
"Hiaaat"
Baru saja para penyerang itu kembali hendak menyerang,beberapa orang masuk dan menyerang balik anak buah pak Imron.
Edward melihat siapa yang membantunya,merasa lega karena pengawal dan Emil sudah datang membantunya.
"Tuan muda,menyingkilah biar kami yang hadapi."kata Emil pada Edward.
Edward membawa Aya untuk menyingkir dari tempat itu,mereka hanya menyaksikan para pengawalnya dan Emil menyerang balik.
Perkelahian antara pengawal dan para penculik itu terus berlanjut,dan satu persatu tumbang dari para anak buah pak Imron.
"Bagaimana dengan pak Imron? Apa dia bisa di tangkap?"tanya Aya ketika Edward mengajaknya pergi dari situ.
"Nanti kita cari dia.Dia tidak akan bisa bersembunyi kemanapun.Lagi pula dia harus memberi keterangan padaku tentang ucapannya tadi."kata Edward.
"Ed...,"menatap Edward sendu.
"Ya?"
"Terima kasih untuk semuanya."ucap Aya sambil tersenyum kemudian dia menunduk.
"Hei,kamu jangan berkata seperti itu.Aku memang berniat mencarimu.Kamu tahu,seminggu lebih tidak melihatmu rasanya menggunung."ucap Edward.
Aya menatap Edward kembali,ada kata yang kurang maknanya,pikir dia.
"Apanya yang menggunung?"tanya Aya penasaran.
"Rinduku Ay.Rinduku padamu,setiap sore selalu mengantarmu pulang.Tapi tiba-tiba kamu hilang.Maafkan aku,semua karena aku kamu jadi di culik oleh anak buah pak Imron,Ay."ucap Edward menatap mata Aya dalam.
Aya kembali menunduk,dia malu bertatapan langsung dengan Edward.Wajahnya merona ketika Edward mengatakan kalau dia rindu pada dirinya.Begitu pun aku,aku rindu canda tawamu,ucap Aya hanya dalam hati.
"Ayo kita pergi dari sini,Emil pasti menyiapkan mobil untukku."kata Edward.
Kemudian dia menarik tangan Aya,mereka menuju pintu dan hendak pergi.
Saat akan keluar,muncul satu orang yang terlihat sudah babak belur,namun masih tegak berdiri.
Edward dan Aya mundur beberapa langkah,Edward menarik Aya untuk berdiri di belakangnya.
"Kalian jangan coba-coba kabur!"gertak laki-laki tersebut.
"Kalian telah kalah,maka menyingkirlah dari kami,sebelum kamu babak belur lebih parah!"kini Edward balik menggertak.
"Hahaha...,kamu pikir mudah menyingkirkanku.Lawan dulu aku sebelum melewati dengan bebas!"
Dan tanpa aba-aba laki-laki itu langsung menyerang Edward,Edward menghindar dengan cepat.Dia meladeni laki-laki tersebut lebih dulu sebelum dia dan Aya keluar menuju mobil yang terparkir di sana.
Laki-laki itu terus berusaha menyerang Edward dengan buas.Tak ayal dia juga terhuyung ketika perutnya terkena tendangan Edward.
Tak mau tinggal diam,Aya ikut membantu Edward menyerang laki-laki itu.Cukup tangguh juga Edward melayani dia.
Kini Aya menendang kakinya sehingga mau tidak mau dia tersengkur ke belakang.Laku-laki itu bangkit,dia mengambil senjata api yang di sembunyikan di belakang pinggangnya.
Senjata itu di tarik pelatuknya dan mengarah pada Aya.Sejenak Edward kaget dan tanpa memikirkan nyawa sedang mengintainya,dia menarik Aya.Peluru itu tembus di pinggang Edward,kemudian dia terjatuh.Darah mengalir deras.
"Edward!"teriak Aya.
Tanpa membuang waktu,Aya kembali menyerang melumpuhkan laki-laki yang tadi menembak Edward.Aya sangat marah,tapi dia juga kewalahan menghadapinya.
Beruntung Emil datang dan membantu Aya melumpuhkan laki-laki tangguh itu.Dan lima kali serangan,dia akhirnya jatuh dan kalah.
Aya kembali menghampiri Edward yang sedang lemah karena kehilangan banyak darah.
"Ed,kamu tidak apa-apa? Apa yang kena?"tanya Aya panik.
Dia memegang pipi Edward dan menatapnya cemas.Meraba pinggangnya dan dia merasakan basah di sana.
"Ed,kamu berdarah?"
"Aku tidak apa-apa.Yang terpenting kamu selamat."ucap Edward dengan terbata menahan sakit di pinggangnya.
__ADS_1
Tak lama Emil menghampiri majikannya yang terkapar lemah.
"Tuan muda,apa yang terjadi?"kata Emil cemas.
"Dia tertembak di pinggangnya.Cepatlah bawa dia,selamatkan nyawanya."kata Aya yang menangis tersedu melihat Edward yang semakin hilang kesadarannya.
"Anda tenang saja nona,sebaiknya anda pulang dengan pengawal kami.Kami akan mengurus tuan muda."kata Emil.
Kemudian dua pengawal membantu Emil untuk membawa Edward untuk di selamatkan dan di keluarkan peluru yang bersarang di pinggangnya.
Aya menatap kepergian Edward dengan hati yang sakit.Bagaimana bisa Edward menyelamatkannya sekarang tengah berjuang melawan sakit karena timah panas bersarang di pinggangnya.
"Nona,ayo saya antar pulang."kata pengawal itu menggiring Aya untuk keluar dari sana.
Satu pengawal menerima telepon,sejenak dia berbicara lalu menyampaikan pada pengawal yang mengajak Aya pulang.
"Anda saya antar di pondok pesantren,itu kata tuan muda.Di sana anda akan aman,karena pak Imron tetangga anda tidak akan mengganggu anda nona Aya."begitu yang di sampaikan oleh Emil yang tadi menelepon permintaan dari Edward.
Aya hanya mengangguk,pikirannya masih dengan keadaan Edward yang belum dia tahu selanjutnya.
"Apa tuan muda kalian akan baik-baik saja?"tanya Aya.
"Anda jangan khawatir,nona.Tuan muda kamu akan baik-baik saja."jawab pengawal itu.
Kemudian mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan gedung itu.
Sebelumnya juga para anak buah pak Imron sudah di bekuk semuanya,tinggal menunggu polisi datang menjemput dan meminta keterangan dengan semua kejadian itu.
Ada dua orang pengawal di sana,untuk menjaga dan menunggu polisi datang meminta keterangan.
_
Seminggu Aya tinggal di pondok pesantren.Semua merasa senang dengan kedatangan Aya minggu lalu dengan selamat.
Aya menceritakan semua yang terjadi selama dia di culik.Dia juga menceritakan pada uwanya,kyai Sobri bahwa yang menculiknya adalah anak buah pak Imron.Yang sengaja meminta uang pada Edward untuk menebus dirinya.
Kyai Sobri sangat bersyukur dan berterima kasih pada Edward,keponakannya selamat.Beliau juga sangat menyesalkan tentang pak Imron yang kelihatannya santun dan ramah jika di pondok pesantren.
Aya juga menceritakan yang mencelakai ayahnya ternyata adalah pak Imron.Ayahnya Aya mengetahui kebusukan pak Imron sehingga ayahnya meninggal karena pak Imron siksa.
Akan tetapi rumah itu sepi,semua orang di sana sudah pergi.
Aya melangkah pergi meninggalkan tempat itu.Dia akan pulang ke rumahnya.
"Aya,."
Suara itu terdengar dari belakang,Aya menoleh.Ternyata Bayu.
"Kamu mau kemana?"tanya Bayu merasa kasihan pada Aya.
"Mau pulang mas,aku sudah merasa lebih baik.Jadi aku pulang ke rumah saja."kata Aya.
Dia merasa tidak enak jika lama-lama tinggal di pondok.
"Tapi Edward bilang kamu harus tinggal di pesantren."
"Aku hanya merasa ngga enak hati mas tinggal di pondok terus,lagi pula aku sudah lebih baik."
"Bukan itu yang aku takutkan.Kamu akan kenapa-kenapa,karena pak Imron belum di tangkap."
"Dia tidak akan kembali,kalaupun kembali dia mencari mati.Polisi sudah mencarinya,jadi mas Bayu tenang saja."
Bayu menghela nafas panjang,dia juga dapat pesan sebelumnya kalau dia di mintai tolong oleh Edward untuk menjaga Aya.
"Aku antar pulang."kata Bayu lagi,karena Aya tetap berjalan meninggalkannya.
_
Salma baru datang dari pasar ketika Aya sedang memasak.Dia melihat Aya sedang mengaduk masakannya tapi matanya entah kemana,sehingga adukan tangannya entah kemana.
"Ay..,"
__ADS_1
"Ya?"Aya menoleh,kemudian menunduk.
Hidungnya mencium bau gosong masakannya.
"Oh astaghfirullah,aku kenapa ini."ucap Aya melihat masakannya gosong.
"Sudah,biar kakak saja yang menyelesaikan.Kamu sana cuci piring."kata Salma melihat adiknya melamun.
Aya melangkah tanpa berkata apa-apa.Hatinya perih,sudah hampir dua minggu tidak ada kabar dari Edward.Dia hanya sedih ketika Edward pergi dalam keadaan parah karena menyelamatkan dirinya.
"Bagaimana kabarmu,Ed?"gumam Aya lirih,kemudian dia menarik nafas panjang.
Salma hanya menatap adiknya yang terlihat termenung,dia merasa kasihan.Tapi dia juga tidak bisa apa-apa.
Satu ketukan dari luar membuyarkan lamunan Salma.Dia mematikan kompornya dan menuju ruang tamu,membuka pintu siapa yang datang.
Di buka pintunya,dia terkejut.Ternyata Bayu,Salma jadi salah tingkah.
"Assalamu alaikum,Salma."ucap Bayu tersenyum.
"Wa alaikum salam,mas Bayu.Silakan masuk."kata Salma.
Bayu tersenyum,dia kemudian masuk dan duduk di kursi di ikuti oleh Salma yang masih kaget dengan kedatangannya yang secara mendadak.
"Aku siapkan minum dulu ya mas."kata Salma,dia kemudian masuk ke dalam setelah Bayu mengangguk.
Tak lama ,Salma datang membawa minuman dan cemilan.Dia meletakkan di meja,di bantu Bayu meletakkan toples cemilan.
"Mm,Aya bagaimana keadaannya?"tanya Bayu sambil menyeruput teh hangat yang di buat Salma.
"Dia akhir-akhir ini banyak melamun.Apa Aya sangat dekat dengan Edward?"tanya Salma pada Bayu.
"Ya,mereka sangat dekat.Apa kamu tidak tahu?Dia sering mengantar Aya pulang dari mengajar di pondok pesantren."
"Aku tidak memperhatikan kedekatan mereka.Aku terlalu memikirkan..."ucap Salma sambil menunduk,tidak meneruskan ucapannya.
"Bagaimana kalau kita lanjutkan lagi niat kita yang tertunda?Apa kamu setuju?"tanya Bayu,berharap jawaban Salma sama dengan keinginannya.
Salma masih diam,dia menatap Bayu ragu.Bayu mengangguk,kemudian dia memegang tangan Salma.
"Aku sudah memintamu lagi sama kyai Sobri,dan beliau menyerahkan semuanya padamu.Jadi aku meminta kembali padamu,maukah kamu jadi istriku?"tanya Bayu.
Salma yang masih diam,jadi kaget.Dia tentu saja mau,sudah tiga bulan lebih dia di putuskan Bayu karena Mentari belum di temukan,tapi sekarang Mentari sudah kembali.
"Salma.."
"Aku bingung dengan Aya,dia akan sendirian jika kita menikah nanti.Sekarang sepertinya sedang patah hati."
"Kamu jangan khawatir,Edward itu orang yang bertanggung jawab.Jadi aku yakin dia akan menemui Aya secepatnya.Karena Edward juga sepertinya menyukai Aya."
Salma mendongak,dia menatap Bayu tidak percaya.Bukankah orang kaya tidak mau dengan orang miskin,pikir Salma.
"Edward itu berbeda,dia itu tidak pernah berpacaran.Ku pikir Edward juga menyukai Aya.Jadi,apa kamu mau dengan tawaranku?"tanya Bayu lagi.
Salma tersenyum,kemudian dia mengangguk.Dia sangat bahagia,akhirnya Bayu meneruskan lamarannya,setelah tiga bulan lebih terputus.
"Apa tidak terlalu mendadak jika minggu depan kita menikah?"tanya Bayu.
"Kenapa mendadak sekali?"tanya Salma heran.
"Karena kyai Sobri meminta demikian,beliau menyuruhku untuk segera menikahimu."kata Bayu lagi.
Di sela pembicaraan mereka,ada Aya yang mendengarkan.Hatinya juga ikut bahagia ketika kakaknya akan menikah,namun dia juga kerasa sedih mengingat Edward tidak memberi kabar padanya.
Namun dia berpikir,siapa dia? Edward orang kaya juga bukan laki-laki sembarangan,dia seorang tuan muda.Kini Aya tertunduk lesu,mengingat semua itu.
_
_
_
__ADS_1
☆☆☆☆☆
\=> 😉😊✌🙏🙏