Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
49.Di Kantor


__ADS_3

Rencana semalam akhirnya di jalankan,pertama pak Robert kembali ke kantor perusahaan Nicko.Karena pak Robert yakin walaupun Hendro berengsek dan serakah,dia tidak akan tega menyiksa keponakannya sendiri.


Pak Hendro sendiri lebih dendam pada kakak iparnya.Jadi Nicko di culik hanya untuk memancing pak Robert untuk bertindak.


Dan pagi ini,pak Robert sudah siap untuk masuk kantor.Sebelumnya Edward dan Emil berangkat terlebih dahulu ke kantor untuk kesiapan penyambutan papanya.


Walau para karyawan dan staf merasa aneh menyiapkan penyambutan yang entah siapa,namun mereka tetap melakukannya.


Di ruang aula nanti pak Robert muncul setelah Edward memberi sambutan.Dan di lorong-lorong lobi sudah terpasang pernak-pernik penyambutan.


Antar karyawan saling berbisik membicarakan siapa yang akan di sambut.Yang jelas mereka mengetahui bukan Nicko yang hadir,tapi laki-laki misterius entah siapa.


Gosip kedatangan orang berpengaruh di perusahaan itu sampai pada pak Hendro juga Reynald.Tentu saja berita itu membuat mereka penasaran dan heran.


Tapi pak Hendro sudah menduga siapa yang akan datang di kantor itu.Yang jelas dia merasa menang karena semua pemegang saham sudah beralih memihaknya dan sudah dia beli.


Jadi menurutnya percuma kakak iparnya datang mengendalikan huru hara yang dia ciptakan.Juga,sebelum manajer keuangan di ketahui ikut memalsukan data keuangan perusahaan,dia sudah resign terlebih dahulu atas perintahnya.


"Pa,kira-kira siapa ya yang di sambut di kantor itu?"tanya Reynald penasaran.


"Kalau kamu mau tahu,datang saja kesana."ucap Hendro pada anaknya itu.


"Tidak,lebih baik menunggu informasi saja dari pak Soni nanti.Para pemegang saham di undang untuk hadir."


"Kalau begitu,kamu fokus pada proyek yang akan kamu kerjakan.Di sana sudah tidak bisa di rubah lagi.Jadi tinggal tunggu bangkrut saja."


"Papa mau mengambil alih perusahaan itu?"


"Ya,perusahaan itu dulu papa yang merintis."


"Tapi kenapa bisa om Robert dan sekarang di pegang Nicko."


"Ya,apapun papa akan mabil alih perusahaan itu."


"Rey ada di belakang papa,juga papa jangan khawatir perkumpulan advokat sudah Rey hubungi untuk membantu papa dalam hukum nanti."


"Baiklah,papa mau ke ruang kerja dulu.Kamu sana cepat berangkat ke kantor,ingat kerja yang benar untuk menangani proyek itu.


_


Pukul delapan tiga puluh,semua sudah tampak berkumpul.Baik staf dan karyawan serta pemegang saham.


Edward menanyakan kemana manajer keuangan,ternyata manajer keuangan resign setelah rapat dadakan yang memojokkan Edward untuk pemegang saham.

__ADS_1


Ternyata dia lebih cerdik.Tapi tenang saja,dia akan terus menyelidiki laporan keuangan setelah manajer keuangan resign.Nina sang sekretaris harus lebih sibuk memeriksa dan menghitung laporan keuangan yang di periksanya.


Masih dengan suara riuh rendah dan bisik-bisik dari para karyawan di dalam aula rapat


Tak berapa lama,muncul dari pintu seseorang yang selama tiga bulan lebih di anggap sudah di kebumikan.Mereka semua terkejut dan diam tanpa kata.Mata mereka masih fokus pada laki-laki yang berjalan dengan tenang menuju kursi yang sejak tadi kosong.


Laki-laki itu yang tak lain adalah pak Robert yang di anggap sudah meninggal,dan mereka menyaksikan penguburan atasannya itu di pemakaman.


Duduk dengan santai dan tenang.Edward bangkit dari duduknya untuk memberi sambutan secara singkat,lalu memberikan sedikit informasi tentang ayahnya yang selama ini belum meninggal,hanya bersembunyi dari orang-orang yang ingin mencelakainya.


"Selamat pagi semua,saya ucapkan terima kasih telah berkumpul di sini.Saya senang bisa bertemu kalian lagi.Mungkin semuanya merasa bingung dan aneh saya bisa berdiri di hadapan kalian semua,setelah pemberitaan dan memang kejadian empat bulan saya di kuburkan di pemakaman.


Hari ini saya mau mengklarifikasi,bahwa saya benar-benar masih hidup dan yang di kubur mungkin itu orang lain,yang di kira itu adalah saya tidak menyangka setelah perusahaan di ambil alih oleh anak saya,kekacauan terjadi sehingga anak saya sampai saat ini belum bisa mengatasi permasalahan di perusahaan.


Saya minta maaf kepada para pemegang saham juga staf dan karyawan atas kekacauan ini.Saya berjanji akan mengembalikannya seperti semula.Jadi percayakan kenyamanan anda di perusahaan kami,kami akan membereskan semuanya.


Dan tidak lupa juga,saya minta bantuan dari saudara semua untuk membantu apapun temuan kalian dengan masalah yang mencurigakan.Saya dengar keuangan sedang tidak stabil sehingga proyek-proyek sedikit terhambat.Jadi untuk ke depan harus bersabar dan percayalah perusahaan akan pulih kembali.


Demikiam sambutan dari saya,jika ada yang ingin di tanyakan masalah perusahaan bisa di sampaikan pada sesi tanya jawab.Maaf di luar masalah perushaan tidak ada jawaban dari saya.Sekian."


Lalu pak Robert kembali duduk,dia memparehatikan segala gerak gerik karyawan dan stafnya serta para pemegang saham itu.


Pak Sanjaya yang sejak tadi penasaran akhirnya bertanya juga.


"Maaf pak Robert,apakah benar perusahaan sedang merugi?"tanya pak Sanjaya.


Pak Robert membuka semua berkas yang di berikan oleh Edward,dia meneliti laporan keuangan.


"Saya jawab pak Sanjaya,perusahaan memang mengalami kebocoran keuangan,namun tidak sampai merugi sebanyak yang pernah di laporkan ketika Edward memimpin rapat minggu kemarin.Tapi kebocoran itu datang dari klien kami yang memcoba mengelabui kami dengan mengajak kerja sama manajer keuangan untuk memalsukan laporan.Dan ternyata manajer keuangan tidak bisa ikut dalam rapat ini untuk melaporkan hasil perhitungannya karena katanya dia sudah resign tiga hari yang lalu.


Dan staf serta sekretaris sudah bekerja keras untuk membenahi laporan dan menyelidiki ternyata tidak ada gangguan yang sangat besar.Di untuk ke depannya sudah bisa di cegah agar tidak terjadi kebocoran lagi."terang paj Robert.


"Syukurlah,saya merasa khawatir,walau bagaimanapun saya ingin mendapatkan keuntungan bukan kerugian.Lagi pula saya sudah lama menamam saham di perusahaan ini dan tidak ada kejanggalan sama sekali."ucap pak Sanjaya.


"Sekarang dan seterusnya kita akan berusaha keras untuk memantau dan menjaga semuanya dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab."


Dan setelah semua selesai,baru mereka membubarkan diri karena waktu jam makan siang sudah tiba.


Pak Sanjaya menghampiri pak Robert yang masih berdiskusi dengan anaknya,Edward.


"Maaf pak Robert,bisa kita bicara sebentar?"tanya pak Sanjaya.


"Oh ya,silakan."ucap pak Robert.

__ADS_1


"Kalau begitu,aku ke ruangan kantor dulu pa."ucap Edward bangkit dari duduknya.


Edward pergi dari ruangan aula di ikuti oleh Emil yang sejak tadi diam.Emil dam Edward masuk ke dalam lift menuju lantai delapan.


Mereka kini sedang berdiskusi mengenai rencana selanjutnya.


"Papa bilang punya kenalan seorang jaksa juga pengacara terkenal di asia.Apa kita bisa minta tolong untuk membantu kita."kata Edward menunggu lift berhenti di lantai delapan.


"Paman Dori sedang menghunginya,beliau langsung datang ke kantor firma hukumnya."ucap Emil.


"Ah ya,papa kali ini bertindak lebih cepat."ucap Edward setelah pintu lift terbuka dan melangkah cepat menuju ruangannya.


"Anda jangan khawatir tuan muda,tuan besar sekarang lebih teliti dan berhati-hati.Walau bagaimana pun paman anda adalah targetnya untuk membongkar kebusukannya selama ini."ucap Emil.


"Ya,aku merasa tidak berguna jika papa harus turun tangan masalah ini."


"Tuan besar punya tujuan lebih penting tuan muda."


"Apa itu?"


"Nyonya Karina itu sangat tidak suka jika tuan besar menuduh adiknya yang telah mengacaukan perusahaan juga menculik tuan muda Nicko."


"Ah iya,mama seperti itu.Beliau tidak mudah percaya.Apa lagi beberapa bulan sangat dekat dengan tante Septa,pasti banyak sekali pengaruhnya sama mama."ucap Edward.


"Yang terpenting kita cari bukti buat mama anda tuan muda.Kata tuan besar harus punya bukti akurat agar nyonya percaya adiknya itu memang serakah dan kejam juga."ucap Emil.


"Iya,mama harus tahu bukti yang sebenarnya.Kalau begitu,apa ada kabar tentang laki-laki tua itu di tempat oh Hendro?"


"Laki-laki itu di bekuk di dalam,sehingga dia bekum bisa berbuat banyak."


"Yang penting kita tahu tempatnya di mana.Dan istri dari laki-laki itu bagaimana?"


"Dia aman.Dan ada cerita menarik dari istrinya itu tuan muda?"


"Oya,apa itu? Tapi sudahlah,nanti saja kamu ceritanya.Kita harus bereskan semuanya,aku ngga mau lama-lama seperti ini terus."ucap Edward.


Dia kini mengumpulkan berkas data keuangan untuk di salin.


_


_


_

__ADS_1


☆☆☆☆☆


\=> episode ini idenya mentok banget,jd agak lama memyelesaikannya.😔


__ADS_2