Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
45.Dendam Masa Lalu


__ADS_3

Malam ini di rumah pak Hendro,Reynald senyum-senyum sendiri.Dia membayangkan perusahaan Nicko menjadi hancur setelah isu keuangan yang memburuk.


"Hahahah...."


Suara tawa Reynald terdengar dari luar ruang kerja papanya.Nyonya Septa menoleh ke arah ruang kerja suaminya,Reynald yang kebetulan dia sedang lewat hendak ke dapur.Dia akhirnya berbelok menuju ruang kerja itu.


Nyonya Septa langsung masuk ke dalam ruang kerja.Dia melihat Reynald sedang tertawa senang,entah apa yang di tertawakan.


"Rey,kamu sedang menertawakan apa?"tanya nyonya Septa pada Reynald.


"Mama sayang,sini aku kasih tahu.Tahu tidak mah,tadi pagi Edward kalah telak di rapat para pemegang saham.Dia terpojok tidak bisa jawab,hahaha....."ucap Reynald sembari tertawa lepas.


"Terpojok bagaimana?Mama ngga ngerti,Rey."ucap nyonya Septa bingung.


"Edward sudah tidak bisa berkutik mah dengan perusahaan Nicko.Para pemegang saham sudah mau menjual sahamnya ke papa.Tinggal pak Sanjaya aja yang belum mau,dia yang lebih besar pemegang saham setelah Nicko."ucap Reynald tersenyum senang.


"Jadi,papa dapat saham berapa di perusahaan Nicko?"


"Ya,bisa dua puluh lima persen jika mereka menjual semua.Jika di tambahkan punya paj Sanjaya akan lebih besar lagi.Bisa menggeser kedudukan Nicko di perusahaan itu.Dan mama bisa bayangkan?Perusahaan besar itu akan menggilas perusahaan om Robert juga punya Edward di Inggris."


"Memang perusahaan Edward di Inggris masuk ke dalam pengawasan perusahaan Nicko."


"Tidak,dia berdiri sendiri.Tapi dengan kita pegang perushaan itu bukan tidak mungkin perusahaan telekomunikasi kita rebut.Karena itu ada sebagian saham dari perushaan Nicko.Om Robert memang merancang kalau perushaan telekomunikasi anak cabang dari perusahaannya yang di pegang Nicko.Jadi,mama bisa bayangkan perushaan properti dan anak cabang perusahaan telekomunikasi yang sekarang sedang berjaya di gabung akan jadi milik kita,kita akan kaya raya juga pengusaha yang di takuti oleh yang lainnya."ucap Reynald yang masih dengan tawa senangnya.


Nyonya Septa pun ikut tersenyum,dia sudah membayangkan bagaimana nanti kehidupannya setelah perusahaan milik keponakannya itu jadi milik anaknya.Dia akan berkeliling dunia,mengunjungi tempat-tempat terkenal di dunia.


"Rey,jika nanti perusahaan itu jadi milikmu mama mau keliling dunia."ucap nyonya Septa penuh antusias.


"Tenang aja mah,mama mau minta apa Rey akan turuti asal mama bisa bujuk tante Karina untuk menjodohkan Rey dengan Sania."ucap Reynald.


"Ah,itu sih gampang sayang.Mama akan bujuk mbak Karina untuk menjodohkan Sania untukmu.Lagi pula papanya kan sudah tidak ada,jadi mama tinggal membujuknya.Bila perlu mama paksa dengan ancaman."ucap nyonya Septa penuh dengan percaya diri.


Tak lama pak Hendro masuk sambil membawa berkas di tangannya.Wajahnya dingin,penuh kekesalan.


"Ada apa pa,kenapa mukanya seperti itu?"tanya istrinya mendekati suaminya yang duduk di kursi yang biasa dia duduki.


"Nicko susah sekali untuk tanda tangan.Papa juga ngga tega harus menyiksa dia terus menerus."ucap pak Hendro.


"Aduh papa bagaimana sih.Kenapa jadi kasihan anak itu.Lihatlah anakmu Rey,dia sekarang sedang senang.Apa papa tega membuyarkan kesenangan anakmu?"

__ADS_1


"Papa sudah berusaha.Mama pikir papa diam saja?Papa juga pengen perusahaan itu jatuh,dan juga pengen lihat si Robert itu yang angkuh."


"Apa papa bilang?Mas Robert kan sudah tidak ada,kenapa masih di bawa-bawa?"


"Mama jangan naif,si Robert itu masih hidup.Dia hanya mau mengelabuiku saja.Dia pikir aku bisa di bodohi dengan triknya itu.Berpura-pura mati sampai orang-orang memberikan salam duka cita dan mengantarnya sampai ke makamnya."


"Ya tapi papa juga ikut kesana mengantarnya,papa bilang juga sekarang lebih mudah menjatuhkan keluarga mbak Karina karena suaminya sudah meninggal."


"Tadinya aku pikir begitu,setelah pulang dari pemakamannya papa melihat ada orang yang berpakaian hitam sedang mengamati mbak Karina yang sedang menangis.Dan ternyata dia pergi setelah semua pergi,papa suruh anak buah papa untuk mengikuti.Tapi tidak berhasil di ikuti.Dia lihai sekali.Tapi kita tunggu pasti dia muncul menyelamatkan anaknya yang papa sembunyikan."ucap pak Hendro.


Baik nyonya Septa dan Reynald tertawa kecil dengan penuturan pak Hendro.Mereka sudah yakin akan kemenangannya merebut kembali perusahaan yang dulu pernah di kelola bersama dengannya sewaktu muda dulu.


Pak Robert dan pak Hendro sewaktu anak-anak mereka masih kecil pernah membuat perusahaan bersama dengan modal masing-masing sama besar.Semakin bertambah tahun perusahaan itu makin berkembang.


Awalnya pak Hendro di percaya oleh kakak iparnya itu untuk memegang perusahaan itu,dan pak Robert membuka perusahaan baru di bidang telekomunikasi.


Semakin berkembangnya perusahaan di bidang properti itu,pak Hendro semakin menguasainya dan membuat hampir perusahaan itu bangkrut.Dan perusahaan itu di ambil alih kembali oleh pak Robert dengan berbagai dana suntikan dari bank.


Setelah di hitung ternyata kerugiannya mencapai lebih dari modal dan keuntungan pak Hendro.Sehingga pak Hendro di depak dari perusahaan itu.


Untuk supaya pak Hendro tidak mengacaukan perusahaan itu,pak Robert mengembalikan modal yang dulu pak Hendro gunakan membuat perusahaan itu.Dan setelah beberapa tahun,pak Hendro membuat perusahaan sendiri dan berhasil maju pesat,kini perusahaan itu di pegang oleh Reynald dan bergerak di bidang kontraktor.


Sudah lama perusahaan Nicko dan Reynald bekerjasama sebelum pak Robert benar-benar menyerahkan perusahaan itu pada anaknya.


Dan sebelum itu,dia telah melakukan penyerangan dan penculikan dengan membayar orang yang pandai berkelahi dan pintar menyembunyikannya.Hingga Edward mengetahui keberadaan Nicko dan bisa di selamatkan.Sekarang Nicko dia culik kembali.Dia sekarang kini lebih leluasa karena jika kakak iparnya melaporkan kejahatannya,maka teman-teman dan rekan kerjanya yang bekerja di bidang advokat bisa dia rekrut untuk membantunya menyelamatkan dari hukuman penjara atau kejaran polisi.


Dan lagi,dulu sewaktu kecil Reynald pernah terdorong oleh Nicko di jalan raya daj hampir terserempet kendaraan yang lewat.Dengan kisah masa lalu itu,Reynald membalas dendam pada sepupunya itu.Di tambah lagi dia menyukai adik dari Nicko,Sania dan selalu di tolaknya.


Lengkap sudah kepahitan di masa lalu untuk membalas dendam.


"Rey,apa kamu masih mencintai Sania?"tanya nyonya Septa pada anaknya itu.


"Iya ma,aku pengen menikahi Sania."ucap Reynald.


"Tenang saja Rey,papa akan bujuk Nicko untuk menyetujui kamu menikahi Sania walau mas Robert masih ada.Papa akan gunakan Nicko untuk menyerahkan semua milik mas Robert.Papa sangat tahu kalau mas Robert itu sayang sekali sama anak sulungnya itu.Dia akan berbuat apa saja untuk Nicko,papa tahu itu."ucap pak Hendro.


"Dan mbak Karina itu selalu saja percaya sama mama,Rey.Dia ngga percaya kalau adiknya itu sangat brengsek."ucap nyonya Septa melirik ke arah suaminya.


"Brengsek begini papa selalu di cintai mama.Mama ngga mau kan papa jadi gembel?"

__ADS_1


"Ya ngga lah pa,mama akan melakukan apa saja agar papa selalu baik di mata mbak Karina."


"Mama tahu,papa sama mbak Karina itu saudara kandung beda ibu saja.Tapi ya,mungkin brengseknya papa itu menurun dari gen ibunya papa,ma.Hahaha..."ucap pak Hendro tertawa senang.


"Rey,dengarkan laki-laki brengsek ini.Untuk mendapatkan apa yang kau inginkan kamu harus menggunakan cara apapun,termasuk untuk menyingkirkan saudaramu."


"Papa sedang mengajariku menjadi brengsek seperti papa?"


"Semua papa lakukan untuk kalian,juga dendam papa pada om mu itu.Papa masih tidak terima ketiak dia mengusir papa dari perusahaannya dulu.Di antara banyak orang,papa yang sangat di permalukan du depan umum.Sekarang orang-orang yang dulu menyaksikan papa di usir dari kantor itu sudah tidak ada lagi.Jadi di kata karyawan Nicko sekarang aku baik-baik saja."


"Nah Rey,ikuti jejak papamu itu."


"Tapi aku ingin mendapatkan Sania dengan benar ma."


"Ck,tidak ada cinta sejati di dunia ini.Kamu hanya terobsesi dengan Sania.Tapi biarkan saja kaku mengejar Sania,anak itu terlalu sombong karena papanya selalu mendukungnya."


Satu telepon berbunyi,di saja anak buah pak Hendro menelepon bosnya.Pak Hendro mengernyitkan dahi,kenapa malam begini mereka tidak pernah melaporkan.Mau tidak mau telepon yang berbunyi sejak tadi.


"Halo,ada apa?"tanya pak Hendro.


"Halo tuan,ada laki-laki tua ingin menemui anda tuan besar."


"Ada apa?Siapa mereka?"


"Laki-laki itu ingin menemui anda tuan."


"Waspada saja,periksa kalau laki-laki itu tidak membawa apapun yang mencurigakan."


"Saya sudah memeriksanya tuan,dia tidak membawa apa-apa.Jadi harus bagaimana tuan?"


"Kamu tahan dia agar tidak masuk ke dalam markas kita.Nanti jam sepuluh malam saya menemui laki-laki tua itu "jawab pa Hendro.


Dering telepon berbunyi kembali,namun mengabaikan saja agar ponsel itu berhenti berdering.


Dan telepon berhenti,pak Hendro keluar dari ruang kerjanya,dia tidak sholat namun dia pernah melihat Nicko menangis.


_


_

__ADS_1


_


☆☆☆☆☆


__ADS_2