
siang ini di kampus, Letta dan viska sedang asik mengobrol di kantin. Jam pelajaran nya sudah habis, tinggal pulang saja. tapi kedua gadis itu malah asik mengobrol, ngapain juga buru-buru pulang? toh di rumah juga tak ada kerjaan.
Jujur saja Letta ingin pergi ke dapur untuk memasak membantu para pegawai rumah. tapi sang dad selalu melarang nya beraktivitas di rumah selagi ada yang mengerjakan. Tapi saat dia tinggal bersama Koko dan Kakak nya, letta bisa bebas ke dapur maupun melaksanakan pekerjaan rumah. hingga saat ini dia menjadi seorang gadis yang pandai memasak, pandai melakukan pekerjaan rumah.
"Lo tau, kalau Ken itu pria populer di sekolah ini?" tanya viska di tengah obrolan nya bersama letta.
Letta mengerutkan keningnya. letta sudah kenal Ken dari kemarin, dan saat ini dia masih bingung kenapa Ken di sukai banyak kaum hawa di kampus ini. apakah setampan itu Ken? tapi menurut nya biasa-biasa saja, tak ada kelebihan nya.
"Populer dari mana nya?" tanya letta sembari meminum jus alpukat favorit nya.
"Dia kan tampan, pinter, baik, mandiri" Jawab viska, kedua tangan nya ia letakkan di meja dan kepalanya di atas tangan nya. tangan nya berperan sebagai meja kepalanya.
"gitu aja pada heboh sendiri. gantungan juga pacar gue" Saut letta dengan ketus.
Seketika viska terkejut. Ia kembali mengangkat kepalanya terburu-buru dan menatap letta.
"Lo! punya cowok?" tanya viska sembari jari telunjuknya ia tunjukkan ke wajah letta.
letta menampik tangan viska yang menunjuk ke arah nya. "Punya lah. cowok gue itu ya, ganteng, baik, tajir, anak tunggal kaya, punya sahabat yang Gresek, sahabat sih kalau nggak salah ada 22, kalau sama dia Brati 23. inisialnya NJ" Jelas letta sembari membayangkan betapa tampan nya pria yang ia idam idam kan.
Viska seketika memutar bola matanya dengan malas. ia tau maksud perkataan letta barusan. Letta itu mirip artis, tapi kenapa halu nya itu ketinggian sekalehhh mskah?.
"Anjirr, kurang tampan apa si Ken? sampai-sampai Lo masih halu si Na jaemin. itu kan, pacar gue" Ucap viska memelankan suaranya di kalimat terakhir.
mereka berdua kalau di jadikan satu memang cocok. sama-sama suka sama KPopers, apalagi satu fandom, satu bias, beuuhhhh cocok banget.
"Kenapa malah bahas cowok sih? mending kita pulang aja atau nge mall, atau kemana gitu. Bosen gue di sini terus kayak orang nggak guna" Keluh letta.
"Eh tunggu dulu. Gue mau bilang sama Lo, kalau gue mau kerja di perusahaan WN Company" Viska mengalihkan pembicaraan nya. jujur dia masih betah di kantin kampus itu.
"Lo mau kerja apa disitu?" tanya letta penasaran.
"Ya gue udah ngajuin syarat-syarat nya, tinggal nunggu panggilan aja" Jawab Viska.
__ADS_1
"Memangnya disana lagi ada lowongan kerja?"
"ada kok. Gue nggak nawarin Lo karena Lo udah kaya"
"eh, gue mau dong kerja disana. Lo kan tau gue nggak mau buka keluarga gue kalau di luar rumah"
Viska mengangguk paham. ya begitulah teman nya yang satu ini. udah kaya masih saja ingin mandiri, padahal duit tinggal minta, tapi masih aja tetep pengin cari uang sendiri.
"Ya sudah, Lo siapkan syarat-syarat nya dulu, nanti gue temenin ke sana nya" Ucap Viska yang di angguki oleh Letta.
*****
"Lo di panggil sama Bos" Ucap seorang pria tampan yang berada di meja kerja pria tampan juga.
"saya?" Tanya pria yang sedang duduk di kursi sembari menunjuk ke dirinya sendiri.
"ya iya lah, kalau bukan Lo siapa lagi?" Jawab seorang karyawan pria itu dengan nada sinis.
Karyawan itu memang manager pemasaran di perusahaan ini. Kelakuan nya sangat tidak membuat pegawai lain nya merasa nyaman, dia selalu menyombongkan diri sebagai manager untuk membuat orang yang tidak salah menjadi salah.
Jujur saja ia tak suka dengan manager baru yang beberapa bulan ini mengganti kan Pak Harto yang sudah pensiun. Ken ingin sekali memecat nya tapi ia ingat, ia belum berhak atas ini semua. Bahkan Manager nya ini hanya duduk manis sembari menggoda karyawan wanita.
"kalau begitu, saya permisi pak" Ucap Ken ramah dan menunduk pelan.
"Hmm. Sudah sana pergi, semoga kamu di pecat. Kerja datang kok siangan" Ujar manager Edo dengan nada sinis.
Ken hanya tersenyum simpul dan tak menanggapi ocehan manager itu. Lalu Ken pergi menuju ruangan CEO yang ada di lantai paling tinggi.
Sesampainya di sana, Ken langsung disuruh masuk oleh asisten CEO.
"Permisi Pak Xiyi" Ucap Ken ramah.
CETAKK
__ADS_1
sebuah benda lonjong mendarat di kepala Ken dengan mulus. bagai pesawat yang datang dengan ke adaan selamat sampai tujuan.
"Sakit pi" Keluh Ken karena papi nya melempar polpen dan mengenai jidat nya.
"Kamu juga, ngapain panggil papi Pak? emang kamu pikir papi ini bos kamu apa?" Protes papi Ken dengan wajah nya kesal.
"Kan emang benar papi bos nya Ken" Saut Ken tak terima. ya memang benar kalau di kantor papi nya sebagai bos.
"kamu ini ada aja kata-kata yang buat papi kalah" Papi Ken hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. anak tunggal nya yang satu ini benar-benar bisa membuat nya kicep.
"Hehe, papi ngapain panggil Ken kesini?" tanya Ken Kepada sang papi.
"Kamu tandatangani surat ini cepat" Ucap papi Ken sembari memberi 2 map yang berwarna merah.
"ini surat apa Pi?" Tanya ken tanpa menyentuh berkas tersebut.
"Cuman surat biasa Ken, Cepat tanda tangan" Tegas papi Ken. Ken yang mendengar suara papi nya yang tegas langsung saja menandatangani berkas itu tanpa membaca sama sekali.
setelah menandatangani berkas-berkas itu. papi Ken dan asisten papi Ken tertawa puas. Akhirnya waktu tua mereka akan segera datang, berduaan dengan sang istri di rumah sampai sore dan tak memikirkan soal pekerjaan.
Ken yang melihat papi dan paman nya tertawa ia menjadi curiga dengan hal itu. lalu ia kembali membawa berkas berkas itu lalu ia membaca. Dan betapa terkejutnya ia saat ia membaca berkas itu dan ia tak sadar kalau ia tadi tanda tangan di atas materai 6000 an.
"Papi kok sekarang sih? kan Ken udah bilang kalau Ken mau setelah lulus kuliah" Protes Ken dengan kesal menatap sang papi bergantian dengan sekertaris papi nya.
"Hahaha, papi yakin kamu udah bisa Son. Ayo yan, kita pulang menikmati waktu bersama istri" Ucap papi Ken dengan wajah sumringah.
Papi Ken menenteng tas nya lalu merangkul pundak sahabatnya sekaligus asisten nya. Ken mendengus kesal, sebelum papi nya keluar dari ruangan Ken sudah berteriak.
"PAPI LALU KALAU PERUSAHAAN UDAH KE TANGAN KEN, GIAMAN PENYAMARAN KEN SEBAGAI PEGAWAI PI?" tanya ken berteriak menghentikan langkah kaki 2 pria tua itu.
Papi Ken berbalik badan dan menatap ke arah anak laki-laki nya. "Kan ada Jaya sama Darel buat bantu kamu. Kalau soal menyamar jadi CEO, nanti biar OM Adit aja yang gantiin, tapi kamu yang kerja. Oh ya dan satu lagi, ada beberapa anak yang mau magang disini, kami cek sekarang" Ucap papi Ken, dan setelah itu beliau benar-benar meninggalkan ruangan itu.
Ken mendengus kesal. Ia telah di tipu oleh papi nya. bagaimana seorang Kenzie Axello Biyananta yang cerdas bisa di bohongi oleh laki-laki yang sudah tua? Sungguh lucu.
__ADS_1
******
BSB