
Happy Reading 🌹🌹
Terlihat pria tengah tersenyum semirik dengan memandangi sebuah foto yang baru saja dia dapatkan dari anak buahnya.
"Jadi wanita cantik ini yang dia rebut dari jobku dulu?" Ucapnya dengan nada dingin.
"Benar Tuan, dia adalah gadis dari keluarga Wiratama. Meskipun bukan anak kandung mereka tetapi tidak menjadi masalah bagi keluarga tersebut karena anak kandung mereka sudah ditemukan." Jelas kaki tangan pria tersebut.
Dark mengelus foto Bintang yang tengah tersenyum, cantik. Batin Dark dalam hati.
"Selalu ikuti mereka, pancing Black agar datang ke negara ini." Perintah Dark kepada kaki tangannya.
"Baik Tuan." Segera orang tersebut pergi dari hadapan Dark untuk melaksanakan perintah atasannya.
Yang lupa nama Black adalah nama samaran yang digunakan Jackson di dunia hitam. Hanya orang-orang yang pernah mengenalnya sejak kecil saja yang tahu namanya.
Setelah kepergian anak buahnya, Dark menyeringai.
"Kita lihat Jack, kali ini kau akan benar-benar mati di tanganku dan istrimu akan menjadi istriku." Ucap Dark.
Sedangkan kini para anak buah Dark mulai bergerak secara terang-terangan, mereka tidak segan membunuh jika mengetahui orang tersebut adalah anak buah Jackson.
Rex yang mulai hilang kesabaran segera membalas perbuatan Dark dan anak buahnya, anak buah Jackson juga tidak segan membunuh kembali mereka.
Celine yang melihat Rex gusar dan hanya menggenggam telfon menataonya heran.
"Ada masalah apa Honey?" Tanya Celine pada suaminya.
"Tidak ada apa-apa Honey, hanya menunggu panggilan dari Jackson saja." Jawab Rex menutupi kegundahannya.
"Mungkin dia masih adik berselancar dengan istrinya Honey, sudahlah ayo kita tidur." Ajak Celine karena sudah mengantuk.
"Hem, ayo." Rex segera berjalan ke arah tempat tidur.
"Honey." Panggil Celine pelan.
"Ya" Jawab Rex yang sudah memejamkan mata.
"Kamu sudah beberapa hari tidak menyentuhku, apakah kamu sudah bosan?" Tanya Celine sedih.
Rex otomatis menoleh ke arah istrinya, "Tidak Honey, aku hanya sedang banyak pekerjaan. Maafkan aku." Jawab Rex dengan membawa Celine kedalam pelukannya.
"Benarkah? Sesibuk apa suamiku hingga tidak bernafsu di atas kasur." Ucap Celine yang semakin menuntut.
__ADS_1
"Celine, Dark sudah mulai bergerak."Kata Rex serius.
" Dark?" Beo Celine.
"Hem.. kamu tidak kenal Honey. Sudah ayo tidur, kita secepatnya harus menjemput Jackson dan istrinya." Rex mencium dari Celine.
"Apa kita akan jalan-jalan," Mata Celine semakin berbinar.
"Hem, sepertinya tidak. Karena keadaan sedang genting Honey." Jawab Rex mencoba memberi pengertian.
Celine berdecak sebal, dia kembali merebahkan tubuhnya dan menunggungi Rex dengan air mata yang sudah menggenang.
Rex hanya menghela nafasnya panjang, dia memeluk Celine dari belakang dan memejamkan matanya.
Pagi hari menjelang, sinar mentari merambat masuk melalui celah-celah gorden di kamar.
Rex terbangun dari tidurnya karena merasakan tidak adanya Celine, "Honey!" Seru Rex dengan suara parau khas orang bangun tidur.
Terdengar suara orang muntah didalam kamar mandi, segera Rex meloncat dari atas tempat tidur dan menghampiri asal suara tersebut.
Terlihat istrinya terduduk lemas dengan wajah pucat di depan closed.
"Honey, ayo kita ke Rumah Sakit." Rex sudah menyeka bibir Celine yang meninggalkan sisa muntahannya.
Celine menggeleng lemah, "Aku ingin tidur." Jawabnya lirih.
Celine tidak menjawab, tubuhnya terlalu lemas saat ini. Kepalanya pusing dan hanya ingin memejamkan mata saja.
Rex berkutat di dapur membuatkan bubur untuk istrinya, meskipun tidak pandai memasak. Rex berusaha belajar melalui youtube.
"Kenapa hasilnya berbeda, apa ini enak di makan." Ucap Rex pelan.
Terlihat hasil masakan Rex yang berbeda dengan tampilan masakan dari chanel youtube tersebut.
"Emm, enak sekali. Kamu sungguh suami idaman Rex." Ucap Rex dengan percaya diri setelah mencium aroma masakannya.
(Harusnya di icipi Rex, ora di ambus tok. 😂)
Rex menyiapkan semuanya dan membawanya masuk kedalam kamar, terlihat Celine sudah terlelap tidur.
Rex memaruh nampan di atas nakas, tangannya terulur merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.
"Kenapa pucat sekali." Gumam Rex dalam hati.
__ADS_1
"Honey, ayo bangun." Ucap Rex yang menciumi seluruh wajah istrinya.
"Rex biarkan aku tidur," Jawab Celine dengan merubah posisi tidurnya.
"Sarapan dulu baru tidur Honey," Bujuk Rex.
"No" Ucap Celine lirih dirinya sangat mengantuk bahkan berbicara saja sangat berat.
"Aku akan menjemput Jackson, apa kamu tidak ikut. Kita akan berjalan-jalan setelah masalah ini selesai." Bujuk Rex lagi.
Mata Celine langsung terbuka mendengar kata jalan-jalan, bukankah jika dia ikut menjemput Jackson dan Bintang. Celine sudah merasakan jalan-jalan.
Celine menolehkan wajahnya ke arah belakang, "Apa aku boleh ikut?" Tanya Celine dengan penuh harap.
"Tentu Honey, tapi kamu harus sehat dulu." Jawab Rex dengan mengelus rambut istrinya.
Celine langsung duduk di atas tempat tidur, "Bawa kemari masakanmu Honey." Ucap Celine pada suaminya.
Rex hanya terkekeh pelan melihat perilaku Celine, Celine dengan lahap menghabiskan bubur itu. Meskipun rasanya entah tidak jelas, Celine mencoba tetap menelannya deni jalan-jalan.
"Pelan-pelan Honey, apa kamu mau aku masakkan lagi?" Ucap Rex yang melihat Celine dengan lahap memakan bubur buatannya.
Celine tersedak mendengar jawaban suaminya, "Ti... tidak, aku sudah kenyang." Jawab Celine menghindar.
"Baiklah, sekarang istirahatlah Honey. Aku akan mencoba menghubungi Jackson kembali." jawab Rex yang merebahkan Celine dan mengecup bibirnya sekilas.
Sedangkan Jackson saat ini tengah bertemu dengan kedua orang tua Bintang, untuk meminta ijin berpindah kewarganegaraan.
"Kenapa cepat sekali." Ucap Bulan sedih.
"Mah, Jackson juga memiliki usahanya disana. Jika kami tinggal di sini bagaimana dengan perusahaannya." Bujuk Bintang kepada Mamanya.
"Maaf Mah, perusahaan Jackson saat ini sedang tidak stabil karena hanya di handelnoleh satu asisten saja. Jackson harus secepatnya kembali bersama Bintang, Jackson tidak ingin meninggalkannya sendirian di negara ini." Jackson menimpali ucapan istrinya.
Doni yang melihat daur wajah istrinya sedih hanya dapat menenangkannya saja "Mah, biarkan mereka pergi. Bintang sudah menjadi tanggung jawab suaminya, kita bisa berkunjung ke negara tersebut." Ucapnya pelan.
Bintang mengangguk menyetujui ucapan Papanya, "Benar Mah, nanti Bintang dan Jackson juga akan sering berkunjung ke sini jika perusahaan sudah stabil."
Akhirnya Bulan menyetujui kepindahan anak dan menantunya, segera Jackson menelfon Rex agar mempercepat kepindahan Bintang di negaranya.
Doni membantu untuk mencabut berkas dengan cepat di sini.
...**...
__ADS_1
...Jujur autor masih mau ngetik panjang, tapi mata autor udah ngantuk banget....
...Jangan lupa ikuti lombanya, gratiss hanya pakai koin saja teman-teman. ...