Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
25.Terkuak


__ADS_3

Edward duduk di luar masjid,berharap Aya melintas pulang dari mengajar.Tapi sudah pukul empat tiga puluh,dan sudah satu jam setengah Edward menunggu Aya lewat,tapi sampai kini belum juga menampakkan wajahnya.


Edward mendesah pelan,kemudian dia berjalan menuju bangunan yang biasa Aya mengajar,tapi langkahnya terhenti ketika ada anak santri yang melintas di depannya.


Edward mencegah santri itu pergi,dia memanggilnya untuk bertanya.


"Eh,dek mau tanya.Apa ibu Aya ada di kelasnya?"tanya Edward.


"Ibu Aya ngga datang hari ini."jawab santri itu.


"Oh,ya sudah terima kasih dek."


Santri itu hanya mengangguk saja,lalu pergi melanjutkan langkahnya yang tertunda.


Edward gelisah,dia penasaran kenapa Aya tidak mengajar?Apa dia sakit,atau dia jatuh dari sepedanya sehingga dia tidak bisa berangkat mengajar.


Segala pertanyaan dia layangkan di pikirannya,kekhawatiran menyelimuti hatinya.Lalu Edward keluar dari area pondok menuju kontrakan pengawalnya,untuk meminjam motor.


Sampai di kontrakan,dia langsung masuk dan mencari pengawal.


Emil yang sedang mengetik di laptop jadi heran,dia menghampiri tuan mudanya.


"Tuan muda mencari apa?"tanya Emil.


"Saya cari kunci motor,mana kunci motornya?"jawab Edward.


Tentu saja membuat Emil bingung,namun dia mengambil kunci motor yang ada di laci meja.Lalu memberikannya pada Edward.


"Terima kasih,saya pergi dulu."tanpa mempedulikan Emil yang keheranan dengan tingkahnya,Edward langsung menstarter motor dan melajukannya kencang menuju ke rumah Aya.


Walau sudah mulai petang,tapi Edward tidak peduli dia tetap malajukan motornya ke rumah Aya.


Sedangkan Emil masih bingung,namun dia cepat sadar dan menyuruh pengawal untuk membuntuti Edward.


"Kamu harus kawal tuan muda,cepat sebelum dia jauh."perintah Emil.


"Baik,tuan Emil."jawab pengawal itu.


Lalu dia melajukan motornya dengan sedikit kencang.Pengawal itu sedikit kewalahan karena jalanan tidak semulus jalan raya.


Walau tertinggal jauh,tapi masih terlihat oleh pengawasan pengawal itu.


Edward membelokkan motornya,mengurangi kecepatan.Kemudian dia sampai di sebuah rumah yang halamannya cukup lumayan lebar.


Dia memarkirkan motornya di bawah pohon mangga,sejenak dia melirik rumah yang dia intai dulu bersama Emil.Sepi,tak ada kegiatan apapun seperti biasa.


Lalu dia maju ke depan pintu rumah Aya,dan mengetuk pintunya.


Tok tok tok


"Assalamu alaikum.."


Belum ada jawaban,Edward melangkah ke samping,mungkin dia melihat Aya ada di belakang namun tak terlihat.


"Assalamu alaikum.."


Sekali lagi Edward memberi salam.


Dan pintu pun terbuka,terlihat Aya yang masih menggunakan mukenah hendak sholat magrib karena memang waktu sholat magrib sudah masuk.


"Wa alaikum salam,kamu ada di sini?"tanya Aya heran.


Edward hanya terpaku,dia menatap Aya dalam.Pikirannya tadi sejak di pondok menguap begitu saja,melihat Aya di depannya.


"Petang begini kamu kesini,ada apa?"tanya Aya heran.


Edward masih terpaku,lalu dia menunduk dan tersenyum sendiri dengan tingkah konyolnya tadi.


"Ngga apa-apa.Aku hanya heran,kenapa kamu tidak pergi mengajar?tanya Edward.


Aya terdiam,dia menatap Edward yang terlihat gelap karena tertimpa bayangan kepalanya.Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke kiri.

__ADS_1


Belum lagi Aya menjawab pertanyaan Edward,suara batuk dari dalam rumah terdengar.Yang otomatis Edward dan mendengarnya.


Uhuk uhuk,


Dia memandang Aya dengan curiga,melongok ke dalam,di rumah Aya kan tidak ada laki-laki.


"Sebentar,aku masuk dulu."kata Aya.


Dia masuk ke dalam,dan terdengar lagi suara batuk dari dalam.


Edward penasaran,suara batuk siapa itu.Tanpa permisi Edward masuk lebih dalam,dia melihat Aya sedang memberikan minum pada laki-laki yang sedang duduk di kursi ruang tamu.


Hati Edward menjadi panas,siapa laki-laki itu?Dia maju ke depan,melihat lebih dekat siapa laki-laki yang di layani Aya minum.


Laki-laki itu merasa ada orang mendekat padanya,dia mengangkat wajahnya dan kaget.


"Tuan muda?"


Baik Edward dan Aya ikut kaget dengan ucapan laki-laki itu.


Edward kaget kenapa pengawalnya bisa ada di rumah Aya,sedangkan Aya kaget laki-laki itu memanggil Edward tuan muda.


Aya menatap Edward yang merasa senang melihat pengawalnya selamat.


"Kamu selamat?"tanya Edward mendekati laki-laki itu.


"Iya tu.."


"Ayo kita pulang,munmpung ini sudah malam."kata Edward tidak sabar ingin mendengar info yang di dapat oleh pengawalnya itu.


Aya yang melihat adegan itu jadi heran,dia masih bingung dengan semuanya.


Lalu tanpa menunggu lagi,Edward membawa pengawalnya itu yang masih sakit di tangannya.


"Ay,terima kasih untuk bantuanmu.Kami pulang dulu.Lain kali aku jelaskan."


Tanpa menunggu jawaban Aya,Edward langsung memapah pengawalnya dan keluar dari dalam rumah.


Aya mengikuti dari belakang sampai depan pintu.Dia memandang keduanya yang menuju motor.


Lalu Edward menjalankan mesin motornya,pengawal itu membonceng di belakang Edward.Tanpa menoleh ke arah Aya,Edward langsung mengencangkan laju kendaraannya,menghilang dari pandangan Aya.


Aya menghela nafas berat,walau hatinya di liputi rasa penasaran.Dia masuk untuk meneruskan niatnya untuk sholat magrib yang sempat tertunda karena kedatangan Edward yang mendadak itu.


_


Edward sampai di rumah kontrakan,dia langsung bergegas turun dan memapah pengawal itu.Pengawal satu yang mengikuti Edward sampai rumah Aya pun telah tiba,dia juga tidak menyangka kalau tuan mudanya bertemu dengan pengawal yang tidak pulang semalaman karena mengintai di hutan jati.


Emil menghampiri pengawal yang di bawa Edward masuk,dia menggantikan tuan mudanya untuk memapah pengawal yang terluka itu.


Sampai di dalam rumah,dia duduk di kursi panjang.Beserta Edward yang sudah tidak sabar ingin mendengar informasi tentang rumah di tengah hutan itu dan mengenai kakaknya.


Emil menyuruh pengawal satunya untuk menyuguhkan air minum untuk temannya.


"Kamu baik-baik saja?"tanya Edward pada pengawal itu.


"Saya baik tuan muda."jawabnya.


"Apa yang kamu ketahui tentang di sana?"tanya Edward tidak sabar.


Lalu pengawal itu menceritakan selama pengintaianya di sana malam itu.


Malam itu,setelah dia mengantar temannya pergi meninggalkannya dia langsung menuju tempat di mana dia mendengar seseorang mengerang kesakitan.


Sampai di sana dia langsung siaga dan lebih merapat untuk lebih jelas mendengarkan apa yang ada di dalam.


Karena sedari tadi ada rombongan orang yang masuk seperti seorang pimpinan mereka.Dia mendengar pembicaraan dari samping,di dekatkannya telinganya ke jendela itu.


"Dia tidak mau makan,tuan."kata salah seorang penjaga di sana.


"Paksa dia untuk makan.Dan mana perempuan yang biasa melayaninya?"

__ADS_1


"Dia juga sakit tuan,badannya menggigil.Jadi kami biarkan dia tertidur di kamarnya.Kata bos tidak boleh ada yang mati."kata penjaga itu.


"Kalau bukan perintah bos Rey,sudah pasti ku lenyapkan laki-laki ini.Menyusahkan saja!"sungut laki-laki yang tidak lain adalah bos bawahan itu.


Ternyata,ada lagi bos di atas bosnya itu.Entah ada berapa lagi bos-bosnya.


"Dan perempuan yang sakit itu selalu di wanti-wanti oleh pak Imron jangan mengganggunya."


"Biarkan saja,lagi pula dia gadis kampung."


Pengawal itu masih mendengarkan dengan seksama.Kemudian dia beringsut ke samping untuk memastikan kalau yang sedang sakit itu adalah tuannya,Nicko.


"Sebenarnya dia siapa tuan?"tanya penjaga pada bosnya.


"Aku juga tidak tahu,saya hanya menjalankan tugas.Tapi katanya sih dia adalah anak orang kaya juga pemimpin sebuah perusahaan besar.Sayang sekali,dia di sini sudah lama sekali.Mungkin keluarganya mencarinya kemana-mana.Kenapa bisa tidak meminta tebusan saja pada keluarganya?"


"Benar tuan,kalau dia kaya kenapa tidak minta uang tebusan saja.Sepuluh miliar misalnya,ck bodoh sekali."kata penjaga itu.


"Aaiir..,aaiir.."


Suara seseorang yang di tawan itu minta air.Pengawal itu mendengarkan dengan seksama,benarkah dia adalah tuannya?


"Berikan dia air,lalu kita tinggalkan dia."


Pengawal itu kembali beringsut perlahan,tapi kakinya terjermbab di tanah yang licin sehingga dia terjatuh dan menimbulkan suara berisik.


Gubrak!


"Siapa di sana?Cepat periksa di luar!"teriak sang bos dengan kencang.


Lalu tanpa menunggu lagi,pengawal itu langsung bangkit dan berlari menjauh dari tempat itu.


Dia berlari ke arah depan,dan bersembunyi di bangunan seperti kandang ayam,dia merapat pada pintu yang menghalangi bagian depan sehingga tidak terlihat.


Penjaga segera keluar dan mencari suara terjatuh tadi di belakang.Mereka tidak melihat siapapun di belakang,matanya mengawasi setiap keadaan di sekitar.Tapi tetap tidak ada tanda mencurigakan.


"Bagaimana,apa ada yang mencurigakan?"tanya temannya.


"Tidak ada."


"Tetap waspada,jangan sampai lengah.Kita kecolongan dua kali.Kalau perlu ada yang mencurigakan,tembak saja jangan ragu lagi."katanya lagi.


"Iya."


Lalu keduanya masih menyelidiki di setiap sudut yang gelap.Tetap tidak ada yang janggal dan mencurigakan.


Lalu keduanya masuk ke dalam,tapi salah satu mencegah temannya untuk berjaga di luar.


"Kamu di sini saja,siapa tahu ada orang yang mengintai kita."


Kemudian temannya masuk,satunya menunggu di kursi sambil matanya mengawasi setiap sudut.


Pengawal yang bersembunyi di balik pintu,akhirnya bergerak keluar.Dia berjalan perlahan hendak pergi dari tempat itu untuk melaporkan informasi yang dia dapat.


Beberapa langkah dia selamat dari pengawasan penjaga tadi,dia menoleh ke belakang memastikan bahwa penjaga itu tidak melihatnya.Sejauh ini dia selamat,dan akhirnya dia berlari sekencang-kencangnya meninggalkan hutan jati.


Hingga di tengah jalan dia melihat ada motor melintasi jalan itu,dia langsung bersembunyi sebelum sinar lampu dari motor menyorotinya.


Setelah agak jauh,dia berlari dengan kencang tanpa peduli dia jatuh bangun karena berlari kencang.


Tapi sampai pada batas hutan dan bukit,suara tembakan menembus ke lengan pengawal itu,namun hanya lewat.Tetapi darah mengalir deras,tanpa dia pedulikan keadaannya.Dia terus berlari hingga subuh menjelang subuh dia sampai di sebuah desa.


Tanpa menunggu lagi,dia mengetuk pintu salah satu warga.Tak lama kemudian pintu terbuka,dia pun minta tolong untuk bersembunyi di rumah warga tersebut dan rumah itu adalah rumah Aya.


_


_


_


☆☆☆☆☆

__ADS_1


\=> like dan komennya kaka kalau suka tulisanku..😉😊🙏🙏


__ADS_2