
Edward masih diam,dia merenungi ucapan papanya itu,Dia tidak boleh tinggal diam,orang licik seperti pamannya harus di lawan dengan kecerdikan.
"Nina,kamu panggil manajer keuangan untuk hadir ke ruangan ini dan menjelaskan pada mereka."ucap Edward dengan tegas.
Nina mengangguk dan bangkit dari duduknya untuk keluar dari aula rapat yang sedang tegang itu.Semua nampak penasaran dengan ucapan Edward itu.Ya,harus di jelaskan sendiri oleh menajer keuangan.
Tapi pak Hendro nampak tenang dan santai,entah apa yang ada di dalam pikirannya.Edward melihat raut wajah pamannya itu begitu santai dan tenang.
Edward semakin curiga jika manajer keuangan pasti tidak bisa hadir.Tujuh menit Nina masuk kembali ke ruangan itu,dia menghampiri Edward dan bilang jika manajer keuangan tidak masuk kantor karena istrinya melahirkan.
"Maaf tuan Edward,manajer keuangan tidak masuk kantor hari ini.Stafnya bilang istri beliau sedang melahirkan,jadi tiga hari dia ijin tidak masuk kantor."ucap Nina.
Edward mengepalkan tangannya kuat,dia menatap pamannya yang sedang duduk tenang sambil bersedekap.Mata keduanya bertubrukan satu sama lain,seolah mengatakan jika inilah perang urat syaraf dan strategi yang sesungguhnya.
Lalu pak Hendro tersenyum miring.Sedangkan Edward membuang mukanya ke arah lain karena kesal.
"Nak Edward,coba jelaskan semuanya.Ah,tidak bagaimana jika sekretaris yang menjelaskan tentang masalah keuangan di perusahaan kita ini.Semua laporan masuk melalui anda bukan nona sekretaris?"tanya pak Sanjaya.
"Maaf pak Sanjaya,memang laporan melalui saya terlebih dahulu.Namun manajer keuangan lebih sering menyerahkan laporannya langsung pada pak Nicko,jadi saya tidak tahu menahu masalah laporan keuangan."ucap Nina membela diri.
"Lalu,siapa yang akan menjelaskan ini?Sedangkan CEOnya sendiri tidak ada.Kita benar-benar akan di ambang kehancuran."ujar pak Sanjaya penuh kekhawatiran.
"Maaf pak Sanjaya dan yang lainnya.Anda semua tenang saja,jika saham kalian tetap bertahan di perusahaan kami.Kami jamin semua akan baik-baik saja dan keuntungan bisa sampai bertambah.Saya memang baru kemarin menangani perusahaan ini,tapi anda jangan lupa saya sudah lama berkecimpung di perusahaan saya sendiri yang tidak kalah besar dengan perusahaan kakak saya ini.Jadi semuanya saya bisa menguasai dan bisa mengatasinya."
"Tapi tetap saja,para investor banyak yang ragu dengan keadaan perusahaan kita ini.Pemegang saham yang lainnya sudah menjualnya,karena mereka takut rugi.Begitupun saya,saya tidak mau rugi bertahan di perusahaan ini."ucap pak Soni.
"Kalau begitu,silakan saja anda menjual saham anda pada siapa yang anda mau.Tapi jika memang ada kecurangan dan keterlibatan orang lain dengan masalah ini yang secara mendadak,saya sangat curiga ada orang yang bermain kotor untuk menjatuhkan perusahaan kakakku."kata Edward dengan sengit.
"Atas dasar apa anda menuduh seperti itu?Bukankah tadi sudah bilang nona sekretaris kalau manajer keuangan tidak hadir.Itu menandakan kalau manajer keuangan juga sangat malu karena pemcapaian kerugian sangat banyak.Devisit di segala proyek."ucap Reynald yang baru kali ini bersuara.
"Anda sebagai perusahaan kontraktor apakah ada kejanggalan di surat perjanjian?Kenapa surat perjanjian bisa dua kali?"
"Surat perjanjian pertama tidak di temukan,kata pak Nicko sendiri surat itu hilang,jadi saya buat lagi yang baru."
"Kata siapa surat itu hilang?Surat itu ada pada saya."ucap Edward lantang,dan membanting surat yang dulu dia sembunyikan.
Dan kali ini Reynald terkejut,wajahnya berubah pucat.Sedangkan pak Hendro masih tetap tenang seperti waktu kedatangannya.
Dia maju ke depan,lalu mengambil surat perjanjian yang tadi di banting Edward di meja.
"Surat ini palsu.Nicko sendiri tidak menanda tanganinya.Lihatlah,tidak ada tanda tangan Nicko di sini."ucap pak Hendro.
Dia membanting berkas itu setelah memperlihatkan pada orang-orang di situ.
"Nak Edward,begini.Saya tidak mau bertele-tele untuk perdebatan antara anda dan paman anda.Di sini saya hanya meminta kejelasan mengenai kerugian dan devisit dari proyek.Serta bagaimana mengembalikan keuntungan saham kami ini,sedangkan kerugian semakin banyak.Apa yang nak Edward tawarkan untuk menutupi kerugian itu seandainya saham kami bertahan di perusahaan ini?"tanya pak Sanjaya yang sudah merasa bingung dengan perdebatan tadi tanpa adanya solusi.
"Saya akan meminjam pada perusahaan pak Robert.Jika devisit itu tidak bisa di atasi dalam satu minggu,maka silakan saham kalian jual pada siapa yang mau membelinya."ucap Edward menantang.
__ADS_1
Baik Reynald dan pak Hendro menatap Edward tajam,Namun kemudian pak Hendro kembali tenang dan santai seperti tadi.
"Baiklah,kita lihat dalam satu minggu ini.Apa ada perubahan yang signifikan.Saya hanya khawatir proyek-proyek yang sudah di kerjakan akan mangkrak karena tidak ada dananya lagi."ucap pak Hendro.
"Kalau saya sih lebih baik jual saham saja,dari pada tidak pasti dalam seminggu akan ada perubahan."ucap pak Soni.
"Saya juga tidak mau rugi menangani proyek yang keuangannya sedang bermasalah "ucap Reynald.
"Anda memutuskan kerjasama ini?"tanya pak Sanjaya pada Reynald.
"Ya,jika harus seperti itu.Lebih baik di hentikan agar kerugian perusahaanku tidak terlalu besar."
"Bukankah memutus hubungan kerja sama sepihak akan ada denda?"
"Pak Nicko tidak mencantumkan denda apapun jika perusahaan saya memutus kerja sama."ucap Reynald.
Brak!
Tangan Edward menggebrak meja di depannya.Dia sudah terlalu marah dengan kedua anak dan ayah itu.Seolah memojokkan kakaknya yang terlalu bodoh memimpin perusahaan.
"Bagaimana bisa kakak saya tidak memberi denda pada perusahaan yang melanggar kerjasama.Itu hanya ucapanmu sendiri!"teriak Edward.
Habis sudah kesabarannya,kakaknya di buat kambing hitam.Para pemegang yang sejak tadi diam mendengarkan perdebatan itu jadi kaget dengan Edward.
"Pak Edward,jangan berteriak.Kami memang mempunyai saham kecil di perusahaan kakak anda,tapi sikap anda hari ini meyakinkan kami untuk tetap menjual saham kami pada orang lain."ucap salah seorang pemegang saham itu yang di angguki oleh lainnya.
Edward diam,dia tidak habis pikir dengan pemikiran orang-orang di sini.Dia kemudian menarik nafas panjang,menenangkan kembali emosinya tadi.
Perdebatan itu cukup alot,masing-masing pemegang saham sudah tidak bisa di tahan untuk tidak menjual sahamnya.Dan sepertinya pak Sanjaya yang tadi masih mau bertahan sepertinya ragu akan ucapan dan sikap Edward tadi.Dia kini menyerah.
Benar kata papanya,pamannya ini harus di biarkan lebih dulu.Sembari berjalan memimpin perusahaan,Edward akan mencari bukti lain atas kecurangan Reynald.
Dan masalah pamannya,biar nanti urusan papanya.
_
Kini Edward sudah pulang ke rumah.Sejak pulang dari luar kota Edward tidak melihat mamanya.Karena baru datang pagi tadi langsung sholat dan tidur,begitu juga bangun pagi langsung berangkat ke kantor.
Jadi pulang malam ini dia tidak menemukan mamanya.Edward sudah segar,dia keluar dari kamar menuju ke ruang makan.
Di sana tersedia makanan hanya satu piring saja,dia heran kenapa hanya ada untuknya.
"Mbok,mama kemana?"tanya Edward mengambil piring dan mengisi nasi serta lauk pauknya.
"Nyonya pergi tuan muda,sejak kemarin lusa."jawab mbok Darmi.
"Pergi kemana?Sama tante Septa?"
__ADS_1
"Tidak,kemarin juga nyonya Septa memcari nyonya."
"Mau apa dia?"
"Ya,seperti biasanya.Paling berbelanja ke mall atau bertemu teman nyonya Septa dan membeli berlian."
"Mama sering pergi dengan tante Septa?"
"Iya,tuan muda."
"Tadi pagi juga menanyakan terus ke saya,kemana nyonya pergi."
"Memang mama pergi kemana?"
"Kata pak Dori nyonya pergi ke Inggris,menemui nona Sania."
Edward diam,dia meneruskan makannya sampai habis lalu cepat-cepat masuk ke kamarnya lagi.Mengambil ponselnya dan menghubungi pak Dori.
"Halo tuan muda?"
"Aku mau tanya paman,apa benar mama pergi ke Inggris?"
"Mm,sebenarnya hanya keluar kota tuan muda."
"Keluar kota?Sama siapa?"
"Tuan besar menyuruh nyonya untuk menyusulnya.Jadi tuan muda jangan khawatir dengan mama anda."
"Oh ya,aku sejak pagi tidak bertemu mama jadi aku heran mama kemana.Ya sudah kalau sama papa.Aku juga kasihan sama mama,mama pasti kaget kalau papa masih hidup."
"Benar tuan muda.Tuan besar hanya takut nyonya akan lebih terpengaruh pada tante anda itu.Lagi pula nyonya Karina mudah sekali terpengaruh dan tidak bisa menjaga rahasia jika sama nyonya Septa."
"Kata mbok Darmi tadi pagi juga kesini,dia bilang pergi ke Inggris."
"Ya,memang saya yang menyuruhnya bilang begitu.Karena saya sangat yakin nyonya Septa akan mendesak mbok Darmi mengatakan kemana nyonya Karina pergi."
"Ya,baguslah.Aku juga tidak suka mama dekat dengan tante Septa.Ya sudah,aku tutup teleponnya paman."
Edward menutup sambungan teleponnya,kemudian meletakkannya kembali di meja.
Setelah dia menunaikan sholat isya,dia langsung tertidur karena hari ini sangat melelahkan.
_
_
_
__ADS_1
☆☆☆☆☆
\=> 😉😊✌🙏🙏