
...Hallo teman-teman....
...Terima kasih atas dukungan kalian, autor akan selalu berusaha memperbaiki dari segi tulisan dan alur cerita....
...Untuk up, sementara autor hanya mampu up dua bab per hari, itupun jika autor tidak sedang sibuk urusan administrasi kantor....
...Jangan lupa like dan komentar kalian....
...Cukup untuk autor selalu semangat update cerita....
...Luv luv ❤❤...
Happy Reading 🌹🌹
Sky dan Dave melihat mobil yang di kendarai oleh Gabriel hingga tak terlihat.
Dengan kasar Sky melepaskan cekalannya pada kerah baju Dave.
Mereka merebahkan diri di tanah dengan nafas yang tersengal-sengal akibat aktivitas perkelahian mereka.
Terlihat Dave dan Sky saking menyeka luka masing-masing.
"Apa kamu ingin menjelaskan sesuatu?" Tanya Sky pada Dave.
"Perlukah aku jelaskan, aku yakin kamu pasti paham." Jawab Dave dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
"Dave, lupakan Putri. Dia sudah menjadi istriku, milikku." Ucap Sky dengan tegas.
"Tidak! Kalian hanya menikah kontrak." Jawab Dave yang sudah terduduk dengan menatap Sky tajam.
Tubuh Sky membatu kemudian dia menoleh ke arah Dave dengan sorot mata yang sulit di artikan.
Kenapa Dave bisa tahu status pernikahannya dengan Putri. Apakah mereka sudah saling bertukar cerita sejauh itu.
Sky ikut duduk dan melemparkan senyum sinisnya, "Sayangnya hanya dalam mimpimu Dave, aku dan Putri sudah memutuskan untuk seperti pasangan suami istri pada umumnya. Bahkan dengan kedua tanganku aku merobek surat perjanjian itu tepat di depan Putri." Ucap Sky dingin.
"Tidak perlu berpura-pura lagi Sky, pernikahan kalian tinggal hitungan bulan akan berakhir. Aku akan setia menunggu Putri lepas dari belenggu yang kamu buat." Jawab Dave tajam.
"Ck ck... Dave kamu jangan naif. Aku tidak akan pernah melepaskan Putri sampai matipun. Lupakan perasaanmu, itu hanyalah cinta monyet." Jawab Sky datar tetapi sorot natanya tajam.
Dave mengepalkan kedua tangannya, terlihat hidungnya yang sudah kembang kempis seperti tahu, matanya memerah karena amarahnnya.
__ADS_1
"Cintaku bukan cinta monyet Sky! Aku, aku laki-laki pertama yang mengenalnya! Kami bermain bersama, bertukar cerita, bahkan saat dia bersedih. Aku yang selaku di sampingnya sejak kecil!" Seru Dave yang tidak terima cintanya untuk Putri diremehkan.
"Dave sadarlah! Itu hanya cerita masa kecil kalian, kalian tidak akan berniat menikah ketika besar bukan? Nyatanya, Putri adalah jodohku bukan denganmu." Jawab Sky tegas.
Dave berdiri dengan kasar, kedua tangannya masih terkepal erat. Sehingga Sky harus mendongakkan kepala untuk nelihat Dave.
"Aku bilang tidak! Usiaku tigabelas tahun, aku tahu bahwa ini perasaan yang berbeda terhadap lawan jenis. Aku selalu merindukannya hingga saat ini. Sky lepaskan Putri untukku, aku mohon." Jawab Dave dengan memelas kini posisinya bersimpuh di depan Sky.
Sky masih menatap tak percaya ke arah pria tersebut, berarti benar apa yang ada di dalam benaknya selama ini.
Dave adalah teman semasa kecil Putri, teringat ketika dia akan ijab qabul secara tiba-tiba Dave ingin menggantikan posisinya sebagai mempelai pria.
Sungguh konyol, anak seusia tigabelas tahun sudah memuja seorang gadis kecil.
"Dave, itu hanya perasaan seorang kakak terhadap adik. Jikapun bukan, itu hanyalah perasaan obsesimu saja terhadap Putri." Jawab Sky yang menatap sendu kearah pria tersebut.
Dave menegakkan kepalanya, dia menatap tajam ke arah Sky.
"Sky, aku sudah memintamu baik-baik sejak kalian akan melakukan ijab qobul... bahkan hingga saat ini aku masih bermain dengan halus. Kita akan lihat Sky, jika Putri tidak menjadi milikku. Maka siapapun tidak akan dapat memilikinya." Jawab Dave dengan penuh penekanan, dia segera berdiri dan beranjak dari tempat tersebut.
"Jika sampai kau menyakiti Putri sujung rambutnya, kau akan mati Dave!!" Seru Sky penuh dengan ancam kepada rekannya.
Kini tinggalah Sky seorang diri, dia merebahkan lagi tubuhnya di atas tanah yang keras. Matanya memandang kerlap kerlip bintang yang bertaburan di atas langin.
"Tidak akan aku biarkan siapapun merebut yang sudah menjadi milikku, meskipun aku harus bertarung dengan sahabatku sendiri." Gumam Sky.
...**...
Di dalam mobil yang di kendarai Gabriel, hanya suara isak tangis yang keluar dari Putri
Gabriel hanya menghela nafasnya panjang, dia meminggirkan mobilnya di depan warung kecil untuk membeli makanan dan minuman.
Sungguh, karena kejadian hari ini dia di buat puasa karen harus menenangkan bosnya.
Gabriel menyodorkan air putih ke arah Putri, dengan masih sesenggukan dia menoleh ke arah Gabriel.
"Minumlah, dan hentikan tangisanmu." Jawab Gabriel datar.
Putri menerimannya dengan tangan gemetar, beruntung Gabriel sudah membukakan penutup minuman tersebut.
Hening yang tercipta.
__ADS_1
"Putri, aku mengenal Sky lebih lama darimu. Bahkan di masa-masa dia kesulitan hingga sekarang dia sudah berhasil melebarkan sayap perusahaan keluarganya... tapi percayalah, Sky tidak pernah sekalipun membawa wanita lain di hadapan keluarganya selain dirimu." Jawab Gabriel dengan tenang, dia menyenderkan tubuhnya di pinggir pintu mobil.
Putri hanya menundukkan kepala dan sedikit meremas air putih dalam kemasan tersebut.
"Tapi, dia sudah menghamili salah satu wanitanya kak. Aku tidak bisa membesarkan anak yang bukan anakku." Jawab Putri dengan nada gemetar bahkan kristal bening sudah kembali menetes.
Putri berfikir, bagaimana bisa dia merawat dan membesarkan anak dari perbuatan keji yang di lakukan suaminya dengan wanita lain.
Sungguh, Putri tidak ingin bersikap seperti malaikat. Dengan tangan terbuka lebar menerima anak tersebut.
"Kamu tidak akan membesarkan anaknitu Put," Jawab Gabriel yang kini berbalik menghadap Putri.
Putri mendongakkan kepalanya, "Apa wanita itu akan mengugurkan kandungannya?" Tanya Putri lirih.
"Tidak tahu, yang jelas wanita itu bukan hamil anak Sky." Jawab Gabriel acuh.
Putri mencincingkan matanya yang sudah seperti tersengat tawon tersebut ke arah Gabriel.
"Kenapa? Lihat matamu sudah seperti tersengat lebah, tidak perlu seperti itu." Jawab Gabriel dengan kekehan kecil.
Putri mencebik kesal, "Tapi jika suamiku tidak menghamilinya kenapa wanita itu harus datang kepadaku kak." Ucap Putri yang semakin menuntut jawaban.
"Cie suamiku, ehmm." Ejek Gabriel pada Putri.
"Kakak!!!" Seru Putri karena malu tiba-tiba pipinya memanas.
Entah kenapa dia sangat bahagia mengetahui jika wanita tersebut bukan mengandung anak suaminya.
...**...
Promosi novel.
Jangan pada ngeluh ya, dua minggu ini adalah acara promosi novel baru sesama autor.
Jika tidak suka skip saja, tidak perlu berkomentar kebencian.
Kita membaca untuk happy dari kepenatan di real life.
Silahkan mampir, untuk menunggu kelanjutan cerita Sky dan Putri.
__ADS_1