
...Jangan lupa likenya teman-teman ❤...
Happy Reading 🌹🌹
Baru saja Putri akan memasukkan kunci untuk membuka pintu.
Tetapi sudah dibuka oleh Sky dari arah dalam.
"Sayang, kamu baru pulang." Ucap Sky dengan mengelap peluh yang masih tertinggal di dahi Putri.
Putri menatap heran kearah Sky, "Iya, aku diantar oleh Pak Dave." Jawab Putri.
"Oh, ada Dave. Sory bro, aku tidak melihatmu." Ucap Sky dengan nada mengejek.
Dave menatap tajam kearah Sky, tetapi dia harus menahannya. Dave tidak ingin gadis pujaannya menjauh darinya.
"Benarkah, maafkan aku Sky. Mungkin aku terlalu bersinar dimatamu." Jawab Dave tajam.
"Mari Pak Dave, silahkan masuk." Ucap Putri yang memotong perdebatan mereka.
"Iya Dave, ayo masuk kerumah kami." Sambung Sky dengan senyum yang lebar dan tangannya sudah merangkul pinggang istrinya.
Putri menyerengitkan dahinya, dia menatap curiga kearah Sky. Sedangkan Sky tetap memasang senyumnya.
Kini Dave tengah duduk diruang tamu, dia mengedarkan pandangannya keseluruh arah rumah tersebut.
"Ekhm, sayang buatkan minum untuk tamu kita." Ucap Sky dengan tersenyum semanis madu.
Putri hanya mengangguk dan meninggalkan kedua pria tersebut.
"Maaf ya, rumah kami agak berantakan. Kamu tau sendiri kami sama-sama sibuk jika malam hari sibuk yang lain." Ucap Sky panjang lebar padahal Dave tidak bertanya.
"Sibuk yang lain, makhsudmu apa Sky?" Tanya Dave memastikan yang tergambar diotaknya.
"Eihh, kau ini seperti itu masa harus aku perjelas. Tentu saja membuatkan cucu untuk kedua orangtuaku." Jawab Sky dengan tersenyum lebar dan menaik turunkan alisnya.
"Baguslah, semoga kecebongmu berhasil." Jawab Dave dengan tersenyum tetapi didalam hatinya bergemuruh hebat.
Putri datang membawa makanan dan minuman ringan, sehingga pembicaraan kedua pria itu terhenti.
"Silahkan, Pak Dave." Ucap Putri yang sudah menyuguhkan jamuan kecil.
__ADS_1
"Terima kasih Put," Jawab Dave dengan tersenyum.
"Ekhm, sayang apakah kamu akan memasak atau aku pesankan seperti biasanya." Sky semakin memamerkan kemesraannya.
Apakah dia terbentur meja atau tertempel sesuatu ketika dijalan pulang. Gumam Putri dari dalam hati.
"Bukankah setiap hari aku selalu memasak." Jawab Putri datar.
"Aa. ahahha... iya aku lupa sayang, karena setiap malam selalu sibuk denganmu." Jawab Sky dengan tertawa garing, ucapan Sky semakin membuat Putri bingung kemana arah pembicaraan mereka.
Dave menahan mati-matian kemarahannya yang melihat tangan Sky selalu menyentuh setiap bagian tubuh Putri.
Apalagi membayangkan Sky menjamah setiap jengkal tubuh Putri yang tertutup kaos dan celana, ya tubuh polos Putri.
Tidak! Jangankan menyentuh, memandangpun tidak akan Dave biarkan jika Putri menjadi miliknya.
"Emm... sejak tadi aku tidak melihat satupun foto pernikahan kalian." Ucap Dave yang mengalihkan topik pembicaraan.
"Fotonya... kami pindahkan kedalam kamar, iya kedalam kamar." Jawab Putri cepat.
"Benar, aku tidak ingin kecantikan istriku dipandang oleh orang lain Dave. Kamu pasti akan tau ketika menikah." Timpal Sky pada jawaban Putri.
"Waktu sebentar lagi makan malam, bolehkah aku ikut makan dengan kalian. Karena sedari siang aku belum makan apapun." Ucap Dave pada kedua orang yang tengah duduk didepannya.
"Kenapa harus makan disini, kamu pulang saja nanti banyak tempat makan yang akan kamu lewati." Jawab Sky dengan nada sewot.
Putri ingat jika tadi dia menolak ajakan Dave untuk makan siang.
"Tentu saja Pak Dave, karena anda juga teman suami saya. Saya akan segera memasak." Jawab Putri yang segera berdiri dari duduknya.
Sky melebarkan netranya, dia tidak menyangka jika Putri memperbolehkan Dave untuk makan malam disini.
"Terima kasih, Put." Ucap Dave dengan wajah yang berseri-seri.
Sky bersedekap dada, dia melirik sinis kearah Dave. Sedangkan Dave hanya senyum mengejek.
"Cih, kamu sengaja ingin merasakan masakan istriku bukan." Tanya Sky dengan nada yang terlihat jelas cemburu.
"Tidak, aku benar-benar lapar." Elak Dave meskipun harinya membenarkan ucapan Sky.
Sky berdiri dan meninggalkan Dave, dia menyusul Putri kedapur untuk memamerkan kemesraannya ketika didapur.
__ADS_1
Berbekal ilmu dari drama korea yang dia tonton, pasangan romantis selalu masak bersama. Wanita pendek yang tidak sanggup mengambil piringnya dan Sky akan dibelakangnya seperti adegan Lee Min Ho dengan Park Min Young dalam drama City Hunter.
(Kelihatan banget ya umur autor 😂)
Menunggu adalah hal yang membosankan, Dave beranjak dari duduknya. Dia melihat-lihat buku yang tersusun rapi pada rak buku.
Ada satu kertas yang menarik perhatiannya, dia ambil dan bukak. Selama beberapa menit dia mematung.
Segera Dave mengembalikan kertas tersebut pada tempatnya dan dengan posisi yang sama persis dalam rak.
Sedangkan kini didapur, Putri merasa risih karena selalu diikuti oleh Sky. Pria itu bukanya membantu tetapi hanya menempel dibelakang dan mengganggu pergerakan Putri.
"Duduk saja, jangan mengangguku." Suruh Outri pada suaminya.
"Aku hanya membantumu." Jawab Sky datar.
"Ini bukan membantu, kamu hanya mengikuti saja." Gerutu Putri yang masih dapat didengar oleh Sky.
"Cepat ambillah piring dilemari atas itu!" Suruh Sky pada Putri.
Putri segera membuka lemari dan mengambil piring dari sana, "Ini piringnya." Ucap Putri dengan menyodorkan piring yang sudah dia ambil.
"Kok kamu sampai, harusnya kamu pura-pura tidak bisa mengambilnya. Sudahlah, aku malas denganmu." Protes Sky karena lagi-lagi tidak sesuai dengan drama yang dia tonton.
Sky meninggalkan Putro sendiri didapur, dengan wajah ditekuk dia naik kelantai dua.
Sedangkan Putri hanya menatap Sky bingung, aku salah apa? aku sudah menuruti ucapannya tetapi dia malah marah, dasar pria aneh. Gerutunya dalam hati.
Sedangkan diruang tamu Dave menatap Sky dan Putri dengan tatapan yang sulit diartikan.
...**...
...JANGAN LUPA LIKENYA...
PROMO NOVEL
Judul : Biarkan Kami Yang Menyatukan
Napen : Imamah Nur
__ADS_1