Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
92. Pak Dori Dan Pak Robert


__ADS_3

Setelah Emil menghadap Edward dan meninggalkan Sania yang masih belum mengerti kenapa Emil pulang ke Indonesia. Ada apa?


Kini Emil dan Edward sedang berada di balkon,di sana mereka duduk santai walau Emil lelah setelah perjalanan jauh tapi dia tetap harus bertemu sang bosnya.


"Apa di perusahaan tidak ada kendala?"tanya Edward menyeruput minumnya.


"Tidak ada tuan muda,semua sudah beres untuk satu minggu ini."jawab Emil.


"Emilia tidak kerepotan jika dia bekerja sendiri?"tanya Edward lagi.


"Dia sudah biasa bekerja sendiri,saya sudah memberinya petunjuk dan arahan padanya."kata Emil lagi.


"Apakah ada yang bisa di percaya selain kamu Emil?"tanya Edward lagi.


Sebenarnya Emil ingin bertanya tentang kepulangannya secara langsung dan mengenai kabar dia akan di pindahkan ke kantor pak Robert itu apakah benar adanya.


"Tuan muda,saya ingin bertanya,maaf kalau lancang. Tapi saya masih penasaran,apakah maksud dari tuan besar ingin saya pulang? Kata paman Dori saya akan di pindahkan ke kantor tuan besar. Apakah betul itu tuan muda?"tanya Emil sudah tidak bisa lagi berbasa basi.


"Iya betul,makanya aku bertanya apakah ada yang bisa di percaya seperti kamu untuk menggantikan posisimu di perusahaanku?"tanya Edward lagi.


Dia juga sebenarnya berat kalau Emil harus keluar dari pekerjaannya di perusahaannya. Dia sudah biasa bekerja dengan Emil selama sepuluh tahun ini,tidak mudah bagi Edward melepas Emil untuk kerja di kantor papanya.


Sudah beberapa hari dia pertimbangkan,dia pikir Emil akan jadi asistennya walaupun Sania menikah dengan Emil. Tapi permintaan papanya lain lagi,lebih dari itu.


Walaupun begitu,setidaknya karir Emil meningkat. Yang tadinya asisten,nanti akan jadi pemimpin perusahaan besar.


Emil diam,dia yang bingung harus bagaimana. Dia juga berat meninggalkan majikannya itu,tapi dia bisa apa kalau tuan besar sudah memerintahkan.


"Aku tidak tahu tuan muda. Saya juga sebenarnya kaget waktu paman memberitahu kalau saya akan di pindahkan ke kantor tuan besar. Apakah tuan muda bisa mengatasi sendiri nantinya?"tanya Emil.


"Aku bisa mengatasi sendiri,tapi jika ada asisten akan lebih mudah lagi. Adakah pandangan menurutmu lebih baik?"tanya Edward.


Dia belum berani menceritakan alasan utama dia di pindahkan di kantor papanya. Biar nanti papanya yang mengatakan semuanya. Cukup dia yang bagian mencari pengganti Emil saja.


"Kamu sendiri apakah bisa menerima di kantor papa?"ini pertanyaan Edward yang tidak berbobot.


Emil bisa apa saja,dia tahu itu. Tapi untuk mengetahui jawaban apa yang dia dengar dari asistennya itu.


"Saya menunggu tuan besar bicara dengan serius mengenai ini tuan muda. Belum berani menyimpulkan apapun,maaf."jawab Emil.


Ah,sekali lagi Emil tidak mudah untuk berbangga diri jika itu belum pasti untuk dirinya.

__ADS_1


Edward tersenyum,dia memang bangga dengan Emil. Pantas jika dia bisa memahan apapun karena Emil seperti itu,tidak mudah tergoda dan berbangga diri.


Edward melihat Emil membawa laptop di tangannya.


"Apa yang kau bawa? Mau membawa pekerjaan dari jauh?"


"Saya bukan orang bodoh yang harus membawa jauh dari Inggris ke Indonesia hanya untuk membawa pekerjaan anda tuan muda."


"Hahaha,ya baiklah mungkin itu tugas pertamamu dari papa. Dan tolong pikirkan siapa yang pantas yang akan menjadi penggantimu,kamu tahu sendiri kemampuan anak buah papa."kata Edward.


"Baik tuan muda,saya akan seleksi semuanya. Karena kebetulan mereka banyak yang bekerja di perusahaan tuan besar dan tuan muda Nicko."jawab Emil.


Pembicaraan mereka sampai sore menjelang,lalu Emil di suruh istirahat di kamar bawah bersebelahan kamar pak Dori biasa istirahat di rumah pak Robert jika banyak keperluan dengan pemilik rumahnya.


_


Acara makan malam terasa berbeda kali ini,semua berkumpul. Baik pak Dori dan Emil ikut makan bersama dengan pak Robert sekeluarga.


Tentu saja bagi Sania ada yang aneh,dia terus melirik Emil agar bisa memberi kode apa yang akan di bicarakan. Biasanya jika makan bersama seperti ini ada sesuatu yang penting.


Setelah tadi siang acara empat bulanan Aya,kini malam harinya makan bersama.


Emil yang mendapat lirikan dari Sania hanya diam saja. Dia tidak akan berani berbicara atau saling memberi kode di saat makan malam bersama pak Robert.


Sania terkejut,semua mata menatap Sania dengan tatapan aneh menurut Sania. Padahal mereka menatap biasa saja.


"Iya pa,aku makan. Tadi ada nyamuk lewat."ucap Sania,dia masih menatap papanya.


"Ada-ada saja alasan kamu."ujar pak Robert tersenyum miring.


Lama mereka makan malam tanpa ada yang bicara,namun tetap santai. Baru setelah makan selesai,semua berkumpul di ruang keluarga tak terkecuali Emil sedangkan pak Dori bersama pak Robert di ruang kerja.


Sebelum pak Robert memanggil Emil ke ruang kerjanya,Emil masih berbincang-bincang dengan Edward dan Nicko mengenai pekerjaan di perusahaannya. Perkembangan proyek di Irlandia juga yang lainnya.


Sedangkan Aya,Sania dan nyonya Karina sedang berbincang-bincang juga mengenai urusan perempuan.


Pak Dori masih di ruang kerja dengan pak Robert,selain pekerjaan ada juga yang lebih penting di bicarakan,tentang Emil yang di tarik ke perusahaannya dan tentang Emil yang akan menjadi menantu pak Robert.


Tentu saja pak Dori kaget,dia tidak percaya dengan niat majikannya itu.


"Tuan,apa anda tidak terlalu berlebihan? Bagaimana dengan nona Sania,apakah nona Sania punya kekasih?"tanya pak Dori.

__ADS_1


"Sania tidak pernah mengenalkan kekasihnya padaku. Aku pikir lebih baik dengan Emil,karena aku percaya Emil bisa menjaga Sania."kata pak Robert.


"Tapi tuan,menurutku ini berlebihan. Mungkin Emil akan merasa canggung dengan semua ini. Dan juga nyonya Karina,apakah beliau mau menerima Emil seandainya memang niat tuan besar itu terjadi."masih tidak percaya pak Dori kekeh,karena dia tahu menjadi menantu pak Robert itu sesuatu hal yang luar biasa.


"Aku sudah bicarakan dengan istriku,dia setuju. Aku juga tahu dari istriku jika Sania dan Emil sering menelepon,ya lebih tepatnya Sania yang sering menelepon. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk menolak Emil,semua setuju."


"Bagaimana dengan tuan muda Edward,apa dia mau menerimanya. Maksudnya apa tuan muda mau Emil keluar dari pekerjaannya?"


"Edward sangat setuju,walaupun aku yakin ini berat bagi dia. Bagaimana pun mereka sudah sepuluh tahun bersama,jadi tidak ada yang mudah. Edward juga sudah membicarakannya dengan Emil."kata pak Robert lagi.


Pak Dori diam,dia menunduk. Baginya pak Robert meminta Emil untuk anaknya dan perusahaannya akan di pegang olehnya. Ini benar-benar di luar pemikirannya.


"Dori,aku sangat berharap Emil jadi menantuku dan menggantikanku di perusahaanku nanti. Kamu juga ingin pensiun kan karena sudah tua."ucap pak Robert lagi.


Pak Dori diam saja,sejujurnya dia sudah lelah. Namun dia pernah berjanji akan terus mengabdi pada pak Robert sebelum majikannya itu menyuruhnya pensiun.Karena dulu dia pernah di tolong ketika masih muda menjadi gelandangan di jalanan.


Tidak bisa memberi makan pada keluarganya,hingga istrinya saat itu meninggalkannya. Emil yang biasa hidup di lingkungan kumuh waktu remaja,juga di ambil oleh pak Robert dan di kuliahkan sampai selesai. Beruntungnya Emil otaknya cerdas dan di suruh bekerja mendampingi Edward.


"Aku kira cukup pembicaraan ini,kamu sudah mengertikan. Percayalah pada keponakanmu,dia bisa di percaya untuk menjaga Sania dan juga perusahaanku nanti."


"Aku masih belum mengerti tuan besar,kenapa anda begitu percaya pada Emil menyerahkan milik anda yang berharga,nona Sania dan juga perusahaan."


"Mungkin karena Edward dan juga ini sesuatu yang sangat rahasia. Edward tahu mengenai ini,tapi dia juga merahasiakannya dariku. Tapi aku tahu ini dari pengawal bayangan Sania di Inggris kalau di antara mereka terjadi sesuatu."


"Apa Emil memaksa nona Sania tuan besar? Apa dia..."terpotong ucapan pak Dori.


"Dori,tenanglah. Emil tidak memaksa apapun,dia yang telah menyelamatkan Sania dari hal yang memalukan,dia juga menahan dirinya sebagai laki-laki normal untuk tidak merusak anakku. Aku tahu Emil tidak akan berbuat di luar pikirannya. Makanya aku percayakan Sania untuknya,hanya dia yang harus menikahinya. Hanya dia,kamu mengerti maksudku?"


Pak Dori kembali diam,dia tidak bisa berucap apa-apa. Sesungguhnya ini kabar yang sangat mengejutkan,pak Robert bertindak penuh perhitungan. Dia tahu siapa yang menjadi partner kerja yang bisa di percaya sampai dirinya sudah tidak mampu lagi menjaganya.


"Baiklah tuan besar,saya terserah anda saja. Kalau memang Emil menurut anda bisa di percaya,saya menyetujuinya sebagai orang tuanya."ucap pak Dori akhirnya.


Pak Robert pun tersenyum,dia lalu menyuruh pak Dori memanggil Emil untuk menghadapnya.


Pak Dori membungkuk sebelum keluar dari ruangan pak Robert lalu menuju ke ruang keluarga memanggil Emil untuk menghadap pak Robert.


Sungguh pintar pak Robert,dia membicarakan terlebih dulu dengan istrinya,lalu Edward dan pak Dori. Kini terakhir adalah Emil,entah apa yang di pikirkan Emil setelah tahu dia akan menjadi menantu keluarga Alexander.


_


_

__ADS_1


_


☆☆☆☆☆☆


__ADS_2