Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
02. Hampir Bertemu


__ADS_3

...By : Vanya Alifa...


...*********...


Letta masuk kedalam kelas setelah dosen anna meminta nya untuk masuk. Semua mata tertuju pada letta. Tersirat ada rasa tak suka dari semua murid, mungkin karena letta memakai kaca mata hingga mereka mengira kalau wajah letta buruk rupa.


“nah anak-anak, ini murid baru kita. Silahkan perkenalkan dirimu” ucap dosen anna sedikit tak suka pada letta. Tapi letta hanya berpura pura polos dengan tatapan dosen anna.


“perkenalkan nama saya Alletta Camellia mahasiswi pindahan dari Shanghai Jiao Tong University (SJTU) china. Semoga kita berteman baik” ucap letta memperkenalkan diri di depan mahasiswa/I walapun beberapa dari mereka tak suka pada letta.


“cih, siapa yang mau kenalan sama cupu kayak lo. Ngak level lo kuliah disini” balas salah satu mahasiswi di kelas ini yang paling sok cantik.


“iya, kok bisa ya cupu masuk disni? Udah kayak gembel lagi dandanannya” saut mahasiswi lain.


Letta hanya tersenyum ramah mendengar hujatan demi hujatan yang keluar dari mulut pedas nahasiswi itu. Walaupun dalam hati ia sangat geram, tapi ia juga ngk mungkin akan bertindak disaat seperti ini.


Sedangkan dosen anna hanya tersenyum mendengar ledekan mahasiswi nya kepada letta. Karena sejujurnya ia juga sangat tidak suka melihat keberadaan letta di kelas, merutnya letta hanya gadis cupu, miskin dan tidak ada apa-apanya di banding dirinya.


Letta duduk di kursi Panjang dekat dengan viska. Kebetulan sekali viska sudah tau kalau itu letta anak sahabat ayah nya karena tadi ayahnya sudah memberi tahu kalau letta akan pindah ke Indonesia dan kuliah disini. Tapi viska tidak tau kalau letta bakal 1 kelas dengan nya.


“lo kenapa pakai kacamata segala sih?” tanya viska setlah letta duduk disampingnya.


“nanti I certain” jawab letta pelan dan berbisik.


****


Disisi lain.


Seorang pemuda kini tengah asik mengobrol dengan sekampusnya di kantin kampus. Mereka memang selalu mengobrol di kantin jika jam kelas tidak ada. Mereka adalah Kenzie, Darell dan Jaya.


Ketiga pria yang sangat popular di kampus dan terkenal dengan ketampanannya. Walaupun mereka tak mengumbar kekayaan nya, tapi mereka di bilang anak mandiri karena sudah bekerja di perusahaan WN Company. Mereka bertiga memang masih kuliah, tapi mereka tidak mau menjadikan kedua orang tua mereka sebagai alat untuk menarik para kaum hawa.


Kalian pasti sudah tau jika kaum hawa kebanyakan yang di cari itu adalah laki-laki yang kaya. Mereka hanya mencintai harta laki-laki itu bukan mencintai hati nya. Maka dari itu, karena tidak mau terjebak oleh para kaum hawa, mereka bekerja di perusaan WNC.


Kenzie adalah sosok laki-laki yang tampan dan kaya, begitupun dengan kedua teman nya. Kenzie adalah anak pemilik dari perusahaan WNC, dan kedua temannya adalah anak dari kalangan atas juga, tapi temannya memilih untuk bekerja di perusahaan WN milik ayahnya.


“heh, lo pada tau kan? Kalau murid baru itu satu Angkatan dengan kita? Tapi dia bed akelas dengan kita” ucap salah satu dari mereka, yaitu Darell.


Kenzie dan jaya menatap Darell penuh dengan tanda tanya. Dari 3 pria berteman itu, hanya Darell lah yang selalu mendapatkan informasi lebih dahulu ketimbang Kenzie dan Jaya.


“maksud lo?” tanya Jaya yang didukung Kenzie.


“Makanya, kalian berita hot tadi pagi dong” ucap Darell menyindir Jaya dan juga Kenzie.

__ADS_1


Kenzie memutar bola matanya dengan malas. Jujur saja dia bukan laki-laki dingin, dia ramah kepada siapa pun dan memiliki hati yang baik. Dia cuek hanya kepada orang yang dia kenal, tapi jika ia sudah mengenal maka dia akan bertingkah menyebalkan.


“lo kalau ngasih tau jangan setengah-setengah juga!” saut Kenzie seraya mengambil kaleng cola-cola di meja depannya.


“ya kan biar lo pada penasaran” Darell tertawa melihat ekspresi teman-temannya yang sudah penasaran dengan murid baru itu.


Jaya yang memang anak nya kepo akut, dia pun melayangkan sebuah pukulan di Pundak darell dengan kencang membuat sang empu mengelus unggung nya yang sakit.


“lo jadi laki sabar dikit napa sih, Jay?kalau lo nikah masak lo mau pukul bini lo juga kalau bini lo mengulurkan waktu buat sogok- menyogok” ucap darell degan spontan membuat jaya me atapnya dengan kesal.


Sedangkan di bangku sebelahnya tampak tawa tertahan dari seseorang mlai terdengar dari telinga Jaya, yaitu Kenzie yang menahan tawanya Ketika mendengar ucapan Darell. Darelll masih mengelus pundaknya yang masih sakit karena pukulan dari


Jaya.


"Jangan ketawa Lo" Kesal Jaya lalu menyilang kan kedua tangannya di depan dada.


"Gue kan ngk ketawa, cuman nahan senyum doang" Elak Kenzie seraya mengambil tas lalu pergi meninggalkan kedua temannya.


Wajahnya masih terlihat menahan tawa. Tapi dia sangatlah ahli menampilkan wajahnya seperti orang yang cuek dan cool. Banyak sih gadis-gadis yang menyukai nya di kampus, tapi menurut Kenzie gadis itu hanya kagum dengan wajah tampan nya saja, bukan hal lain-lain.


"eh kok pergi sih?" Ucap Darell lalu meneguk abis kaleng minumnya dan pergi menyusul Kenzie.


Sedangkan Jaya sudah lebih dulu menyusul Kenzie. Dari pada ia harus mendengarkan gosip dari teman nya satu ini, lebih baik dia cepat-cepat pergi. Ya walaupun dia masih penasaran dengan berita tentang murid baru itu.


"Cepet ceritain kenapa Lo pakai kaca mata!" Ucap Viska seraya meletakkan botol minuman yang tadi ia beli sebelum duduk di kantin.


"Kakak I yang nyuruh I buat pakai kacamata" Jawab Letta singkat.


Viska mengerutkan keningnya heran dengan jawaban Letta. dia belum merasa puas dengan jawaban itu, pokoknya hari ini harus diceritakan semuanya kepada dirinya. Viska memang keras kepala, maka nya dia harus tau. tapi ngomong-ngomong Viska itu KEPO AKUT.


"Emang harus sekarang ya?" tanya Letta seraya tersenyum menggoda.


"Gue tabok lu ya" Geram Viska yang tangannya memeragakan seperti orang ingin menabok.


Letta terkekeh melihat teman nya yang satu ini kesal.


"Wihhh, orang baru nih" Ucap seseorang yang baru datang dan tiba-tiba duduk di bangku samping Viska.


Viska mendengus kesal, baru juga Letta akan bercerita tiba-tiba saudara kembar nya datang dan membuat Letta tidak jadi bercerita. dasar perusak suasana.


Kenapa Visko mengenali dengan Letta? karena saat di kantin Letta melepas kaca mata nya, karena jujur saja udara di sini sangatlah panas membuat ia tidak betah memakai kaca mata terus-terusan.


"Iss, Lo ngapain sih, Ko? Ganggu tau ngk" Ucap viska kesal sembari mengecuru kan bibir nya hingga 100 cm. (Canda)

__ADS_1


"heleh, lebay Lo" ucap Visko dengn nada malas. "eh, Lo kapan sampai indo, Let?" tanya Visko pda Letta.


"1 Minggu yang lalu" jawab letta di iringi dengan senyuman nya.


Visko mengangguk paham. ia mengaggap Letta sebagai adik sendiri, tidak lebih. walaupun mereka tidak mempunyai hubungan darah daging sedikit pun.


tak lama kemudian, teman-teman Visko menghampiri meja Visko, Letta dan Viska.


"Woy, enak banget di gebet 2 cewek Lo" Ucap teman Visko secara tiba-tiba dan membuat sang empu kaget.


"Anjiim, gue masih pengen hidup" Protes Visko seraya mengelus dada nya.


"hahaha, sorry-sorry. Eh, dia Bukannya Mirit baru ya?" Tanya teman Visko.


"iya dia anak baru. Let, kenalin dia Darell, dan ini Jaya"


Letta tersenyum lalu mengulurkan tangannya kepada temn Visko.


"Letta"


"Jaya"


"Darell"


"Eh, btw di Ken mana?" Tanya Visko selepas Letta, Darell dan jaya berkenalan.


"Lah, kirain Lo tau makanya gue tanya" Saut Jaya.


"Ngapain Lo pada nyari gue?"


.


.


.


.


.


.


BSB

__ADS_1


__ADS_2