
Kali ini pak Dori benar-benar tidak habis pikir dengan adik kandung istri dari bosnya itu.Menculik keponakannya hanya untuk menjatuhkan perusahaan.
Terbukti kini segala isu atas hilangnya Nicko kembali tersebar di perusahaan dengan cepat.Hingga para investor dan pemegang saham harus wara wiri mencari tahu dan bagaimana kelanjutan perusahaan itu.
Kantor telekomunikasi di serbu pemegang saham dari perusahaan yang Nicko pegang.Dan kini puncak pimpinan tidak ada,sehingga rapat pemegang saham harus segera di laksanakan menggantikan pemimpin yang hilang entah kemana.
Direktur dan manajer harus sibuk menangani isu hilangnya CEO mereka.
Pak Dori sementara menghandle urusan kantor Nicko sebelum Edward kembali dari luar kota.Dua kali pak Hendro membuat huru hara di perusahaan Nicko.Ternyata ambisinya untuk menguasai saham perusahaan itu sangat besar.
Pak Dori menelepon Emil untuk segera membawa Edward kembali ke kota,memgurus kembali perusahaan lagi.Dia akan mengerahkan pengawal untuk mencari Nicko.
Satu telepon masuk di ponsel pak Dori.
"Halo tuan besar."
"Bagaimana bisa Nicko di culik lagi,pak Dori?"
"Maaf tuan besar,saya tidak tahu kejadiannya seperti apa.Tapi tuan muda Nicko terakhir berada di restoran dan sempat meminta pada saya untuk mengirim pengawal,tapi rupanya mereka sudah mengintainya sejak dari kantor tuan besar."
"Kurang ajar mereka,sudah membuat keluarga dan perusahaanku berantakan."
"Maaf tuan besar,adik ipar anda sangat licik.Dia sudah punya kekuatan untuk bisa menghancurkan perusahaan anda."
"Cari di mana markas mereka,aku akan kesana.Dia memang memancingku untuk keluar.Rupanya dia sudah tahu aku belum meninggal."
"Baik tuan besar.Tapi ijinkan saya untuk menangani perusahaan anda."
"Kamu cukup tangani perusahaan telekomunikasi,biar Edward yang urus perusahaan Nicko.Rupanya dia memang menyuruhku datang menemuinya."
"Baik tuan besar."
Lalu sambungan telepon terputus.Pak Dori kemudian menghubungi keponakannya.
"Halo paman,ada apa?"
"Kamu suruh pulang tuan muda Edward,di perusahaan sedang kacau.Suruh tuan muda mengambil alih kembali kepemimpinan."
"Apa ada masalah di perusahaan?"
Ya,kekacauannya lebih dari yang dulu.Semuanya serba cepat.Makanya kamu bawa cepat tuan muda pulang."
"Tapi bagaimana dengan laki-laki yang kami sekap?Apa harus di lepas?"
"Biarkan saja dia di jaga oleh pengawal.Yang kita butuhkan tuan muda segera kembali ke kantor."
"Baik paman."
Sambungan di putus.Kini pak Dori bergerak menemui para pemegang saham yang tersisa.Dia akan menemui satu persatu untuk meyakinkan bahwa perusahaan masih stabil walau tuan muda Nicko hilang.
Dia juga akan memberi jaminan pada pemegang saham itu yang masih mau bertahan di perusahaan.
Satu telepon masuk lagi di ponsel pak Dori,nyonya Karina.Pak Dori mengernyitkan dahi,lalu dia menekan tombol hijau.
"Halo nyonya,ada yang bisa saya bantu?"tanya pak Dori dengan sopan.
Dia yakin istri majikannya itu sedang panik karena Nicko hilang lagi.
"Pak Dori,kemana anakku Nicko?Dua hari dia tidak pulang.Kata Septa dia hilang lagi,apa itu benar?"suara nyonya Karina dengan panik terdengar.
Pak Dori menghela nafas panjang,adik ipar nyonya Karina ini yang membuat semua hancur.Dia benar-benar ingin menghancurkan keluarga kakak iparnya.Sangat licik sekali keluarga Hendro itu.
"Pak Dori! Katakan apa yang terjadi?hik hik hik.."tangis nyonya Karina pecah.
Dia benar-benar panik.
"Anda tenang saja nyonya,saya akan mencarinya.Anda jangan khawatir."
"Bagaimana bisa saya tidak khawatir,Nicko hilang lagi.Kamu harus menemukan anakku secepatnya!"
"Iya nyonya,saya akan berusaha semampu saya untuk menemukan tuan muda."
__ADS_1
Lalu sambungan telepon terputus.Pak Dori membuka layanan pesan singkat yang tadi berbunyi tiga kali.
'*Nanti malam anak buahmu suruh menjemput istriku di rumah,aku akan membawanya pergi.Dia tidak bisa di biarkan bergaul lagi dengan Septa.Dia sumber dari segala bencana.'
'Pastikan kamu mengantarnya sampai di tempatku tanpa ada yang mengikuti.'
'Ingat,buat dia tidak sadar tapi jangan terlalu lama*.'
Begitu pesan dari majikannya.Mungkin dia akan muncul lagi.Di kira anak-anaknya bisa mengatasi adik iparnya,ternyata dia harus bertindak juga.
_
Edward yang mendapat kabar kakaknya hilang di culik lagi jadi geram.Pamannya itu benar-benar mau membuat keluarga dan perusahaannya hancur.
"Tuan muda,paman Dori bilang kita harus kembali ke kota untuk mengurus perusahaan.Di perusahaan keadaannya kacau,para pemegang saham sebagian sudah tahu jika tuan muda Nicko hilang.Dan sebagian dari mereka pun menarik sahamnya juga ada yang menjualnya."ucap Emil.
Tangan Edward terkepal,dia benar-benar marah.Kesabarannya sudah di ambang batas.
"Kita lepaskan laki-laki tua brengsek itu,ternyata tidak ada gunanya kita menyekapnya di sini."ucap Edward.
"Benar,tapi bagi saya dia masih berguna tuan muda.Saya yakin dia tahu markas paman anda,tuan muda."
"Aku sudah mendesaknya agar dia mau memberikan informasi tapi dia malah tetap meminta uang sepuluh miliar."
"Ada cara yang bisa membuatnya menuruti perintah kita tuan muda."
"Apa itu?"
"Istrinya."
"Istrinya? Bukankah istrinya sudah meninggal?"
"Istri keduanya,dia punya istri kedua yang tidak ada yang tahu.Paman anda juga tidak tahu kalau pak Imron itu punya istri yang sangat di cintainya.Kita gunakan istrinya sebagai jaminannya."
"Begitu ya.Kamu lebih banyak tahu di banding denganku."
"Karena anda selalu memikirkan nona Aya,tuan muda."sindir Emil.
Emil hanya diam,dia kini serius berpikir untuk rencana selanjutnya.
"Apa rencanamu selanjutnya?"tanya Edward yang tahu Emil sedang berpikir.
"Saya sudah memerintahkan pengawal untuk membawa istrinya ke tempat lain.Mereka aku suruh merekamnya,lalu di kirim ke ponselku."
"Bagus,aku suka rencanamu itu.Kita harus bertindak cepat."
"Tidak tuan muda,tuan muda harus kembali ke kota.Menangani perusahaan kakak anda,biar laki-laki tua itu urusan saya."ucap Emil.
Edward tampak berpikit,kemudian dia mengangguk.
Kemudian dia masuk ke dalam kamarnya,membereskan barang-barangnya dan di masukkan ke dalam tasnya.Malam ini dia harus kembali ke kota.
Setelah selesai,dia duduk di ranjang.Menunggu waktu semakin gelap.Setelah sholat isya dia harus cepat pergi dari rumah itu.Di sela-sela diamnya,dia teringat akan gadis di pesantren.Aya.
Edward mendesah,waktu untuk kembali bertemu Aya semakin lama,dia harus fokus dengan masalah keluarganya.Baru setelah selesai semua,dia akan langsung meminta pada kyai Sobri,uwanya Aya.
_
Malam semakin larut,nyonya Karina semakin gelisah menunggu kabar dari pak Dori tentang keberadaan anaknya.
Mbok Darmi menghampiri majikannya yang sedang mondar-mandir di ruang kerja suaminya.Jika sedang panik dan khawatir pasti dia ada di ruang kerja suaminya,mbok Darmi hafal akan hal itu.
Tok tok tok
Mbok Darmi langsung melebarkan pintu yang sedikit terbuka itu.
"Maaf nyonya,di depan ada pak Dori mencari nyonya."kata mbok Darmi.
"Apa mbok?"tanya nyonya Karina yang sejak tadi tidak memperhatikan kedatangan mbok Darmi.
"Di depan ada pak Dori mencari anda."jawab mbok Darmi.
__ADS_1
"Ah ya,saya memang menunggu dia.Kebetulan dia datang."
Lalu nyonya Karina bergegas menuju ruang tamu menemui pak Dori.Dia tidak sabar menunggu kabar keberadaan anaknya.
"Pak Dori,bagaimana Nicko.Apa sudah ada kabar di mana dia berada?"tanya nyonya Karina tidak sabar.
"Maaf nyonya,kami sedang mencarinya.Tapi sebelumnya,nyonya ikutlah dengan pengawal malam ini."ucap pak Dori.
Nyonya Karina heran,kenapa malah dia di suruh ikut dengan pengawal?
"Mau kemana?"tanya nyonya Karina.
"Anda akan menemui orang yang anda cari nyonya."jawab pak Dori sopan.
Wajah nyonya Karina berbinar,senyumnya mengembang.
"Kamu menemukan anakku di mana?"
"Kita akan kesana,nyonya.Anda bersiaplah segera."
"Menemui anakku?"tanya nyonya Karina dengan semangat.
Pak Dori hanya tersenyum saja menanggapi kegembiraan istri majikannya itu.
Lalu nyonya Karina kembali ke kamarnya,dia menyiapkan beberapa baju.Barangkali dia akan menginap di saja,seperti Edward dulu.Ah,tidak apa dia tinggal di kampung beberapa hari dengan anaknya,yang penting dia akan kembali lagi ke rumah ini,pikir nyonya Karina.
Lama nyonya Karina bersiap,dia membawa koper kecil dan tas selempangnya.Kemudian dia segera menghampiri pak Dori yang masih berdiri di dekat pintu.
"Pak Dori,sebenarnya Nicko ada di mana?"tanya nyonya Karina menuju halaman depan yang sudah siap mobil mengantarnya pergi dari rumahnya.
"Kita akan keluar kota,nyonya.Dan tolong matikan ponsel anda."pinta pak Dori.
"Kenapa harus di matikan?"tanya wanita paruh baya itu aneh.
"Agar perjalanan anda nyaman,nyonya.Lagi pula di jalan akan lama dan malam hari itu waktunya untuk tidur.Saya takut di saat anda tidur ponsel anda berbunyi dan mengganggu kenyamanan anda."kata pak Dori memberi alasan.
Nyonya Karina tampak berpikir,benar juga.Lalu dia mengambil ponselnya dan menonaktifkan ponselnya.
"Saya minta anda tidak memberitahu kemana anda pergi pada nyonya Septa,nyonya Karina."
"Ah ya,tadi aku pikir mau memberitahu Septa kalau aku akan menjemput Nicko."ucap nyonya Karina.
"Jangan nyonya,mungkin saat ini nyonya Septa sedang bertemu keluarga calon menantunya."cegah pak Dori.
"Tahu dari mana pak Dori?"
"Maaf nyonya,sebaiknya anda segera masuk ke dalam mobil.Karena ada seseorang yang sedang menunggu anda di sana."
"Ah ya baiklah.Kamu tidak sabaran sekali pak Dori."
Lalu nyonya Karina masuk ke dalam mobil yang sejak tadi menunggunya.Di dalam mobil ada dua pengawal,satu menyetir dan satu lagi di sebelahnya untuk berjaga-jaga.
Setelah nyonya Karina masuk ke dalam mobil dan mobil langsung meluncur keluar rumah mewah itu,pak Dori masuk ke dalam rumah memberitahukan pada mbok Darmi.
"Mbok Darmi,jika nyonya Septa kemari menanyakan nyonya Karina,kamu jawab saja nyonya Karina sedang ke Inggris menemui nona Sania."pesan pak Dori pada mbok Darmi.
"Baik pak Dori."
"Jangan bilang apapun jika dia mendesak.Nyonya Septa akan terus mendesakmu memberitahukan segalanya."
"Baik pak Dori."
Lalu pak Dori pamit untuk pulang.Hari ini dia sibuk sekali,mengurus dua perusahaan yang dua-duanya di tinggal pemimpinnya.Dia berharap malam ini Edward sampai di kota ini.
_
_
_
☆☆☆☆☆
__ADS_1
\=> tetap dukung ya,tanpa dukungan kalian semangat othor jadi lemah.like and comennya kaka..🙁🙏🙏