
Happy Reading 🌹🌹
Berbanding terbalik dengan keadaan kamar Bintang dan Jackson yang panas membara, di kamar Putri dan Sky hanya ada keheningan dan kedinginan.
Setelah Putri dan Sky sampai di dalam kamar mereka, suasana yang pertama kali mereka temui sama persis dengan suasana kamar yang ditempati oleh Bintang dan Jackson.
Sky memeluk Putri dari belakang, bibirnya sudah menciumi tengkuk putih yang sedikit berisi tersebut.
"Kenapa kamu menurut saja memakai gaun ini sayang." Ucap Sky dengan suara serak.
"Karena yang memilihkan kamu Mas." Jawab Putri enteng.
"Hem... aku tidak akan pernah memilihkan baju yang terbuka untukmu." Balas Sky yang tangannya terulur mengelus punggung mulus istrinya.
"Mas menyingkir dulu, aku mandi." Ucap Putri melepaskan diri dari Sky.
Sky memegang pergelangan tangan Putri dan membuat mereka saling berhadapan. Terlihat dada Putri yang meluap ingin keluar karena terlalu rendah bagian depan.
"Aku tidak suka kamu berpakaian seperti ini sayang." Ucap Sky yang mengecup kedua bukit kembar istrinya bagian atas.
"Mas, aku gerah ingin segera mandi. Ingin aku duluan atau mas dulu." Putri tidak menjawab pertanyaan Sky melainkan melemparkan pertanyaan.
"Aku ingin mandi bersamamu." Jawab Sky yang sudah menyatukan kening dan hidung mereka.
Nafas Sky yang berbau mind menerpa indera penciuman dan wajah Putri, sesaat Putri terbuai dengan perilaku Sky. Sedetik kemudian dia tersadar harus memberi hukuman kepada suaminya.
"Aku lelah Mas, aku sedang tidak ingin mandi bersamamu." Jawab Putri yang mendorong dada Sky pelan.
"Kenapa?" Tanya Sky yang sudah melihat Putri yang sudah berbalik.
"Permintaan baby." Jawab Putri asal.
Putri hanya tinggal melorotkan gaunnya dengan menarik tali yang ada di punggungnya. Tanpa merasa bersalah Putri melepaskan nya di depan suaminya dan melangkah masuk menuju kamar mandi.
"Ohh my, jangan sampai kamu puasa hari ini biaya muara." Kesal Sky yang melihat Putri seakan menantang dirinya.
Sudah hampir setengah jam lamanya Putri berendam untuk menyegarkan tubuhnya, terlihat gaun malam yang terawang sudah tersedia di dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Apa aku harus memakai baju setipis tisu ini?" Gumam Putri yang membolak-balikkan gaun malam tersebut.
Putri mengenakannya dan mengaca "Lihatlah, aku seperti ja*lang jika seperti ini." Kesal Putri yang melihat penampilannya sendiri.
Putri membuka pintu kamar mandi perlahan, kepalanya dia sembulkan keluar tidak ada keberadaan suaminya.
"Untung pria mesyum itu keluar kamar." Ucap Putri lirih dengan menghela nafas lega.
Tanpa di sadari Putri, Sky tengah berdiri di belakang pintu kamar mandi. Sky melihat istrinya yang sangat menggairahkan.
Terlihat tubuh molek istrinya hanya tertutup kain tipis di seluruh tubuhnya, gerakan Putri yang megucie rambutnya tinggi bagaikan gerakan slow motion di mata Sky.
Sky menghampiri istrinya dengan bertelanjang dada dan menggunakan celana kolor saja.
"Kamu harus sayang." Ucap Sky yang berbisik di telinga Putri.
Putri tersentak kaget, dia memegangi dadanya yang berdegup kencang. "Mas!! Mau membuatku mati jantungan hah." Seru Putri yang kesal.
"Tidak sayang, jika kamu mati aku bagaimana." Ucap Sky yang melangkah maju kearah Putri.
"M-mas mau apa." Ucap Putri menutupi rasa gugupnya.
Putri menyambutnya, dia mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Sky menuntun Putri ke arah ranjang, tanpa melepaskan ciuman mereka. Tangan Putri tidak dapat di kondisikan seperti tangan Sky.
Mereka saling meraba tubuh masing-masing, Sky menyibak gaun tidur sexy itu sehingga memperlihatkan dia bukit kembar tanpa bra yang menutupinya.
Ciuman Sky turun ke leher Putri, tangannya terus memainkan benda kenyal tersebut. Tubuh Putri meremang dia menginginkan lebih tetapi dia mengingat nasehat mertuanya.
Putri menyusupkan tangannya kedalam celana Sky, dan memegang beda yang sudah menegang dengan kencang dan besar tersebut.
Sky menggeram karena jemari istrinya membuai buaya muaranya, Putri terus memainkannya hingga Sky benar-benar menggila.
Sky merobek paksa baju dinas malam tersebut, hanya tersisa segitiga yang menutupi area sensitif istrinya.
"Kami sangat sexy dengan perut buncit ini sayang." Ucap Sky yang menyambar kedua bukit kembar dengan menggebu.
__ADS_1
Putri terus memanasi Sky meskipun dirinya juga sudah panas, Sky membuka celananya agar buaya muaranya lebih bebas berekspresi.
Putri semakin kuat dalam menaik turunkan benda dalam genggamannya, "Ouchh... sayang ahh... aku tidak kuat." Desyah Sky yang membuka segitiga istrinya.
Baru saja Sky memposisikan dirinya, pintu kamar sudah di ketuk. Sky tetap tidak memperdulikannya tetapi ketukan itu makin keras.
"Mas nanti saja." Ucap Putri yang ingin bangun dari tidurnya.
"Biarkan saja dia sayang, aku sudah tidak tahan." Sky sudah memasuki bagian ujungnya saja.
Tetapi ketukan dan teriakan diluar membuat Putri mendorong kuat suaminya, segera Putri mengambil baju handuk yang tersedia.
"Putri, apa kamu lupa memiliki janji dengan Mama." Ucap Ambar.
"Oh, wait one minutes Mah." Putri segera berjalan kearah lemari yang sudah ada bajunya.
Sky yang melihat istrinya berganti pakaian mengikutinya dari belakang, "Sayang kamu mau kemana?" Tanya Sky.
"Oh Sky, kenapa kamu tidak memakai baju." Seru Putri yang sibuk membenahi dirinya.
"Kamu mau kemana sayang." Rengek Sky.
"Aku ada janji dengan Mama, maaf ya Mas. Aku pergi dulu." Putri mencium pipi Sky dan meninggalkannya begitu saja.
Sky ambruk, terkulai lemas di atas ubin yang dingin. Dia sangat kesal karena ini pasti rencana Mamanya.
"Arghhh... aku akan menghukummu sayang!" Seru Sky frustasi.
Sky berdiri dan berjalan gontai ke arah kamar mandi, dia harus menidurkan buaya muara miliknya yang masih berdiri menjulang dengan air dingin.
Sedangkan Ambar, tersenyum membayangkan Sky tersiksa menahan hasratnya. Bagaimana Ambar bisa tahu, tentu saja dari menantunya.
Sky masih berada di bawah guyuran shower dengan memungahkan lahar panasnya "Ahhh... Putri." Seru Sky dengan menyebut nama istrinya.
Sky bergantasi tengah bersetubuh dengan Putri, tidak ada yang dapat membangkitkan gairahnya kecuali istrinya itu.
...**...
__ADS_1
Jangan lupa ikut lombanya, semoga beruntung.