
Happy Reading 🌹🌹
Satu Minggu kemudian.
Terlihat Rex dan Mawar masuk ke Rumah Sakit dimana Celine bekerja. Banyak para perawat yang mengetahui status pernikahan mereka.
"Bukanlah itu suami Dokter Celine."
"Siapa wanita itu."
"Kasian Dokter Celine, pantas dia lebih suka tidur di Rumah Sakit."
Rex dan Mawar mendengarkan bisikan-bisikan yang lainnya, di hati Rex mengumpat kesal sedangkan Mawar tersenyum lebar karena merasa mengalahkan Celine sebagai istri Sah.
"Baby, kamu tidak mengantarku masuk?" Tanya Mawar bergelayut manja.
"Tidak, aku tunggu di sini saja. Masuklah." Jawab Rex dengan wajah tanpa ekspresi.
Mawar cemberut, "Baiklah, tunggu aku Baby." Mawar memberikan kecupan di pipi Rex.
Rex mengantarkan Mawar memeriksakan kepalanya, karena Mawar selalu mengeluh sakit kepala akhir-akhir ini mungkin karena kecelakaan tempo lalu.
Dokter Isam yang melihat keduanya dari jarak yang agak jauh mengepalkan tangannya erat, breng*sek saat istrinya terkapar sakit dia malah bermesraan dengan ja*lang.
Kehamilan Celine dan masalah yang di pukul nyamuk membuat tubuh Celine selalu lemas dan sering pingsan. Dokter sudah menyarankan agar bedrest tetapi Celine tetap bekerja meskipun hanya duduk dan perawat yang lebih banyak bekerja.
Dokter Isam berjalan mendekat ke arah Rex, "Wah, pemandangan yang indah." Ucap Dokter Isam dengan tersenyum.
Rex hanya mencebik, sungguh malas berhadapan dengan pria di depannya.
"Ah, ya. Bilang kepada pengawal bayanganmu tidak perlu mengikutiku maupun Celine karena Celine jauh lebih aman berada di sampingku." Ucap Dokter Isam dengan menepuk pundak Rex seakan membersihkan debu.
Rex melebarkan matanya dan mencekal pergelangan tangan Dokter Isam yang seakan meremehkan dirinya.
"Bagaimana kamu tahu." Ucap Rex dengan wajah angkernya.
"Seharusnya kamu menyelidiki latar belakangku Rex, aku bahkan jauh lebih kaya darimu. Tentu mudah bagiku mengetahui pengawal bayanganmu." Jawab Dokter Isam dengan tersenyum miring.
"Baiklah, aku rasa kita akan bertemu di persidangan perceraianmu dengan Celine jika aku melaporkan semua ini dan sedikit di tambahi bumbu penyedap." Lanjut Dokter Isam dengan melenggang pergi meninggalkan Rex.
Rex ingin menyusul Dokter Isam dan menghajarnya, hingga Rex mati tidak akan melepaskan Celine.
Niatan Rex harus di urungkan karena Mawar sudah keluar dari ruang pemeriksaan, "Baby, kamu mau kemana?" Tanya Mawar yang melihat Rex akan melangkah.
"Toilet" Jawab Rex seadanya dan benar-benar berjalan meninggalkan Mawar.
Mawar yang melihat kepergian Rex menghentakkan kakinya merasa kesal, "Tenanglah Mawar dia sudah berada di genggamanmu tinggal menunggu Dark yang neraksi." Gumamnya dalam hati.
Mawar juga berlalu dari lorong tersebut untuk menuju bagian penebusan obat.
Brak!
__ADS_1
Rex membuka paksa pintu ruangan Celine karena terlihat sepi tidak ada pasien, Rex melebarkan matanya melihat istrinya tergolek lemah di sofa dengan selang infus yang tertancap di punggung tangannya.
Rex langsung berlari dan bersimpuh di lantai karena sofa tersebut pendek, "Honey, ada apa denganmu." Tanya Rex dengan wajah yang sangat khawatir.
Rex sudah hampir satu minggu tidak mendapatkan kabar apapun dari pengawal bayangannya.
Tidak ada jawaban dari Celine, Rex terus menggoyangkan tubuh istrinya "Honey, bangun... ini aku suamimu. Honey tolong bangunlah." Suara Rex sudah sedikit meninggi.
"Sampai suaramu putus Celine tidak akan bangun, aku baru saja menyuntikkan obat tidur untuknya."
Rex menoleh ke sumber suara terlihat Dokter Isam berdiri dengan posisi menyederkan bahunya di pintu dan tangan melipat di depan dadanya.
Rex berdiri dan berjalan cepat, Rex memegang kerah Dokter Isam sehinnga tubuh mereka berdekatan.
"Apa yang kamu lakukan dengan istriku!!" Seru Rex dengan mata yang menyalang marah.
Dokter Isam tertawa sinis "Seharusnya aku yang bertanya seperti itu bukan, tetapi aku rasa tidak perlu. Aku sudah mendapatkan jawabannya." Jawab Dokter Isam yang tidak kalah seramnya ketika berbicara tegas dengan Rex.
Rex melepaskan cekalanya dan sedikit mendorong Dokter Isam sehingga Dokter Isam mundur beberapa langkah agar tidak ambruk.
"Pergilah." Usir Rex kepada Dokter Isam.
"Kamu saja yang pergi, aku akan merawat Celine seperti biasanya." Dokter Isam tidak mengindahkan ucapan Rex dan dia masuk begitu saja di ruangan Celine.
Rex menarik nafasnya kasar untuk meredam emosinya, Rex kembali masuk setelah menutup pintu ruangan Celine dan duduk di sebrang sofa.
"Apa istriku sering mendapatkan perawatan?"
"Dia sakit apa, terakhir dia tidak ingin aku ajak periksa ke dokter."
Dokter Isam yang tengah bermain HP menghentikan mainnya dan memandang wajah Rex.
"Dia sakit apa?" Tanya Rex lagi.
Dokter Isam diam, dia kembali bermain HP. Dokter Isam tidak memberitahukan tentang kehamipan Celine karena Dokter Isam merasa jika Celine yang lebih berhak untuk mengatakan kabar bahagia itu.
Kenyataannya Celine tidak memberitahukan suaminya, Dokter Isam lebih menghormati keputusan Celine.
Rex mendengus kesal karena tidak ada jawaban dari pria yang menyebalkan di depannya, apakah Rex tidak menyadari jika dia lebih menyebalkan dari Dokter Isam.
Terdengar suara dering HP milik Rex, Dokter Isam hanya meliriknya dan kembali fokus di hpnya.
"Angkat saja dan pergi dari sini, itu pasti dari ja*langmu" Ucap Dokter Isam tanpa melihat Rex.
Rex merasa ingin menghajar Dokter Isam hingga terlepas dari tulangnya, "Aku akan kembali." Rezlx keluar dan berlalu dari ruangan Celine.
Jika bukan karena ingin membunuh Dark, Rex juga tidak sudi berdekatan dengan Mawar yang sangat gatal seperti ulat bulu itu.
Dokter Isam hanya diam hingga pintu ruangan Celine tertutup, Dokter Isam menoleh ke arah pintu memastikan jika Rex sudah benar-benar pergi.
"Bangunlah Celine," Ucap Dokter Isam
__ADS_1
Celine membuka mata dan tersenyum kaku kepada Dokter Isam.
"Apa Rex datang bersama wanita itu lagi?" Tanya Celine kepada Dokter Isam.
Ya, sudah dua kali ini Rex dan Mawar mengunjungi Rumah Sakit dimana Celine bekerja. Entah apa tujuan keduanya, apakah mereka berharap Celine cemburu dan sakit hati.
"Ya, wanita itu memeriksakan kepalanya lagi." Jawab Dokter Isam apa adanya.
"Aku harap isi kepalanya ada yang rusak dan membuat wanita itu menjadi gila." Jawab Celine mencebik kesal.
Dokter Isam tergelak mendengar umpatan Celine "Aku berharap suamimu terbentur kepalanya dan menjadi lupa ingatan memiliki istri secantik dirimu." Kelakar Dokter Isam.
"Aku akan menghajarnya setelah aku cukup kuat." Jawab Celine dengan menggebu.
...**...
Terlihat Bintang yang masih meringkuk di kasurnya dengan baju baju milik bayi kembarnya.
Tangis Bintang terhenti ketika hpnya terus berdering, terlihat nomor asing menelfon.
Terdengar suara tangis bayi di sebrang telfon, membuat Bintang panik.
"Hallo... hallo."
"Jawab aku!! Kembalikan bayiku... kembalikan!!" Teriak Bintang histeris dan panik.
"Bagaimana? Apakah kamu merindukan bayi bayimu?" Tanya Dark dengan tertawa keras di sebrang telfon.
"Apa maumu! Kembalikan bayiku."
"Apa mauku? Ha ha ha, aku mau kematian Jackson." Jawab Dark dengan tertawa jahat.
"Kamu tidak akan pernah mendapatkan kematian Jackson, Dark!" Jawab Bintang dingin.
"Wuhoo... kamu tahu namaku. Pasti ba*jingan itu sudah bercerita tentangku." Ucap Dark di sebrang telfon.
"Cepat kembalikan bayiku!" Seru Bintang yang tangisnya keluar.
"Oh, Baby jangan menangis. Aku akan memberikan bayi bayimu jika kamu mengambilnya sendiri tanpa Jackson." Tawar Dark kepada Bintang.
Bintang yang masih menangis hanya terdiam, dia memikirkan apakah keputusan yang harus dia ambil.
"Bagaimana, aku akan mengembalikan kedua bayimu jika kamu sendiri yang datang kepadaku untuk mengambilnya." Dark mengulangi lagi tawarannya.
...**...
MAAF KEMARIN HANYA UP SATU BAB
KARENA AUTHOR SEDANG DALAM PERJALANAN KE MAGETAN-JAWA TIMUR.
HARI SENIN NIH, JANGAN LUPA IKUTAN GIVE AWALNYA YA.
__ADS_1