Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Langit Putra Gandratama


__ADS_3

...Maaf up bab nya jika hanya sedikit, autor tidak kuat menahan kantuk karena sudah pukul dua dini hari juga....


...Ingin ngetik panjang, apalah daya mata sudah tidak bisa di ajak kompromi. Maaf ya readers, autor usahakan ttp up bab....


Happy Reading 🌹🌹


Ambar memasuki kamar dimana Sky tengah dirawat, terlihat tubuh putranya terbalut selimut Hello Kitty.


Ambar hanya mendesah pasrah dan segera berjalan mendekat brangkat Sky, di goyangkannya tubuh Sky dengan pelan dan menepuk-nepui pipinya.


"Sky, bangun."


"Sky, ayo cepat bangun Nak. Anakmu sudah lahir."


Beberapa kali Ambar mencoba, akhirnya kelopak mata Sky perlahan terbuka.


Sekian detik Sky langsung bangun karena mengingat jika istrinya sudah melahirkan.


"Mau kemana Sky?" Tanya Ambar yang menahan pergelangan tangan anaknya.


"Pu.. Putri Mah, Putri sudah melahirkan." Jawab Sky panik sehingga membuat ucapannya tidak lancar.


"Dengan berpenampilan seperti itu?" Tanya Ambar lagi.


Sky melihat kebawah, tangannya menggenggam selimut bergambar kucing tanpa mulut dengan kaget. Terlebih dirinya bertelanjang dada.


"Syukurlah, masih memakai celana." Ucap Sky lega dengan mengelus dada bidangnya.


Suara tamparan di punggung Sky menggema di ruangan putih itu, sehingga membuat Sky mengaduh kesakitan.


"Aduh Mah, kenapa di pukul." Ucap Sky dengan mencoba mengelus punggungnya tetapi tangannya tidak dapat menjangkau.


"Dasar anak tidak ada akhlaq, apa kamu mau memamerkan tubuhmu itu kepada para perawat, dokter, dan pasien disini." Omel Ambar yang sudah berdecak pinggang.


Sky hanya menggaruk tengkuknya pelan, dia tidak berani memandang wajah Mamanya yang sudah melirik tajam.


"Ini segera pakai bajumu dan susul istri anakmu." Ambar menyerahkan satu tas yang dia bawa dari mansion.

__ADS_1


Sky segera membuka tas dan mengambil satu potong kaos dan celana pendek rumahnya.


"Apa kamu tidak malu, memakai baju di depan Mama." Ambar mengomel lagi kepada Sky.


"Mah, Mama saja sudah melihat tubuh telanjang Sky sejak bayi. Kenapa marah-marah sih," Jawab Sky enteng.


Ambar hanya memijat pangkal hidungnya karena frustasi, "Sudah ayo cepat, Mama jika berlama-lama denganmu akan menjadi gila." Ambar melangkah lebih dulu meninggalkan Sky.


"Tunggu Mah," Sky segera memasukkan baju kotornya menjadi satu di dalam tas dengan baju bersih.


Sedangkan Agung memasuki kamar Putri, terlihat jika menantunya tengah menyusui sang cucu.


"Ayah." Panggil Putri kaget karena kehadiran Agung.


"Teruskan saja dulu, Ayah akan menunggu di sofa." Jawab Agung kepada Putri.


Putri hanya mengangguk, bibirnya terus tersenyum karena anaknya tengah menyusu di dadanya.


Tidak lama kemudian, pintu ruangan Putri kembali terbuka. Terlihat Mama Ambar dan Sky masuk.


"Sayang.... selamat untuk kelahiranmu." Ucap Ambar yang langsung menghambur memeluk Putri dan mencium kedua pipi menantunya.


"Wah, ya ampun. Cucu Oma sangat tampan sekali, lihatlah dia memiliki hidung sepertiku." Ucap Ambar dengan riang.


"Ini anak Sky Mah, pastinya mirip Sky dan Putri. Kenapa mirip dengan Mama." Protes Sky yang sudah meletakkan tas di bawah brangkar.


"Tentu saja, kamu keturunan Mama dan Ayah. Pastinya cucu Mama ini meniru dari Mama dan Ayah juga." Jawab Ambar tidak mau kalah.


Agung hanya memutar bolanya malas, melihat perdebatan keduanya jika di pertemukan dan di satukan di dalam ruangan.


"Tidak bisa, dia mirip Sky." Kekeh Sky tidak mau mengalah.


"Tidak bisa, lihat hidung Mama mancung kamu juga mancung mirip hidung Mama. Jadi cucu Mama ini mancung juga menurun dari Mama." Ucap Ambar menjelaskan.


"Tidak Mah, lihat bentuk hidungnya saja berbeda. Anak Sky hidungnya lancip sedangkan Mama sedikit agak pesek." Jawab Sky tanpa dosa.


Putri yang mendengar jawaban suaminya melotot ke arah Sky, bagaimana bisa anaknya menyebut hidung pesek ke Mama Ambar.

__ADS_1


"Sudah.. anakmu pastinya mirip dengan Ayah. Karena ketampananmu menurun dari Ayah. No debat." Jawab Agung yang sejak tadi diam duduk di sofa.


"Ayah, sejak kapan Ayah disini?" Tanya Sky yang kaget melihat keberadaan Agung.


"Sejak tadi."


"Sejak Putri menyusui anakku?" Tanya Sky dengan wajah yang menuntut.


Agung hanya mengangguk.


"What!" Sky berseru dan melihat ke arah istrinya.


Terlihat dada yang terpampang jelasnmeskipun pentingnya masuk kedalam mulut anaknya, tetapi daging putih itu.


Sky segera menaikkan selimut hingga ke dada Putri, "Jangan memperlihatkan asetku kepada siapapun, termasuk Ayah." Ucap Sky kepada istrinya dan menoleh ke arah Ayahnya dengan tatapan tajam.


Agung hanya berdecih, hanya milik istrinya yang paling mantap menurutnya.


"Jangan konyol Sky!" Seru Ambar kepada anaknya.


"Iya Mas, Ayah juga tidak melihat ke arah kami." Timpal Putri.


Sky mengerucutkan bibirnya dan berwajah mendung. Sky mengecup pipi anaknya dengan sayang.


"Apa kalian sudah memiliki nama untuk anak kalian?" Tanya Ambar menatap Sky dan Putri bergantian.


"Sudah Mah, namanya Langit Putra Gandratama" Jawab Sky dengan senyum lembutnya.


"Sungguh tidak kreatif sekali," Ucap Agung kepada Sky.


Sky lagi-lagi hanya mencebik kesal, "Jika tidak suka Ayah dan Mama membuat anak lagi saja kemudian beri nama dia sesuka hati kalian." Jawab Sky sengit.


Agung melempar batal sofa ke arah Sky meskipun tidak sampai mengenai Sky.


"Benarkan? Jika Ayah sudah tidak kuat, sudah pasrah saja menerima cucu dari kami." Ucap Sky semakin sombong di depan Agung.


"Dasar anak tidak. ada akhlaq." Umpat Agung.

__ADS_1


...🐾🐾...



__ADS_2