
Happy Reading 🌹🌹
Suara pecahan gelas terdengar di ruangan CEO.
Tatapan mata yang tajam, tangan mengepal kuat, bahkan kini air matanya sudah terjun bebas dari mata indah tersebut.
Dia adalah Dave, Dave tidak pernah tau dan tidak pernah ikut campur urusan Ayahnya.
Tapi saat ini, dia tengah menonton siaran langsung yang membeberkan kejahatan seorang wanita terhadap keluarga Wiratama.
Mata Dave berubah menjadi tatapan penuh kebencian ketika melihat Sky mencium punggung tangan Putri dan merangkul pinggangnya dengan sangat posesive.
"Tidak Sky... putri hanya milikku." Ucap Dave pada video yang tengah menyorot keharmonisan keduanya.
...**...
Malam telah tiba, terlihat Sky tengah mondar-mandir di dalam kamarnya.
"Seharusnya sekarang sudah bisa satu kamarkan? Hubunganku dengannya juga sudah semakin membaik." Gumam Sky yang tengah berfikir keras.
"Ya! Sudah aku putuskan." Ucap Sky penuh semangat.
Suara pintu kamar Sky mengagetkan Putri yang akan masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa?" Tanya Putri heran kepada suaminya.
Sky menggaruh tengkuknya yang tidak gatal, "Emm... aku ingin kita satu kamar." Ucap Sky tetapi dengan suara nyaris tidak terdengar.
"Hah, apa sayang?" Tanya Putri yang sedikit mendekat.
Blush
Wajah Sky merah padam, dia berdehem untuk menetralkan detak jantungnya.
Jantung bodoh! Aku akan menggantimu. Umpat Sky pada organ dalamnya.
Sky menjawab, tetapi semakin suara tidak jelas. Putri semakin mendekatkan dirinya ke arah Sky.
Hingga jantung Sky sudah hampir meledak karena oksigen yang menipis.
"Aku ingin kita satu kamar!!!" Seru Sky dengan segera masuk dan menutup pintunya.
__ADS_1
Sky memukul-mukul mulutnya, sungguh dia merutuki kebodohannya. Niat hati ingin membuat Putri agar seakan-akan yang menginginkannya.
Tapi, apa ini. Lihatlah pria yang menyedihkan di balik pintu.
Tok... tok...
Suara pintu kamar Sky di ketuk, Sky membuka dengan menundukkan kepalanya.
"Apa aku boleh masuk?" Tanya Putri dengan wajah yang malu-malu.
Sky berdiri seperti patung dengan mata berkedip-kedip. Terlihat wanita dengan baju piyama bergambar bineka dengan memeluk bantalnya.
Putri menengadah, "Apa aku boleh masuk?" Tanya Putri lagi.
"Oh... silahkan," Jawab Sky yang tersadar dari lamunannya.
Putri melangkah memasuki kamar Sky, dia melewati Sky begitu saja yang sudah menyingkir ke pinggir pintu.
Dengan langkah pelan, Putri menuju ke arah sofa yang ada di ruangan tersebut.
Putri mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar Sky, dia sudah duduk di sofa.
Sky menutup pintu kamarnya perlahan, dia memandang ke arah istrinya yang tengah melihat sekeliling ruangan kamarnya.
Hening...
Hanya ada suara televisi yang menemani mereka, Putri masih di posisi duduk padahal dia sudah mengantuk.
"Ekhm, tidurlah disini." Ucap Sky yang sedari tadi diam.
"Em, aku tidur disini saja." Jawab Putri lembut.
Sky hanya diam, dia bingung apakah harus memaksa istrinya untuk tidur di atas ranjang bersamanya.
Satu jam kemudian, Sky masih asik menonton film. Dia melihat istrinya sudah tertidur dengan posisi terduduk.
Sky turun dari atas kasur dan menghamoiri Putri, melihat posisi istrinya yang tidak nyaman.
Dengan perlahan, Sky membopong Putri untuk menuju kasurnya. Sky menidurkannya dengan perlahan.
Tangan Sky terulur menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Putri.
__ADS_1
Sky menatap lekat wajah wanita yang membuat jantungnya tidak sehat, jarinya terus menelusuri setiap lekuk wajah Putri.
Kini jarinya telah berada di daging kenyal yang selalu menggoda dirinya untuk saling bertemu, Sky perlahan mendekatkan wajahnya.
Kedua benda kenyal tersebut saling bertemu, yang awalnya kecupan kini menjadi ******* kecil. Karena Sky merasa Putri tidak terganggu.
Tangan Sky tidak di kondisikan, dia berselancar di atas tubuh istrinya hingga terdengar suara lenguhan yang keluar dari bibir Putri.
"Arghh, dasar buaya. Kamu jangan bangun belum waktunya." Geram Sky yang sudah melepas ciumannya.
Sky merangkak naik perlahan di atas kasurnya, dengan nakalnya Sky memepet tubuh istrinya. Tangannya membuka tiga kancing piyama tidur tedy bear tersebut.
Gluk.
Sky menelan air liurnya susah payah, benda putih, kenyal, bulat, dan berwarna pink di satu titik.
Sungguh masih perawan benda tersebut, Sky sedikit turun agar sejajar dengan benda tersebut.
Sky menyentuhnya dengan perlahan, "Aku sudah tidak tahan!" Geramnya dalam hati.
Sky mengecup dan memainkannya bagai makan permen lolipop. Bahkan dia membuat beberapa jejak di leher jenjang istrinya.
"Kenapa serasa nikmat, aku harus pasang alarm lebih awal agar tidak ketahuan." Sky mengambil hpnya dan mengeset alarm dalam hpnya.
Kini Sky memposisikan tidurnya seperti anak kucing yang tengah menyusu kepada induknya.
...**...
Alarem berdering, Sky terganggu tetapi dia langsung tersadar karea sesuatu masih menyumpal di mulutnya.
Plop
Sky mengulas senyum, dia memandang wajah damai istrinya kemudia benda kenyal kesayangannya.
Cup
"Kita akan bertemu nanti malam." Ucap Sky pada kedua benda kesayangannya.
Segera Sky mengancingkan piyama istrinya dia bangga dengan beberapa tanda yang sudah dia buat.
Jika Putri bertanya, dia sudah menyediakan 1001 alasan yang tercatat di otaknya.
__ADS_1
...**...
...Jangan lupa like, komentar, dan kasih rate bintang 5 agar novel autor masuk ke jajaran novel populer....