PERANGKAP CINTA SANG DOKTER

PERANGKAP CINTA SANG DOKTER
62. Membayangkanmu


__ADS_3

"Kenapa kau tidak bilang jika kemarin kau sempat memukul Freya, Brine?"


El menanyai istrinya sesaat setelah mereka pergi dari kantor polisi. Kini El akan mengantar istrinya kembali ke Apartmen barulah dia pun akan menuju rumah sakit lagi.


"Aku hanya belum menceritakannya."


"Belum? Jika kejadian hari ini tidak terjadi mungkin aku tidak pernah tahu apa masalahmu."


"Maaf," kata Abrine tertunduk.


Abrine pikir dia bisa menyelesaikan masalahnya tanpa El, dia tak mau merepotkan El terus menerus. Tapi dia tetaplah Abrine si pembuat masalah dan selalu tidak bisa keluar dari problem yang sudah dibuatnya sendiri. Sama halnya saat dia membuat masalah di masa lalu, dia tetap selalu membutuhkan bantuan dari orang lain.


"Kenapa kau memukulnya, Brine? Apa kau masih cemburu padanya karena dia punya hubungan dengan Raymond?"


Abrine menoleh terkejut pada El. Kenapa suaminya bertanya hal demikian?


"Apa maksudmu, El? Aku tidak melakukan itu karena cemburu!"


"Lalu? Bukankah itu alasan yang paling tepat sehingga kau selalu bertengkar dengannya?"


"El! Kau ini kenapa? Seharusnya kau menanyai ku secara baik-baik, bukan malah menuduhku dengan pemikiranmu sendiri!" marah Abrine.


El hanya diam, dia memang hanya menduga apa yang terjadi antara Abrine dan Freya. Ini bukan yang pertama kali mereka bertengkar, kan? Tentulah pemicu pertengkaran mereka karena Raymond. Siapa lagi?


Sementara itu, Abrine menekuk wajah. Dia malas menjelaskan pada El jika suaminya saja sudah berpikiran seperti itu tentang dia. Memang dia bertengkar dengan Freya karena Raymond, tapi bukan berarti karena dia merasa cemburu. Itu semua terjadi karena Freya yang memulainya. Freya yang membuatnya emosi karena kata-kata pedasnya.


Dilain sisi, Raymond yang telah membiarkan Abrine pergi bersama El. Dengan sangat terpaksa harus mendatangi Freya terkait kesepakatan mereka sebelum Raymond ke kantor polisi tadi.


Dia datang dan mendapati Freya yang sedang berenang di Mansion pribadi wanita itu.


"Ray! Kau datang juga..." Freya berenang mendekati posisi Raymond yang berdiri di pinggiran kolam renang.


"Cepatlah, kau mau kemana? Aku akan mengantarmu sesuai kesepakatan kita."


Sebelumnya Freya berjanji akan mencabut tuntutannya pada Abrine asal Raymond bersedia menemaninya seharian ini. Karena terdesak dan tak punya pilihan lain akhirnya Raymond pun mengiyakan.


Freya malah tertawa cekikikan sambil sesekali menyeka wajahnya yang basah.


"Mengantarku? Hahaha, aku bukan mau menjadikanmu sopir, Ray. Aku memintamu menemaniku seharian ini. Apa itu kurang jelas."


"Ya, kau mau kemana?" tanya Raymond acuh tak acuh. Dia sebenarnya sudah muak meladeni wanita ini.


"Ehm, kemana ya? Aku lagi asyik berenang. Bagaimana kalau kau menemaniku berenang dulu sambil kita memikirkan mau kemana hari ini."


Raymond bersungut-sungut mendengar keinginan Freya. Berenang? Oh padahal dia masih banyak pekerjaan lain yang lebih menguntungkan dan bermutu daripada sekedar menemani Freya berenang tanpa faedah.


"Apa kau keberatan?" tanya Freya.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Raymond terpaksa. Dia ingin mengganti pakaiannya di kamar ganti namun sebelum itu sempat terjadi, Freya buru-buru keluar dari kolam renang. Dia melepaskan jas yang Raymond kenakan.


"Aku bisa sendiri," kata Raymond menepis tangan Freya.


"Aku mau membantumu." Freya dengan cepat melepas kancing kemeja Raymond. Dia melakukannya sambil tersenyum mencoba menggoda pria itu. Tapi Raymond sudah terlalu muak dengan semua ini. Dia mendorong Freya sedikit menjauh membuat wanita itu mencebik kesal.


Raymond hanya menyisakan celana pendek di tubuhnya. Tanpa menunggu Freya dia langsung menceburkan diri ke kolam renang dan meninggalkan Freya yang terheran-heran di posisinya.


Freya mengikuti jejak Raymond, dia melompat ke dalam kolam dan mensejajarkan diri dengan pemuda itu.


"Kapan ini berakhir?" gumam Raymond, Freya malah tertawa mendengarnya.


"Kau ini! Lama-lama sangat menyebalkan, tapi aku tetap menyukaimu."


Raymond hanya menggeleng samar menanggapinya. Dia menarik nafas sepenuh dada demi menahan emosi karena sekarang Freya malah mengalungkan kedua tangan pada lehernya.


"Ray... lihat aku! Ada aku yang selalu mengharapkanmu. Aku tidak mau kau jadi pecundang hanya karena---" Freya menghentikan kalimatnya sendiri. Tidak, dia tidak mau menyebutkan nama Abrine disaat dia dan Raymond sedang menikmati quality time seperti ini.


Raymond memalingkan pandangan, dia tak mau menatap Freya yang terang-terangan menggodanya. Freya tak menyerah, dia menangkup sisi wajah pria itu agar menghadap padanya.


"Ray, aku mencintaimu..." bisik Freya didepan wajah Raymond. Dia mengecup bibir Raymond yang dulu sering menciumnya namun sekarang tidak pernah lagi, justru sikap Raymond bukan sekedar menjauhinya tapi sangat dingin padanya.


Raymond tidak menolak ciuman Freya, tapi diapun tidak membalasnya. Dia hanya diam tanpa menikmati. Rasanya sangat hambar, dia tak memiliki has rat dan gai rah pada Freya sejak dia menyadari perasaannya yang terlalu dalam untuk Abrine.


Disaat ciuman itu berlangsung, Raymond malah memikirkan wanita lain, tentu Abrine yang saat ini dia pikirkan. Dia menyesal tidak menggapai Abrine lebih cepat, dia menyesal sudah bermain-main. Padahal jika dulu dia mengutarakan perasaannya pada Abrine pasti sekarang mereka sudah bersama dan bahagia karena saling mencintai.


Lambat laun, Raymond justru membayangkan jika yang sedang menciumnya saat ini adalah Abrine. Dia mulai membalas perlakuan Freya padanya. Mengira jika itu adalah Abrine yang sedang mencumbuinya. Dia larut dalam ciuman yang perlahan-lahan semakin intens dan panas.


Keduanya menghentikan ciuman itu dan Freya menatap pria dihadapannya dengan tatapan nanar. Pandangan Raymond pun sudah berkabut.


"Kita lanjutkan didalam saja, hmm?" tawar Freya.


Mendengar suara Freya, saat itu juga Raymond tersadar. Sejak tadi dia seolah terhipnotis mengira tengah berciuman panas dengan Abrine. Ah sial.


"Aku tidak bisa menemanimu yang lain, aku harus pulang."


Raymond keluar dari area kolam renang dan memunguti semua pakaiannya.


"Ray!"


"Raymond!"


Freya mengejar langkah Raymond. Dia mengenakan bathrobe untuk menutupi pakaian renang two piece yang dia kenakan.


Raymond tak sedikitpun menggubris seruan Freya. Dia berjalan dengan langkah jenjang dan tujuannya hanya satu yaitu keluar dari Mansion Freya yang nyaris tanpa penghuni. Entahlah, mungkin Freya sengaja mengundangnya kesini karena tidak akan ada gangguan dari orang lain.


"Raymond! Berhenti, Ray!"

__ADS_1


"Mau sampai kapan kau mengharapkan Abrine, hah? Dia itu sudah menikah! Apa kau mau terus begini!"


Raymond terdiam. Dia menghentikan langkah. Ucapan Freya seakan menohoknya. Sangat menamparnya.


"Bibi Xena memintaku untuk menyadarkan mu, Ray! Dia juga tidak mau kau terus menerus seperti ini. Tidak punya semangat hidup!"


Raymond menoleh pada Freya sekilas, dia tak menyangka ibunya sampai meminta bantuan pada Freya demi membuatnya melupakan Abrine. Padahal apapun yang dilakukan Freya, Raymond tak yakin dia akan berhasil.


"Jika saja aku tidak mencintaimu, Ray! Aku tidak akan mau melakukan semua ini! Aku jadi terlihat bodoh dan menyedihkan!"


Raymond menyadari jika sekarang Freya sedang terisak. Tapi, sedikitpun dia tak peduli.


"Carilah pria lain yang mampu menghargai perasaanmu. Bukan aku," tandasnya lalu berbalik pergi tanpa berniat menghibur kesedihan yang Freya rasakan.


*******


Hai Guys...


Aku mau adain GA nih. Jadi, untuk menghargai para readers yang udah baca novel-novel aku... aku bakal kasi sedikit hadiah yang akan diumumin setelah novel ini tamat.


Insya Allah novel ini bakal tamat di akhir September ini yah, guysπŸ™


Gimana caranya biar dapat hadiah itu, caranya gampang kok😊



Follow IG aku. @cintiarizky


Dukung novel ini dengan cara vote, komen, dll...


Promosikan novel ini di akun IG kalian dan tag ke IG aku.



Nah, hadiahnya lumayan buat beli cilok guysπŸ˜…πŸ˜…


* Juara pertama akan mendapat 75K (Boleh pilih pulsa atau saldo)


*Juara kedua 50K


*Juara ketiga 25K


(Ini akan dinilai dari kata dan cara promo di IG)


Dan.... ada hadiah tambahan berupa pulsa 10K untuk tiga orang pemenang yang menduduki peringkat teratas dukungan novel ini. Lihatnya di bagian Rangking umum ya nantiπŸ™.


__ADS_1


Kalau nama kalian ada di 3 daftar teratas kayak yang aku lingkarin itu, ntar kirim DM atau inbox ke FB aku nomor hp kalian dan bakal aku kirimin pulsanya di akhir bulan setelah novel ini tamat yaπŸ™πŸ™πŸ™


makasih banyak ya yang udah mau baca novel aku😍😍😍


__ADS_2