Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
28.Dalam Pengejaran


__ADS_3

Emil dan Edward keluar,mereka lari mengejar orang-orang yang membawa kakaknya.Ya dia pasti adalah kakaknya.Edward benar-benar marah,dia terus berlari sekencang-kencangnya di susul di belakang Emil ikut mengejar.


Sampai di pertengahan,terlihat empat orang sedang berlari juga mengindari keduanya.Satu di antara keempatnya itu berlari sambil terseok hingga sering terjatuh karena dia di ikat tangannya.


Tanpa mempedulikan keadaan,Edward mengeluarkan senjata api yang di selipkan di balik pinggangnya yang sudah dia siapkan dari rumah.


Dia menembakkan senjata api itu ke atas agar ke empat orang itu berhenti mendengar suara tembakan Edward.


"Berhenti kalian!"teriak Edward.


Tapi ketiganya tanpa mengindahkan teriakan Edward,laki-laki yang di ikat tangannya menoleh ke belakang,dia paham suara teriakan itu.


"Edward!"teriak kali-laki itu yang ternyata adalah Nicko kakaknya.


Tanpa menunggu lagi,Edward mengarahkan senjatanya ke arah satu orang untuk melumpuhkan kakinya.Dan,


Dorr!


Kaki satu orang terkena,dia terjatuh dan tidak dapat berdiri dengan sempurna walau berusaha untuk berdiri dan berlari.


Tanpa di duga,satu orang yang menarik Nicko dengan paksa malah memukulnya sampai Nicko tersungkur,senjata api di todongkan ke arahnya.Sehingga mau tidak mau Edward dan Emil berhenti ketika jarak mereka hampir sampai pada ketiganya.


Nicko terdiam,dia meringis keskitan akibat pukulan keras di tengkuknya.Untung kesadarannya tidak hilang dengan kerasnya pukulan tersebut.


Edward menatap tajam orang yang menodongkan senjata apinya pada kakaknya,dia melirik Emil yang sama terpakunya di tempat.


"Cepat lempar senjata kalian! Atau saya bunuh orang ini!"teriak orang yang menodongkan senjatanya.


Edward dan Emil masih diam,menatap tajam ke arah ketiga orang itu,dia lalu melirik ke arah Nicko yang masih memegang tengkuknya dan kakinya.Masih dalam keadaan tangan terikat,Nicko menatap Edward juga.


Kedua kakak beradik itu saling bertatapan,seperti sedang mengatur strategi untuk lolos dari ancaman mereka.


Emil yang sejak tadi diam,dia maju ke depan untuk mengalihkan perhatian orang yang membawa senjata.


Dan benar saja,laki-laki itu menodongkan senjatanya ke arah Emil,Emil pun berhenti.Dia menatap laki-laki itu dengan tenang.


Dan dalam hitungan detik,kaki Nicko di gerakkan maju mendorong kaki laki-laki yang menodongkan senjata itu,lalu dia tumbang.


Tanpa di sia-siakan oleh Edward dan Emil,mereka maju dan menyerang dengan cepat.Emil memukul kedua temannya,sedangkan Edward memukul ke arah penjaga yang mengacungkan senjata.


Terjatuhlah ketiganya dan dapat di lumpuhkan dengan cepat.Nicko menyingkir dari penjaga itu dengan berguling ke samping dan menendang senjata api yang ada dekat kakinya menjauh dari tangan laki-laki yang tadi menodongnya.


Emil menekuk tangan kedua laki-laki itu dan satu lagi di bekuk oleh Edward.Nicko bangkit dan mendekat ke arah Edward untuk membuka ikatan tangannya.


Sejurus kemudian,pengawal yang bersiaga tak jauh dari area itu mendekat mengetahui panggilan Emil untuk segera membekuk ketiganya.


Dan dua mobil maju mendekati mereka untuk membawa ketiga laki-laki itu dan mobil satunya untuk Edward dan Nicko.


"Tuan muda,mari masuk ke mobil."kata pengawal yang tadi membawa mobil itu.


"Kakak,masuklah ke dalam mobil.Biar mobil satunya membawa ketiga bajingan itu untuk di interogasi oleh Emil.Ayo kak."kata Edward mengajak kakaknya masuk ke dalam mobil.


"Tunggu,di rumah itu ada Mentari yang di sekap.Apa dia sudah selamat?"tanya Nicko pada Edward.


Edward yang mendengar nama Mentari jadi kaget.Dia menatap kakaknya,lalu dia mendekat.


"Apa kakak selama ini bersama gadis itu?"tanya Edward penasaran.


"Iya,dia yang menyediakan makanan untukku juga merawatku ketika aku sakit.Para penjaga itu sering memukulku sampai babak belur,mungkin itu di suruh oleh bosnya.Dan dia yang selalu mengobatiku."kata Nicko.


Edward menghela nafas panjang.Jadi selama ini adik Bayu itu bersama kakaknya?

__ADS_1


"Gadis itu aman kak,tapi dia memang masih di sana.Pengawal sedang menjaganya,juga gadis itu adalah adik temanku yang di pondok kak."kata Edward.


"Aku ingin memastikan dia selamat dan di tangan yang tepat.Aku mau ke sana dulu,kamu pulang saja."kata Nicko.


Dia hendak meninggalkan Edward dan akan menuju rumah itu lagi,namun tangannya di cegah oleh adiknya.


"Kita kesana sama-sama naik mobil,waktu kita tidak akan cukup untuk kesana dengan jalan kaki.Aku takut penjaga yang di suruh untuk menghubungi bosnya akan segera sampai dan mereka akan kesini."


"Baiklah,ayo kita ke sana."


Lalu kedua kakak beradik itu masuk ke dalam mobil,dia memerintahkan pengawalnya untuk memutar balik kembali ke rumah itu lagi.


Dengan mengendarai secepatnya,beberapa menit mobil itu telah sampai di rumah itu.Dan beruntung sekali masih ada pengawal yang menjaga orang yang tadi di ikat.


Edward dan Nicko keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Di mana gadis itu?"tanya Nicko pada pengawal yang menjaga laki-laki yang di ikat.


"Dia masih di dalam tuan muda,dia ingin menunggu tuan Nicko datang katanya."kata pengawal itu.


Edward menatap kakaknya,ada sesuatu di antara mereka rupanya.pikir Edward.


Lalu Nicko masuk lebih dalam,dia menggeledah setiap ruangan dan di ruangan terakhir dia menemukan gadis itu.


"Mentari,ayo kita pulang."kata Nicko yang tiba-tiba datang ketika Mentari sedang berbaring.


Mentari pun bangun dari berbaringnya,dia menatap Nicko yang berdiri di depan pintu.Dia pun berjalan dan meninggalkan kamar yang membuatnya banyak sekali kenangan pahit,di sekap dan di perlakukan tidak baik.Untung saja pak Imron selalu mengawasi segala prilaku penjaga agar jangan ada yang menyentuhnya,hanya boleh memberinya penyiksaan seperlunya.


Lalu Nicko meraih tangan Mentari dan menariknya untuk segera keluar dari rumah ini,karena waktu sangat sempit.


Edward yang mendapati kakaknya menggandeng tangan Mentari jadi tertegun,dia melihat ada aura kekhawatiran dari wajah kakaknya terhadap Mentari.


Pengawal yang menjaga kedua orang yang di sekap pun keluar di jemput oleh temannya naik motor.


Tanpa membuang waktu,mobil Edward langsung melaju dengan cepat.


Dan benar saja,di tengah hutan itu mereka berpapasan dengan dua mobil yang menghadang mereka.Suasana jadi tegang,suara tembakan dari mobil lawan terdengar mengarah ke mobil yang di tumpangi Edward.


Edward membuka jendela mobilnya dan mengarahkan senjata apinya ke bawah mobil lawan untuk mengempiskan roda mobil agar tidak bisa mengejarnya.


Dan benar saja,mobil itu sedikit oleng jalannya karena Edward menembak dua kali.


Satu mobil tidak bisa mengejar,mobil satunya bisa mengejar dan menabrakkan ke arah mobil Edward.Orang di dalamnya sampai terhuyung ke samping.


"Sial!"umpat Edward,dia terbentur kaca jendela.


"Kamu pindah tempat duduknya,biar saya yang menyetir."ujar Edward pada pengawal itu.


Lalu mereka bergantian,Edward langsung pindah duduk dan pengawal langsung pindah ke tempat duduk Edward.


Mobil kembali oleng karena tabrakan itu sangat kencang,beruntung Edward sudah memegang kemudinya.Lalu tanpa membuang waktu dia mengencangkan gasnya dan melaju dengan cepat.


Otak Edward berpikir,dia harus melajukan mobilnya dengan kencang ke arah bukit itu.Nicko yang di belakang heran,kemana adiknya itu membawa mobilnya.


"Kamu mau bawa kemana mobilnya,Ed?"tanya Nicko heran.


"Kakak tenang saja,aku mau mengecohkan mereka."kata Edward masih mengencangkan laju mobilnya.


Dan sampai di tanjakan menuju bukit,mobil Edward terus melaju.Mobil di belakang masih mengikutinya,sampai pada puncak bukit Edward berbalik dan berhenti.


Dia menatap ke sekeliling bukit,jika mobilnya di tabrak dari samping mobilnya akan terjun ke jurang.Makanya dia berpikir agar jika di tabrak dari samping yang terjatuh bukan mobilnya,tapi mobil yang mengikutinya itu.

__ADS_1


Masih memandang waspada pada mobil di depannya dan deru mesinnya dia pelannkan untuk mengelabui.


Setelah dekat,benar saja mobil yang mengikutinya itu menabrakkan dari samping dan tepat mengenai lampu depan.Edward masih diam,dia belum bergerak.Hingga Nicko menjadi khawatir akan masuk jurang.


"Kamu kenapa tidak menghindar,Ed?"tanya Nicko panik.


Edward diam,dia masih fokus untuk memperhitungkan berapa kali mobil yang mengejarnya itu menabrakkannya.


Dua kali sudah mobil di tabrak,dan teriakan Nicko dan Mentari secara bersamaan karena takut dan kaget.Edward masih diam,dia sudah menghitung tiga kali tabrakan dia lajukan mobilnya dengan kencang.


Dan sebelum mobil yang menabraknya itu menempel pada mobilnya,Edward menginjak gasnya dan melajukan mobilnya dengan kencang.Dan mobil yang tadi menabraknya itu tersungkur jatuh ke jurang.


Tanpa melihat ke belakang,Edward terus melajukan mobilnya.Dia tersenyum senang,strateginya berhasil.


_


Tok tok tok


Suara pintu rumah di ketuk dari luar.Aya yang sedang membaca al-qur'an berhenti,menajamkan pendengarannya.


Tok tok tok


Dua kali ketukan pintu,dia heran mengapa tengah malam begini ada yang mengetuk pintu rumahnya?


Walau dengan rasa penasaran,Aya menghentikan mengajinya dan menuju pintu depan.Agak ragu dia membuka pintunya,tapi dia ingat dulu waktu subuh ada yang mengetuk pintu dan ternyata ada yang butuh pertolongan.


Apakah orang ini juga butuh pertolongannya?


Aya membuka pintunya,dia melihat dua orang berdiri dengan wajah sedikit tegang namun mereka kembali tenang.


"Maaf nona,anda di panggil oleh tuan Edward teman anda untuk segera menemuinya di jalan pertigaan depan."kata laki-laki itu.


Aya heran,kenapa dia yang harus kesana.Bukankah jika benar Edward yang menyuruhnya dia akan datang sendiri,tanpa memintanya datang kesana.


"Biasanya dia kesini,kenapa saya harus kesana menemuinya?"tanya Aya heran.


"Tuan Edward sedang di mobil,kakinya terluka.Makanya dia tidak bisa kesini."kata laki-laki itu meyakinkan.


Aya yang mendengar Edward terluka langsung panik.


"Sebentar,saya mau ganti kerudung dulu."


"Iya nona,jangan lama-lama.Karena tuan Edward menunggu tidak sabar."


"Iya,sebentar saja."


Lalu tanpa curiga Aya masuk lagi ke dalam,dia benar-benar panik ketika mendengar Edward terluka.


Tak berapa lama,Aya keluar dan ikut bersama dengan kedua laki-laki itu.Benar,di pertigaan jalan ada mobil berhenti.Aya sebenarnya tidak mengerti apa hubungannya dengan kedua laki-laki itu.Mereka memanggilnya tuan,dan dulu juga laki-laki yang terluka juga memanggilnya tuan muda.Siapakah Edward sebenarnya?


Belum sempat Aya berpikir,mulut Aya di bungkam dengan sapu tangan.Beberapa detik Aya lemas dan langsung di tangkap oleh kedua orang laki-laki tersebut dan di masukkan ke dalam mobil.


_


_


_


☆☆☆☆☆


\=> dukung othor yah like komen,jangan hanya minta update aja.Othor juga butuh semangat buat meneruskan novel ini..😉😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2