Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
07. Anak Magang


__ADS_3

...*Sekedar informasi!...


...Episode 9 bakal lambat Review nya entah kenapa๐Ÿ˜‚*....


...****...


"tadi malam lancar nggak men?" Tanya Darell menggoda Ken. Darell manaik turunkan alis nya sembari tersenyum menggoda.


"Pala Lo" Jawab Ken seolah tau apa yang di maksud darell.


Sedangkan jaya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Kalau kemarin ia tak memergoki Ken dan letta, mungkin sampai sekarang atau entah kapan itu Ken tak akan nikah nikah juga. Ken kan jomblo nya udah berkarat.


"Lo belum ngapa-ngapain gitu sama letta?" Tanya darell membulatkan matanya.


Ken memicingkan matanya dan berdecis. "Otak Lo kayaknya perlu di cuci deh, Rel" Jawab Ken dengan nada kesal nya.


"Udah lah, kalian ini Ribut Mulu. Inget Lo, Ken, udah punya bini masih aja ribut" Timpal Jaya menatap Ken dan darek secara bergantian.


Ken mendengus kesal. Walaupun dia sudah punya istri, dan dia sudah menjadi seorang suami, tapi kalau di kampus ia tetap menjadi seorang jomblo. Tak ada satupun orang yang tau kalau Ken itu sudah menikah kecuali sahabat-sahabatnya.


Walaupun sahabat nya tau, tapi pas acara ijab kabul tadi malam tak ada pun yang di undang. Cuman para pembantu dan kedua orang tua yang menjadi saksi dimana ia mengucapkan janji janji suci.


Sebenarnya dia tak tau kalau letta itu adalah anak dari teman sahabat papi nya. Baru semalam ia tau, dan begitupun dengan letta yang juga tak tau kalau sebenarnya Ken adalah anak sahabat Daddy nya.


"Lo nanti ke kantor nggak?" Tanya jaya kepada Ken yang asik dengan ponsel nya.


Ken menoleh ke arah jaya. "Iya, Lo berdua nanti ikut gue ke kantor. Bilang aja Lo anak baru yang di pindahkan di bagian pemasaran kayak gue" Jawab Ken.


Darell dan jaya nampak terkejut dengan ucapan Ken barusan. Bagaimana bisa seperti itu? mereka kan awalnya tidak di sana, kenapa tiba-tiba jadi di sana?.

__ADS_1


"Bukan nya perusahaan WN Company udah di tangan Lo ya? kenapa Lo masih di pemasaran?" Tanya jaya penasaran.


"Iya bener, harusnya Lo ke ruang CEO dong!" Saut darell setuju dengan pertanyaan jaya.


Ken menghela nafasnya. "Gue mau pantau karyawan-karyawan di bawah. Om Adit yang gantiin gue sementara di ruang CEO, tapi kalau ada butuh tanda tangan, gue yang akan turun tangan" Jelas Ken singkat tapi dapat di pahami oleh jaya dan darell.


"Lagian Lo kenapa nggak mau ngaku aja sih? tinggal pecat aja tuh manager Lo yang sombong itu" Ujar darell kesal membayangkan betapa kejam nya dan semena-mena nya manager pemasaran yang baru itu.


"Biarin aja, gue mau lihat jika dia tau gue sebenarnya. Apa mungkin dia langsung mengundurkan diri? atau mungkin akan meminta maaf sama gue agar tak di pecat?" Ucap Ken tersenyum sinis.


Jaya dan darel menggeleng-gelengkan kepalanya. Niat nya doang itu mah, belum tentu di lakuin sama Ken nanti nya. Kalau Ken berbicara serius ini, tak mungkin nanti Ken akan melaksanakan seperti yang dia katakan sendiri.


"Emang nya kapan Lo mau ngaku kalau Lo itu CEO WN Company?" Tanya Jaya dengan nada serius. Kali ini ia tak main-main dengan pertanyaan nya, karena ia sudah penasaran sejak dulu.


Ken tampak memikirkan jawaban yang pas buat pertanyaan jaya. "Mungkin kalau gue udah punya anak" Jawab Ken singkat lalu meninggalkan meja kantin dan menuju parkiran.


Jaya dan darel mengejar Ken yang akan ke kantor. Mayan lah nebeng gratis, menghemat pengeluaran buat ongkos ke kantor. Jarak kampus dan kantor lumayan jauh, sekitar 20 menit lah.


Ken dan kedua temannya sudah berada di depan perusahan WNC. Dimana ia bekerja paruh waktu karena kuliah. Tak ada pun orang yang tau kalau Ken adalah anak dari Tuan Wang Xiyi pemilik perusahaan ini.


Tapi kalau soal kapan Ken akan bekerja itu tak jadi masalah salah orang kantor. Mengingat kalau Ken dan teman teman nya masih kuliah, dan jam kuliah itu tidak menentukan kapan akan di mulai dan kapan akan berakhir. Jadilah Ken kerja seperti orang bebas.


"Eh Ken, kamu sudah datang?" Tanya Naila salah satu teman Ken yang juga ada di bidang pemasaran.


Naila itu cantik, anggun, tapi sayang nya Naila itu bukan type Ken sama sekali. Karena Naila itu suka sama Ken sejak dulu, dan udah berkali-kali Ken menolak.


"hmm" Jawab Ken cuek lalu duduk di kursi kerja nya. Meja Ken sekarang di pindah agak pojokan supaya tak ada yang melihat jika Ken sedang mengerjakan tugas kantor dari om Adit. Kalau sampai lihat kan bisa bahaya.


"Tadi pak Adit pengganti pak xiyi menyuruh kamu buat ke ruangannya" Ucap Naila berdiri di depan meja kerja Ken.

__ADS_1


Ken menoleh ke arah Naila. ia tau, kalau sekarang ada jadwal anak magang yang mau magang di sini. Tanpa menjawab Naila, Ken langsung pergi meninggalkan Naila dan meja kerjanya menuju ruangan om Adit.


Naila menghembus nafasnya. Mau seberapapun ia mencoba mendekati Ken, tapi ken tak pernah menoleh pun ke arah dirinya. "sabar nai, ada saat nya Ken jadi milik mu" Gumam Naila dalam hati.


******


Ceklekkk


"Om, udah ada yang siap magang disini?" Tanya ken masuk kedalam tanpa mengetok pintu terlebih dahulu.


"Kamu ini, ngagetin om aja" Jawab om adit sembari memegang dadanya karena terkejut. "Ini dari sekian banyak yang melamar disini, hanya ada 3 anak yang memenuhi kriteria disini. Salah satunya itu istri mu" Lanjut om Adit.


Ken mendengus kesal. Lalu ia membuka-buka berkas anak magang yang di berikan oleh om Adit kepadanya. Lembar pertama ia membuka itu anak laki-laki yang bernama Bayu Aji Santoso dan yang kedua ada Alletta Camelia dan yang ke tiga ada Viska Adity Leonard. Ken membolak balik kan berkas yang ia baca itu.


Ia tak tau kenapa letta tak menggunakan nama nya yang belakang. Mungkin karena letta tak mau memperkenalkan dirinya di depan umum, karena letta tak mau sombong. Begitulah pikiran Ken.


"Besok suruh ke pemasaran aja om. Disana masih ada meja kerja kosong" Ucap Ken kepada om Adit.


"Kayaknya kamu harus om pindah deh Ken. soalnya di desain orang nya cuman ada 9" Ucap om Adit.


"Tidak om, aku tetap di pemasaran. Kalau soal desain, nanti om bisa hubungi aku jika ada yang harus di desain" Ucap Ken menolak dengan halus.


"Haiss ,terserah kamu aja. Dan sekarang om kirim ke email mu rancangan gedung yang sudah jadi" Ucap om Adit yang di angguki oleh Ken.


*****


BSB


__ADS_1


Mampir ke karya CS ku yukkk๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2