Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Persiapan Menikah


__ADS_3

Happy Reading🌹🌹


Setelah Putri dan Sky. menerima telfon dari Bulan, Putri menjadi lebih banyak diam.


Entah apa yang sedang hati Putri inginkan, dia bahagia saudaranya akhirnya dapat bersatu dengan pria yang dia cintai tapi di sisi lain Putri juga iri.


Iri karena dirinya menikah hanya seorang diri tanpa sanak saudara, bahkan pernikahannya sederhana. Tetapi Bintang menikah lengkap dengan kedua orangtua dan bukan pernikahan yang Sembunyi-sembunyi tidak ada drama surat kontrak.


Hati dan pikiran Putri tengah bertarung seperti halnya malaikat dan setan tengah bersitegang di tubuh Putri.


Sky yang melihat istrinya banyak diam sejenak berfikir, apakah ada sesuatu hal yang dia lewatkan. Biasanya jika dirinya mesyum dan meminta jatah istrinya akan merengek meskipun akhirnya sama-sama menikmati.


"Sayang," Panggil Sky yang memeluk Putri dari arah belakang.


Putri tersentak kaget, tetapi dia langsung tersenyum dengan menoleh ke arah suaminya.


"Ya, apa Mas membutuhkan sesuatu?" Tanya Putri pelan.


"Tidak sayang, aku hanya mengkhawatirkanmu." Jawab Sky dengan menatap kedua netra istrinya.


Putri mengusap punggung tangan suaminya, "Aku tidak apa-apa Mas, aku sehat." Ucap Putri pelan.


"Kenapa kamu murung?" Tanya Sky pelan.


"Aku tidak murung, hanya sebentar lagi kita akan kembali pulang. Aku ingin menikmati pemandangan disini untuk sesaat." Jawab Putri yang sudah menatap ke arah depan.


Sky menyandarkan kepalanya di pundak Putri, Sky mencoba berfikir apakah dirinya ada salah sehingga istrinya murung.


Sedangkan Putri mengigit bibirnya agar tidak menangis, entah kenapa dia merasa sedih. Mungkin karena hormon kehamilannya.


...**...


Kini Jackson dan Bintang sudah sampai di butik langganan keluarga Wiratama.


"Hallo Jeng." Ucap Tuti pemilik butik.


"Hallo," Jawab Bulan yang membalas cipika cipiki Tuti.


"Ada apa kesini ramai-ramai?" Tanya Tuti yang melihat Bintang dan seorang pria.


"Ini Jeng, Bintang mau menikah." Jawab Bulan bahagia.


"Oh ya ampun, suamimu bagus tenan." Puji Tuti kepada Jackson.


Bulan hanya tersenyum mendengar jawaban Tuti, sedangkan Bingang dan Jackson hanya tersenyum. karena tidak paham artinya.


"Suamimu tampan kata Tante Tuti." Jelas Bulan kepada anaknya.

__ADS_1


Bintang menunduk malu, sedangkan Jackson semakin mengangkat wajah tampannya. Dia sangat senang jika dirinya di bilang tampan terlebih dia berhasil mendapatkan restu kedua orangtua Bintang.


Bintang memilih gaun-gaun yang sesuai ukurannya saat ini, karena hamil sehingga tidak bisa memakai gaun impiannya.


"Kenapa Baby?" Tanya Jackson yang melihat Bintang memandangi salah satu gaun pengantin yang terpajang di etalase.


"Eh, tidak apa-apa." Jawab Bintang kaget.


"Seriously?" Ucap Jackson menuntut.


Bintang mengangguk, "Ya," Jawab Bintang yang tidak ingin jujur.


"Ayo kita susul Mama dan Papa," Ajak Bintang yang sudah lebih dulu pergi.


Sedangkan Jackson hanya melihat Bintang yang sudah berjalan mendahuluinya, segera Jackson menghampiri seorang pelayan butik tersebut.


"Apa gaun itu ada yang ukurannya besar?" Tanya Jackson sopan.


"Maaf Tuan, tidak ada. Hanya size kecil yang kami miliki." Jawab pelayan tidak kalah sopan.


"Bisakah kalian jadikan ukuran besar, ukuran calon istriku. Aku akan membayar lima kali lipat harga gaun itu." Jawab Jackson to the point.


Pelayan tersebut shock, karena satu harga gaun di butik ini minimal tigaratus juta rupiah dan yang dia pilih seharga delapanratus juta.


"Bagaimana, apakah bisa? Kami akan menggunakannya besok." Lanjut Jackson lagi karena tidak ada jawaban dari pelayan.


Bagaikan di sambat petir, bagaimana bisa dalam waktu satu malam merubah size gaun tersebut.


"Sebentar saya tanyakan dulu pada pemilik butik," Segera pelayan tersebut berlari menghampiri Tuti dan berbisik.


Tuti yang mendengarkannya hanya memandang Bintang dan Bulan secara bergantian, segera dia mengangguk tanda setuju.


Rejeki tidak ada datang dua kali, biarlah jika mereka harus lembur tidak masalah karena keuntungan yang Tuti dapat sudah berkali-kali lipat.


Pelayan segera berlari menghampiri Jackson dan menyampaikan kesanggupan mereka, Segera Jackson berjalan ke arah kasir dan membayar lunas gaun tersebut untuk Bintang.


Sedangkan Bulan dan Bintang yang merasa dirinya dilihat oleh Tuti hanya bingung, "Ada apa Jeng?" Tanya Bulan.


"O.. oh tidak apa-apa jeng, sudah dapat gaunnya? Aku beri gratis sebagai hadiah pernikahan Bintang." Ucap Tuti bahagia.


"Serius Jeng, bukan kasih diskon saja?" Tanya Bulan yang tidak percaya.


"Serius Jeng, pilih satu lagi untuk anakmu yang lain." Ucap Tuti kepasa Bulan.


Mereka hampir lupa dengan Putri, karena terlalu bersemangat mencari gaun pengantin untuk Bintang.


Bulan segera menjauh untuk melenfon Ambar sahabatnya, menanyakan tentang pernikahan Putri. Yang Bulan tahu Putri dan Sky hanya mengadakan pesta sederhana setelah ijab qobul.

__ADS_1


"Mbar, kapan Sky dan Putri akan menggelar resepsi pernikahan mereka?" Tanya Bulan.


"Aku tidak tahu Bul, mungkin setelah Putri lahiran. Sky dan Putri belum membicarakannya lagi." Jawab Ambar kepada sahabatnya.


"Bagaimana jika resepsi mereka di jadikan satu dengan Bintang, besok Bintang akan menikah." Jawab Putri memberi usul.


"Apa tidak masalah, karena itu hari bahagia Bintang. Lagipula Sky dan Putri tengah berlibur di Bali." Jelas Ambar.


"Tidak masalah, aku sudah membicarakannya dengan Bintang. Bukankah bagus kedua putriku menikah secara bersamaan dengan pria tampan di samping mereka masing-masing." Ucap Putri bahagia.


"Baiklah, aku dan suamiku akan menyebar undangan secara mendadak hari ini. Aku akan segera menyusul kesana." Ujar Ambar dengan semangat oma-oma.


"Baik, kami tunggu." Kemudian Bulan mematikan sambungan telfonnya.


"Ayah... Ayah... Ayah!!!" Teriak Ambar yang mencari suaminya.


"Ya Ampun Mah, jangan teriak-teriak Ayah belum tuli." Kesal Agung kepada istrinya.


Ambar tidak memperdulikan omelan suaminya, "Ayah segera sebar undangan. Besok Sky dan Putri akan melangsungkan resepsi yang tertunda." Ucap Ambat to the point.


"Besok?" Beo Agung takut salah dengar.


"Iya besok! Cepat Ayah, aku akan menyusul Bulan ke butik. Besok Bintang akan menikah dengan pria bulepotan itu." Ucap Ambar dengan berteriak karena sudah berjalan menjauh dari Agung.


"Oh ya Ampun, apa dia pikir mudah menyiapkan acara pernikahan." Gerutu Agung yang melihat istrinya pergi.


Segera Agung menghubungi Zidan untuk menyebarkan undangan secepat mungkin dan membantu menyiapkan acara resepsi yang sudah mulai di cicil di sebuah hotel mewah.


Segera Zidan melaksanakan perintah Agung secepatnya dan menyuruh beberapa anakbuah yang kompeten dalam WO.


Sedangkan Sky yang akan menuju bandara di kagetkan dengan undangan resepsi atas nama dirinya juga Putri.


Segera Sky menghubungi Zidan asisten Agung menanyakan perihal undangan tersebut, apakah real atau hoax.


Setelah menelfon Zidan, Sky diam sesaat dan melihat ke arah istrinya yang duduk di kursi tunggu.


"Aku hampir lupa dengan resepsi pernikahanku sendiri, karena terlalu asik bermain dengan istriku di atas kasur." Gerutu Sky pada dirinya sendiri.


Segera Sky menelfon Ambar Mamanya, menanyakan apakah persiapannya sudah selesai dan meminta Ambar memilihkan yang terbaik untuk Putri meskipun harganya fantastis tidak masalah.


"Tenang, Mama akan menyiapkan semuanya dengan sempurna." Jawab Ambar dengan bahagia.


...**...


MAAF AUTOR UP HANYA SATU BAB KEMARIN, AUTOR SEDANG MEMPERSIAPKAN PRAKTIK DAN MENYELESAIKAN TUGAS YANG LAIN AGAR DAPAT UP BAB BANYAK.


__ADS_1



__ADS_2