Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
05. Tiba-Tiba Married


__ADS_3

Di rumah kediaman keluarga Davison.


Di kamar, letta sudah memakai gaun yang sangat indah di padukan dengan wjaah cantik sempurna nya untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabat papi nya.


Setelah merasa sempurna, letta keluar dari kamar nya tak lupa ia membawa tas hitam kecil kesukaannya. Letta keluar dari kamar nya dan menemui Daddy dan mami nya yang sudah menunggu nya di sofa besar.


"Ayo dad, I sudah siap" Ucap letta dengan senyum manis nya.


"Wah, cantik sekali anak mami ini. Mami sampai lupa sama anak sendiri" Ucap mami Rina memuji sang anak bungsu nya itu.


"nggak masuk akal mami muji nya, mana ada orang tua lupa sama anak nya" Protes letta mengecurut bibir nya.


"sudah sudah, ayo berangkat sebelum kemalaman" Ucap Daddy Denis sembari merangkul pundak sang istri.


Sedangkan letta di tinggal di belakang. Letta merdecis pelan saat Daddy nya lebih memilih mami nya dari pada dirinya, sebenarnya tak apa sih, tapi ya jangan sampai di lupain seperti ini juga kali.


Di dala. mobil, hanya ada kesunyian yang mengisi mobil mewah itu. Letta yang sibuk dengan topeng nya, sedangkan mami nya sibuk dengan riasan wajah nya, dan Daddy nya sibuk dengan ponsel nya. Jangan lupakan sopir yang sibuk dengan jalanan nya.


35 menit berlalu akhirnya mereka sampai di acara pesta sahabat Daddy nya yang bernama Ryan Adinata.


Letta dan keluarganya turun dari mobil di sambut oleh bodyguard penjaga pintu masuk pesta itu. Pesta nya terlihat sangat mewah nan Indah.


HAPPI ANNIVERSARY "RYAN ADINATA & KARINA MAHESA"


Tulisan yang terlihat serta ada foto di sana. Entah kenapa letta begitu tertarik jika menyangkut acara anniversary seperti ini. rasanya ia juga ingin bahagia bersama suami nya kelak.


"Hello, welcome brother" Sapa seseorang dengan jas yang di kasih bunga kecil dia tas saku nya.


dia adalah sang pemilik acara ini. Di sampingnya juga ada istri nya yang juga terlihat sangat cantik.


"happy anniversary brother. Semoga langgeng sampai maut memisahkan" Ucap Daddy Denis memeluk Tuan Ryan.


Ryan pun juga menyambut pelukan slaah satu sahabat nya itu. Mereka bersahabat sejak kecil dan di tambah ada satu sahabat mereka waktu mereka kuliah. Jadi mereka bersahabat ber 4.


"Diaman Xiyi sama Leon? mereka belum datang?" Tanya Daddy Denis kepada Ryan.


"Oh mereka sudah datang, ayo kesana! Anak-anak juga ada disana" Jawab Ryan sembari menunjuk Dimana sahabatnya yang lain berada. Daddy Denis mengangguk lalu mereka berjalan menemui sahabat-sahabatnya.


"Emm, Dad, Lia mau ke kamar mandi dulu" Bisik letta kepada sang Daddy. Daddy Denis pun mengangguk.

__ADS_1


Petta berjalan ke kamar mandi dengan menundukkan kepalanya. Ia tadi melihat ada viska dan visko disana, ad juga seseorang yang ia kenal tapi ia lupa.


sedang kan disisi lain, Daddy Denis sudah bertemu dengan kedua sahabatnya. rasanya senang sekali menghadiri pesta meriah bahagia sahabat nya.


"Oh iya, dimana anak mu, xi?" Tanya Daddy Denis kepada tuan xiyi, atau papi xiyi.


"dia ke kamar mandi tadi" Jawab papi xiyi yang di angguki oleh Daddy Denis.


"Eh, jeng. Si Lia nggak ikut emang?" Tanya mami Jian-mami Ken.


"ikut kok, dia tadi ke kamar mandi katanya" Jawab mami Rina tersenyum.


Disisi lain. Letta masuk ke kamar mandi tamu yang di tunjukan oleh asisten rumah tangga di rumah papa Ryan.


Letta langsung saja masuk tanpa basa basi. setelah itu ia menutup pintu kamar mandi dan mengunci nya. Lalu ia berbalik badan dan...


"AAAAAAAAAAA" letta berteriak kencang saat melihat ada seorang laki-laki yang berdiri di hadapan nya sembari membenarkan resleting celananya.


Spontan laki-laki itu menutup mulut letta dengan telapak tangan nya setelah ia menaikkan resleting itu.


"Jangan berisik bod*h" Ucap laki-laki itu menatap letta dengan tajam.


Letta mengangguk pelan sembari menatap laki-laki itu. laki-laki itu adalah Ken, ia tadi sedang buang air kecil. Untung sjaa ia sudah selesai buang air nya pas letta masuk, kalau belum ia benar-benar malu.


"menurut Lo? lagian Lo kenapa masuk nggak ketok dulu sih?" Kesal Ken sembari membenarkan dasi nya dan berkaca.


"Lo juga kenapa nggak kunci pintu nya?" Tanya letta balik.


"Lupa gue" Jawab Ken seolah tak ada apa-apa di antara mereka berdua. ya memang tak ada apa-apa kan.


"CK. sana keluar" Ucap letta mendorong-dorong badan Ken untuk keluar dari kamar mandi.


"Bentar elah, gue mau ngaca dulu" Posisi nya sekarang letta ada di belakang Ken, kalau Ken berbalik otomatis letta ada di depan Ken sekarang.


Dan mereka sangat dekat, letta yang sudah mentok di wastafel sembari menatap wajah tampan Ken. sedangkan Ken sendiri malah sibuk membenarkan rambut nya. Ken merasa di perhatikan pun ia menundukkan wajah nya.


Saat itu mata mereka saling menatap. Ken pun tanpa sadar ia mendekatkan wajah nya ke wajah letta. Ken memiringkan kepala nya, letta memejamkan matanya hingga benda kenyal menempel di bibir mereka.


Awalnya sih hanya sebuah ciuman singkat, tapi entah kenapa lama-lama ciuman itu berubah menjadi lumatann lembut. sampai akhirnya..

__ADS_1


BRAAAKKKKK


******


Sekarang Ken dan letta sedang berhadapan dengan kedua orang tua mereka. Ken yang hanya memasang wajah biasa saja, sedangkan letta memasang wajah murung nya.


"Kalian tau kesalahan kalian?" Tanya papi xiyi menatap putra nya bergantian dengan putri sahabatnya.


"Pi, tadi itu kami nggak sengaja"Elak Ken


"Nggak sengaja? kalau tadi tidak ada jaya, apa kalian akan berbuat lebih, HAH?" Papi xiyi memasang wajah marah nya kepada sang putra.


"Kamu juga letta, pamit ke kamar mandi tapi malah ciuman dengan laki-laki" Saut Daddy Denis marah kepada sang anak.


"Pokok nya papi nggak mau tau, hari ini juga, malam ini juga, kalian harus menikah. Sebentar lagi penghulu datang. Tidak ada gaun gaun, tidak ada pesta-pesta, tapi kalian tetap menikah" Tegas papi xiyi lalu meninggalkan mereka yang masih ada di ruang tamu rumah papa Ryan.


"Daddy kecewa sama kamu Lia" Ucap Daddy Denis lalu meninggalkan mereka dan menyusul papi xiyi.


sedangkan mami Rin dan mami Jian menenangkan anak-anak nya untuk bersabar. Seorang mami tak mungkin jika akan melakukan hal yang ada seperti seorang ayah.


"Sabar. Mami yakin kamu akan bahagia sama Ken, dia orang nya baik kok" Ucap mami Rina mengelus pundak sang putri.


letta menangis di pelukan sang mami, sedangkan Ken hanya menyenderkan kepalanya di sofa sembari memijit pelipisnya. Mami nya mengelus pundak nya untuk sabar jangan emosi.


Ken sadar, dia juga salah tadi melakukan hal itu. Tapi yang namanya khilaf pasti tidak sengaja, ia harus bertanggungjawab atas hal itu.


Tak berapa lama, mereka di ajak pulang ke rumah Daddy Denis untuk segera di nikahkan. karena pak penghulu sudah otw ke sana.


***


Sesampainya di rumah kediaman Davison, Ternyata pak penghulu sudah datang. Ken dan letta sudah duduk di depan pak penghulu itu.


Awalnya pak penghulu bingung kenapa pengantin wanita nya tidak dandan dan memakai gaun panjang? kenapa hanya gaun pendek? tapi papi xiyi menjelaskannya.


"SAH"


Kalimat itu sudah terdengar merdu di telinga semua orang yang ada di sana. Dimana saat ini Ken dan letta sudah menjadi pasangan suami istri di mata hukum dan agama. Saksinya adalah para pelayan yang ada di sana.


"Tanpa kita jodohkan mereka sudah menikah sendiri. Jodoh memang tak kemana"

__ADS_1


*****


BSB


__ADS_2