Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
52.Kesedihan Nyonya Karina


__ADS_3

Seminggu sudah nyonya Karina di rawat di rumah sakit,dia kini sudah sadar sejak dua hari yang lalu.Rasa penasaran dan kecewa pada adiknya itu membuatnya sering melamun.


Kenapa Hendro berbuat seperti itu?Kenapa adik yang dia sayangi sejak dia tahu Hendro sangat cemburu akan perlakuan tidak sama dia dan adiknya dari ayahnya.


Dan sejak ayahnya meninggal,Hendro lebih memilih tinggal dengan teman-temannya.Hingga dia menikah dan punya anak Reynald.Dan kakak iparnya mengajak membuka perusahaan,dari mulai usaha kecil sampai besar.


Dan tanpa di ketahui oleh pak Robert,Hendro lebih sering menggelapkan uang perusahaan.Berkali-kali bagian keuangan di audit,dia bisa menutupinya.Hingga suatu hari,klien yang bekerja sama dengan perusahaan itu banyak yang menuntut,proyek mangkrak dan berhenti di tengah jalan.


Akhirnya klien minta ganti rugi.Pak Robert mulai curiga akan kelakuan adik iparnya,sampai dia sendiri yang menyelidiki semua masalah yang di hadapi perusahaannya.


Sampai pak Robert menemukan kejanggalan di bagian keuangan.Hingga puncaknya,ketika para pemegang saham meminta bagian keuntungan dari andil modalnya,pak Robert menunjukkan bukti bahwa banyak kejanggalan dan dia menunjukkan bukti serta saksi bahwa pak Hendro yang menggelapkan uang dan memanipulasi laporannya.


Dan saat itu juga,para pemegang saham dengan lantang memutuskan pak Hendro harus di keluarkan dari perusahaan secara tidak hormat.


Tentu saja,pak Hendro malu dan sangat marah,namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena semua bukti dan saksi mengarah padanya.


Sempat akan di perkarakan oleh para pemegang saham,namun pak Robert meminta jangan melakukan itu,dia memberikan pilihan bahwa pak Hendro keluar dari perusahaan dengan catatan tidak di perkarakan di kantor polisi namun sebagai komompensasi dari pak Robert menjanjikan bagian keuntungan dua kali lipat.


Dan mereka setuju melepaskan pak Hendro.Sampai di sini pak Robert masih punya rasa simpati pada adik iparnya karena istrinya,nyonya Karina mewanti-wanti adiknya jangan sampai di penjara.


Setelah dua belas tahun,perusahaan itu besar kembali dengan omset melebihi target.Juga pak Hendro membuat perusahaan sendiri dengan tujuan akan menyaingi perusahaan kakak iparnya dan akan mengambil alih kembali perusahaan itu.


Namun akhirnya,seperti inilah dia membuat banyak drama penyerangan serta penculikan keponakannya.


_


"Ma,apa baik-baik saja?"tanya Nicko ketika menjenguk mamanya sepulang dari kantor.


"Mama baik-baik saja sayang.Apa Sania sudah datang?"tanya nyonya Karina.


"Pesawatnya baru saja mendarat,Edward yang menjemputnya di bandara."kata Nicko mengusap tangan mamanya dengan lembut.


Dia menatap mamanya yang terlihat murung.Dia tahu sebab dari raut wajah mamanya seperti itu.Ya,karena adiknya yang kini sedang tahan oleh kepolisian.


"Om Hendro sudah di tempat yang tepat ma,apa mama mengkhawatirkan adik mama itu?"tanya Nicko penuh selidik.


"Mama merasa bersalah sama ommu itu.Dia selalu mendapatkan perlakuan tidak adil sejak kecil."ucap nyonya Karina yang matanya menerawang ke depan.


Di tariknya nafas pelan dan panjang,Nicko tahu mamanya sangat berat menerima kenyataan itu.


"Om Hendro akan baik-baik saja ma."ucap Nicko menghibur mamanya.Walau dia juga sangat bersyukur pamannya di penjara.


"Ya,Hendro itu kuat,dia pasti baik-baik saja."ucap nyonya Karina masih menerawang.

__ADS_1


Lalu menundukkan kepalanya,berusaha menerima kenyataan pahit itu.Baginya,adiknya itu adalah adik yang sangat menyayanginya walaupun terlihat seperti itu.Dan dia juga sangat menyayanginya.


Tak berapa lama,pak Robert datang dengan membawa jinjingan kresek besar berisi makanan.


"Kalian sudah pada makan?Papa bawa makanan banyak."tanya pak Robert pada anak dan istrinya.


Nyonya Karina menggeleng,sedangkan Nicko diam saja.


Dia meletakkan jinjingan kresek itu di meja,lalu menghampiri istrinya dan mencium keningnya.Sedangkan Nicko beralih ke meja yang tadi ada kresek berisi makanan restoran.


Pak Robert melihat seraut wajah murung dari istrinya,dia menatap lebih dalam.Keduanya duduk saling berhadapan,nyonya Karina menunduk dan pak Robert masih menatapnya.


"Ma,apa mama ngga kasihan sama papa?"tanya pak Robert pada istrinya itu.


Nyonya Karina mendongakkan kepalanya,menatap suaminya heran.


"Apa yang harus mama kasihani dari papa?"tanya nyonya Karina mengerutkan dahinya.


"Ya,mama diam saja dan murung.Papa jadi tidak berguna di sisi mama."ucap suaminya itu memancing rasa penasaran.


Nicko memandang kedua orang tuanya yang sedang berdebat kecil.


"Papa ini bicara apa,mama hanya merasa kasihan sama Hendro pa."ujar nyonya Karina.


"Dan mama tidak kasihan sama suamimu ini,anak-anakmu."ucap pak Robert yang semakin membuat istrinya bingung.


"Ya tapi sepertinya mama tidak pernah peduli dengan Nicko dan Edward.Mereka adalah anak-anak mama,tapi yang di pikirkan mama cuma adik mama saja."pak Robert sedikit merajuk.


Dia sudah biasa menghadapi istrinya yang seperti itu,namun kali ini dia ingin menyadarkan istrinya bahwa anak-anaknya adalah korban dari perbuatan adiknya yang selalu di ratapinya.


"Pa,Hendro itu sejak kecil tidak di perlakukan ayah dengan baik.Mama kasihan dia yang sekarang akhirnya masuk penjara juga.Dan sekarang mama tidak bisa membantunya,karena kejahatannya sangat banyak.Mama sedih akan hal itu,di samping mama sangat marah padanya,tapi bagaimanapun juga dia adalah saudara mama satu-satunya pa.Tidak ada yang peduli padanya selain mama sebagai kakaknya."ucap nyonya Karina sambil terisak,mengusap pipinya yang sudah basah.


Pak Robert menghela nafas panjang,dia masih belum terima alasan istrinya tentang kesedihannya.Dia sudah cukup bersabar menghadapi adik iparnya.


Awalnya dia diam saja ketika perusahaan ingin di buat kacau,tapi ketika dia mencelakai anak-anaknya dan seminggu yang lalu istrinya jadi korban juga karena perebutan senjata antara Reynald dan pak Hendro.Hingga nyonya Karina kena sasaran.


Pak Robert bangkit dari duduknya,lalu dia keluar dari ruangan itu.Nyonya Karina menatap suaminya yang keluar tanpa bicara apapun.


Sedangkan Nicko menatap keduanya secara bergantian.Dia lalu bangkit dan menghampiri mamanya yang menangis terisak.Nicko memeluk mamanya erat,menenangkannya sambil menepuk punggungnya.


_


Esok harinya,nyonya Karina di perbolehkan pulang oleh dokter.Dan yang menjemputnya adalah anak-anaknya,sedangkan suaminya tidak menjenguknya.

__ADS_1


Nyonya Karina heran,suaminya tidak menjemputnya.Kemudian dia bertanya pada Edward.


"Papa kamu mana,Ed?"tanya nyonya Karina.


Edward yang sudah di ceritakan oleh Nicko tentang malam itu di rumah sakit,membuat Edward harus berpikir sejenak dan memberikan alasan yang tepat agar mamanya tidak kecewa.


"Papa ada klien penting ma,jadi ngga bisa jemput mama.Mama kan di jemput sama tiga bodiguard mama yang cantik dan ganteng."ucap Edward menghibur mamanya.


Nyonya Karina tersenyum tipis,tetap saja dia merasa kecewa suaminya tidak ikut menjemputnya.Sania mendekati mamanya yang diam itu.


"Ayo ma,kita pulang.mbok Darmi masak kesukaan mama di rumah.Mama pasti kangen masakan mbok Darmi kan?"ucap Sania berusaha menggoda mamanya.


Ketiga anaknya tahu kenapa papanya tidak ikut menjemput istrinya.


Edward mendekat,dia memegangi tangan mamanya untuk segera bangkit dan mencoba menghibur mamanya.


"Papa menunggu di rumah ma.Kata papa kalau mama pulang,papa menyuruh kami menjemput mama.Ayo kita pulang ma."ucap Edward.


Kemudian nyonya Karina menuruti perkataan anak keduanya itu,walau rasa kecewanya pada suaminya belum juga hilang.Dia berharap apa yang di katakan Edward benar adanya.


Baik Edward,Nicko dan Sania sengaja menjemput mamanya bersamaan agar rasa kecewa sang nyonya besar pada suaminya tidak terjadi,karena pak Robert menolak ikut menjemput istrinya.Justru anak-anaknya yang di suruh menjemput.


Pak Robert masih kecewa dengan sikap istrinya yang masih memikirkan adiknya masuk penjara,tidak mengindahkan penjelasan suaminya kalau Hendro adiknya itu benar-benar jahat.


_


Pukul satu tiga puluh,ke empat anak dan ibu itu sudah sampai di halaman rumah besar dan megah itu.Mobil mewah royal roice panthom milik Nicko berisikan empat orang sudah berhenti di depan halaman.


Edward yang turun lebih dulu dan membuka pintu di mana mamanya duduk,lalu dia memapah nyonya Karina untuk masuk ke dalam.Sania dan Nicko keluar kemudian dan mengikuti Edward dan nyonya Karina masuk.


Nyonya Karina meminta Edward langsung mengantarnya ke kamarnya,karena dia ingin isntirahat lebih tenang.Sembari memikirkan suaminya yang enggan menjemputnya.


"Mama tidak apa-apa Eward tinggal?"ucap Edward lembut pada mamanya.


"Ngga apa-apa sayang,mama pengen sendiri di kamar.Kalian kalau mau makan,makan saja duluan.Mama belum pengen makan."ucap nyonya Karina pada Edward yang sudah duduk di tepi ranjangnya.


Seperti dugaannya tadi di jalan,suaminya tidak ada di rumah.Mungkinkah masih di kantornya atau di ruang kerjanya.Entahlah,dia hanya ingin berbaring dan menenangkan hatinya yang beberapa hari seperti di aduk dengan berbagai masalah datang bertubi-tubi.


_


_


_

__ADS_1


☆☆☆☆☆


\=> tetap dukung othor ya..😉😊✌🙏🙏


__ADS_2