mending aku jauh dari kamu,kalau dekat sama kamu pengennya aku terkam kamu.Tapi aku ngga bisa jauh dari kamu,jadinya aku bingung."ucap Edward lirih.
Tanpa di duga Aya mencium bibir suaminya lembut.Dia mencium dengan pelan dan penuh gairah.Edward yang mendadak istrinya mencium bibirnya jadi kaget.Namun kini dia membalas ciuman istrinya.
Lalu tangannya bergerak ke punggung,membelainya dengan pelan hingga bulu kuduk Aya meremang.Dia sudah bergairah sejak tadi,makanya dia yang mendahului agar suaminya yakin mereka bisa melakukannya asal dengan pelan daj lembut.
__ADS_1
Kini tangan Edward berlari ke depan,meremas kedua bukit kembar Aya yang sekarang lebih menonjol karena hormon hamil.Dia semakin bersemangat meremas kedua bukit kembar itu setelah mendengar ******* keluar dari mulut Aya.
Kini nafas keduanya sudah tidak beraturan,nafas keduanya memburu menikmati gairah yang mereka ciptakan.
Edward membaringkan istrinya tanpa melepas sentuhan bibirnya di bibir istrinya.Satu persatu pakaian yang melekat di tubuh istrinya dia lepas,hingga menyisakan satu kain penutup organ intim istrinya.
Edward kembali menatap mata istrinya,memastikan kalau dia akan berkubang dalam nikmatnya surga dunia bersama istrinya.
Aya mengangguk mantap,dia lalu memposisikan tangannya di belakang leher Edward.Dan tanpa buang waktu,Edward menancapkan benda pusakanya pada inti dari istrinya.
Lenguhan demi lenguhan tercipta malam ini.Edward seperti di guyur air dingin yang selama ini dia kepanasan karena menahan hasratnya pada istrinya.Dia terus menikmatinya dengan pelan sesuai pesan istrinya.
Begitu juga Aya menikmati sentuhan suaminya yang sudah satu minggu tidak dia dapatkan karena takut terjadi apa-apa dengan janinnya.
Edward mengakhiri petualangan gairahnya pada istrinya setelah dirinya melepaskan lahar putih panas di luar.Dia tersenyum bahagia,lalu mengecup sekilas bibir Aya yang masih basah karena cumbuannya tadi.
"Terima kasih sayang.Cup."
Lalu Edward menarik tubuh istrinya untuk lebih dekat padanya agar mudah memeluknya.Dia memeluk Aya dengan erat,rasa sayang dan cintanya semakin besar.Dia takut kehilangan,apa lagi sekarang ada benih di rahim istrinya dari hasil buah cintanya pada Aya.
"Sayang,tetaplah bertahan denganku,jangan pernah tinggalkan aku."kata Edward masih memeluk erat istrinya itu.
Aya yang mendengar ucapan Edward jadi aneh,dia membuka matanya dan menatap suaminya yang masih setia memeluknya.
"Kamu aneh deh bie,apa yang kamu bicarakan?"tanya Aya heran.
"Aku tidak mau kehilangan kamu,sayang.Tetaplah bersamaku.Cup."satu kecupan mendarat di kening Aya.
"Ya lagi siapa yang mau meninggalkan kamu bie.Ada-ada saja kamu tuh."
"Aku hanya takut saja kamu ninggalin aku."kata Edward masih mengeratkannpelukannya.
"Sayang,apa kamu tidak mengalami ngidam apa begitu.Biar aku carikan,aku senang kamu meminta di belikan apa begitu."tanya Edward.
"Tidak ada bie.Mungkin aku kangen sama kampung halaman.Kangen sama kak Salma juga santri di pesantren."ucap Aya,dia mengeratkan pelukannya.
Nanti kita pulang,bisa kok kita pergi kesana."
"Benar bie?"menatap suaminya berbinar.
"Benar sayang,kita menginap sehari atau dua hari setelah pesta pernikahan."ucap Edward membalas pelukan istrinya.
Keduanya seakan tidak mau melepas pelukannya satu sama lain.Hingga tangan Edward mulai lari-lari kemana-mana.
Aya kembali meremang,dia pejamnkan matanya.Tubuhnya merespon setiap sentuhan tangan suaminya.
Entah kenapa tingkat libidonya naik semenjak hamil.Dia kembali bergairah membuat Edward sangat senang,kemudian dia kembali mencumbu istrinya lagi.
"Satu kali lagi ya sayang."
"Emm."hanya deheman jawaban Aya.
Dia sudah terbuai dengan sentuhan demi sentuhan Edward.
Dan malam ini terjadi lagi dua penjelajah nikmat surga dunia yang halal.Berapa kali pun tetap menyenangkan dan memabukkan.
__ADS_1
Hingga larut malam mereka menyudahinya karena takut terjadi apa-apa.Durasi percintaan di kurangi dengan menimbang ada mahluk yang sedang berkembang di perut istrinya.
Akhirnya keduanya tertidur dengan masih saling berpelukan.Menghangatkan satu sama lain yang malam ini mulai dingin udaranya.
_
Pagi ini Edward di beritahu kalau Sania berangkat ke Inggris.Dia memaksa datang ke Inggris walaupun nyonya Karina melarangnya karena dua minggu lagi kakaknya akan mengadakan pesta pernikahan.
Jadi dia hanya punya waktu satu minggu liburan di Inggris.Tapi bagi Sania tidak masalah,yang penting dia bisa bertemu dengan Edrick sahabat kakaknya.
Bagi Edrick,Sania adalah adiknya.Sama dengan Edward menganggapnya adik.Tapi entah kenapa Sania suka dengan Edrick.
Tanggapan Edrick pada adik sahabatnya itu hanya biasa saja.Melindungi ketika Edward atau Emil tidak ada.Menjaganya ketika ada di negaranya.
"Emil,kamu jemput Sania sore ini di bandara.Dia keras kepala sekali pengen datang ke Inggris."kata Edward memerintahkan asistennya itu.
"Baik tuan muda."
"Oh ya,nanti aku berangkat dulu dengan Aya ke Indonesia.Setelah urusan beres kamu bisa pulang dengan Sania.Anak itu susah sekali di ingatkan."
"Ya,sama seperti anda dulu tuan muda.Tidak mau di suruh pulang ketika perjodohan oleh nyonya Karina untuk anda."
"Sudahlah Emil,itu memang tidak pernah aku harapkan.Mama saja kenapa aku yang di jodohkan,bukannya ada kak Nicko yang lebih tua."
"Gadis itu maunya sama anda tuan muda."
"Emil,bisa tidak jangan membahas ini.Aku tidak suka,apa lagi nanti Aya tahu tentang ini."
"Sebaiknya anda ceritakan pada nona Aya,tuan muda."
"Kenapa harus cerita?Itu masa lalu."
"Tapi jika seandainya masa lalu itu mengganggu,setidaknya nona Aya tahu harus berbuat apa dengan masa lalu anda.Saya yakin nona Aya itu orangnya bisa menerima apapun tentang anda."kata Emil.
Ada benarnya juga Emil berkata seperti itu.Tapi dia takut Aya marah padanya.
"Anda jangan khawatir tuan muda,seperti yang saya katakan.Nona Aya itu pasti menerima tentang masa lalu anda.Apa lagi itu hanya kepingan masa lalu yang tidak berarti."
"Kamu membuatku jadi takut Emil."
"Apa yang anda takutkan?"
"Aku takut Aya akan meninggalkan aku jika aku cerita tentang masa laluku."
"Masa lalu anda tidak berarti apa-apa,saya jamin nona Aya hanya menganggapnya biasa saja."
"Entahlah,kenapa akhir-akhir ini aku merasa takut Aya meninggalkanku.Dan selalu ingin menghubunginya terus.Ah,aku jadi kangen dengan istriku."
Lalu Edward mengambil ponselnya dan menghubungi istrinya di apartemen.
Emil hanya menatap majikannya itu heran.Apa karena istrinya hamil sehingga tuan muda jadi aneh seperti itu?tanya Emil dalam hati.
_
_
__ADS_1
_
☆☆☆☆☆