
Happy Reading 🌹🌹
Rose berlari dan memeluk Putri dengan erat hingga membuat Putri terbatuk-batuk.
"Apa kamu mau membunuhku Rose." Sungut Putri dengan melepas paksa pelukan dari sahabatnya.
Rose tersenyum kikuk dengan menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Kamu tidak akan membunuhmu, tetapi juga bayiku karena tergencet oleh tubuhmu itu." Putri masih mengomel.
Kini Rose sudah duduk bersama Putri di ruang tamu mansion Gandratama.
"Ada apa Rose?" Tanya Putri membuka pembicaraan.
"Aku jadian dengan Pak Dave." Jawab Rose gemas dengan memukul-mukul pinggir sofa.
"Kalian pacaran?" Tanya Putri memastikan.
Rose mengangguk dengan cepat, terlihat senyum secerah mentari pagi. Mata yang berbinar bagaikan ada cahaya cinta di dalam matanya.
"Selamat Rose, aku ikut bahagia untuk kalian." Ucap Putri dengan memeluk Rose.
Wajah Rose berubah menjadi pias, dia teringat ucapan Dave ketika di restoran.
Putri yang melihat perubahan wajah sahabatnya menjadi heran, baru saja dia terlihat seperti wanita paling bahagia di dunia sedetik kemudian terlihat nelangsa.
"Ada apa Rose, ceritakan." Ucap Putri penuh penekanan dan menggenggam erat tangan Rose.
"Anu.. emm... apa aku bisa menjadi wanita dewasa Put?" Cicit Rose lirih.
"Bukankah kita sudah dewasa Rose." Ucap Putri dengan wajah polosnya.
"Bukan itu maksudku Put," Rose semakin gelisah menjelaskan kepada Putri.
Putri menaikkan sebelah alisnya, " Usia kita hampir dua puluh tahun. Tentu saja kita sudah dewasa Rose." Ucap Putri dengan pemikirannya.
"Apa kamu ingat wanita yang bersama Pak Dave di cafe tempo hari. Maksudku menjadi wanita dewasa yang seperti itu, berpakaian modis dan sexy, memakai make up dan gincu merah merekah, memakai Haighils kemanapun aku pergi." Jawab Rose panjang lebar dengan menatap lekat wajah Putri.
"Apa kamu ingin menjadi wanita itu agar Kak Dave melihatmu Rose?" Tanya Putri serius.
Rose mengangguk, "Kak Dave memberikan waktu tiga bulan. Aku harus merubah penampilanku seperi type wanita yang dia inginkan." Jawab Rose dengan suara lirih.
Putri melebarkan kelopak matanya, dia kaget mendengar penuturan Rose yang baru saja terlontar dari bibir tipisnya itu.
"Kamu ingin menjadi orang lain demi mengejar cintamu? Rose, apa kamu tahu. Jika Kak Dave benar-benar memiliki perasaan cinta atau sayang kepadamu. Dia tidak akan pernah memintamu untuk menjadi orang lain, dia akan senantiasa melengkapi kekuranganmu Rose. Kita ini wanita, kita memiliki harga diri yang tidak ternilai harganya. Jika kamu meneruskan hubunganmu dengan Kak Dave dan menuruti apa keinginannya, hanya akan membuat rasa cintamu berubah menjadi sebuah obsesi belaka." Ucap Putri panjang lebar kepada sahabat satu-satunya yang dia miliki.
Terlihat kedua bola mata Rose berkaca-laca, dia mengigit bibirnya agar tidak menumpahkan air mata.
Putri segera memeluk sahabatnya tersebut, Rose yang rapuh akhirnya menangis dalam pelukan sahabatnya.
Rose tergugu dalam pelukan Putri, terlihat tubuhnya yang bergetar hebat.
"Rose, perjuangkan cintamu selama tiga bulan kedepan dengan Kak Dave. Tetapi jangan pernah menjadi orang lain, jadilah dirimu sendiri. Rose yang ceria dan apa adanya. Jika memang Kak Dave mencintaimu pasti akan menerima kekuranganmu dan melengkapi dengan kelebihannya." Ucap Putri yang mengelus punggung Rose pelan.
Rose mengangguk dengan masih menangis, Rose akan mendengarkan Putri. Nyatanya Sky dapat menerima sahabatnya Putri apa adanya, bahkan hubungan mereka semakin harmonis dan romantis.
...**...
Pagi hari
Rose enggan beranjak dari perasaannya, setelah melewati sesi curhat dengan sahabatnya Putri. Membuat Rose berfikir kembali apakah keputusannya sudah benar.
Di sisi lain, Rose sangat mencintai Dave. Tetapi Rose juga tidak berani merubah penampilanbya seperti wanita yang Dave inginkan.
Terlihat waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, Rose menatap HP miliknya sebentar sebelum mengirimkan sebuah pesan kepada Dave.
📩 Selamat pagi Kak, semangat bekerja.
📩 Apakah Kak Dave memiliki waktu luang, ayo kita pergi menonton untuk merayakan hari jadi pertama kita.
Rose mengirimkan pesan singkat secara beruntung kepada Dave.
Sedangkan pria yang menerima pesan itu hanya berwajah datar, sembari membalas pesan.
📩 Baiklah, kita bertemu di bioskop.
Rose yang mendapatkan balasan langsung terbangun dari tidurnya, terlihat senyum bahagia di wajah indahnya.
"Semangat Rose, kamu pasti bisa menaklukkan Kak Dave tanpa menjadi wanita ja*lang." Ucap Rose dalam hati dengan mantap.
Rose segera berjalan menuju kamar mandi, dia akan pergi ke salon dan spa agar kencan pertamanya terlihat cantik seperti remaja pada umumnya.
Dave terlihat larut dalam pekerjaannya, ya Dave selalu sibuk bekerja dan menuntaskan hasratnya di kala dia menginginkannya.
Terdengar ketukan pintu kantor Dave, terlihat sangat sekertaris masuk membawa beberapa dokumen.
"Maaf Tuan, kita ada meeting di luar setelah jam makan siang." Ucap sekertaris memberi tahu.
Dave mengangguk "Siapkan semuanya." Ucapnya tegas.
Sekertaris tersebut segera mengundurkan diri, dia tidak menggoda Dave karena sedang datang bulan 😂
Nampak Dave dan sekertaris berada di ruang VVIP sebuah restoran bersama kliennya, hampir tiga jam lamanya mereka membahas tentang proyek pekerjaan.
Tidak terasa langit berubah menjadi warna orange, yang menandakan hari telah sore.
__ADS_1
"Kemana kita setelah ini Tuan?" Tanya sekertaris dengan membereskan berkas.
"Apa kita ke hotel saja?" Tanya Dave dengan wajah datarnya.
"Maaf Tuan, saya sedang datang bulan." Jawab sekertaris cepat.
Dave mendengus kasar, "Aku langsung pulang saja, kau pulanglah naik taxi." Ucap Dave yang segera berlalu dari ruangan VVIP tersebut.
Sedangkan Rose terlihat tengah tersenyum di depan kaca dengan memoles liptint berwarna merah muda di bibir indahnya.
"Perfect." Ucap Rose dengan wajah berseri-seri.
Rose pergi ke sebuah mall pusat kota dengan menaiki taxi, ya namanya kencan pasti akan di antar pulang oleh pasangannya.
Selama perjalanan Rose terus mengembangkan senyumnya, dia melihat pemandangan dari luar jendela.
Sesekali Rose mengecek HP miliknya, tidak ada pesan dari Dave. Mungkin pria itu masih sibuk dengan pekerjaannya toh waktu putar filmnya juga masih pukul 6 malam.
Rose segera membayar dan keluar untuk masuk ke dalam mall, dia melangkahkan kakinya menuju area bioskop.
Banyak pasangan yang dia lihat tengah mengantri untuk membeli tiket maupun popcorn.
"Ah, ya ampun senangnya. Aku tidak jomblo lagi." Ucap Rose pelan dengan terkikik geli.
Terlihat Rose duduk, kemudian berdiri, duduk lagi. Rose mencoba menghubungi Dave tetapi tidak di angkat.
"Apa pekerjaannya sangat banyak, ah mungkin dia sebentar lagi akan sampai." Rose mencoba menenangkan hati dan pikirannya.
Sedangkan Dave, pria itu tengah berada di sebuah club malam bersama teman-temannya dan beberapa wanita.
Ya, Dave melupakan janjinya dengan Rose. Hp miliknya posisi ter silent sehingga panggilan Rose tidak dia ketahui.
"Tuan, hp mu sejak tadi menyala apa Tuan tidak ingin mengangkatnya?" Tanya salah satu wanita penghibur.
"Biarkan saja." Dave menjawab tanpa melihat siapa yang menelfon.
Karena pemilik hp tidak memperdulikan panggilannitu, tentu saja yang lain juga hanya mengacuhkannya.
Waktu terus berjalan, terlewat setiap detik, menit, jam.
Hingga Bioskop itu sepi dan mall akan ditutup, Rose berjalan dengan menundukkan kepala, beberapa kali dia menghirup udara dalam untuk menetralkan perasaan kecewanya.
Hingga Rose menabrak seseorang, pria yang dia kenal meskipun tidak dekat. Tangis Rose pecah dia berhambur memeluk tubuh pria itu.
Sedangkan pria tersebut hanya mengangkat kedua tangannya dengan tubuh kaku, karena terlalu kaget dengan situasi yang dia terima saat ini.
"Maaf Tuan dan Nona, mall ini akan segera di tutup. Mohon di teruskan di luar mall." Ucap seorang petugas security kepada Gabriel dan Rose.
"Oh, ya." Jawab Gabriel keki.
Gabriel pergi ke mall karena Sky menelfon untuk membelikan buah delima dengan dalil Putri mengidam.
Karena waktu sudah malam, tidak ada toko buah yang buka sehingga membuat Gabriel membelinya di mall.
Karena mendengar pengumuman jika mall akan segera di tutup, dengan langkah tergesa Gabriel berjalan dan akhirnya menabrak seorang wanita, yaitu Rose sahabat dari istri Sky.
"Dimana mobilmu?" Tanya Gabriel setelah mereka sampai di basement parkiran mall.
Rose menggeleng lemah, Gabriel menghembuskan nafas panjang.
"Ayo aku antar pulang." Ucap Gabriel.
Rose berjalan dan membuka pintu mobil, "Apa kamu pikir aku sopirmu?" Tanya Briel dingin karena melihat Rose membuka pintu belakang.
Rose menggeleng dan menutup pintu belakang membuka pintu depan bersama Gabriel.
Selama dalam perjalanan keduanya hanya diam, Gabriel menyetir mobilnya menuju mansion Gandratama karena Putri sudah merengek untuk memakan buah delima.
"Kenapa kita kesini?" Tanya Rose dengan suara parau setelah sadar dimana dirinya berada.
"Aku mengantarkan pesanan Putri, apa kamu mau turun menemuinya?" Jawab Briel kepasa Rose.
"Ah, tidak. Jangan katakan jika kamu bersamaku." Ucap Rose pada Briel tanpa melihat ke arah Briel.
"Bagus, wajahmu juga sudah jelek. Takutnya wajah anak Putri terkontaminasi." Jawab Briel tajam.
Rose yang mendengarkan ucapan Briel, melotot dan mendelik kesal. Ingin sekali dia mengumpat tetapi takut di turunkan di tengah jalan.
"Sabar Rose tahan... jangan sampai kamu pulang jalan kaki." Ucap Rose dalam hatinya.
Briel sudah keluar dan berjalan menjauh dari mobil.
"Kenapa lama sekali." Ucap Sky yang sudah berwajah mendung.
"Aku mendapatkan oesananmu tentu saja memerlukan waktu untuk berjalan." Jawab Briel dengan meletakkan sekanting kresek buah delima.
Sky mendengus kesal, "Karena kamu terlambat aku di usir dari kamar." Ucap Sky sebal.
Briel tergelak mendengar ucapan sahabatnya Sky "Mungkin itu juga keinginan anakmu Sky." Jawab Briel enteng.
Sky mengambil bantal sofa dan melemparkan ke arah Briel, tetapi dengan mudah Briel menghindar.
"Kau harus menemaniku Briel, semua ini karenamu!" Ucap Sky mutlak.
Briel melihat pintu kamar Sky terbuka, karena posisi Sky memunggungi tangga sehingga Sky tidak tahu.
__ADS_1
"Kenapa karena aku Sky, istrimu yang mengidam. Kenapa kamu menyuruhku jika tidak ingin lama." Tanya Briel dengan wajah datarnya.
"Apa gunanya memiliki asisten, tentu saja kau membelinya dan aku berduaan dengan istriku." Sky masih mengomel dengan bersedekah tangan di dadanya.
"Tapi itu anakmu." Jawab Briel semakin membuat Sky kesal.
"Kau.." Belum selesai Sky menjawab Briel.
Sky sudah menjerit kesakitan, telinga Sky di tarik kencang oleh Putri yang sudah berdecak pinggang.
"Apa.. mau jawab apa heh." Ucap Putri dengan menatap tajam ke arah suaminya.
"Aa.. ahh.. aaa.. ampun sakit.. sakit sayang." Sky memegang tangan Putri agar tidak semakin menarik telinganya.
Sedangkan Briel hanya tersenyum tipis seakan mengejek Sky, "Aku pamit." Ucap Briel yang berlaku tanpa memperdulikan nasib Sky.
Sky melotot melihat asistennya pergi begitu saja, "Ya! Kau.. kau harus membantu.. ku.. aahh sayangg."
"Mas, tidur di luar selama satu minggu." Ucap Putri yang sudah melepaskan tangannya dari telinga.
"Apa!!!!!" Teriak Sky menggema hingga Rose yang berada di luarpun mendengar.
"Pliz... plizz... ampun sayang. Maaf aku tadi hanya kesal dengan Gabriel." Sky sudah luruh ke lantai dengan memeluk kedua kaki Putri.
"Ishh, lepaskan Mas!" Putri berusaha menjauhkan Sky dari kakinya.
Sedangkan Agung dan Ambar segera keluar dari dalam kamarnya dengan muka bantal mereka.
"Ada apa Sky.. Putri?" Tanya Agung dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Sky yang melihat orang tuanya mendekat hanya menggeleng cepat, dia tidak ingin nenek lampir eh bukan Mamanya semakin membuat kacau.
Ambar yang melihat Sky masih dalam posisi memeluk kaki menantunya, menaikkan sebelah alisnya.
"Ada apa sayang, apa kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Ambar mendekat ke arah Putri.
Sky mengadah berusaha melihat wajah istrinya, terlihat wajah Sky yang memohon seperti anak kucing.
"Kak Sky jahat Mah, dia tidak ingin memenuhi ngidam Putri. Putri ingin buah delima tetapi Kak Sky menyuruh Kak Gabriel yang membelikannya... Padahal ini anak Kak Sky bukan Kak Gabriel." Adu Putri kepada Mama mertuanya.
Ambar menyincingkan matanya, menatap tajam Sky.
"Sudah, ayo sayang tidur sama Mama saja." Ajak Ambar kepada menantunya.
Agung dan Sky melebarkan kedua matanya, bisa gawat jika mereka harus tidur sendirian. Tidak lucu sekali.
"Mah, tapi Ayahkan baru pulang dari luar kota." Jawab Agung memelas.
"Ayah, besok besok juga bisa. Sudah Mamakan tidak setiap hari tidur dengan menantu dan cucu Mama." Jawab Ambar enteng.
"Kamu menyingkir Sky, atau Mama jewer telingamu." Ancam Ambar pada putranya.
Seketika Sky melepaskan dan menutup kedua telinganya, rasanya masih panas tarikan dari sang istri apa lagi dari Mamanya.
"Mah, tapi Sky suaminya. Sky lebih berhak tidur dengan Putri." Jawab Sky yang sudah berdiri.
"Kamu saja tidak memenuhi Hak istrimu, sudah jangan mengajak berdebat tengah malam begini. Lebih baik kamu tidur dengan Ayah. Ayo sayang, kita tidur." Ambar menggandeng tangan Outri, yang sebelumnya Putri mengambil sekanting kresek buah delima dan menjulurkan lidahnya ke arah Sky.
Sky hanya menekuk wajahnya, sedangkan Agung? Tentu lebih baik mengalah daripada di usir dari kamarnya sendiri hari esoknya.
Di dalam mobil Gabriel hanya ada keheningan, "Dimana alamat rumahmu?" Tanya Briel membuka pembicaraan.
"Di jalan cinta." Jawab Rose pelan.
Briel diam, mencoba mencerna jawaban Rose.
"Kenapa diam, benar di jalan cinta." Rose menoleh ke arah Briel dengan wajah serius.
Briel mengangguk saja.
"Kenapa Kak Sky berteriak, apa kamu bertengkar dengannya atau Putri tengah bertengkar dengan Kak Sky?" Tanya Rose berputar putar.
"Rahasia" Jawab Briel acuh.
Rose mencebik kesal, "Apa Kakak tidak bisa tersenyum dan mengobrol lebih manusiawi?" Tanya Rose kembali.
Gabriel hanya mengangkat kedua bahunya saja, tidak terasa sudah sampai di depan kediaman keluarga Rose.
"Keluarlah." Ucap Briel to the point.
Rose melebarkan kedua matanya, bagaimana bisa ada manusia sekejam ini.
"Ya.. ya... terima kasih. Aku ingin mengajakmu masuk sekedar minum teh, tetapi sepertinya Kak Gabriel tidak menyukai minuman manusia jadi aku urungkan niatku." Jawab Rose panjang lebar dengan menutup pintu mobil kencang.
Rose menghentakkan kakinya kesal, "Hih, dasar kanebo kering!" Seru Rose yang membalikkan badan terlihat mobil Briel sudah berjalan.
Rose menendang udara, "Aku doakan laki-laki sepertimu akan memiliki istri yang membuat kepalamu pusing tujuh keliling." Umpat Rose dengan menggebu.
...**...
Awas Rose kena tulah 🤣
Maaf readers, updatenya malam banget.
Aktif sehari ini menginput soal-soal ujian, juga masih mengerjakan beberapa soal ujian yang belum terselesaikan.
__ADS_1
Mohon untuk bersabar menunggu novel ini up ya, jika waktu autor sudah luang. InsyaAllah akan update sesuai jadwal seperti sebelumnya.