Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Bintang dan Jackson : Terima kasih Honey


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Celine merosotkan bobot tubuhnya dan menangis tersedu-sedu.


Rex segera menaejajarkan tubuhnya dan membawa Celine dalam pelukannya, Celine terus memberontak menolak Rex.


"Aku tidak menyentuhnya Honey, sungguh." Ucap Rex yang bersikukuh memeluk istrinya.


"Bohong! Apa menurutmu aku buta, aku melihat tanda merah di leher wanita ja*lang itu!" Jawab Celine sengit.


"Bukan aku Honey, aku akan menceritakan semuanya kepadamu tetapi aku mohon kita pulang dulu." Bujuk Rex kepada Istrinya.


Celine mendongak dengan sia-sia tangisnya, "Apa yang kamu tutupi dariku." Ucap Celine menatap tajam kearah Rex.


"Aku akan menceritakannya, tapi ayo kita pulang dulu Honey jangan di sini." Rex memunggungi Celine.


"Mau apa." Ucap Celine yang masih marah.


"Aku gendong sampai parkiran, ayo cepat naiklah." Rex menggoyangkan pantatnya.


Puk


Celine memukul punggung suaminya dengan wajah cemberut, entah dia menjadi wanita bodoh atau menjadi bodoh karena cinta.


Celine naik ke punggung Rex dan melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Aigoo... kenapa tubuhmu berat Honey. Apakah selama kita bertengkar kamu memiliki nafsu makan yang tinggi." Ucap Rex ketika berdiri dari jongkoknya.


"Kamu mengataiku gendut!" Seru Celine mendelik kesal.


"Tidak, aku hanya berkata kamu tambah berat." Ucap Rex dengan tersenyum.


"Sama saja kamu mengataiku gendut, apa bedanya." Kata Celine semakin kesal.


"Apa dokter itu membuatmu bahagia?" Tanya Rex


"Kamu cemburu?" Tanya Celine kembali.


"Sangat... sangat cemburu, rasanya aku ingin mengurungmu di dalam apartemen saja." Jawab Rex jujur.


"Ya, dia membuatku bahagia. Dia menjagaku selama ini, selalu memberikanku makanan yang enak sehingga aku tambah gendut seperti ini." Ucap Celine membuat Rex berkobar.


"Benarkah, apa yang membuatmu bahagia bersamanya, makanan apa yang dia belikan? Aku akan menggantikan semuanya." Tanya Rex tidak sabar.


"Kamu mau membayar Isam berapa?" Tanya Celine kembali.


"Aku tidak membayarnya dengan uang, aku akan membayar hari-hari yang kita lewati. Kita akan berlibur dan aku akan membelikan makanan enak yang pernah dibelikan pria itu." Jawab Rex menjelaskan maksudnya.


"Isam, bukan pria itu." Celine membenarkan panggilan.


"Ck, aku tidak sudi memanggil namanya. Lebih baik aku panggil orang itu atau tidak sama sekali." Jawab Rex menolak.


Celine hanya tertawa, dia menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.


"Apa kamu merindukanku?" Tanya Celine lirih.


"Tentu, sangat merindukanmu. Merindukan malam panas kita." Jawab Rex terkekeh geli.


Celine mengigit pundak suaminya, "dasar mesum." Ucap Celine. mencebik kesal.


Rex kemudian berjongkok dan Celine turun dari punggung suaminya, terdengar suara tulang punggung Rex.

__ADS_1


"Sepertinya aku bertambah tua Honey." Ucap Rex kepada Celine.


Auhhh...


"Awas saja kau, aku akan menghajarmu dengan tanganku sendiri." Ucap Celine setelah menendang tulang kering Rex.


Rex masih mengaduh tendangan Celine benar-benar dari dalam hati, "Kenapa dia jadi galak seperti singa kelaparan." Gumam Rex yang berjalan sedikit pincang ke dalam mobil menyusul istrinya.


...**...


Jackson langsung mengendarai mobilnya menuju mansion, dia ingin segera pulang dan melihat keadaan istrinya.


Bintang tengah berendam didalam bath up, pikirannya melayang dimana pertemuan pertamanya dengan Jackson.


Air mata Bintang luruh tanpa permisi, tubuhnya bergetar dia menumpahkan kesedihan hati.


Ketika di salon, Bintang kembali mendapatkan telfon masuk dari Dark. Dark tetap menginginkan kematian Jackson tetapi Bintang menolak dia hanya ingin mengambil bayinya.


"Apa maumu." Ucap Bintang dingin.


"Aku hanya ingin kematian Jack baby." Jawab Dark dengan tertawa kecil.


"Aku tidak akan pernah membunuh suamiku sendiri." Ucap Bintang tegas.


"Apa aku perlu membunuh salah satu anakmu sebagai penggantinya?" Tanya Dark yang mendekati bayi Bintang.


"Jangan sentuh anakku!!!" Teriak Bintang yang membuat pegawai salon kaget.


"Haha, baiklah. Jika memang kamu tidak menginginkan kematian Jack, tinggalkan dia dan jadilah istriku. Aku tidak akan menyakiti kedua anakmu dan mengganggu Jack lagi asalkan kamu menikah denganku. Pikirkan baik-baik." Dark langsung memutuskan sambungan terlfonnya secara sepihak.


Bintang hanya diam dengan perasaan marah yang membuncah, jangankan menjadi istrimu di sentuh olehmu aku haramkan tubuhku. Gumam Bintang dalam hati dan air matanya sudah menetes.


Jackson masih setia berdiri di depan pintu kamar mandi, sedangkan Bintang sudah berdandan untuk malam ini.


"Honey," Ucap mereka bersamaa.


Jackson menelisik tampilan Bintang yang sangat menggoda malam ini, terlihat Bintang menggunakannlingeri merah menyapa dan lipstik yang menggoda.


Rambut pendeknya memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus dan putih.


"Kamu sudah pulang." Ucap Bintang yang langsung memeluk tubuh suaminya.


"Kenapa kamu memotongbrambutmu Honey?" Tanya Jackson mengambil rambut Bintang.


"Hanya ingin suasana baru saja," Bintang langsung berjinjit dan menci*um bibir Jackson dengan ganas.


Jackson melepaskan dan memegang kedua lengan istrinya, dia menelisik kedalam mata Bintang terlihat mata yang masih sembab tapi tertutup oleh make up.


"Ada apa Honey?" Tanya Jackson mengelus pipi Bintang.


"Aku menginginkanmu malam ini Honey, layani aku." Jawab Bintang yang mendorong Jackson hingga terlentang di atas kasur.


Jackson terus berfikir dia tidak menolak perlakuan dari Bintang. Jackson akan melayani istrinya terlebih dahulu sebelum bertindak.


Tangan Bintang sudah membuka kemeja suaminya dan menciumi dada bidang Jackson.


Jackson menggeram menahan desahannya, Bintang semakin liar membuka celana Jackson dan meninggalkan ********** saja.


"Ahh... Honey." Jackson akhirnya mende*sah setelah Bintang menciun dan memasukkan kejantananya di dalam mulut.


Jackson berdiri dan menggendong Bintang ke atas kasur, sudah cukup pemanasan untuk dirinya sekarang saatnya dia memuaskan istrinya.

__ADS_1


"Matikan lampunya Honey, aku ingin suasana yang berbeda." Ucap Bintang yang sudah terlentang.


"Aku ingin melihat wajah cantikmu ketika menjeritkan namaku Honey," Tolak Jackson halus.


"Aku akan menjeritkan kata cinta untukmu Honey, aku hanya ingin suasana baru." Bintang langsung bangun dari tidurnya dan melu*mat bibir suaminya.


"Cepat Honey," Ucap Bintang tepat di depan bibir Jackson.


Jackson mematikan lampu mereka, hanya kegelapan yang menemani. Tidak ada lampu remang-remang Bintang ingin menutup kesedihannya.


Mereka saling berciuman seakan tidak ingin berpisah, Bintang duduk di atas tubuh Jackson dan membuka sendiri lingeri yang menutupi tubuhnya.


Tanpa pemanasan Bintang menuntun kejantanan Jackson masuk kedalam lembahnya yang masih kering.


"Ahh.. Honey.. ahh stop! Kamu akan kesakitan." Ucap Jackson yang mendesah karena merasa kesulitan masuk.


"No honey, aku akan memuaskanmu hari ini." Bintang mencoba mengeluarkan masukkan agar sedikit terkena pelumas.


Dengan bersusah payah akhirnya dapat masuk meskipun Bintang menahan perih, Bintang menggoyangkan panggulnya perlahan dan tangannya menopang pada dada Jackson.


Tangan Jackson merengkuh pinggan Bintang agar tetap pada posisinya, tangan Jackson mencari kedua benda kesayangannya sumber asi untuk anak-anaknya.


Jackson dengan pelan dan terkadang cepat memainkan kedua benda itu, Bintang semakin cepat dalam menari di atas tubuh Jackson hingga tubuhnya bergetar.


Jackson langsung membalik keadaan, kini Bintang berada di bawah lingkungannya. Jackson mencium bibir Bintang dengan penuh perasaan, Bintang menyambutnya.


"One more." Ucap Jackson dengan mendesah.


"Kita lakukan sampai pagi honey." Bintang ******* bibir suaminya.


Jackson menggerakkan pinggulnya dengan cepat karena ingin bermain liar di atas tubuh Bintang.


Luka sayatan sesar Bintang memang belum sembuh, masih terasa nyeri. Tetapi Bintang sudah bertekad lebih baik dia mati untuk keluarganya.


Cukup lama mereka menggoyangkan tempat tidur mereka hingga akhirnya erangan panjang keluar dari keduanya.


Jackson ambruk dan memeluk Bintang, sedangkan Bintang melingkarkan kaki dan tangannya memeluk Jackson.


"Terimakasih Honey, maafkan aku." Ucap Bintang lirih dan air matanya mengalir di ujung matanya.


Jackson mendengarnya dia hanya diam dan mengatakan cinta dengan mengecup seluruh wajah istrinya.


Bintang yang melihat Jackson sudah tertidur pulas setelah ritual persatuannya, dia bangun secara perlahan untuk menyiapkan semuanya.


Terdapat bubuk cabai, pistol, dan belati. Bintang memakai semuanya, dia akan mengawasi keadaan terlebih dahulu agar Bintang bisa lari bersama anak-anaknya dari cekalan Dark esok hari.


"Maafkan aku Honey, aku akan menyelamatkan buah hati kita. Rawat dan jaga mereka jangan biarkan mereka terluka Honey. Aku mencintaimu sangat sangat mencintaimu." Bintang menangis dalam diam dan mencium lama bibir suaminya.


Jackson menahan tangisnya dia tetap melanjutkan kebohongannya yang pura-pura tidur.


Setelah memastikan istrinya keluar, Jackson membuka mata dan langsung berganti pakaian.


"Ikuti dan awasi jangan sampai lengah." Perintah Jackson kepada anak buahnya untuk mengikuti Bintang.


Terlihat Bintang mengendarai mobil menuju gedung yang akan menjadi pertemuannya dengan anaknya esok hari.


Di dalam mobil, Bintang hanya diam duduk di tempatnya dengan mengawasi keadaan sekitar. darah yang benar-benar sepi bahkan jauh dari penduduk.


"Momy datang sayang." Ucap Bintang lirih dengan memandang sendu di bangunan tua tersebut.


...**...

__ADS_1


__ADS_2