
Edward dan Aya sedang berbahagia,mereka tidak mau memperpanjang urusan dengan Nathalie.Aya memutuskan untuk memaafkan Nathalie juga Edward.
Tapi bagi Edrick tidak,sore ini dia sengaja mengunjungi apartemen Nathalie untuk memberinya nasehat atau mungkin memarahinya.
Edrick memencet tombol pintu,lama dia menunggu.Berkali-kali dia memencet tombol karena tidak sabar untuk bertemu sahabatnya itu sekaligus sepupunya yang jauh.
Tak berapa lama,pintu apartemen terbuka.Tampak Nathalie dengan wajah kusut karena baru bangun dari tidurnya.
Dia melihat Edrick dengan kesal karena mengganggunya tidurnya sore ini.
"Ada apa kamu kemari?"tanya Nathalie dengan kesal.
Edrick masuk ke dalam tanpa di persilakan oleh Nathalie.Nathalie cemberut,dia tahu apa yang akan Edrick lakukan.
Edrick lalu duduk di sofa dengan menatap Nathalie tajam.Nathalie yang di tatap seperti itu santai saja lalu dia ikut duduk di samping Edrick yang masih menatapnya tajam.
Masih bertahan dengan tatapan tajamnya,berharap Nathalie bicara dengan penyesalannya.Namun sia-sia saja Edrick berharap,dia lalu menghela nafas panjang.
"Bisa kamu jelaskan kenapa kamu lakukan itu pada istri Edward?"tanya Edrick kesal dengan sikap Nathalie yang masih acuh dan tidak merasa bersalah.
"Kamu tahu maksudku,kenapa masih bertanya."jawab Nathalie ketus.
"Tapi kamu tahu sendiri Edward itu tidak cinta sama kamu,kenapa kamu memaksa dan malah mau mencelakai Aya."teriak Edrick.
"Aku tidak suka Edrick.Aku tidak suka Edward bersanding dengan perempuan lain.Aku cinta mati sama dia,kamu harus mengerti itu!"teriak Nathalie.
Edrick menghela nafas lagi,dia tidak habis pikir.Kenapa Nathalie tidak mau mengerti juga kalau Edward berkali-kali menolaknya karena memang dia tidak suka dengannya.
Nathalie tidak tahu Edward sangat alergi sekali dengan perempuan agresif dan terus saja mengemis cinta pada laki-laki.Dia akan menjauh dan bisa saja akan dia blacklist dari hidup Edward.
Namun karena Nathalie adalah saudara Edrick dari jauh,makanya Edward masih memakluminya dan membiarkan dia masih berteman dengannya.
"Aku malu sama Edward dengan kelakuanmu.Kamu hampir saja mencelakai istrinya.Apa yang ada dalam pikiranmu?"tanya Edrick lagi,walau sebenarnya sia-sia dia bertanya.
"Aku tidak peduli,bagiku si Aya itu adalah sainganku dan ancaman buatku.Aku akan tetap akan membuatnya menderita."ancam Nathalie dengan wajah kesalnya.
"Nathalie!"teriak Edrick.
"Apa?!"tantang Nathalie pada Edrick.
Kini dia balik menatap Edrick tajam,dia sangat tidak suka Edrick mencampuri urusannya.
"Kamu benar-benar perempuan ambisius."
"Aku tidak peduli dengan julukanmu.Aku akan puas jika dia sudah menderita.Jangan harap dia bisa bebas dariku."ancam Nathalie lagi.
"Kalau begitu,kamu harus menghadapiku.Aku akan menjaga istri dari sahabatku.Sekali kamu berbuat yang di luar batas,maka dengan tidak segan aku akan mendeportasimu dari negara ini."Edrick balik mengancam.
"Apa kekuatanmu?Apa sahabatmu lebih berharga dari saudaramu?"tanya Nathalie sinis.
"Karena sahabat lebih manuisawi dari saudara yang mau mencelakai orang.Terlebih lagi mau mencelakai istri sahabatku."ucap Edrick sengit.
Dia sudah tidak peduli lagi dengan Nathalie,dia sudah berkali-kali menasehatinya untuk mundur mendekati Edward.Tapi ini malah bertindak mencelakai istri yang di cintainya.
__ADS_1
Lalu Edrick bangkit dari duduknya,dia menatap Nathalie yang santai saja dengan tatapan tajam Edrick.
Edrick keluar dengan membawa kekesalan pada Nathalie.
_
Edward yang sedang menghubungi istrinya di telepon melihat Edrick yang masuk ke ruangannya.Dia masih terus menelepon sampai Edrick duduk di depannya,menatap Edward yang menelepon istrinya dengan senang.
Tak lama Edward menghentikan sambungan teleponnya dan meletakkan ponselnya di meja.
Dia menatap Edrick sambil mengangkat sebelah alisnya karena wajah Edrick yang terlihat kesal.
"Kenapa?"tanya Edward pada sahabatnya itu.
"Aku minta maaf atas nama Nathalie karena dia mau mencelakakan istrimu."kata Edrick pelan.
Edward diam saja,tangannya bersedekap sambil menatap Edrick datar.Membuat laki-laki itu jadi kurang nyaman dengan tatapan sahabatnya itu.
"Ed,bisakah tidak memperpanjang urusannya dengan Nathalie?"tanya Edrick yang penasaran tanggapan Edward hanya diam saja.
"Kamu tahu,di dunia ini ada kalanya kita tidak bisa mengalah ketika kita di sakiti.Ada kalanya kita harus melawan dengan ketidak adilan yang kita dapati.Ada kalanya suatu kesalahan yang fatal tidak bisa di maafkan.Ada kalanya kesabaran itu harus di akhiri.Namun begitu,harus berpikir beberapa kali untuk bisa menerima semuanya dengan lapang dada.Mungkin itu takdir dari Tuhan untuk kita,tapi tetap saja harus bisa mengubahnya."kata Edward panjang lebar.
Membuat Edrick semakin tidak mengerti dengan kalimat yang muncul dari mulut sahabatnya.
"Apa yang kamu bicarakan?"tanya Edrick penasaran.
"Aku harus menerima keputusan istriku untuk tidak memperpanjang urusannya dengan Nathalie."ucao Edward.
"Benarkah?"tanya Edrick tidak percaya.
"Iya,karena di hari bahagia kami tidak mau mengotorinya dengan membuat orang sengsara."ucap Edward.
Edrick semakin tidak mengerti,dia kembali bertanya maksud perkataannya itu.
"Apa kamu sedang bahagia?Karena apa?Karena setahuku istrimu di keroyok oleh preman suruhan Nathalie."kata Edrick lagi.
"Ya,kami sedang bahagia menanti anak lahir dari perut istriku sembilan bulan lagi."ucao Edward dengan tersenyum senang.
"Waah,selamat ya.Akhirnya kamu akan jadi seoarng daddy."ucap Edrick menyalami Edward.
Edward memyambut tangan Edrick yang mengajaknya bersalaman.
"Terima kasih.Oya,ada apa kamu kemari?"
"Ehmm,aku hanya mau membicarakan Nathalie.Kamu sedang bahagia jadi aku ikut bahagia."
"Ya,kami sedang bahagia.Dua.minggu lagi aku akan pulang ke Indonesia untuk melangsungkan pesta pernikahan.Aku sangat senang sekali kamu hadir di pestaku."
"Pasti aku datang.Dan Nathalie...,"
Belum sempat Edrick mengucapkan kalimatnya,Edward memotongnya cepat.
"Aku tidak berharap Nathalie hadir,cukup untuk waktu itu dia berteman denganku.Kamu seharusnya bersyukur aku tidak memperpanjang urusannya di kantor polisi.Aku harap kamu mengerti dengan keputusanku."kata Edward menegaskan.
__ADS_1
"Ya,aku mengerti.Sekali lagi aku minta maaf atas nama Nathalie."ucap Edrick lagi.
"Ya,aku juga memaafkan perbuatannya atas nama istriku."
"Dan kamu jangan khawatir,gerak gerik Nathalie sudah aku awasi.Agar dia tidak berbuat seperti itu lagi pada istrimu."
"Ya,terima kasih sebelumnya.Aku juga menjaga ketat apartemenku agar Nathalie tidak bisa mengusik istriku lagi."
"Walaupun begitu,kamu harus selalu waspada.Sia sepertinya tidak mau menyerah."
"Ya aku tahu,aku selalu waspada.Aku selalu memantau keadaan apartemen dengan memasang cctv di beberapa sudut.Penjaga di apartemen juga sudah aku mintai untuk selalu mengawasi tamu yang datang."
"Baguslah kalau begitu.Aku juga sudah muak dengan tingkah Nathalie itu."
Perbincangan mereka kini beralih pada bisnis masing-masing.Hingga Emil masuk ke ruangan itu memberikan berkas untuk di tanda tangani oleh Edward.
_
Nathalie terus mencoba mencari cara untuk menemui Aya,namun selalu tidak bisa.Berbagai cara dia lakukan.Dari menyamar dan ingin masuk ke apartemen Edward hingga dia mau bertamu seperti tamu lainnya.
Tapi rupanya penjaga apartemen sudah di pesan oleh Edward agar jangan sembarangan menerima tamu.Apa lagi bertamu di apartemennya.
Dia kesal sekali,akhirnya dia menyerah dan pergi dari apartemen itu.Dia akan mendiamkan dulu,baru nanti dia bertindak lagi,pikir Nathalie.
Malam ini Edrick ada di klub malam,sebenarnya dia bosan mengunjung klub malam hanya sendiria,Edward tidak pernah mau apa lagi sekarang ada istrinya yang sangat religius.
Dia iri dengan Edward yang mendapatkan pasangan yang sangat menjaga dan menyayanginya.Memperhatikan segala kebutuhan serta selalu mengingatkannya akan berdoa.
Edrick duduk di kursi bar sendirian,dia memesan minuman tanpa alkohol,sekarang dia ingin minuman beralkohol.
Satu perempuan yang biasa di sediakan pihak klub malam untuk menemani laki-laki kesepian yang datang memang untuk mencari hiburan.
"Hai tampan,apa kau sendirian?"tanya perempuan itu bergelayut manja di pundak Edrick.
Edrick menepis tangan perempuan itu dengan sopan.Saat ini dia tidak ingin bermain perempuan,hanya mau membuang stres karena sibuk dengan pekerjaan.
"Maaf,saya sedang tidak ingin di ganggu."ucapnya sopan.
Ketika kepalanya menoleh ke arah kiri,dia melihat dari jauh Nathalie yang sudah mabuk dengan teman-temannya.
Akhirnya Edrick bangkit dari duduknya,lalu menghampiri Nathalie yang terkulai karena mabuk berat.Teman-temannya pun tertawa dengan Nathalie yang mabuk.
Edrick langsung membopong Nathalie,tapi tangan kekar laki-laki mencegahnya,namun Edrick menepisnya dan bilang pada laki-laki itu kalau dia kakaknya Nathalie.
Lalu tanpa pikir panjang,Edrick membawanya pulang ke apartemen Nathalie.
_
_
_
☆☆☆☆☆☆
__ADS_1
\=> 😉😊✌✌