
Edward dan Edrick akhirnya pulang setelah sholat magrib.Edward ingin lanjut sholat isya berjamaah di masjid,namun dia merasa kasihan dengan Edrick yang hanya diam duduk di teras masjid saja.
Setelah sampai di rumah kontrakan,Emil telah menyiapkan makan malam sederhana yang dia mintai tetangga rumah untuk memasak makan malam mereka.
Makan malam ini terasa nikmat bagi Edward,dia sekarang merasa di awang-awang ketika mengingat tadi sore pembicaraannya dengan kyai Sobri.
Setelah makan selesai,Edward segera masuk kamar.Dia ingin menghubungi orqngtuanya juga kakaknya untuk memberitahu tentang rencananya menikah dengan Aya secepatnya.Juga menyuruh mereka untuk datang ke pesantren.
Selesai menelepon,Edward langsung sholat isya dan keluar kamarnya duduk-duduk di ruang tamu.Edrick menghampiri Edward yang sedang bermain ponsel.
Edrick memperhatikan Edward yang sedang serius bermain ponsel.Edward menoleh ke arah Edrick yang ikut memperhatikannya.
"Ada apa?"tanya Edward heran.
"Apa kamu tidak mau cerita tentang tadi sore di masjid?"Edrick balik bertanya.
"Kamu mau tahu tentang apa?"
"Mm..,jangan menyembunyikan sesuatu dariku.Kamu sedang berbicara serius dengan pak kyai itu tadi."
"Ya,aku meminta keponakannya untuk menikah denganku."
"Apa?Kamu mau menikah tanpa berpacaran dengan gadis keponakannya?"
"Ya,aku sudah mengenalnya sebelumnya.Jadi makanya aku memintanya."
"Ck,sangat ajaib.Yang aku tahu setiap menikahi gadisnya itu berpacaran terlebih dahulu.Tapi kamu hanya tahu dia mau menikahinya."
"Aku pernah bilang,kalau aku suka seseorang.Dan dia yang aku suka,ingin kunikahi."
"Gadis yang bernama Aya? Berapa lama kamu mengenalnya?"
"Mungkin hanya empat bulan.Jika sudah suka dan mencintainya,dan nyaman dengannya kenapa harus berpikir lam untuk menikahinya?"
"Ya benar,aku pikir juga seperti itu.Kapan kamu akan menikahinya?"
"Besok?
"Apa?!"
"Kenapa memangnya?"
"Apa bisa secepat itu? Menikah itu butuh persiapan panjang,bahkan harus mengurus segala administrasi ke bagian pencatatan sipil."
"Kami menikah secara agama dulu,baru di catat di kantor urusan agama."
"Aku benar-benar takjub,tradisi di sini memang menakjubkan."
"Itu bukan tradisi,memang keinginan dari pamannya.Tapi aku akan minta pada Emil agar segera mengurusnya secepatnya."
"Ya terserah kamu saja,yang penting kamu bahagia hudup dengannya."
"Amin,terima kasih kawan."
Lalu keduanya beralih membicarakan hal lain yang lebih banyak Edrick bertanya tentang kebudayaan dan tradisi orang-orang disini.Edward dengan santai dan senang hati menjelaskan apa yang di tanyakan Edrick.
_
__ADS_1
Setelah semalam menghubungi kedua orangtuanya,telepon Edward berbunyi lagi.Memberitahukan kalau keduanya tidak bisa datang karena urusan papanya belum selesai juga.Padahal mamanya ingin sekali datang di pernikahan anaknya.
Namun apalah daya,semua tidak bisa sesuai keinginan.Edward merasa kecewa,namun dia bisa menerimanya.
Terbersit pertanyaan,apakah Aya mau dengannya?Apakah dia terlalu memaksa?Sedangkan dia masih belum bertemu dengan Aya.
Sebenarnya dia gelisah,tapi hatinya di buat setenang mungkin dan meyakinkan diri bahwa kyai Sobri saja menerima lamarannya,jadi dia tidak bisa mundur lagi.
Edward kini berdiskusi dengan Emil rencananya itu atas persetujuan dari kyai Sobri.
"Emil,setelah proyek ini selesai kamu secepatnya berangkat ke Inggris.Tapi sebelumnya kamu urus semua keperluan untuk mendaftarkan pernikahan di kantor urusan agama setelah aku menikah."ucap Edward pada Emil.
"Baik tuan muda.Tapi apakah tidak menunggu nona Aya datang dulu,tuan muda.Aku pikir leboh baik di tanyakan terlebih dahulu pada nona Aya atas maksud anda itu."
"Iya,aku pikir juga begitu.Tapi kyai Sobri minta segera menikahi Aya sebelum aku berangkat ke Inggris."
"Apa harus secepat itu?Apa alasannya tuan muda?"
"Beliau bilang takut ada kendala yang jadinya menghambat pernikahan kedepannya.Jadi kalau sudah niatnya baik ya harus di segerakan,jangan di tunda lagi.Lagi pula kyai Sobri menjamin kalau Aya mau menikah denganku."
"Apa anda yakin?"
"Sejujurnya aku ragu,namun aku pasrahkan sama kyai Sobri saja juga pada Yang Di Atas."
Emil diam,dia juga sebenarnya merasa aneh dengan menikah tanpa hadirnya mempelai wanita.Tapi dia juga merasa yakin juga kalau Aya itu juga menyukai majikannya.
Dia ingat waktu peresmian dulu,Aya selalu gelisah dan selalu melihat ke jalan.Berharap majikannya datang untuk ikut dalam peresmian itu,namun sampai acara selesai dia masih berharap majikannya datang.
Hingga Emil pun memberitahunya kalau tuan mudanya tidak bisa datang.Baru setelah di beritahu seperti itu,Aya berhenti melihat ke arah jalan.Emil melihat Aya waktu itu sangat kecewa.
Dia menceritakan itu pada majikannya,Edward pun semakin yakin kalau dia akan menikahinya besok walau tanpa kehadirannya.Itu membuat kejutan yang manis bagi Aya.
_
Edward kembali ke masjid untuk sholat berjamaah ashar sore harinya.Dia menunggu kepastian dari kyai Sobri dan juga akan memberitahukan kalau kedua orangtuanya tidak bisa hadir karena masih ada di Malaysia.
Setengah jam menunggu,kyai Sobri belum juga keluar dari rumahnya dan juga tidak mengimami jamaah sholat ashar karena ada tamu yang datang.
Akhirnya dia pulang dengan kecewa.Tapi dia beprikir pergi ke rumah Aya,siapa tahu dia sudah datang.
Susahnya adalah Aya belum punya ponsel sehingga dia tidak bisa menghubungi dia ada di mana.Jika segala alat canggih bisa di lacak,tapi kalau tidak membawa apapun yang bisa di lacak,lalu bagaiman bisa menemukannya serta kapan pulang juga tidak tahu.
Sampai di depan rumah Aya,suasana rumah masih sepi.Belum ada tanda-tanda orang di rumah.Lama Edward menunggu dan melihat rumah itu,tapi akhirnya dia balik lagi.
Satu orang santri sedang menyusulnya untuk memberitahukan kalau dia di suruh ke pondok pesantren oleh kyai Sobri.
Edward pun bergegas pergi ke pondok pesantren lagi,dan melajukan motornya dengan membonceng santri yang tadi memberitahunya.
Sampainya di pondok,agak ramai di dalam masjid padahal bukan waktu sholat.Tapi masih sekitar jam setengah enam sore,menuju magrib.
Edward masuk ke dalam masjid,dia tampak heran ada beberapa ustad duduk dengan bersila dan memandang Edward.Edward sedikit canggung dengan semua menatap ke arahnya,dan mau tidak mau dia menyalami semua ustad di sana satu persatu,lalu dia duduk di belakang.
Tapi kemudian dia di persilakan duduk sejajar dengan para ustad,semula Edward ragu tapi kemudian dia maju juga duduk berjejer dengan para ustad pondok menunggu kyai Sobri datang dan memberi pengumuman penting.
Hingga waktu memasuki sholat magrib,kyai Sobri belum juga masuk ke dalam masjid.Sampai seorang muadzin berdiri dan bersiap untuk mengumandangkan adzan magrib.
Adzan magrib selesai,kyai Sobri masuk ke dalam masjid.Semua berdiri hendak menyalami dan siap-siap sholat berjamaah.
__ADS_1
Tak lupa Edward pun mengikuti mereka,menyalami kyai Sobri dan berdiri shaf di bagian belakang untuk ikut berjamaah.
Kekhusyuan sholat kali ini membuat Edward tenang,dengan segala gundah gulana karena tadi sore tidak menemukan seseorang di sana.
Baru setelah sholat selesai,kyai Sobri menyuruh Edward mendekat kepadanya.Edward menurut,lalu dia duduk di samping kyai Sobri.Rupanya kyai Sobri mau menyampaikan hal penting,tapi entah itu apa.
"Saudara sekalian para ustad dan ustadah di dalam masjid atau di luar masjid serta para santriku sekalian,dengan berkumpulnya kita di sini saya memberitahukan dan di masjid ini kita akan mengadakan ijab kabul malam ini.Ya saya akan menikahkan keponakan saya yang kedua,walaupun keponakanku itu belum pulang mengunjungi ibunya di kota tapi dalam dua hari dia akan kembali.Untuk itu saya sengaja tidak memberitahunya terlebih dahulu karena calon suaminya sudah ada di sini.Sebagai wali dari Tsurayya Khulasoh maka saya akan menikahkannya dengan pilihannya sendiri.Untuk itu mari sekalian acara ijab kabul kita laksanakan malam ini.
Saya sudah menyiapkan saksi dari kedua belah pihak serta walinya adalah saya.Jadi mari kita segerakan."
Semua hadirin tampak berbisik dan merasa aneh dengan pengumuman kyai Sobri.Walaupun di pesantren pernikahan mendadak itu sudah biasa agar tidak terjadi fitnah dan zina,tapi mereka merasa bingung Siapa calon mempelai laki-lakinya.
"Tunggu pak kyai,apa boleh seperti itu.Soalnya kedua orangtua saya tidak bisa hadir."
"Apa mereka menyetujuinya?"
"Iya pak kyai."
"Baiklah,berarti tidak ada masalah.Kita laksanakan ijab kabulnya.Nak Edward bersiaplah dan maharnya juga tidak perlu banyak ,yang ada saja nak Edward punya."
"Saya ada cincin pak kyai dan juga bisa di tambahkan dengan sejumlah uang."
"Boleh silakan saja.Nanti sehabis sholat Isya langsung di mulai."
Lalu Edward meminta untuk memanggil asistennya sebagai saksinya dan satu orang ustad di sana.
Kyai Sobri mempersilakan Edward untuk memanggil asistennya,tapi yang di suruh seorang santri saja agar Edward bisa belajar terlebih dahulu kalimat ijab kabul pada seorang ustad.
Sampai adzan Isya berkumandang dan semua siap untuk sholat berjamaah.Setelahnya langsung melaksanakan ijab kabul.
Edward sendiri merasa aneh,dia merasa heran kenapa semua serba terburu-buru.Tapi dia juga merasa senang,dengan begitu dia tidak akan khawatir akan status Aya adalah istrinya.
Selesai sholat,semua bersiap.Yang menikahkan langsung kyai Sobri sendiri.Setelah latihan ijab kabul,kini Edward lebih siap untuk melaksanakan pernikahan yang secara sederhana dan mendadak.
Entah mengapa kyai Sobri menginginkan pernikahan secepat itu,namun demikian Edward harus siap.
"Saya terima nikah dan kawinnya Tsurayya Khulasoh binti Ahmad Ramdani dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."ucap Edward lantang dan cepat.
"Bagaimana para saksi dan hadirin semua?"tanya kyai Sobri.
"Sah."semua menjawab kompak dan serempak.
Dan akhirnya pelaksanakan ijab kabul selesai,semua merasa bahagia.Lalu hadirin di saja menyalami Edward dan mengucapkan selamat.
Emil yang kaget dengan acara dadakan itu hanya bisa diam dan kebingungan.Namun begitu dia tidak bisa bertanya sekarang.
Edward juga sepertinya merasa aneh dengan kyai Sobri.Manti setelah selesai acara ramah tamah dengan makanan sederhana yang telah di siapkan oleh para santri perempuan dan bagian dapur.
Hingga pukul sembilan malam,para ustad dan santri membubarkan diri kembali ke tempatnya masing-masing.Hanya beberapa orang saja untuk merapikan kembali masjid yang tadi banyak piring dan gelas.
_
_
_
☆☆☆☆☆
__ADS_1
\=> 😉😊✌