
Dua minggu lebih Aya berada di Inggris,dia kini bisa mengerti apa yang di bicarakan orang tapi belum bisa berbicara dengan fasih.
Tidak ada yang tahu,jika Aya sudah bisa berbahasa Inggris karena les privat dari guru yang di datangkan oleh suaminya ke rumah.
Dan hari ini guru privat tersebut libur karena dia ada keperluan.Jadi hari ini Aya sendiri di rumah.Dia mencoba membuka aplikasi di ponselnya.
Satu telepon berbunyi di ponselnya,Edward nama yang tertera di ponselnya.Aya tersenyum,dia senang suaminya menelepon.
Aya menggeser tombol warna hijau lalu menempelkan ponselnya di telinganya.
"Assalamu alaikum bie."ucap Aya memberi salam.
"Wa alaikum salam sayang,sedang apa?"tanya Edward dengan nada lembut di dengar oleh Aya.
"Sedang duduk-duduk aja,guru privatnya izin tidak bisa datang hari ini.Kenapa bie?"tanya Aya.
"Kangen kamu sayang.Pengen cepat pulang."kata Edward membuat Aya tersenyum senang dan heran.
"Baru juga berangkat tadi,masa sudah kangen."ucap Aya lagi.
"Iya,tidak tahu kenapa aku kangen terus sama kamu kalau di kantor.Membuat konsentrasiku buyar."
"Jangan begitu,bie.Fokus kerja,lagi pula sore kan pulang."
"Aku pulang dulu ya,aku beneran kangen sama kamu."
"Lho,kok gitu?Pekerjaan kamu bagaimana?"
"Ada Emil,nanti aku serahkan ke dia pekerjaanku."
"Jangan begitu dong bie,masa di tinggal."
"Ngga apa-apa,nanti setelah ketemu kamu aku berangkat lagi."
"Ya udah,tapi nanti berangkat ke kantor lagi ya."
"Iya sayang,cuma pengen ketemu kamu aja.Nanti balik lagi ke kantor."
"Yakin cuma ketemu aja,bie?"tanya Aya meyakinkan.
Pasalnya dia tidak yakin suaminya itu akan ketemu dia saja.Pasti ada maunya.
"Kamu tahulah sayang maksud aku.Ya udah,aku tutup dulu teleponnya.Sampai ketemu di rumah,assalu alaikum."
"Wa alaikum salam."
Sambungan teleponpun di tutup.Aya meletakkan ponselnya di meja.Dia lalu pergi ke dapur untuk membuat susu jahe kesukaan suaminya.
Tak berapa lama,pintu terbuka.Ata menoleh,dia melihat suaminya sudah datang.Dahi Aya berkerut,dia heran Edward cepat sekali datang.
Kemudian dia menyongsong suaminya yang langsung saja menyambutnya dengan mencium bibirnya.
"Lho,bie kok cepat benget sampainya?"tanya Aya setelah ciuman itu terlepas.
"Aku lagi di daerah sini,jadi aku pulang.Dari pada menunggu klien lama,dia katanya terlambat datang jadi aku pulang dulu.Biar nanti Emil yang mengurusnya."jawab Edward yang menggiring istrinya untuk masuk ke dalam kamar.
Sampai di sana,Edward langsung menerkam istrinya dan mereka bergulat panas di atas ranjang dengan penuh gairah dan cinta.
_
Edward mengganti bajunya,dia kini bersiap untuk berangkat lagi bertemu klien karena Emil sudah meneleponnya sejak tadi.Aya membantu merapikan jas yang di pakai suaminya.
"Aku berangkat dulu ya,hati-hati di rumah,kalau ada yang bertamu tidak kenal jangan di buka."ucap Edward membelai rambut Aya yang masih basah sehabis mandi tadi.
"Iya,aku bisa jaga diri kok.Ya sudah sana berangkat."kata Aya.
__ADS_1
Edward memeluk istrinya dengan erat,lalu mencium bibirnya.
"Kamu ngga bosan apa cium-cium aku terus."kata Aya mendorong dada suaminya.
"Tidak ada bosennya sayang,malah bibirmu itu jadi candu buatku."kata Edward kembali mencium istrinya.
"Ya udah sana berangkat,nanti Emil menelepon lagi."
"Ehm,sebentar aku masih pengen cium kamu."
"Sudah dong,kasihan itu asistenmu."
Triing triing...
"Tuh kan,dia menelepon lagi.Sana berangkat."
"Ya sudah,aku berangkat dulu.Sore aku pasti pulang cepat.Cup."
Lalu Edward keluar dari apartemennya menuju tempat di mana dia menunggu kliennya itu dengan Emil.
Sedangkan Aya mengganti bethropnya dengan baju panjang biasa.Dia akan memasak untuk dirinya siang ini.
Setelah mengeringkan rambutnya,dia kembali memakai kerudung instannya karena dia akan pergi ke mini market terdekat di bawah untuk membeli sesuatu.
Baru saja dia akan melangkah,suara bel pintu di tekan dari luar.Aya heran,bukankah suaminya baru saja keluar.Tapi kenapa dia balik lagi.Apakah ada yang tertinggal?
Lalu Aya melihat layar monitor pengawasan,di sana tidak ada orang berdiri di depan pintu.Apakah orang iseng?Aya kini waspada,dia kembali menunggu barangkali memang orang iseng.
Tapi bel itu berbunyi lagi dan tampak di layar monitor seorang perempuan yang mungkin baru Aya kenal.
"Halo,Aya.Aku Nathalie teman Edward,aku ingin berkunjung ke apatemenmu."ucap Nathalie tersenyum.
Dahi Aya berkerut,kenapa Nathalie datang berkunjung?
Jika tidak di buka,dia tidak sopan karena ada tamu yang berkunjung.Masa dia menolak tamu berkunjung di rumahnya.
Lalu Aya mengangguk dan dia membuka kunci sandi pintu apartemen yang dia hafal.
Pintu terbuka,tampak Nathalie tersenyum ramah yang di paksa.Dia masuk sebelum Aya mempersilakannya masuk.
Nathalie masuk dan langsung berkeliling di ruangan itu,kemudian dia duduk di sofa dengan anggun.
Aya memperhatikan Nathalie sejak dia masuk ke dalam apartemennya.Lalu Aya pun sedikit berbicara dengan Nathalie dengan berbahasa Inggris yang dia hafal dari privatnya.
"Ada keperluan apa Nathalie datang berkunjung?"tanya Aya ragu karena dia takut salah mengucapkannya.
"Wah,kamu sekarang sudah bisa berbahasa Inggris.Ada kemajuan,baguslah biar saya tidak susah bicara sama kamu."kata Nathalie ketus.
"Ya lumayan,berkat guru privatku."kata Aya sopan.
"Oya,apa seorang tamu tidak di sediakan minum?"
"Oh ya,nanti saya ambilkan."
Lalu Aya menuju dapur menyiapkan minum untuk Nathalie.Dia sedikit sungkan dengan perempuan itu karena setiap kali bertemu pasti selalu sinis dan ketus padanya.
Aya lalu menaruh minuman jus jeruk di meja.Nathalie pun mengambil jus jeruk itu lalu meminumnya sampai habis.
Dia diam,menatap Nathalie yang aneh menurutnya.
"Well,apakah kamu sendirian di rumah?"tanya Nathalie lagi.
"Ada apa memangnya?"
"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan.Pasti Edward sangat senang denganmu jika dia dekat denganku."kata Nathalie,dia berusaha seramah mungkin pada istri dari orang yang selama ini dia incar.
__ADS_1
Aya hanya tersenyum,justru dia jadi aneh jika dirinya dekat dan akrab dengan teman suaminya.Ah,orang yang dulu mengejar suaminya.
"Oh ya,sebelum kesini aku sudah menelepon Edward kalau aku datang untuk berkunjung.Dia juga berharap aku mengajakmu jalan-jalan keliling kota London."kata Nathalie lagi.
Aya sedikit berbinar dengan penuturan Nathalie yang mau mengajaknya jalan-jalan.
"Benarkah?"
"Ya,kalau tidak percaya silakan saja hubungi suamimu.Dia sedang ada acara pertemuan dengan klien di daerah ini kan."tanya Nathalie dengan penuh keyakinan.
Aya jadi bingung,namun demikian Aya harus percaya dengan ucapan Nathalie.Karena baru beberapa jam lalu,Edward pulang meminta jatahnya.Dia lalu tersenyum sendiri ketika suaminya itu bermain-main dengannya di ranjang.
"Mau kan kamu ikut denganku?"tanya Nathalie lagi.
Dia tahu Aya itu les privat belajar bahasa Inggris,dia juga tahu Aya sejak Edward kembali ke negaranya itu.Ambisi untuk mendapatkan Edward masih sangat kuat,makanya dia berusaha mendekatkan diri pada Aya.
"Aku mau bicara dulu dengan suamiku,jika dia mengizinkan aku pergi maka aku akan pergi "kata Aya,dia hendak pergi mengambil ponselnya menghubungi suaminya.
Tapi malah di cegah oleh Nathalie.
"Sebentar,biar saya yang meneleponnya.Dia pasti mengizinkanmu."
Lalu Nathalie mengambil ponselnya dalam tas,kemudian dia menghubungi seseorang.Dia melirik ke arah Aya yang sejak tadi melihatnya.
"Halo,ada apa Nathalie?"tanya orang di hubungi Nathalie.
"Aku mau minta izin padamu untuk membawa istrimu jalan-jalan bersamaku."jawab Nathalie melirik ke arah Aya lagi.
"Bawalah dia jalan-jalan.Aku senang dia kamu ajak jalan."kata orang di seberang sana.
"Terima kasih."
Lalu sambungan telepon terputus dan Nathalie memandang Aya,bahwa Edward mengizinkannya jalan-jalan dengan Nathalie.Dengan ragu,Aya akhirnya menyetujui ajakan Nathalie mengajaknya jalan keluar.
"Baiklah,aku ganti baju dulu sebentar."kata Aya akhirnya.
"Ya,jangan lama-lama."ucap Nathalie,senyum smirik mengembang di bibirnya.
Aya.masuk ke dalam kamarnya,dia mengambil ponselnya dan menghubungi Edward untuk memastikan bahwa dia di izinkan pergi bersama Nathalie.
Namun Edward tidak menjawab,Aya gelisah.Nathalie sudah memanggilnya sejak tadi.Aya berulang kali menelepon suaminya,namun tetap saja tidak di angkat.Aneh,padahal tadi Nathalie tersambung.Kenapa dia menghubungi suaminya tidak di jawab?
Lalu dia mengirim pesan singkat pada Edward.
'Bie,aku pergi jalan-jalan dengan Nathalie.Katanya kamu mengizinkan aku pergi bersama Nathalie.Aku pergi,hubungi aku jika sudah membaca pesanku.'
Begitu pesan yang di kirim Aya pada Edward.Lalu dia mengambil tas selempangnya,dia masukkan ponselnya dan dompetnya lalu keluar dari kamarnya yang sejak tadi Nathalie berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ayo kita berangkat,ini sudah sangat siang jadi nanti kita jalan-jalannya sebentar."kata Nathalie menarik tangan Aya.
Aya semakin heran dengan tingkah Nathalie itu,namun demikian dia bersikap wajar saja.Dia ingin tahu apa yang akan di lakukan Nathalie padanya.
Nathalie dan Aya keluar dari apartemen Edward.Mereka berjalan dengan terburu-buru dengan langkah cepat.
Sampai di lobi,Aya berbicara dengan penjaga di sana.Memberitahukan kalau dirinya keluar bersama teman.Jika suaminya bertanya dia akan menjawabnya pergi dengan seorang perempuan.
Lalu Aya dan Nathalie masuk ke dalam mobil yang di bawa Nathalie.
_
_
_
☆☆☆☆☆
__ADS_1