Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
41.Penculikan Lagi


__ADS_3

Nicko keluar dari ruangannya setelah membereskan semua berkas penting dia masukkan ke dalam brankas.


Dia menyuruh Nina untuk merapikan kembali ruangannya karena terburu-buru.


Nicko berjalan menyurusi koridor kantor,hari sudah mulai sepi dan agak gelap.Pesan dari mamanya dia menunggu di restoran untuk makan malam berdua saja dengannya.


Agak aneh sih pesan itu,makan malam hanya berdua dengan mamanya.Aneh karena Nicko merasa mamanya seperti pacarnya saja,mengajak makan malam berdua.Tapi biarlah,sekali-kali dia makan berdua yang romantis dengan mamanya.Tidak ada yang salah kan?


Nicko sampai di parkiran kantor di bawah,dia memencet tombol mobilnya untuk membuka kunci.Dia masuk ke dalam mobil lalu duduk di depan kemudi.Mengambil ponselnya yang berbunyi pesan dari mamanya.


'Mama langsung tunggu di restoran,sayang.'


Begitu pesan singkat dari nomor mamanya.Nicko tersenyum kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tanpa curiga di belakangnya ada mobil yang mengikutinya.Di keramaian kota dan padatnya kendaraan membuat Nicko tidak sabar ingin sampai di restoran.


Dia menghubungi mamanya untuk memberitahu kalau dia terjebak macet.


"Halo ma,aku di jalan nih.Kejebak macet."ucap Nicko.


"Iya,mama nunggu di restoran.Kebetulan ada tante Septa yang temani mama disini."ucap mamanya di seberang sana.


"Ya udah,aku tutup dulu ya teleponnya ma."


Klik


Nicko kemudian melajukan mobilnya setelah kemacetan terurai.Mobil yang sejak tadi mengikuti Nicko kembali di belakang mobil hitam itu.Awalnya Nicko tidak menyadarinya,namun dia heran dengan mobil di belakangnya selalu mengikuti kemana mobilnya berjalan.


Nicko melambatkan mobilnya,dia melihat sekeliling masih keadaan ramai.Pengalaman dulu ketika di cegat oleh tiga mobil di jam yang sama dan di tempat yang sepi.Dia kini berada di keramaian jalanan,dia masih pelan menjalankan mobilnya.


Otaknya berpikir bagaimana dia bisa lolos dari mobil yang selalu mengikutinya itu.Namun serasa buntu.


Sedangkan jalanan masih terlihat ramai kendaraan,dia tetap jalan pelan.Namun mobil di belakangnya masih mengikutinya.


Kemudian dia mengambil ponselnya,lalu menghubungi Edward.


Tak ada jawaban dari adiknya itu,dia gelisah.Lalu dia menghubungi pak Dori,dan sama saja.Tidak ada yang menjawab.


Jika dulu biasanya dia di temani supirnya,Roni.Semenjak dia di culik Roni tidak bekerja lagi menjadi supir pribadinya,dan setelah dia kembali ke perusahaan dia tidak memakai supir lagi.Lebih sering menyetir sendiri.


Tapi sekarang dia merasa menyesal kenapa Roni tidak dia panggil kembali jadi supir pribadinya.


Sekali lagi dia menghubungi Edward,tapi tetap tidak di jawab.Akhirnya dia mengirim pesan pada adiknya itu,jika dia sedang di ikuti oleh mobil lain yang mencurigakan dari pulang kantor.


Walaupun mustahil Edward akan membantunya dengan cepat,setidaknya dia memberitahu keadaannya sekarang.Jika sewaktu-waktu dia akan di culik kembali Edward langsung mengetahuinya dan bergerak cepat.Karena Edward kini sedang di luar kota.


Kini Nicko tengah di jalan yang sepi,kali ini dia melajukan mobilnya dengan cepat.Berharap dia bisa lolos dari kejaran mobil di belakangnya.Tapi tetap saja dia di ikuti.


Setengah jam dia ada di jalan sepi dan mengencangkan laju mobilnya,sampai di keramaian dan tempat restoran di mana dia janjian dengan mamanya akhirnya sampai.


Dia memarkirkan mobilnya di depan,dan kelegaan dia rasakan karena mobil tadi sudah tidak mengikutinya lagi.Nicko keluar dari mobilnya untuk masuk ke dalam restoran.Sebelum masuk dia menengok ke belakang melihta mobil yang mengikutinya itu masih ada atau tidak,ternyata sudah pergi.


Nicko masuk lebih dalam menuju tempat di mana mamanya sudah menunggunya.Namun ketika mata berkeliling ke seluruh penjuru tempat tidak menemukan mamanya.

__ADS_1


Nicko kemudian menghubungi mamanya,dan tersambung.


"Halo ma,mama di mana?"tanya Nicko masih mencari sosok mamanya.


"Mama di rumah sayang,ada apa?"tanya nyonya Karina pada Nicko.


Nicko mengernyitkan dahi,dia heran kenapa mamanya ada di rumah?Bukankah tadi meminta untuk makan malam berdua dengannya saja di restoran ini?


"Lho,mama katanya mau makan malam berdua dengan aku,kenapa mama pulang?"tanya Nicko heran.


"Kan kamu yang batalin janjinya sayang,tadi kata tante Septa kamu sedang sama Reynald dan om Hendro jadi di batalkan.Ya udah mama pulang di antar tante Septa.Apa kamu masih di sana?"kata mamanya.


Nicko diam,ada yang tidak beres ini.pikir Nicko.


Saat ini dia kini mulai gelisah.Memberitahukan pada mamanya dia tidak tega.Akan menambah kepanikan dan kekhawatiran mamanya.


"Ya udah,aku tutup dulu ya ma.Nanti Nicko pulang telat."ucap Nicko.


Kemudian dia menutup teleponnya.Dia berpikir bagaimana jika dia pulang,mobil yang tadi akan memgikutinya lagi.Sejenak dia masih berpikir,kemudian dia mencoba menghubungi pak Dori dan tersambung.


"Halo tuan muda Nicko,ada apa?"tanya pak Dori di seberang sana.


"Paman Dori ada di mana?"tanya Nicko.


"Saya masih di kantor tuan muda.Ada yang bisa saya bantu?"


"Coba paman Dori kirim anak buah paman ke restoran W,aku sedang berada di restoran ini."


"Tidak,belum.Hanya untuk berjaga-jaga saja,tadi aku di ikuti oleh mobil sampai di restoran.Jadi aku pikir aku minta pengawalan untuk berjaga-jaga."


"Baik tuan muda.Tunggu dua puluh menit,anak buah saya akan sampai."


"Iya,aku tumggu paman."


Lalu Nicko menutup teleponnya.Dia menunggu sambil duduk di kursi.Pelayan menghampiri dan menawarkan untuk memesan makanan.Karena Nicko lapar,jadi sembari menunggu dia memesan makanan yang simpel saja.


Setelah selesai memesan,dia kembali membuka ponselnya.Ada pesan dari Edward untuk saat ini dia belum bisa menghubungi balik kakaknya.


Nicko menghela nafas panjang,setidaknya dia bisa pulang dengan pengawal di belakangnya.Dia sebenarnya agak trauma dengan kejadian dulu,walau dia bisa ilmu bela diri.Namun orang yang akan memcelakainya itu lebih dari dua orang dan tentu saja akan kewalahan menghadapinya.Setidaknya jika pun dia di keroyok,ada pengawal yang membantunya nanti.


Pesanan datang,Nicko langsung menyantap makanan yang telah tersaji.Baru beberapa suap,dia merasa pusing kepalanya.Kemudian dia mengambil gelas untuk minum.


Saat tangannya akan mengambil gelas,di depan samar-samar antara sadar tidaknya dia melihat sosok laki-laki yang tersenyum mengejek padanya.Dan beberapa detik kemudian,Nicko sudah tak sadarkan diri dan terkulai tubuhnya di meja.


Laki-laki yang di hadapannya menyuruh anak buah di belakangnya untuk memapah Nicko,di bawa ke dalam mobil yang sudah dia siapkan.


"Kamu kira membawamu kembali akan ada drama seperti dulu?Seperti ini lebih mudah dan tidak melelahkan,hanya di beri obat bius kamu sudah tidak berdaya.Hahaha....'"


Kemudian dia menyuruh anak buahnya segera membawa Nicko ke mobilnya.Dia tidak mau anak buah pak Dori menemukannya dan mengejarnya.


Laki-laki itu memanggil pelayan yang tadi menyuguhkan makanan pada Nicko dan memberikannya sejumlah uang lembaran warna merah beberapa lembar.


Kemudian dia melangkah cepat pergi dari restoran itu sebelum aksinya di ketahui oleh orang lain.

__ADS_1


_


Pengawal yang di minta Nicko datang di restoran yang tadi di sebutkan dalam telepon.Dua pengawal itu masuk ke dalam restoran,matanya berkeliling ke segala penjuru.


Dua pengawal itu menyebar,barangkali ada di sudut lain.Namun mereka tidak menemukannya.


"Bagaimana ini,tuan muda Nicko tidak ada di dalam restoran.Tapi tadi saya lihat mobilnya ada di parkiran.Coba kamu tanya pada pelayan,barangkali ada yang mengetahuinya."ucap pengawal satunya.


Lalu pengawal satunya menunggu di luar sambil memperhatikan mobil Nicko,sedang satu pengawal lagi menuju tempat di mana pramusaji sedang melayani pengunjung restoran.


Satupun tidak ada yang mengetahui keberadaan Nicko.Dan pelayan yang tadi melayani Nicko pun entah kemana perginya.


"Pelayan restoran tidak ada yang tahu keberadaan tuan muda Nicko.Apakah jangan-jangan dia di culik lagi?"tanya pengawal yang tadi memeriksa di restoran.


"Cepat kamu hubungi pak Dori,laporkan segera kalau tuan muda tidak ada di restoran."perintah pengawal satunya.


Kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi pak Dori.


"Halo,apa kamu sudah menemukan tuan muda?"


"Kami tidak menemukan tuan muda Nicko,pak Dori."ucap pengawal itu.


"Apa?Tuan muda tidak ada di restoran itu?"


"Iya pak Dori,tapi mobilnya ada di parkiran."


"Ya sudah,kamu bawa mobil tuan muda.Kamu bawa kunci serbaguna?."


"Iya."


"Kamu pakai itu untuk membawa mobil tuan muda,pastikan dalam mobil semua berkas tidak ada yang hilang.Mungkin penculik itu mengincar perusahaan tuan muda."


"Baik pak."


Sambungan telepon terputus,dia lalu menuju mobil Nicko dan membukanya.Benar saja,mobil itu terbuka dengan dengan mudah.Dia masuk ke dalam mobil Nicko sedangkan satu pengawal membawa mobil tadi.


Mereka kembali ke markas para pengawal,di sana pak Dori akan memberi intruksi kepada para pengawal untuk mencari keberadaan Nicko.


Kali ini pak Dori akan bertindak sendiri,mencari anak majikannya itu.Dia sudah memprediksinya kalau Nicko pasti akan mereka culik lagi.


Yang di incar adalah perusahaan Nicko,karena di sana segala proyek besar ada.Sehingga pimpinan harus di sembunyikan dan harus di goyahkan.


Pak Dori menghubungi keponakannya,Emil.Memberitahukan kalau Nicko kembali di culik.Emil harus bertindak cepat untuk mencari tahu dari tawanan mereka.


Ternyata salah Edward menyekap pak Imron,dia kurang teliti dan kurang cermat.Pak Hendro bertindak lebih cepat dari perkiraan.


_


_


_


☆☆☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2