Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Dua Pilihan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Putri melangkah masuk kedalam kampusnya, dan menuju gedung jurusan bisnis.


Sepanjang Putri melangkahkan kakinya menuju gedung baru, banyak mahasiswa maupun dosen yang menyapanya.


Putri hanya menganggukkan kepala dan tersenyum canggung, dia merasa tidak nyaman dengan situasi ini.


Padahal sebelumnya, Putri hanya di pandang sebelah mata bahkan kasat mata. Seakan keberadaannya tidak pernah ada di kampus tersebut.


Putri sudah masuk dan duduk di salah satu bangku di dalam kelasnya, dia menjadi kerumunan para mahasiswi yang ingin berkenalan dan berteman dengannya.


Aku rindu Rose. Ucap Putri dalam hati.


Putri menganggap, yang berteman dengan tulus dengannya hanya Rose. Dari Putri masuk dengan statusnya yang tidak di ketahui sampai sekarang sudah di umumkan di depan publik.


...**...


Sedangkan kini di kelas Dave, pria tampan itu mengedarkan pandangannya menyapu seluruh ruangan kelas tersebut.


"Dimana Putri?" Tanya Dave kepada para mahasiswa yang hadir di kelasnya.


"Bapak belum tahu, Putri pindah jurusan bisnis." Jawab seorang mahasiswa A.


Dave ingat siaran langsung tersebut, Putri telah di angkat sebagai CEO perusahaan Wiratama. Tapi kenapa gadis kecilnya tidak berpamitan atau sekedar chat.


"Lalu, sebagai pengganti Putri siapa yang akan menjadi asdos di mata kuliah saya." Ucap Dave datar terkesan dingin.


"Saya!!! Saya yang akan menggantikan Putri." Ucap seorang gadis lantang dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


Dengan senyum dan wajah secerah sinar mentari, dengan semangat Rose mengajukan diri untuk menjadi pengganti Putri.


"Baiklah, siapa namamu?" Tanya Dave.


Rose memanyunkan bibirnya, padahal mereka pernah makan siang bersama walaupun baru satu kali.


"Saya Rose pak," Jawab Rose dengan tersenyum lembut.

__ADS_1


"Hem, untuk tugas kali ini silahkan di kumpulkan kepada Rose. Saya akan tutup pertemuan kita hari ini." Ucap Dave yang kemudian berlalu meninggalkan ruang kelasnya setelah oara mahasiswa mengucapkan terima kasih.


...**...


Sky tengah mengendarai mobilnya menuju suatu bangunan yang sudah nampak tidak terawat dan berpenghuni.


Gabriel telah menunggu di depan gerbang bersama beberapa penjaga.


Sky turun dari mobilnya dan segera di hampiri oleh Gabriel.


"Dimana dia?" Tanya Sky pada Briel.


"Di dalam," Jawab Briel datar.


Segera mereka berdua melangkah maju memasuki gedung kosong tersebut.


Terlihat seorang wanita tengah meringkuk di atas kasur keras dalam ruanga. sel yang gelap dan pengap.


Mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arahnya Grace segera bangun dan mendekat ke tepian sel.


"Sky," Panggil Grace.


Terlihat make up yang sudah tidak rapi karena Grace terus menangis, kulit dan baju yanh senantiasa bersih sudah tidak terlihat lagi.


"Sky, ampuni aku." Ucap Grace lagi karena tidak mendapatkan jawaban dari pria jangkung tersebut.


Sky hanya menataonya datar, sedangkan Gabriel senantiasa di belakang Sky.


"Kau ingin mati dengan cara apa?" Tanya Sky to the point.


Grace menggelengkan kepalanya cepat, air matanya luruh membasahi bola matanya dan kedua pipinya.


"Tidak... tidak Sky, aku tidak ingin mati!!" Seru Grace yang kini sudah terduduk di lantai.


"Ingat tawaranmu, kau menawarkan nyawamu. Sekarang adalah hari eksekusi. Pilih saja kau ingin mati dengan perlahan atau dengan cepat." Jawab Sky dengan nada yang dingin.


"Sky aku sedang hamil, apa kau tega dengan bayi di dalam kandunganku Sky." Ucap Grace menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Itu bukan anakku." Jawab Sky penuh penekanan.


Grace harus memutar otaknya, Sky adalah pria yang keras kepala.


"Bagaimana jika istrimu di posisiku Sky, apa kau tidak kasihan." Bujuk Grace dengan membawa nama Putri sebagai tameng.


"Jangan pernah samakan istriku dengan wanita kotor sepertimu!!" Seru Sky dengan tangan mengepal kuat dan nafas yang memburu.


"Beri aku waktu Sky, aku ingin melahirkan anakku." Ucap Grame memohon.


Sky diam, dia tengah berfikir. Benar bagaimana jika Putri saat hamil di paksa haru kehilangan bayinya. Tidak! Sky tidak mau.


"Baiklah, setelah kau melahirkan. Kau akan menemui ajalmu."


"Briel, biarkan dia di sini sampai melahirkan." Ucap Sky pada Grace san Gabriel.


Grace membelalakkan matanya, dia berfikir Sky akan membuangnya ke pulai terpencil. Tetapi apa ini, di tetap di kurung di tempat kumuh.


"Sky, berilah aku tempat yang bersih. Aku tidak ingin bayiku kenapa-napa." Ucap Grace.


"Itu juga bersih, istriku dulu tinggal di tempat seperti itu juga sehat bahkan cantik. Jangan banyak permintaan Grace, kau hanya tawanan di sini." Ucap Sky dengan menatap datar Grace.


Grace hanya terdiam, dia mengumpat kesal dengan jawaban Sky. Tentu saja istrinya berbeda dengan Grace wanita yang glamour dan elegant.


Sky berbalik dan menepuk pundak Gabriel, "Ayo kembali ke kantor." Ajak Sky pada sekertarisnya.


...**...


Promosi novel



...**...


COMING SOON ~ Momy Ida


__ADS_1


__ADS_2