
Aya sebenarnya tidak nyaman jalan dengan Nathalie.Karena penampilan mereka sangat bertolak belakang.
Aya yang memakai baju tertutup,celana longgar dan kaos panjang yang modis di padu dengan cardigan tanpa lengan.Ya sedikit modis,tapi tidak menghilangkan kesan santainya walau dia memakai kerudung pashmina.
Selama di sini,Aya mencari-cari model baju yang sesuai dengan keadaan.Saat ini dia menggunakan itu karena akan lebih mudah kemana-mana dan tidak ribet.
"Oya Nathalie,kita mau kemana?"tanya Aya setelah mereka sudah ada di dalam mobil.
"Kamu akan tahu nanti,tenanglah jangan khawatir."ucap Nathalie yang tahu Aya tidak nyaman dengannya.
Sebentar lagi kamu akan sampai pada orang-orang brengsek jalanan,pikir Nathalie melirik Aya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang.Aya melihat ponselnya,Edward belum membaca pesan singkat yang dia kirim tadi.
Hari semakin siang,mobil Nathalie masih berputar-putar sekitar kota London saja.Belum mau berhenti,hingga mau tidak mau Aya jadi penasaran apa yang di cari Nathalie.
"Apa yang akan kita cari?Sejak tadi mobilnya berputar-putar saja."tanya Aya heran.
"Saya tadi janjian bersama teman,tapi dia belum datang.Jadi kita berputar-putar dulu sebentar."kata Nathalie.
"Tapi sejak tadi berputar-putar terus,ini juga sudah siang.Apa sebaiknya kita cari cemilan atau makan dulu?"kata Aya mengusulkan,dia sudah lapar.
"Baiklah,kita akan mampir di restoran meksiko."ucap Nathalie.
Aya jadi diam,dia akan makan namun ternyata dia menyesal kenapa mengusulkan makan siang.Dia di sini sangat kurang suka dengan masakan selain masakan Indonesia atau masakan China yang hanya beberapa makanan saja yang dia suka.
Tapi tadi Nathalie mengusulkan makan di restoran meksiko.Apa ya nanti menunya.?
Aya menghela nafas panjang,dia jadi bingung.Tapi,ya sudahlah lihat nanti saja.Kalau bisa dia akan makan yang dissert saja atau yang sayur-sayuran.
Kemudian Nathalie menghentikan mobilnya di salah satu restoran meksiko.Benar saja,dia mau memalukan Aya atau membuat Aya kebingungan.Namun begitu,Aya menuruti kemauan Nathalie.
Masih saja melihat ponselnya,dia berharap Edward membaca pesannya dan menghubunginya kemudian menjemputnya.Dari sejak di apartemen perasaan Aya sudah tidak enak,namun menolak ajakan Nathalie juga makin tidak enak karena perempuan berambut pirang itu memaksanya.Sampai menelepon suaminya.
Mereka lalu mencari tempat duduk di pojok,agar bisa melihat orang-orang yang masuk dan keluar dari pintu.
Seorang pelayan mendekat ke meja mereka,lalu Nathalie mengambil buku menu.Dia menunjuk beberapa menu yang akan di sajikan tanpa bertanya pada Aya terlebih dahulu.
Setelah selesai,dia memberikan buku menu itu pada pelayan.Nathalie melihat Aya yang kebingungan karena tidak di tanya mengenai menu yang di pilih untuknya.
"Aku pilih menu yang paling mudah untukmu,Aya.Aku jamin kamu pasti suka."kata Nathalie.
Aya diam saja.Tak berapa lama pesanan sudah datang.Banyak sekali yang di pesan Nathalie,hingga Aya jadi bingung mau mengambil yang mana.
Pelayan menyodorkan piring berisi daging,seperti steak dan beberapa sayuran.Aya memperhatikan daging itu,takutnya dia salah makan daging.
Lalu dia bertanya pada Nathalie.
"Daging apakah ini?"tanya Aya penasaran.
"Oh itu daging sapi,makanlah.Itu sangat lezat sekali."jawab Nathalie.
Aya lalu bangkit dari duduknya mengejar pelayan yang menyajikan makanan tadi.Karena dia kurang percaya dengan ucapan Nathalie.
"Maaf,tadi yang di pesan steaknya daging apa ya?"tanya Aya pada pelayan itu.
__ADS_1
"Itu daging babi,kata teman anda tadi anda memesan steak daging babi.Maka saya pesankan steak daging babi."jawab pelayan itu.
Deg.
Aya diam,ternyata Nathalie mengajaknya makan hanya untuk menjebaknya.Dia tahu seorang muslim itu di haramkan makan daging babi.
"Terima kasih."kata Aya.
Dia berlalu dan menghampiri Nathalie lagi yang sedang menikmati steaknya itu.
"Ayo makan steaknya Aya."kata Nathalie mengunyah dagingnya.
"Maaf,saya tidak makan steak ini.Buat kamu saja."Kata Aya menyingkirkan piring berisi daging itu ke hadapan Nathalie.
"Kenapa?Ini enak lho."ucap Nathalie sembari memotong steak lalu memasukkannya ke dalam mulutnya dengan gaya menggoda Aya.
Aya hanya menghela nafas,dia tahu Nathalie mengejeknya dan ingin mengerjainya.
"Maaf saya tidak makan itu."kata Aya lagi.
Dia ingin memesan sendiri,karena minuman yang di pesan Nathalie juga sepertinya mengandung alkohol.Aya benar-benar di kerjai.
Lalu dia memanggil pelayan lagi,memesan apa yang bisa dia makan.Salad pun tidak mengapa,asal jangan yang berbau makanan haram atau yang tidak dia sukai.
Kemudian dia memesan dissert dan jus serta salad buah saja tanpa makanan berat lagi.Lagi pula dia tidak ingin makanan berat.
Beberapa hari ini dia pengen makan yang segar,dan kebetulan ada menu salad juga jus.
Setelah pesanannya datang,Aya langsung melahapnya dengan tenang.Tanpa melihat Nathalie yang memandangnya sinis.
Dia pikir mau menjebak Aya dengan makanan,tapi ternyata gagal.Nathalie mendengus kesal,kemudian dia berpikir lagi menyusun rencana selanjutnya.
_
Pulang dari jalan-jalan ,Aya mendapat telepon dari seseorang yang tidak di kenal.Dia heran kenapa ada yang meneleponnya?Padahal nomor teleponnya di sini hanya suaminya saja dan Emil.
Emil pun tidak pernah menghubungi,tapi kenapa ada nomor tidak di kenal masuk ke ponselnya?
Dari pada bingung,Aya mengangkat teleponnya.Dia takut suaminya menghubunginya melalui ponsel orang lain karena baterainya habis.
"Halo."
Halo,Aya ini aku Nathalie.Tadi aku jalan di tabrak oleh seseorang setelah mengantarkan kamu pulang apa kamu bisa menjemputku di jalan xxx?Tasku di ambil dan uangnya habis.Bisa kamu kesini dengan taksi?"
Aya dia sesaat,jika Nathalie meminta tolong padanya apa seserius itu musibah yang dia terima.
"Halo Aya,kamu bisa datangkan?Tolonglah aku Aya."
"Baiklah,saya akan datang."ucap Aya akhirnya.
Lalu dia menutup teleponnya.Dia kunci lagi pintu apartemen sebelum pergi lagi .
Sampai di bawah,Aya langsung menyetop taksi yang akan membawanya ke tempat di mana Nathalie memintanya datang.
Waktu sudah pukul lima sore,dia sebenarnya khawatir Edward pulang dia tidak ada,namun dia berpikir setelah menolong Nathalie dia akan langsung pulang tanpa menunggu apapun lagi.
__ADS_1
Satu jam baru sampai di tempat tujuan,Aya bingung.Alamat yang di berikan Nathalie terlalu sepi,dia melihat sisi kanan kiri sepi.Hanya ada satu jalan raya,itu pun jarang mobil lewat.
Aya semakin waswas,dia lalu mengambil ponselnya hendak menghubungi suaminya.Namun dari arah samping ada dua laki-laki yang bertato berjalan ke arahnya dengan tatapan sinis.
Aya berpikir tenang,dia kembali melihat ponselnya dan hendak menghubungi Edward,namun laki-laki bertato kalajengking tiba-tiba ingin menyerang Aya dan akan menendang tangan yang memegang ponsel.
Tapi Aya lebih dulu menghindar,dia tetap pencet nomor suaminya,berharap Edward cepat mengangkatnya.Tapi gerakan laki-laki kedua segera melayang hendak menendang kaki Aya,dia mundur ke belakang.
Dua lawan satu berkelahi di tempat yang sepi dan hari mulai gelap.Ponsel Aya masih dia pegang,sambungan masuk dan di jawab oleh Edward.
"Halo sayang,kamu di mana?"
"Aku di luar bie,lagi menghadapi preman jalanan kiriman temanmu.Hiaaat!"jawab Aya,dia menendang perut laki-laki itu.
Dia tidak lagi berbicara pada Edward karena Edward langsung mencari tahu di mana istrinya berada melalui GPS yang terpasang di ponsel Aya.
Sedangkan Aya masih bergelut dengan kedua preman bayaran yang di kirim oleh Nathalie.Aya bisa mengatasi kedua preman bertato itu,namun rupanya Nathalie mengirim tiga preman lagi untuk menyerang Aya.
Nafas Aya naik turun,entah kenapa dia lelah sekali dengan pertarungan yang hanya lima kali tendangan dan pukulan.
Saat dia melihat tiga orang mendekat padanya,nyali Aya menciut.Apa ini akhir dari hidupnya?
Tidak,dia harus melawan.Edward pasti datang menolongnya.Dia akan berjuang sekuat tenaga agar bisa lolos dari serangan kelima preman tersebut.
Aya berputar,dia melihat sekeliling kelima laki-laki itu menatapnya sinis dan seperti melecehkan.Satu orang maju menendang kaki Aya,namun Aya menghindar.
Yang lain tertawa lepas,namun kemudian laki-laki yang gagal menendang kaki Aya kembali menyerang karena malu dia gagal dan di tertawakan teman-temannya.
Dia langsung menghajar pelipis Aya,kepala Aya miring ke samping menghindar lagi.Namun dengan cepat dia memukul lengan Aya sehingga dia terdorong ke samping.
Tanpa membuang kesempatan,kelima laki-laki itu hendak mengeroyok.Satu orang menendang kakinya,satu lagi hendak menendang perut Aya namun Aya bisa menghindar hingga perutnya tidak mengenai kaki itu.
Tapi dari arah belakang punggung Aya di tendang keras hingga dia tersungkur jatuh.Dan ketika kelima laki-laki itu mengangkat kakinya satu pukulan mengenai satu laki-laki dan dengan cepat pukulan kembali di layangkan pada yang lainnya,di bantu dengan temannya.
Lalu terjadilah perkelahian tiga lawan lima orang.Tak membutuhkan waktu banyak,kelima orang itu di bekuk tanpa ampun.Mereka di ikat dan salah satu menelepon polisi.
Ya,ketiga orang itu adalah Edward,Emil dan Edrick yang kebetulan mereka bertiga sedang bersama ketika Aya menelepon tadi.
Edward mendekati istriya yang tersungkur dan memeluknya erat.
"Sayang,kamu tidak apa-apa?"tanya Edward cemas
Dia memeriksa seluruh tubuh Aya dari kaki hingga kepala.Aya tersenyum,dan tiba-tiba dia pingsan.
"Emil! cepat siapkan mobil,istriku pingsan!"teriak Edward panik.
Lalu tanpa menunggu lagi,Emil menyiapkan mobil.Edward langsung membopong istrinya masuk ke dalam mobil.Dia menyuruh Emil dengan cepat membawa Aya ke rumah sakit.Hatinya cemas istrinya pingsan.
_
_
_
☆☆☆☆☆
__ADS_1
\=> 😉😊✌✌