Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
23.Kabur


__ADS_3

Kedua pengawal itu diam di tempat,keduanya menunduk diam tanpa bergerak.Mereka saling pandang.


Satu penjaga bergerak maju menghampiri persembunyian mereka.Dengan mata yang menyelidik ke segala arah,telinga yang di pertajam.


Namun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.Satu temannya menghampiri dan ikut mengawasi keadaan sekitar.


"Kamu menemukan sesuatu?"tanya temannya itu.


"Tadi saya mendengar orang berbisik."katanya.


"Mungkin itu suara angin yang meniup daun jati.Biasanya seperti itu suaranya,seperti orang berbisik."kata temannya lagi.


Dia mengangguk,lalu keduanya pergi dari tempatnya semula.


Dan kedua pengawal itu menghembuskan nafas lega.Di pegang dadanya menandakan merasa aman.


"Sebaiknya kita pergi dari sini,sebelum ketahuan oleh mereka."usul satunya masih berbisik.


"Tidak,sesuai rencanaku kamu pergi duluan.Aku tetap akan menyelidiki mereka.Katakan pada tuan Emil kalau saya menunggu di sini sampai waktu menjelang subuh.Jika aku tidak kembali,berarti sesuatu telah terjadi.Jangan khawatir,aku akan jaga rahasia apapun tentang tuan muda di sini."pengawal satunya hanya memandang temannya yang bertekad bulat itu untuk mencari keseriusan dan kejujuran.


Dia mengangguk pasti.Lalu satu temannya itu melangkah pergi mengendap meninggalkan temannya yang tadi memintanya untuk pergi dari situ.


Dia hanya memandang temannya pergi,lalu dia kembali menyelinap ke tempat di mana dia mendengarkan orang yang mengerang kesakitan.


_


Setelah pengawal itu meninggalkan temannya di bangunan itu karena dia sendiri yang memintanya.Dia sampai pada temannya yang menunggu di motor.


Pengawal yang ada di motor bersiaga mendengar ada suara derap kaki yang mendekat.Kemudian merasa lega karena yang datang adalah temannya.


Tapi dia merasa aneh,kenapa hanya sendiri pulangnya.


"Kenapa pulang sendiri?"tanya pengawal yang sejak tadi menunggu di motor.


"Dia tidak mau pulang bersama kita.Dia mau menyelidiki lebih lanjut.Katanya dia akan pulang menjelang subuh,kalau dia tidak di tangkap.Kita tunggu saja di rumah tuan Emil,pasti tuan Emil sedang menunggu kita di sana.Mungkin tuan muda Edward sudah ada di sana."katanya.


"Baiklah,ayo kita pulang.Ini sudah terlalu lama sejak waktu yang di tentukan oleh tuan Emil."


Lalu keduanya segera naik motor masing-masing.Mereka segera keluar dari hutan jati yang terasa gelap dan menyeramkan jika suasana malam hari.


Baru setengah perjalanan,mereka berpapasan dengan beberapa motor dan mobil melintas berlawanan.


Terang saja motor yang di tumpangi kedua pengawal itu merasa takut akan ketahuan oleh rombongan itu.


Tapi dengan pelan dan santai dari jauh mereka menyapa dengan membunyikan klakson agar di kira adalah teman mereka.


Lalu setelah melewati rombongan itu,kedua motor yang di tumpangi melaju menambah kecepatan agar lebih jauh jika mereka ketahuan dan mengejarnya.


"Kita harus cepat sampai di desa itu,lalu bersembunyi di manapun yang tak terlihat."teriak temannya.


"Iya."


Tanpa melihat ke belakang dan memperhatikan sekitar keduanya dengan cepat melajukan motornya hingga ke desa itu.


Mereka menengok ke belakang,dan benar saja tiga motor menyusul mereka dengan cepat,tanpa berpikir panjang keduannya membelokkan motornya ke arah gang yang beberapa rumahnya padat penduduk.


Mereka bersembunyi di balik rumah yang terlihat gelap dan sepi.


Motor yang mengejar mereka berhenti tepat di pertigaan jalan.Mereka mencari kemana arahnya.

__ADS_1


"Sial! Kita kehilangam jejak.Bagaimana ini?"


"Kita harus berpencar,pasti mereka belum jauh dari sini.Saya yakin mereka tidak jauh."


Lalu ketiga motor yang di tumpangi pun menyebar ke tiga arah,mencari kedua pengawal yang bersembunyi tidak jauh dari tempat itu.


Keduanya pun saling pandang,tapi mereka merasa lega karena bersembunyi di tempat yang tidak di lewati ketiganya.


Satu jam mereka mencari,namun tidak di ketemukan.


"Kita harus kembali ke hutan,pasti mereka sudah jauh.Lagi pula,ada beberapa orang yang jika malam mencari potongan kayu jati untuk membakar sekam di sawah."


"Mungkin saja mereka adalah warga yang mencari ranting kayu di hutan.Kita bilang saja pada bos kalau mereka hanya pencari kayu saja."


"Iya,kita laporkan saja begitu.Agar kita terhindar dari hukuman yang bos berikan."


"Baiklah,ayo kita kembali ke hutan itu."


Lalu ketiga motor itu kembali ke hutan.Sedangkan kedua pengawal itu merasa lega,namun mereka belum berani keluar dari persembunyiannya.


"Kita tunggu setengah jam lagi,kalau sudah tidak ada yang mencurigakan kita langsung pulang ke rumah tuan Emil."


Setengah jam mereka menunggu,dan tidak ada yang mencurigakan.Akhirnya mereka keluar dan langsung tancap gas meninggalkan desa itu.


_


Pukul dua dini hari,kedua pengawal yang di utus Emil akhirnya sampai juga di rumah kontrakan.


Karena tidak sabar menunggu pengawalnya pulang,Emil dan Edward keluar rumah ketika mendengar deru motor berhenti di depan rumah.


Dan benar saja,kedua pengawal yang di utus itu telah sampai.Tapi Emil merasa aneh karena yang pulang hanya dua orang.


"Dia tidak mau pulang,tuan.Dia menunggu di sana untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.Dia berkata akan pulang menjelang subuh,jika masih belum juga pulang mungkin pulang di pagi harinya.Begitu katanya,namun jika sampai siang dia tidak kembali.Berarti dia di tangkap oleh orang di sana."


Emil mendengarkan dengan seksama.Dia mendesah,lalu dia menyuruh kedua pengawalnya masuk ke dalam rumah.


"Tadi kami hampir katahuan tuan,mereka mengejar kami ketika kami berpapasan dengan rombongan motor dan mobil menuju ke sana."ucapnya lagi.


Edward masih mendengarkan dengan seksama.Dia memperhatikan kedua pengawal itu masih dalam keadaan lelah.


"Lalu bagaimana kalian bisa lolos."kata Emil penasaran.


"Kami bersembunyi di sebuah rumah yang sepi."


"Baiklah,lalu apa yang kalian dapatkan dari pengintaian tadi?"


Kemudian mereka menceritakan secara teliti jika di dalam rumah bagian belakang ada seseorang yang kesakitan di curigai sebagai tuan muda Nicko.


Tapi samar-samar suara itu lenyap di ganti dengan suara sombong yang meremehkan pada tawanan mereka.


Dari cerita kedua penjaga yang ada di luar,satu tawanan di suruh makan tidak mau.Dan mereka memukulinya.


Hati Edward yang mendengar penuturan kedua pengawal tersebut jadi sedih,dia merasa gagal dalam mengetahui dan pencarian kakaknya.Edward menunduk,sebenarnya mereka siapa? Siapa yang menculik kakaknya,jika dia meminta tebusan akan dia berikan asalkan kakaknya kembali selamat.


Tapi rupanya,sampai tiga bulan lebih dia memyamar di pesantren tidak ada orang yang mengutus untuk meminta tebusan.


"Apa lagi yang kau tahu?"tanya Edward.


"saya hanya mendengar itu saja tuan muda.Mungkin yang di sana akan tahu lebih banyak lagi tentang orang yang di sekap itu."

__ADS_1


Edward mendesah,dia khawatir akan ketahuan semuanya.Dan juga orang yang di sekap itu jika benar adalah kakaknya.


"Kita tunggu saja sampai subuh tuan muda,mudah-mudahan dia tidak tertangkap dan kemabali dengan selamat."kata Emil menenangkan Edward.


Dia tahu,tuan mudanya sangat khawatir akan keadaan kakaknya.Maka dari itu dia siaga untuk menunggu sampai subuh kedatangan pengawal yang tertinggal di sana.


_


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk dari luar.Aya yang sedang sholat subuh di kamarnya diam sesaat,mencoba mendengarkan dengan serius.


Dan benar saja,suara pintu di ketuk untuk kesekian kali dengan keras.Lalu Aya bangkit dari duduknya,niatnya dia mau mengaji tapi karena ketukan pintu yang sangat keras mau tidak mau dia mengurungkan niatnya.


"Ya sebentar."walau heran kenapa ada orang yang mengetuk pintu di pagi buta begini.Namun dia tetap membukanya.


Masih dengan mengenakan mukenahnya,Aya melangkah menuju pintu depan.Karena kakaknya sudah berangkat ke pasar setelah sholat subuh tadi.


Aya membuka pintu depan,dan di sana berdiri dengan tangan memegang lengannya yang terlihat seperti berdarah.Dengan wajah ketakutan dan penuh butir tanah yang menempel.


Aya kaget,cepat-cepat dia menyuruh masuk orang yang mengetuk pintunya itu.


"Ayo bang masuk."kata Aya sambil mempersilakan duduk di kursi tamu.


Kemudian laki-laki yang tidak di ketahui siapa dia duduk di kursi.Dan dia berucap dengan pelan.


"Ttoolllong ssayya,ssaayya inggin bbertemu ttuan muda Edward."kata laki-laki itu terbata-bata.


Aya yang melihat keadaan laki-laki itu terkejut,dia kembali ke dalam hendak mengambil air untuk membersihkan lengannya yang berdarah dan mengobatinya.Tapi laki-laki itu keburu pingsan.


Setelah mengganti mukenahnya dengan kerudung instan,Aya mengambil lap dan air hangat serta obat betadin seadanya.


Dia memposisikan laki-laki itu agar terlentang dan melihat lengannya yang terkena tembakan tadi.


Rasa ngilu Aya rasakan ketika dia melihat ada robekan besar di lengan bagian atas,tapi dia tetap harus membersihkannya dan mengobatinya.


Beruntung sekali tembakannya hanya lewat saja,tidak bersarang di saja.Karena Aya akan kesusahan untuk membuangnya terlebih dahulu.


Setelah semua di bersihkan dan di obati,kini laki-laki itu di balut dengan kain selendang yang di sobek kecil sesuai ukuran lengannya.


Aya menatap wajah laki-laki itu,dia tidak pernah melihatnya.Namun dia akan cari tahu.


Dan ada apakah dengan laki-laki ini? Apa dia seorang perampok yang sedang melarikan diri?


Tapi kenapa dia menyebut nama tuan muda Edward? Siapa dia? gumam Aya.


Baiklah,untuk saat ini Aya akan menjaganya terlebih dahulu.Baru setelah sadar dia akan kenanyakan siapa sebenannya laki-laki ini.


_


_


_


☆☆☆☆☆


\=> lagi lancar idenya,semoga besok bisa update lagi.tapi kalo belum update maafin othor ya,di situ kadang ide othor lagi mampet.🙁


\=>lagi di usahakan utk up setiap hari,dan jangan lupa dukung othor..😉😊✌🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2