
Seharian penuh hingga malam Edward mengajak istrinya berkeliling kota London dan tempat-tempat wisata terkenal di Inggris.
Setelah satu minggu menetap di Inggris,kini Aya bisa beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan di sana.Walau agak sulit,namun dia berusaha untuk mengimbanginya.
Edward mendatangkan guru privat untuk mengajarkan bahasa Inggris pada istrinya,karena dia kini sudah sibuk dengan pekerjaannya.
Emil yang selalu setia menemani Edward dalam bekerja,kini jam kerjanya berkurang.Bosnya itu mengurangi jam kerjanya di malam hari kecuali menyangkut pekerjaan yang benar-benar mendesak.
Edward sendiri jika waktunya pulang kerja,maka dia harus pulang ke apartemennya.Tidak pergi ke mana-mana,kalaupun pergi harus membawa istrinya ikut bersamanya.Karena Aya sendirian di rumah.
Seperti malam ini,Edrick dan Nathalie meminta Edward untuk bertemu dan makan malam bersama,untuk berkenalan dengan istrinya.
Nathalie di beritahu oleh Edrick kalau Edward sudah menikah dan membawanya ke Inggris.Awalnya Nathalie marah dan kesal,namun Edrick memberi pengertian bahwa Edward sangat mencintai istrinya.
Jadi kini Nathalie meminta Edward mengajak istrinya untuk makan malam di salah satu restoran china.
Edrick menceritakan kalau istrinya Edward itu bisa di bilang masih polos,belum mengenal lebih jauh kota London juga sangat jauh dari kehidulan orang-orang kebanyakan.
Edrick sendiri juga belum tahu dan mengenal istri dari sahabatnya itu,karena Edward selalu menjaganya agar tidak dekat dengan istrinya.
"Dia posesif sekali sama istrinya."ucap Edrick ketika dia sudah lebih dulu datang dengan Nathalie di restoran China itu.
"Apa dia cantik dan seksi?"tanya Nathalie penasaran.
"Aku tidak tahu,tapi menurutku orang Indonesia itu cantik dan eksotik."
"Jika dari daerah terpencil,mana ada gadis cantik dan seksi seperti aku."
"Kamu jangan salah,aku suka gadis yang lugu dan sederhana."
"Jangan munafik Edrick,kamu juga suka gadis-gadis di klub malam."
"Hanya untuk bersenang-senang saja,tidak lebih dari itu."
Tak lama mereka menunggu,orang yang sejak tadu di bicarakan akhirnya datang juga.Edward mencari orang yang mengajaknya bertemu dan makan malam bersama.
Tampak Edward menggenggam erat tangan Aya,lalu tangannya memeluk pinggang Aya dengan posesif.Dia menuju meja di mana Edrick melambaikan tangan padanya.
Nathalie menatap Aya yang berjalan terlihat anggun,dia menatap Aya dengan sinis.Hanya gadis primitif yang berpakaian tertutup dari atas sampai bawah.Edward menyukai gadis primitif seperti itu,kemudian Nathalie tersenyum sinis lalu membuang wajahnya ke samping.
Dadanya tiba-tiba bergemuruh ketika Edward dan istrinya mendekat.Hatinya panas dan marah,namun dengan cepat dia menguasai keadaan agar tidak terlihat jelas di mata Edward.
"Hai guys,kalian sudah lama menunggu kami?"tanya Edward menyalami Edrick.
Aya menangkupkan tangannya ketika Edrick mengulurkan tangannya untuk bersalaman.Edrick menarik tangannya dan menggaruk kepala bagian belakang yang tidak gatal.
Nathalie menyalami Edward dan juga Aya.Aya pun tersenyum pada Nathalie dengan ramah.
"Hai,aku Nathalie mantan Edward."sapa Nathalie ketika bersalaman dengan Aya.
"Aya."balas Aya,dia hanya tersenyum saja dengan ucapan Nathalie tadi karena memang dia belum mengerti dengan bahasa mereka.
__ADS_1
"Silakan duduk."ucap Edrick memgusir kecanggungan yang di buat Nathalie.
Tapi Nathalie bersikap santai saja dengan ucapannya tadi.
Edward menarik kursi untuk di duduki istrinya,kemudian dia duduk di sampingnya.Untung Aya tidak mengerti ucapan Nathalie,pikirnya.
"Sayang,kamu ngga apa-apa?"bisik Edward pada istrinya.
"Kenapa memangnya?Aku baik-baik saja."ucap Aya.
Edward lega,dia bersyukur Aya masih tahap belajar memahami dan berucap bahasa Inggris.
Mereka memesan makanan,Edward memilih makanan yang sekiranya istrinya suka.Dia memesan makanan yang ada nasinya untuk menyesuaikan lidah Aya.
Setengah jam pesanan makanan datang,mereka menyantap makanan yang ada di meja dengan lahap.
Awalnya Aya merasa aneh dengan makanan yang di sajikan,tapi kemudian dia menikmatinya.Nathalie melihat cara makan Aya yang terlihat aneh,dia tersenyum sinis pada Aya.
Edward yang sejak tadi membantu menyiapkan makanan dan memberitahu makanan yang mereka makan.Karena dia tahu istrinya itu sangat berhati-hati dengan makanan di luar selain makanan Indonesia.
"Sayang kamu suka makanan ini?"tanya Edward yang melihat istrinya makan dengan lahap.
"Suka,tapi hanya ayam saja.Yang lain kurang enak di lidah bie."ucap Aya.
"Maaf ya,temanku mengajak makannya di sini."ucap Edward yang mengelap saus di mulut Aya dengan tangannya.
Tentu saja pemandangan itu membuat Nathalie semakin panas.Dia mendengus sebal,sedangkan Edrick terlihat santai dengan sikap Edward yang romantis itu.
"Aku iri padamu,kamu bisa bersikap semanis itu pada istrimu."ucap Edrick pada Edward.
"Kamu akan merasakan hal yang sama ketika bertemu dengan gadis yang sangat kamu cintai."ucap Edward sambil tersenyum.
"Ya,semoga aku dapat gadis seperti istrimu.Well,kapan kalian mengadakan resepsi pernikahan?"
"Bulan depan,Kau harus datang juga Nathalie."ucap Edward.
"Aku pasti datang,siapa tahu dapat jodoh di sana."ucap Edward.
"Aku tidak tahu,kita lihat apakah bisa menghadiri pesta pernikahanmu."ucap Nathalie sinis.
Baik Edward maupun Edrick tahu,kalau Nathalie sangat kecewa pada Edward menikah dengan gadis lain,padahal sejak dulu dia selalu mengejar Edward.
"Itu terserah padamu,jika ada waktu datanglah.Tapi aku tidak memaksamu datang di pesta pernikahanku nanti.
"Apa kalian akan menetap di sini?"tanya Edrick.
"Ya,karena pekerjaanku di sini jadi kami menetap di sini."jawab Edward.
Aya hanya mendengar percakapan ketiganya,hanya sedikit yang dia paham dari percakapan beda bahasa dengan dirinya.
Dia ingin bisa berbahasa asing itu,agar bisa berkomunikasi dengan baik dan bergaul dengan orang-orang di sekitar apartemen suaminya.
__ADS_1
Malam semakin beranjak jauh,lama ke empat orang itu berbincang.Dari cerita masa sekolah hingga punya pekerjaan dan perusahaan yang cukup besar.
Edrick yang sering membantu Edward walau dia sendiri mempunyai perusahaan sendiri.Tapi tak jarang perusahaannya dengan Edward bekerja sama dalam bidang tertentu,sehingga Edward percaya dengan sahabatnya itu.
"Sudah terlalu malam,kami pulang dulu."kata Edward berpamitan pada Edrick dan Nathalie.
"Ed,apa bisa aku jadi pacar gelapmu?tanya Nathalie ketika Edward hendak masuk ke dalam mobilnya.
Aya yang sudah masuk ke dalam mobil,hanya bisa menatap suaminya yang berbicara dengan Nathalie.Ada rasa cemburu ketika Nathalie memegang tangan suaminya,tapi dia menepis rasa itu.Dia yakin suaminya adalah laki-laki setia,jadi tidak perlu khawatir.
Sedangkan Nathalie yang berbicara terus terang pada Edward masih memohon padanya.
"Nathalie,coba hormati martabatmu sebagai perempuan.Tidak baik memohon cinta seorang laki-laki yang sudah beristri.Lagi pula,aku tidak bisa meskipun kamu terus memaksaku.Aku sangat mencintai istriku,dan aku tidak bisa menyakitinya.Jadi jangan berharap padaku,carilah laki-laki lain yang lebih baik dariku."ucap Edward.
Dia tidak ingin Nathalie mengemis cinta padanya.Harga diri seorang perempuan itu jatuh ketika dia memohon pada laki-laki yang sudah beristri untuk mencintainya,sedangkan laki-laki itu tidak bisa mencintainya.
Nathalie mendesah kesal,lalu dia berlalu dengan wajah malu dan marah campur jadi satu.Sudah beberapa kali dia menyatakan cinta pada Edward,tapi Edward sama sekali tidak pernah meliriknya.
Kemudian selepas Nathalie pergi,Edrick mendekat pada Edward dan menepuk pundaknya.
"Tolong jangan di ambil hati,dia hanya sedang kecewa saja."ucap Edrick.
"Ya aku tahu.Ya sudah,aku pulang dulu.Istriku sudah mengantuk."
"Apa aku tidak boleh mengenal lebih dekat dengan istrimu?"tanya Edrick memancing emosi Edward.
"Apa kamu mau aku menendangmu jauh sampai ke kutub utara?"ujar Edward yang di sertai tawa panjang Edrick.
"Baiklah-baiklah,aku cukup mengenalnya saja.Siapa tahu nanti istriku akan lebih dekat dengan istrimu."ucap Edrick lagi.
"Temukanlah calon istrimu dulu,baru kamu bisa berteman dengan istriku."
"Bie,ayo pulang."ucap Aya yang sejak tadi menunggu suaminya masuk.
"Iya sayang.Aku pulang dulu ya,tolong kamu kasih tahu Nathalie agar menerima kenyataan aku sudah menikah."
"Pasti aku akan kasih tahu dia."
Lalu Edward masuk ke dalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya,kemudian mobil melaju dengan kecepatan rata-rata.
"Kamu bicara apa sama mereka,bie?"tanya Aya yang sejak tadi penasaran.
"Tidak apa-apa sayang,hanya obrolan kecil tentang masa kuliah dulu."ucap Edward.
Aya hanya ber-oh ria saja.Edward menengok ke arah istrinya lalu membelai pipinya lembut.
_
_
_
__ADS_1
☆☆☆☆☆