
Happy Reading🌹🌹
Dikediaman Danuarta tepatnya dikamar Dave. Setelah pembicaraan dengan Mamanya, Dave segera kembali ke kamar pribadinya yang sudah rapi dan beberapa perabotan nya di ganti.
Dengan kaki berselonjor dikasur empuknya, Dave tengah melihat-lihat sosial media miliknya. Sudah lama Dave tidak memainkannya karena sibuk menyusun rencana untuk merebut Putri.
Uhuk... uhuk... uhuk...
Dave terbatuk-batuk karena tersedak ludahnya sendiri, serasa panas tenggorokannya.
"Oh, ya ampun Sky!" Seru Dave di dalam kamar.
Dave melihat video yang tengah gempar di jagad sosial media. Terlihat begitu bahagianya Putri ketika Sky berhasil mendapatkan seekor ayam.
Didalam hati tersebut rasa iri, kapan terakhir kali Dave melihat senyum setulus itu dari bibir Putri. Apa memang sudah tidak ada lagi kesempatan untuknya, terlihat jelas Sky begitu menyayanginya apa benar kata Mama aku harus merelakan Putri untuk Sky. Apa sudah saatnya aku melepaskanmu?
Terdengar suara pintu buang terbuka, terlihat Rudi membuka pintu kamar Dave.
Dave yang melihat Ayahnya datang, segera mematikan ponselnya dan duduk dengan baik.
"Ayah," Sapa Dave.
Rudi berjalan mendekati putranya, "Bagaimana perasaanmu saat ini Dave?" Tanya Rudi yang sudah duduk di tepi ranjang.
"Sudah membaik Yah, maaf sudah membuat Ayah dan Mama khawatir." Ucap Dave dengan menundukkan kepala.
Rudi menepuk pundak Dave, "Tidak masalah, kami sebagai orangtua rela melakukan dan merasakan apapun demi anak-anaknya." Ucapnya.
Dave mengangkat kepalanya, dia menubruk tubuh yang sudah tidak sekekar dulu ketika dia peluk semasa dirinya kecil dulu.
Rudi menerima pelukan anaknya dengan senang hati, dia menepuk-nepuk punggung Dave dengan perlahan.
"Apa kamu siap untuk bertemu dengan Putri dan juga Sky?" Tanya Rudi
Dave mengangguk, "Siap Ayah, Dave akan merelakan Putri bersama Sky." Jawab Dave dengan lugas.
"Ini baru anak Ayah, cinta tidak harus memiliki Dave meskipun sakit tetapi itu sudah takdirnya. Daripada kita memaksakannya yang kita rasakan hanya kehampaan karena cinta orang itu sudah diberikan kepada orang lain." Jawab Rudi panjang lebar.
Dave mengangguk, Dave mencoba meresapi setiap ucapan Mama dan Ayahnya. Benar kata Ayah meskipun aku merasa sakit sendiri di sini tetapi sakit itu sedikit terobati dengan melihat kebahagian orang yang kita cintai.
"Lalu Dave kapan bisa bertemu mereka Yah, sepertinya mereka tengah bersenang-senang." Ucap Dave yang sudah melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Ayah dengar hari ini Putri sudah diperbolehkan pulang, coba Ayah akan telfon Sky." Jawab Rudi yang sudah merogoh kantung celananya untuk mengambil HP.
"Tidak perlu Yah, jangan mengganggu mereka..Lihat." Dave mengambil HPnya dan memperlihatkan video yang menampilkan Sky dan juga Putri.
Rudi tergelak, bagaimana bisa pria kaku seperti kanebo kering kerontang itu menjadi bodoh. Oh astaga, Rudi yakin Sky akan menjadi bulan-bulanan orangtuanya.
"Iya kamu benar, sepertinya mereka sedang liburan. Lihat Putri saja bisa bahagia Dave, ayo kamu kejar kebahagiaanmu. Atau ingin Ayah jodohkan saja dengan anak dari relasi Ayah." Ucap Rudi yang masih terkekeh geli melihat video Sky mengejar ayam jago.
Dave mencebik, "Apa menurut Ayah anakmu ini tidak laku lagi. Meskipun aku sudah berumur tetapi wajahku masih sangat tampan Ayah." Jawab Dave dengan sinis.
Rudi tergelak, "Ya... ya... memang kamu tampan, tapi percuma juga tampan jika jomblo dan susah move on." Olok Rudi pada Dave.
"Sudahlah Ayah, Dave ingin pergi keluar mencari angin segar." Ucap Dave yang mengusir halus Ayahnya.
"Mau kemana? Jangan bilang kamu ingin loncat dari atas jembatan karena patah hati." Ucap Rudi dengan nada mengejek.
"Ya, kemudian Dave akan menjadi hantu paling tampan di komunitas perhantuan." Seloroh Dave yang mengimbangi ucapan Ayahnya.
"Ya... ya... jodohmu miss kun dengan suara cemprengnya." Jawab Rudi yang kemudian berlalu dari dalam kamar Dave.
...**...
Di dapur, terlihat Sky tengah bergelut dengan ayam jago yang sudah dia tangkap dengan kedua tangan nya sendiri.
Seakan semesta mendukung usaha Sky, beberapa tetangga penjaga vila memberika bumbu-bumbi dapur yang mereka miliki. Bahkan ada udang dan juga kepiting untuk mereka.
Sudah hampir dua jam, Sky akhirnya dapat menyelesaikan masakannya dengan ajaran dari chef terkenal yang dia tonton dari chanel youtube.
Sky menghampiri istrinya, terlihat Putri tertidur pulas dengan bersandar di sofa. Dengan perlahan Sky menghampiri istrinya dan membangunkannya.
"Sayang... ayo bangun." Ucap Sky dengan menggoyangkan lengan Putri.
Putri melenguh dan membuka matanya perlahan, dengan berusaha duduk dengan benar sembari mengucek sebelah matanya "Apa sudah matang Mas?" Tanya Putri dengan suara khas orang bangun tidur.
"Sudah sayang, apa kamu mau makan atau yang dimakan?" Jawab Sky dengan senyum mesyumnya.
Putri memukul lengan Sky, pria mesyum ini sungguh membuat otaknya traveling.
"Sudah cepat cuci mukamu, segera ke meja makan. Kasihan Sky junior jika kelaparan." Ucap Sky dengan mengelus perut istrinya.
Setelah cuci muka, Putri bergegas menuju meja makan. Terlihat ayam geprek, Pete goreng, dan sambal kemangi yang tersedia di atas meja. Dengan semangat Putri segera duduk dan memakan masakan suaminya.
__ADS_1
Sebelumnya Putri sudah mengambilkan makanan untuk suaminya, dengan lahap Putri memakansemua masakan Sky hingga tandas yang tersisa hanya tulang belulang ayam jago.
Sky yang melihat istrinya makan dengan lahap hanya mampu bersendawa, merasa dirinya ikut kenyang.
"Sayang apa perutmu baik-baik saja? " Tanya Sky khawatir.
"Baik mas, kenapa." Jawab Putri heran dengan pertanyaan suaminya.
"Tidak, kamu makan begitu banyaknya. Aku hanya khawatir jika perutmu sakit." Jelas Sky kepada suaminya.
"Mas mau bilang kalau aku badoker!" Seru Putri yang tidak Terima.
"Eh, apa itu badoker sayang." Tanya Sky yang tidak paham dengan bahasa planet luar angkasa itu.
"Teman kuliah ku orang Jawa bilang, badoker itu orang yang makannya banyak. Mas mau bilang seperti itukan." Jawab Putri dengan menggebu bahkan sebentar lagi air matanya sudah meluncur bebas.
"Ya... ya benar." Jawab Sky kikuk.
Putri berdiri dengan kasar dan meninggalkan Sky sendirian, "Sayang!" Seru Sky yang melihat istrinya pergi.
"Apa!" Sentak Putri yang berhenti melangkahkan kakinya.
"Itu, kamu belum cuci tangan." Ucap Sky pada istrinya.
Putri melihat kedua tangannya yang masih kotor, kemudian dia kembali lagi ke arah dapur untuk cuci tangan.
Sky yang melihat istrinya hanya melipat bibirnya ke dalam, sedang Putri semakinndi tekuk wajahnya bahkan bibirnya sudah semakin maju.
...**...
MAAF AUTOR TELAT UPDATE
AUTOR BARU NGISI BIMBEL DAN JUGA DATANG KE KANTOR
JALAN-JALAN DULU SAMA AYANK, YANG TIDAK PUNYA AYANK BERSABARLAH.
...**...
PROMO
__ADS_1