Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Cucu pertama


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Loh, kemana semua orang?" Tanya Ambar yang baru saja masuk ke mansion setelah menjemput suaminya.


"Ada apa Mah?" Tanya Agung yang menyusul sang istri masuk ke mansion.


"Sebentar Pah," Ucap Ambar kepada suaminya.


Ambar melangkahkan kakinya menuju dapur, dia mencari maid di mansionnya.


"Bik, kemana semua orang?" Tanya Ambar yang melihat seorang maid tengah menjemur baju.


"Tuan Sky mengantarkan Nona Putri ke Rumah Sakit untuk melahirkan Nyonya." Jawab maid jujur.


"Apa! Kenapa tidak ada yang menelfonku." Kesal Ambar kepada maidnya.


"Maaf Nyonya, tadi mendadak Nona Putri ingin melahirkan. Jadi kami tidak terfikirkan mengabari Nyonya dan Tuan." Jawab maid menundukkan kepala


Ambar menghela nafasnya panjang, "Yasudah, di Rumah Sakit mana mereka sekarang?" Tanya Ambar mencoba tenang.


"Tuan Sky di antar oleh sopir Nyonya, mungkin sebentar lagi akan kembali mengambil baju." Jawab maid yang memang tidak tahu majikannya melahirkan di Rumah Sakit mana.


Ambar segera meninggalkan maidnya, dan menghampiri sang suami.

__ADS_1


Terdengar suara deru mobil memasukin pekarangan mansionnya, Ambar segera berlari keluar terlihat sopir keluarga Gandratama tengah berjalan cepat ke arahnya.


"Di Rumah Sakit mana?" Tanya Ambar to the point.


"Di Rumah Sakit X Nyonya, saya pulang untuk mengambilkan pakaian Tuan Sky." Jawab sang sopir.


Ambar menaikkan sebelah alisnya, "Seharusnya menantuku yang kamu ambilkan baju, karena dia yang melahirkan pasti bajunya basah penuh peluh." Ucap Ambar membayangkan menantunya kesakitan ketika melahirkan.


Sang sopir hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal, "Emm.. tadi Tuan Sky mengantar Nona Putri hanya menggunakan celana kolor saja Nyonya. Jadi saya ingin mengambilkan pakaian ganti untuk Tuan Sky." Jelas sang sopir kepada Ambar agar tidak salah paham.


Ambar melebarkan kedua kelopak matanya, pasti anaknya ingin menghajar menantunya di atas ranjang.


"Yasudah Pak, nanti biar saya saja yang antarkan. Bapak segera bebersih diri saja." Ucap Ambar kepada sopirnya.


Ambar segera berjalan ke kamar Sky dan Putri mengambil beberapa potong baju untuk keduanya, hanya sedikit yang Ambar bawa karena dia sudah tidak sabar bertemu dengan cucunya.


"Ayah!! Ayah!!" Teriak Ambar dengan menuruni anak tangga.


"Ya ampun Mah, jangan teriak-teriak. Kita tidak tinggal di dalam hutan." Omel Agung kepada istrinya.


"Sudah Ayah jangan marah-marah, ayo cepat kita ke Rumah Sakit. Putri sudah melahirkan Yah, kita punya cucu." Ucap Ambar dengan suara riang dan wajah bahagianya.


"Benarkan? Ayo Mah," Agung segera mengambil tas yang di pegang Ambar dan berjalan meninggalkan istrinya begitu saja.

__ADS_1


Ambar hanya mencebik kesal tetapi hari ini dia tidak akan mengomeli suaminya karena hatinya sedang senang.


Kini Agung dan Ambar tengah melaju dalam perjalanan ke Rumah Sakit dimana Putri melahirkan cucu pertama di keluarga Gandratama.


"Mah, telfon Bulan." Ucap Agung mengingatkan.


"Ah, iya... tapi apa Bulan sudah pulang dari California?" Jawab Ambar bingung.


"Setidaknya memberi mereka kabar Mah, siapa tau Bintang juga ingin pulang bersama Bulan." Ucap Agung meyakinkan sang istri.


"Hemm, yasudah Mama telfon Bulan." Ambar akhirnya mengalah menelfon sahabatnya.


Ambar tahu jika, Bulan dan Doni tengah mengunjungi Bintang dan suaminya. Karena mereka sudah tidak sabar melihat keadaan kedua cucu dan anaknya.


Tidak terasa Ambar dan Agung sampai di pelataran Rumah Sakit.


Segera Ambar bertanya ke bagian resepsionis menanyakan tentang Sky dan Putri.


"Yah, Mama mengantarkan pakaian dulu untuk Sky. Ayah langsung saja menunggu di ruang menantu kita." Perintah Ambar kepada suaminya.


Agung hanya mengangguk, dan akhirnya mereka berpisah arah karena dengan tujuan kamar masing-masing.


...🐾🐾...

__ADS_1



__ADS_2