Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Kedatangan Grace


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Sky mendelik kesal kearah Putri, di tidak suka jika Putri menyebut nama Dave.


Ingin sekali dia berdebat, tetapi suara klakson dari belakang mobilnya membuatnya harus menjalankan mobilnya kembali.


Kini telah sampai di depan kampus tempat Putri menuntut ilmu.


Putri segera melepas seat beltnya dan akan membuka pintu mobil, tetapi Sky segera mengunci pintu mobilnya secara otomatis.


"Kenapa tidak bisa di buka sih." Gerutu Putri yang masih mencoba membukanya.


Sky yang sudah melepas seat belntnya hanya bersandar dengan memiringkan tubuhnya di kursi.


"Sayang, ini tidak bisa di buka." Rengek Putri dengan suara manja secara tidak sadar.


Untuk beberapa detik Sky tertegun, Istrinya mengeluarkan sisi yang belum pernah dia ketahui.


"Aku yang mengunci." Jawab Sky dengan tersenyum.


"Tapi kenapa, aku bisa telat masuk kelas nanti." Ucap Putri yang memutar tubuhnya menghadap Sky dengan wajah cemberut.


Sky segera memegang lengan Putri dan menariknya. Sky memiringkan kepalanya ke arah kanan.


Mereka melakukan ciuman di dalam mobil, entah kenapa bibir Putri bagaikan candu untuk Sky.


Dia ingin lagi, lagi, dan lagi.


Putri memukul-mukul bahu Sky, tetapi Sky menekan tengkuk istrinya untuk memperdalam ciuman di pagi hari mereka.


Sepasang mata dengan sorot mata tajam, tengah menatap ke arah mobil Sky.


Tanpa sadar dia meremas kopi kemasan yang tengah dia pegang, sehingga membuat cairan kopi di dalamnya menjadi tumpah membasahi tangannya.


Dengan perasaan marah, dia menghempaskan kaleng kopi ke tanah dan pergi meninggalkan tempatnya.


Sedangkan Sky, sudah melepaskan tautan bibirnya. Ibu jarinya mengelap bibir Putri yang terlihat basah akibat perbuatannya.


"Berhati-hatilah, ingat jaga pandanganmu kepada para pria. Termasuk Dave." Ucap Sky penuh penekanan.


"Iya," Jawab Putri malas.


"Jawab dengan benar sayang, atau kita kembali pulang." Ucap Sky dengan menatap dingin dengan rasa intimidasi.


"Iya sayangku, aku akan menjaga pandanganku, tubuhku, dan hatiku untukmu." Jawab Putri dengan tersenyum lebar meskipun dalam benaknya dia kesal.


"Pintar, sekarang keluarlah. Kamu membuatku terlambat." Jawab Sky acuh.


Rahang Putri serasa jatuh kenatah, bagaimana bisa ada manusia menyebalkan seperti pria itu.

__ADS_1


Putri tidak habis pikir, jelas-jelas dia yang membuat Putri terlambat masuk kelas. Sekarang justru dirinya yang di anggap sebagai pelaku.


Bunyi suara kunci otomatis sudah di buka, Putri segera keluar dan menutup pintu mobil dengan keras.


Entah kenapa, dia di buat jungkir balik dengan sifat Sky.


Sky hanya tersenyum, dan melajukan mobilnya dari area kampus Putri.


Putri menendang udara seakan-akan dia menendang mobil yang tengah di kendarai Sky dari jarak jauh.


...**...


Putri melalui perkuliahan hari ini dengan semangat empat puluh lima, sehingga membuat kekuatannya kini terkuras habis.


"Ayo kita ke kantin Rose, aku sudah tidak punya tenaga." Ucap Putri dengan wajah memelas.


"Kehabisan tenaga atau kelebihan tenaga?" Tanya Rose dengan wajah menggoda.


"Oh, Rose bukan waktunya bercanda. Aku banar-benar lemas." Jawab Putri dengan meletakkan kepalanya di meja.


"Ck, ayo. Makanya pagi-pagi jangan ciuman. Membuat tenagamu habis bukan." Ucap Rose tanpa disaring.


Putri langsung duduk tegap, dia menatap ke arah Rose seakan bertanya bagaimana dia tahu.


"Tidak perlu kaget, aku melihatnya ketika akan masuk kampus." Jawab Rose acuh.


"Sudah ayo, kita ke kantin." Lanjut Rose lagi.


...**...


Di perusahaan Wiratama tengah terjadi aksi demo para karyawannya.


Aksi demo tentu saja di dalangi oleh salah satu pemegang saham di perusahaannya.


Para karyawan menuntut di lengserkannya jabatan Doni sebagai CEO dan Direktur perusahaan.


Aksi demo tersebut, tidak luput dari sorot berbagai media televisi maupun cetak.


Seakan mereka mendapatkan jackpot berita paling panas di kalangan pengusaha.


"Bagaimana ini Zi, para pemegang saham terus menekanku." Ucap Doni frustasi.


"Kita menunggu intruksi dari Tuan Rudi dan Tuan Sky." Jawab Zidan sopan.


"Sampai kapan, aku benar-benar sudah muak dengan sikap wanita itu." Geram Doni.


"Bersabarlah sebentar lagi Tuan, karena Tuan Sky juga ingin menyingkirkan hama yang mengancam rumah tangganya." Jelas Zidan kepada Doni.


Doni menegakkan badannya, dan menatap lekat kearah Zidan.

__ADS_1


"Masa lalu Tuan Sky, sekarang tengah berusaha merusak hubungan Nona Putri." Jelas Zidan kepada bosnya.


"Arghhhh!! Masalah Bintang belum selesai, sudah hadir masalah untuk putriku yang lainnya." Teriak Doni dengan menggebrak meja kerjanya.


Zidan hanya dapat menundukkan kepalanya dalam, dia juga tidak ingin lebih dalam mengulik masalah rumah tangga Sky.


...**...


Di kantin kampus.


"Put, ayo kita beli kopi di cafe dekat." Ajak Rose yang sudah selesai menggunakan lipstiknya.


"Perutku sudah sangat kenyang sekali." Ucap Putri dengan menepuk perutnya.


"Ayolah, hanya minum kopi saja. Waktu istirahat masih cukup lama juga nanti kita akan lembur sampai sore untuk praktik mata kuliah dari Pak Dave." Rengek Rose dengan menunjukkan wajah memelas.


"Baiklah, ayo." Putri segera berdiri dan mengambil tas juga beberapa buku yang dia bawa.


Hanya membutuhkan waktu lima menit, mereka telah sampai di salah satu cafe terdekat.


Setelah mereka selesai memesan kopi, segera mereka mencari tempat duduk yang nyaman untuk bersantai sembari menunggu waktu mata kuliah selanjutnya.


Suara wedges berhenti di samping meja Putri, membuat kedua gadis tersebut menghentikan suara tawa mereka.


Terlihat wanita dewasa dengan perut yang sudah membuncit, dan tidak lupa berparas cantik.


"Bisakah aku berbicara denganmu sebentar... Putri." Ucap wanita tersebut.


"Maaf, Anda siapa?" Tanya Putri


"Aku adalah Grace." Jawab wanita tersebut.


Putri menatap bingung, dia lupa dengan wanita tersebut. Apakah aku pernah bertemu dengannya, tapi dimana. Gumamnya dalam hati.


Grace yang melihat Putri diam saja menjadi kesal, apa dia pikir tidak lelah berdiri dengan perut besar.


"Aku ingin berbicara tentang Sky." Ucao Grace kembali.


"Sky?" Beo Putri.


Grace mengangguk cepat.


Tanpa mereka berdua sadari, interaksi tersebut di lihat oleh Dave yang baru saja masuk ke dalam cafe itu.


...**...


HALO READERS.


UNTUK MENUNGGU BAB YANG AKAN DATANG, SILAHKAN MAMPIR DULU NOVEL TEMAN AUTOR INI.

__ADS_1



__ADS_2