Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
03. Pertemuan Pertama


__ADS_3

...By : Vanya Alifa...


...******...


"Ngapain Lo nyari gue?" Tanya seseorang yang tiba-tiba datang dari belakang jaya dengan gaya cool nya.


Semua mata tertuju pada seseorang itu, tak terkecuali Letta yang juga sama memperhatikan seseorang yang datang secara tiba-tiba. Panjang umur juga di Ken tiba-tiba datang setelah di bicarakan.


"Abis dari mana Lo? perasaan Lo duluan deh, kok jadi ketinggalan?" Tanya Darell dengan mata nya yang menyelidik.


Ken duduk di samping Visko, di ikuti dengan Darell dan Jaya yang duduk bersebelahan tepatnya di depan Letta dan juga Viska. Letta memutuskan untuk tidak memakai kacamata nya lagi, karena ternyata disini ia benar-benar tidak bisa hidup nyaman dengan kacamata bulat nya itu. Jadi pada tau asli kecantikan dari seorang Alletta Camellia, karena Letta tidak mau menjadi orang terpandang di kampus nya, jadi dia memutuskan untuk tidak menyebutkan nama marga keluarganya.


"Gue tadi mampir ke toilet dulu" Jawab Ken yang di angguki oleh Ketiga teman teman nya.


pria populer di kamus ini adalah Ken, Visko, Jaya dan Darell. Mereka populer dengan ketampanannya. Tapi semua mahasiswa/i memiliki pandangan tersendiri dari ke empat pria itu.


Yang pertama ada Ken, Pria tampan, baik, dan juga idaman bagi ciwi-ciwi. Tapi hanya mereka tidak tau keluarga Ken, Ke dua ada Visko, Tampan, Kaya, Baik, Idaman juga bagi ciwi-ciwi,, apa lagi orang Kaya. Sedangkan Darell dan Jaya bagi mahasiswi di pandang seperti Ken, tidak tau asal usulnya.


"Oh iya. Ken, kenalin dia adik gue, Letta" Ucap Visko memperkenalkan Letta kepada Ken, karena hanya Ken yang belum mengenal Letta.


"Lah, kirain gebetan Lo tadi, haha" Saut Darell diiringi dengan tawa nya. Jaya juga ikut tertawa, sedangkan Ken hanya tersenyum.


Ken mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Letta. Letta pun menyambut uluran tangan Kenzie dengan senang hati.


"Kenzie"


"Letta"


Mereka melanjutkan untuk mengobrol di kantin karena tidak ada jam lagi setelah istirahat. Hingga siang hari, Visko izin untuk pergi duluan karena ingin ke Rumah Sakit. Bukan karena sakit, karena ada praktek di sana. Sebagai Dokter magang, alangkah baiknya dia tidak terlambat bukan? Ya walaupun praktek dia di mulai pukul 13.00 WIB.


Siang masih pukul 11.38 WIB, mereka masih asik mengobrol. Letta yang sudah terlihat akrab dengan teman-teman Visko, begitupun dengan teman-teman Visko yang sudah akrab dengan Letta.


"Sudah siang, gue pulang dulu, Ya?" Ucap Letta setelah melihat arloji berwarna Gold and White di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Kenapa buru-buru banget, Let?" tanya Jaya kepada Letta.


"Gue ada urusan sama nyokap, bye all, see you" Ucap Letta lalu meninggalkan Viska bersama teman laki-laki Visko.


"Dih, dasar Munaroh, Gue di tinggal" Viska mendengus kesal karena Letta meninggalkan nya. Sedangkan para teman-teman nya malah menertawakan dirinya, kecuali Kenzie.


"Gue duluan, Ya?" Lanjut Viska lalu meninggalkan Teman-teman nya tanpa mendengar jawaban mereka.


Disitu Ken sedang mengotak Atik ponsel canggih dengan jari-jari nya. Ia melihat jadwal di kantor hari ini yang di kirim oleh Om Gibran, sekertaris papi nya. Ternyata tidak ada jadwal di kantor dia saat ini, hanya akan menandatangani surat pengambil alih perusahaan.


Melihat hal itu, Ken sebenar nya enggan untuk mengambil alih perusahaan papi nya. Tapi dia adalah anak semata wayang papi dan mami nya, dia tidak mau mengecewakan mereka berdua. Mereka berdua bagi Ken adalah bunga hidup nya, tanpa mereka Ken juga tidak seperti ini. Ken hanya minta kepada orang tua nya agar ia bisa membangun perusahaan sendiri, tapi karena mami nya telah mengeluarkan jurus yang membuat Ken tidak bisa menolak, jadi terpaksa Ken harus menuruti keinginan kedua orang tua nya lagi. Ingat, keinginan orang tua yang tulus membuat hidup mu akan jauh lebih baik dari pada sebelum nya. Ini demi masa depan mu juga.


(Jangan bantah orang tua ya gaes kalau di minta-minta, nanti kualat😊 Demi masa depan mu juga)


"Kita kemana, Ken?" Tanya Jaya membuat Kenzie menoleh ke arah nya.


Ken menghembuskan nafasnya gusar. Akan kah dia ke perusahaan untuk tanda tangan? apa dia pulang ke rumah untuk rebahan? eh ngk rebahan, istirahat.


"Om G nyuruh gue ke perusahaan untuk tanda tangan" Jawab Ken. Mereka memanggil sekertaris papi Ken dengan sebutan Om G, karena keren aja.


"Gue nggak bisa. Om G bilang gue harus tanda tangan surat-surat untuk pengambilan alih perusahaan, dan Lo tau kan kalau gue nggak bisa?"


Jaya dan Darell langsung paham isi hati dan pikiran Ken. Jaya mengelus pundak kiri Ken untuk menenangkan Ken agar otak nya bekerja lebih baik.


"Ken, saran gue, Lo tanda tangani aja surat-surat itu. Kalau Lo udah lulus kuliah, Lo bisa bangun perusahaan sendiri. Apalagi kalau Lo perbaiki gedung perusahaan bokap Lo sesuai dengan harapan Lo. Itu lebih baik menurut gue dari pada Lo merintis sendiri"


"Gue bangga Ken, sama Lo yang mempunyai tekat untuk merintis perusahaan dari 0. Tapi gue lebih bangga sama Lo, kalau Lo bisa membanggakan kedua orang tua Lo, karena hanya kedua orang tua Lo yang membuat Lo sampai seperti ini. Jadi, pikirkan baik-baik, jangan gegabah. Waktu masih ada besok"


Ucap jaya panjang lebar memberi saran kepada Ken. Sedangkan Ken, memejamkan matanya sembari memahami kata-kata Jaya. Benar, kenapa dia tidak membesarkan perusahaan milik papi nya saja? lagian dia adalah anak semata wayang dari papi dan mami nya.


****


Letta sudah sampai rumah dengan taksi yang tadi ia pesan. Hari ini ia ingin bermalas-malasan di rumah. Ia masih kepikiran tentang kata-kata nya tadi saat akan meninggalkan teman-temannya di kampus. Pasalnya dia tidak menemani mommy nya kemana-mana, ia hanya ingin tiduran.

__ADS_1


"Eh, Non Lia sudah pulang? mau mbok buatkan apa nih? sepertinya hari yang menyenangkan?" Sambut si mbok kepala asisten rumah besar.


Letta tersenyum lalu memeluk mbok Jum. Letta sudah menganggap mbok Jum sebagai keluarga sendiri, makanya dia tidak akan segan-segan untuk memeluk mbok Jum dan bercerita apapun masalahnya dengan mbok Jum sewaktu masih di Indonesia.


"Emm, sepertinya I hanya ingin istirahat aja deh, Mbok" Jawab letta setelah melepas pelukannya dari mbok Jum.


Mbok Jum tersenyum kepada Letta. "Ya sudah, Neng cantik istirahat saja. Mbok mau lanjut kerja dulu" Letta tersenyum lalu mengangguk.


Beruntung para pelayan di rumah besar Davison memiliki Majikan baik hati dan tidak sombong seperti, Daddy Denis dan Mommy Sherina. Banyak yang melamar kerja di sana sebagai pembantu, tapi Mommy Sherina menolak, karena sudah kebanyakan pembantu di rumah, jadi mommy Sherina mempergawaikan orang-orang yang ingin bekerja di sana ia pekerjakan di toko bunga dan toko kue milik mommy Sherina.


.


.


.


.


.


.


Okhe


Aku mau minta maaf jika novel ini lambat update, Karena aku punya alasan yang kalian tidak tu..



Aku baru pulang dari RS kemarin gaess🤧🤧


Aku besok ujian gaes, nekat kuat ngk kuat harus kuat🤧. Sebenarnya ujiannya dari Kamis Minggu kemarin, tadi aku bolos karnwa harus ke RS🤧 dan sekarang udah pulang.


__ADS_1


Jadi harap bersabar, Mi ta like dan komen nya, bawa teman-teman kalian buat baca😊.


...BSB...


__ADS_2