Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Bintang dan Jackson : Hilangnya Baby twins


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Ke... kenapa jadi membahas aku Honey." Ucap Jackson gugup.


"Aku hanya memperingatkanmu Honey." Jawab Bintang tanpa beban.


"Aku tidak akan pernah mengkhianatimu Honey."


"Terserah Honey, yang jelas benda kebangganmu setelah aku mutasi. Kamu tidak akan pernah bisa menemuiku dan baby twins." Bintang mengucapkannya dengan tegas dan lugas.


Jackson menghela nafasnya panjang setelah meyakinkan Bintang jika dia hanya akan setia kepadanya.


Jackson hanya bisa pasrah mendengarkan Bintang kembali mengucapkan apa yang ada di pikiran dan hatinya.


Sedangkan Celine dan Rex kini sudah sampai di baseman gedung apartemen. Rex segera keluar dan membuka pintu Celine.


Celine kembali harus bersusah payah mengikuti langkah lebar Rex, Rex yang merasa Celine hanya diam bagai benda mati menghentikan langkahnya.


Terlihat wajah pucat istrinya dan mata sembab, pandangan Rex turun ke bawah melihat kaki istrinya yang terluka bahkan hanya mengenakan satu sepatu saja.


Rex merutuki dirinya yang terlalu emosi ketika mengingat kebersamaan Celine bersama pria lain.


Rex langsung menggendong Celine menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke unit apartemennya.


Hanya ada suara nafas yang terdengar kasar di dalam lift tersebut, keduanya hanya diam. Terlebih Celine, bahkan dirinya merasa sudah tidak berharga di mata suaminya.


Apakah jika aku hamil dan badanku berubah gemuk dia akan bermain dengan wanita lain di luar sana, kita baru bertengkar saja Rex sudah menemui wanita lain. Begitulah kira-kira isi pikiran Celine.


Lift berhenti tepat di lantai unit apartemen Rex berada, Rex segera melangkah keluar dan membuka pintu apartemen meskipun harus bersusah payah karena menggendong istrinya.


Rex mendudukkan Celine di sofa yang berada di ruang tengah, dan masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian serta mengambil kotak obat.


Celine yang di tinggalkan begitu saja, dia menjatuhkan diri di sofa. Hari ini benar-benar membuatnya lelah bahkan Celine mengelus perutnya yang masih rata dan berbicara kepada bayinya di dalam hati.


Rex yang sudah keluar dan membawa kota obat mendekat ke arah Celine, terlihat wajah cantik istrinya penuh gurat kesedihan.


Ya, Celine tertidur karena dirinya benar-benar lelah. Rex menghapus sisa air mata Celine dan mencium kedua mata yang sudah terpejam tersebut.


Segera Rex melepaskan sepatu yang hanya tinggal sebelah, terlihat luka-luka di kaki cantik Celine. Rex sungguh merutuki kebodohannya dia sudah menyakiti istrinya.


Dengan telaten dan meniup pelan luka-luka itu akhirnya Rex selesai mengobati kaki Celine. Rex menggendong Celine ke dalam kamar dan melucuti baju Celine dengan cara mengguntingnya.

__ADS_1


Hari ini Rex benar-benar ingin menghajar dirinya sendiri, Rex tidak ingin menganggu tidur istrinya akhirnya muncul ide yang briliant menurutnya. Rex menggunting baju dan celana yang di gunakan Celline.


Rex segera menutup tubuh istrinya yang hanya mengenakan pakaian dalam dengan selimut, dia mengusap wajahnya kasar. Benda kesayangannya sudah berdiri tegak tetapi Rex menahannya.


Rex segera naik ke atas kasur dan memeluk istrinya dengan pelan, dia mengecup seluruh wajah Celine dan mengelus pipi yang nampak tambah berisi.


"Apakah marahmu membuat badanmu gemuk Honey, rasanya aku ingin mengigit pipimu." Ucap Rex pelan dengan terkekeh.


Rex akhirnya tertidur mengikuti Celine masuk kedalam mimpi mereka masing-masing.


...**...


Jackson dan Bintang yang telah sampai di mansion, segera masuk karena sudah terlalu lama meninggalkan baby twins.


"Honey!!!!!" Teriak Bintang di lantai dua.


Jackson yang tengah minum tersedak. karena teriakan istrinya, terlihat Bintang dengan tergesa-gesa menuruni anak tangga.


"Honey, anak kita..." Ucap Bintang yang sudah menangis tenggorokannya bagai tercekat.


Jackson segera berlari menuju lantai dua tanpa menunggu ucapan Bintang hingga selesai, terlihat kamar anak-anak mereka kosong.


Jackson berteriak kepada seluruh pelayan agar berkumpul tetapi langkahnya tetap membuka semua kamar yang ada di mansion tersebut.


Ya, para maid dan penjaga bingung karena majikan mereka tiba-tiba menangis dan berteriak.


"Kemana para babysitter dan pengawal." Ucap Jackson dengan nafas memburu kepada semua pelayan dan maid.


"Maaf Tuan, babysitter Tuan Muda dan Nona Muda belum kembali sejak keluar bersama Nyonya Bintang." Jawab salah satu pelayan dengan menundukkan kepalan.


Tangis Bintang semakin kencang, "Tidak.. aku menyuruh mereka pulang lebih dulu bahkan seluruh pengawal bersama mereka..." Jawab Bintang cepat.


Jackson meremas rambutnya karena frustasi, bagaimana keadaan baby twins terlebih keadaan anaknya Mikayla yang memang berbeda dengan Louis kembarannya.


"Nyonya!" Seru maid yang melihat Bintang pingsan.


Jackson segera menghampiri istrinya dan menepuk pipi Bintang "Honey... Honey... bangunn, Honey!" Ucap Jackson panik.


Jackson segera menggendong dan membawa Bintang kedalam kamarnya, "Pelayan!" Seru Jackson.


Para Maid segera mengekor di belakang Jackson yang sedang menggendong Bintang dari belakang, "Segera hubungi dokter dan juga rawat istriku dengan baik." Titah Jackson.

__ADS_1


Jackson kembali turun ke lantai satu dan menyuruh pelayan untuk menggeledah seluruh ruangan di mansion utama dan bangunan belakang, Jackson berharap jika baby twins masih berada di dekatnya.


Jackson segera meluncur ke markasnya dengan kecepatan tinggi, Jack menghubungi Rex beberapa kali tetapi tidak ada jawaban.


Kini Jackson sudah sampai di markasnya, dan para anak buahnya menyapa hormat ketika Jackson berjalan masuk.


"Ikut aku,"


Kini seluruh anak buah Jackson yang berada di markas sudah berkumpul dan berbaris dengan rapi.


"Anakku hilang."


Semua kaget dan saling melempar pandangan.


"Segera berpencar keseluruh kota ini jangan lewatkan meskipun lubang semut sekalipun. Periksa CCTV di daerah mansion dan sekitar Rumah Sakit hari ini. Karena istriku hari ini keluar hanya ke Rumah Sakit bersama bayi kembarku." Perintah Jackson dengan tegas.


"Baik Tuan," Segera seluruh anak buah Jackson berpencar dan bekerja sesuai keahlian mereka masing-masing.


Jackson masuk kedalam ruangan gelap tersebut, persis seperti dirinya dulu sebelum bertemu Bintangnya.


"Arghhh!!!!" Teriak Jackson dengan menyingkirkan seluruh benda di atas meja miliknya.


Terlihat kilatan marah dan guratan kesedihan menghiasi wajah tampannya, "Jika ini karena Dark, aku akan mengulitimu hidup-hidup." Geram Jackson dengan menatap tajam kearah kaca.


Sedangkan Bintang yang kini masih belum sadar, dokter menyuntikkan obat penenang mungkin untuk beberapa jam kedepan Bintang akan beristirahat.


Maid hanya dapat mengangguk dengan mengawasi Bintang karena takut jika terjadi sesuatu.


Terlihat sudut mata Bintang menetaskan air mata, maid yang melihatnya hanya mampu mengusap air mata itu dengan tisu. Mereka juga turut bersedih karena baru saja mansion ini kembali hidup tidak suram lagi.


"Hiks, kasian Nyonya Bintang dan bayinya." Lirih maid yang paling muda sudah berkaca-kaca.


"Tenanglah, pasti Tuan Jackson akan menemukan Tuan dan Nona Muda kita." Jawab rekannya.


"Kita akan bergiliran menjaga Nyonya Bintang, sekarang yang lain keluar dan mengerjakan pekerjaannya. Jangan sampai membuat majikan kita semakin susah." Perintah kepala maid kepada main yang lain.


Para maid mengangguk setuju hanya tiga orang yang menjaga Bintang termasuk kepala maid disana.


...**...


Jangan lupa mampir ke novel autor yang baru, sudah mulai aktif lagi.

__ADS_1


Tekan like, love, dan komentar ya. Autor tunggu.



__ADS_2