Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Kabar Kehamilan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Rose pergi meninggalkan ruangan dimana sahabatnya tengah mengumbar kemesraan nya dengan suami, eh bukan. Justru suami yang tidak tahu malu itu mengumbar kemesraan di depan joblowati seperti Rose.


Rose tidak tahu jika asisten Sky juga kekuar mengikuti dirinya, ketika berada di parkiran Rose mendapati Dave keluar dari mobil.


"Pak Dave!!" Seru Rose pada pria tampan itu.


Dave mencari sumber suara, ternyata Rose. Segera Dave berjalan menghampiri Rose dengan langkah lebar dan cepat.


"Bagaimana keadaan Putri?" Tanya Dave khawatir.


Baru saja Rose membuka mulutnya, tetapi belum sempat mengeluarkan suara indahnya sudah di jawab oleh seseorang dengan suara yang ketus.


"Tidak perlu mengkhawatirkan istri orang, khawatirkan saja dirimu sendiri." Jawab Gabriel.


Dave menatap kesal ke arah Gabriel, tetapi harus dia tahan. Dave tidak ingin menunjukkan amarahnya.


"Iya Pak Dave, suami Putri sudah datang." Jawab Rose dengan tersenyum cerah.


Dave menaikkan sebelah alisnya, bagaimana bisa Sky bersama Putri. Seharusnya saat ini Sky bersama Grace.


"Ah, iya pak. Pak Dave harus mengucapkan selamat kepada mereka, mereka akan memiliki anak. Saat ini Putri tengah hamil muda pak." Lanjut Rose yang memberitahukan kabar gembira kepada Dave.


Dave melebarkan matanya, bagaimana bisa Putri hamil. Padahal selama ini Dave memata-matai Sky jika pria itu selalu pergi ke luar kota dan luar negri.


"Kenapa, kaget?" Ucap Briel dengan nada mengejek.


"Kau! Jangan bercanda! Putri tidak mungkin hamil, selama ini dia ditinggal Sky sendirian!!" Seru Dave yang sudah memegang kerah Gabriel menuntut jawaban.


Gabriel memegang lengan Dave dan tersenyum miring, "Apa kamu pikir Sky hanya satu dua kali melakukan hubungan. Urusan ranjang tidak mungkin dapat dihitung dengan jari bukan Dave, relakan Putri dengan Sky kejarlah kebahagiaanmu sendiri." Jawab Gabriel dengan melepas cengkraman Dave dari kerah bajunya.


"Tidak mungkin! Kamu bohong kan Rose, kamu bohong!!" Teriak Dave kesetanan dengan mencengkram pundak Rose sehingga membuat gadis itu meringis.


Gabriel menarik lengan Dave karena menyakiti seorang gadis, dan bogem mentah di pipi kirinya.


"Jangan gila Dave! Apa kamu pikir kehamilan hanya sebuah candaan, mereka sudah menjadi keluarga bahagia Dave. Berhenti untuk memisahkan mereka!" Seru Briel dengan menatap tajam.

__ADS_1


Rose hanya shock dengan pembicaraan kedua pria tersebut, apa selama ini Dave menyukai Putri. Cinta bertepuk sebelah tangan, berusaha memisahkan. Oh sungguh masalah yang tidak sampai dalam benak Rose.


Sky dan Putri yang sedang berdebat menghentikan pembicaraan mereka, dengan langkah lebar Sky menggandeng tangan Putri untuk menghampiri ketiganya.


Dave menatap kedua orang yang berjalan menghampirinya, pandangannya menajam melihat Sky menggandeng tangan gadis pujaannya.


Segera Dave berdiri, dan berjalan menuju keduanya. Dipisahkan secara kasar Dave langsung memeluk Putri.


"Kamu tidak hamil, kamu tidak hamil iyakan Putri. Jawab aku Putri." Ucap Dave dengan nada gemetar.


Tubuh Putri gemetar dalam pelukan Dave, suara pria ini berubah menjadi menyeramkan. Sky yang melihat istrinya di peluk langsung memisahkannya dengan paksa.


Sky memukul Dave di pipinya, telak dua kali pipi kirinya terkena bogem mentah.


"Jangan sentuh istriku Dave!! Aku sudah bersabar untukmu, aku membiarkanmu bernostalgia dengan istriku, jangan melunjak Dave." Ucap Sky emosi.


Dave meludahkan darah dan memegang sudut bibirnya yang terasa perih, "Kau yang jangan menyentuh Putri sejak awal Sky! Sejak awal aku ingin menggantikanmu untuk menikahinya!! Serahkan Putri padaku Sky, serahkan!!" Seru Dave semakin kesetanan.


Rose memeluk Putri yang sudah gemetar dan menangis, sedangkan Gabriel masih melihat situasi di area parkir tersebut.


Beruntung para anak buah mengamankan tempat tersebut sampai Om Rudi dan Tante Lila sampai di Rumah Sakit Y.


Dave menghajar Sky dengan membabi buta, bahkan teriakan Putri tidak mereka hiraukan.


Putri jatuh pingsan karena keadaan yang membuatnya tertekan, tertekan karena perasaan obsesinya Dave dan perasaan cemburuan Sky.


"Putri!"


"Dave!"


Kedua teriakan dari suara yang berbeda, Lila datang tidak tepat waktu karena macet. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kacaunya Dave dan Sky saat ini.


Sedangkan Rose luruh ke tanah karena Putri jatuh pingsan, mendengan seruan suara Rose. Dave dan Sky langsung berdiri dan menghambur kearah gadis yang sama-sama mereka cintai.


"Sayang,"


"Peri kecil,"

__ADS_1


Seru keduanya, Gabriel langsung membopong Putri karena melihat kedua pria tersebut tidak dapat di andalkan.


Rose berlari mengikuti langkah Gabriel mu yang masuk kembali ke rumah sakit, sedangkan kini Lila dan Rudi sudah merapat Dave dan Sky untuk mendapatkan pengobatan.


...**...


Terdengar pecahan kaca dan teriakan yang memilukan.


Setelah Dave mendapatkan pengobatan segera dia berlari keluar Rumah Sakit Y menuju area parkiran dan memacu mobilnya dengan kecepatan penuh bahkan di jalan mendapatkan makian dari beberapa pengendara yang lain.


Dave gila, dia memikirkan hubungan Putri dan Sky. Belum lagi kabar kehamilan yang dia dengar oleh gadis pujaan hatinya, sungguh membuat hatinya bergemuruh hebat.


Lila dan Rudi segera mengejar anaknya dengan kecepatan yang sama, mereka khawatir dengan Dave karena inilah puncak patah hatinya.


Mereka bertiga sampai di kediaman Danuarta, secara seramoangan Dave memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam rumah.


Lila keluar dari dalam mobil dan mengejar anaknya, terdengar Dave membanting pintu kamarnya dengan kencang.


"Arghhhh!!!!! Tidak Sky, tidak akan aku biarkan Putri hamil anakmu! Hanya aku... hanya aku yang bisa mendapatkannya Sky... hanya aku... hikss." Ucap Dave dengan berteriak dan terisak sendirian di dalam kamarnya.


Lila yang mendengar Dave berteriak histeris, sebagai seorang ibu hatinya sakit. Baru saja melihat anaknya tersenyum bahagia, Lila pikir Dave sudah merelakan Putri. Tapi kenyataan pahit harus ditelan bulat-bulat.


Hari ini, Lila melihat kehancuran anaknya untuk yang kesekian kalinya. Lila hanya dapat menahan tangis di depan pintu Dave, ingin sekali dia merengkuh tubuh anaknya.


Segera Lila berlari menuruni anak tangga untuk mengambil kunci cadangan kamar Dave, Lila sudah tidak tahan dengan tangisan pilu Dave.


Terbuka pintu kamar Dave, dengan penuh perjuangan Lila untuk membukanya. Terlihat sosok dengan badan kekar tetapi tidak dengan perasaannya saat ini.


Lila berjalan menuju putranya, dia tidak peduli meskipun kakinya terkena pecahan kaca yang berhamburan di lantai. Kamar yang sebelumnya rapi terlihat porak-poranda, seakan menggambarkan perasaan Dave saat ini. Hancur.


Dave masih terisak di dalam pelukan hangat dari seorang yang selalu ada untuk dirinya. Lila memeluk erat putranya dan menepuk pelan punggung lebar tersebut.


Dave menangis deras seakan dia bercerita hanya lewat air matanya, Lila mengigit bibir bawahnya untuk meredam tangisnya, meskipun harus melukai bibirnya tidak masalah. Sesakit apapun seorang ibu terjang demi kebahagiaan buah hatinya.


...**...


...PART DAVE MEMBAWANG. ...

__ADS_1


...AUTOR JADI INGET IBU. ...


...INGET BANGET PAS DULU PACARAN PERNAH DI SELINGKUHIN, YANG NENANGIN CUMA IBU ...


__ADS_2