Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Bekerjasama


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Seorang pria tengah menghubungi Grace, dia mengajukan pertemuan rahasia lagi di antara mereka.


Pertemuan terakhir dengan upah uang satu milyar, harus di bayar Grace dengan menjajakan tubuhnya pada pria tersebut selama hampir satu malam penuh.


Bahkan beberapa luka Grace dapatkan ketika melayani pria tersebut.


"Aku tidak mau," Jawab Grace dengan tegas.


"Ayolah Grace, aku akan memberikanmu sepuluh milyar jika rencana ini berhasil." Bujuk pria tersebut.


Grace melebarkan matanya, bahkan biji matanya hampir keluar. Uang sepuluh milyar adalah uang yang sangat banyak.


"Kau mengajakku kerjasama, tetapi upahku hanya kecil sekali. Sedangkan aku mempertaruhkan nyawaku." Ucap Grace penuh drama.


"Sepuluh milyar itu bukan uang kecil Grace," Jawab pria di sebrang telfon frustasi.


"Ck, aku lebih sayang nyawaku dari pada uang tidak seberapa itu." Jawab Grace enteng.


"Dasar ******, lalu maumu berapa!" Seru pria tersebut di sebrang telfon.


"Uang sepuluh milyar dan saham 5%, deal or not deal." Jawab Grace to the point.


"Deal." Jawab pria tersebut mantap.


"Baiklah, sampai bertemu nanti sayang." Jawab Grace genit yang langsung menutup panggilan telfonnya.


Kamu pikir aku akan semudah itu bekerjasama denganmu bandot tua, aku bahkan akan memiliki keduanya. Mendapatkan Sky dan juga seluruh hartanya. Gumam Grace dengan seringai liciknya.


"Brengsek! Dasar wanita ular." Umpat pria tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana, apakah berhasil membujuknya?" Tanya Intan yang tengah berbaring di bawah selimut tebal.


Ya pria yang menghamili Grace adalah pak botak licin, salah satu pemenang saham terkuat di perusahaan Wiratama.


Tetapi kini posisinya sudah tergeser oleh Sky, dengan selisih saham 4%.


Yang Intan tahu hanya jalinan pertemanan kedua perusahaan besar tersebut, tanpa tahu jika Sky adalah menantu dari Wiratama.


"Berhasil, tetapi dia menginginkan saham 5%." Jawab pak botak licin dengan nada frustasi.


Intan langsung mendudukkan dirinya karena kaget dengan jawaban pria di sampingnya.


"Apa kurang uang sepuluh miliar yang kamu tawarkan?" Tanya Intan dengan mendengus kesal.


Bagaimana tidak membuat Intan kesal, saham 0,01% sudah setara lima milyar. sekarang dia menginginkan 5% saham Wiratama.


"Dia tidak mau," Jawab pak botak licin lirih.


Pria itu mengangguk lemah, "Tenang, saham 5% tidak akan sebanding yang akan kita dapatkan sayang. Kamu harus percaya padaku." Bujuk pak botak licin pada kekasih gelapnya tersebut.


"Kamu benar-benar gila! Apa kau tahu saham 5% setara dengan berapa triliun." Ucap Intan yang sudah emosi.


"Tapi hanya itu satu-satunya jalan agar Sky juga dapat masuk kedalam jebakan wanita ular itu. Dia tengah hamil besar dan sudah menemui Sky untuk bertanggung jawab." Jelas pak botak licin pada Intan.


"Baiklah, segera gelar koferensi pers dan juga rapat pemegang saham secepat mungkin. Aku tidak ingim berlama-lama hidup dalam kemiskinan seperti ini." Jawab Intan dengan kesal.


"Iya, akan aku hubungi beberapa jajaran direksi yang lainnya." Jawab pak botak licin tersebut.


...**...


Klek

__ADS_1


Suara brangkas besi terbuka, setelah membutuhkan seluruh daya dan upaya. Akhirnya mereka berhasil membukanya.


Tangan Putri terulur mengambil berkas-berkas yang menumpuk di dalam brangkas besi, dan sebuah kotak berbalut kain blundru biru di dalamnya.


"Apa itu Nak?" Tanya Bulan penasaran.


"Mah, sabar. Ayo... ayo kita dudul dulu semuanya. Biarkan Putri dan Bintang yang mengecek berkas-berkas tersebut." Ucap Doni pada semua orang yang ada di ruangan tersebut.


Semuanya mengikuti ucapan Doni, dengan tenang bahkan rapi seperti anak TK yang sudah siap untuk berdoa untuk pulang.


Dengan perlahan, Putri dan Bintang melihat satu persatu amplop yang telah di ambil Putri sebelumnya.


Terjaruh satu amplop besar dan panjang dari beberapa amplop yang bertali.


Bintang mengambil dan membukanya, melihat tangan Bintang yang gemetar akhirnya Putri ikut membacanya.


Mereka bahkan melukapan orang-orang yang tengah berada di ruangan dengan mereka.


Tangis Bintang dan Putri pecah, dia tidak menyangka jika ada fakta yang menyakitkan di balik semua kejadian ini.


...**...


Duh, autor mau lanjut ngetik tapi udah berkaca-kaca.


Gak kuat deh, nanti tunggu buka puasa dulu. Kalo baper takut puasa batal... hahaha


...**...


Promo novel temen autor, mampir.


__ADS_1


__ADS_2