Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Suara teriakan menggema dari arah kamar mandi, ya setelah Sky selesai bersiap-siap. Sky segera membangunkan Putri agar tidak terlambat kuliah.


Semenjak di umumkannya jabatan CEO oleh Ayah mertuanya, Putri harus mengambil jurusan bisnis yang paling dia tidak mengerti.


Tetapi itu tidak akan berlaku selama menjadi istri seorang Sky Putra Gandratama, pria dengan sejuta pesona dan kecerdasannya.


"Ada apa, hay!" Seru Sky dari luar pintu kamar mandi, dengan liciknya dia pura-pura panik.


"Tidak apa-apa!" Seru Putri dari dalam kamar mandi.


Setelah Sky membangunkannya tadi pagi, ternyata lemari Putri sudah berada di sisi samping lemari Sky.


"Jika ada apa-apa panggil aku saja ya sayaaaangggg," Ucap Sky dengan menekankan kata sayang tetapi dia menahan tawanya.


Sky sudah tahu pasti Putri shock dengan keadaan warna kulitnya yang bentol-bentol, seperti macan tutul.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi.


"Ini kenapa, ishhh apakah ini yang namanya percupangan." Ucap Putri lirih.


Meskipun Putri belum pernah berpacaran tetapi dia sering beberapa kali mendengar percakapan teman sekelasnya membahas tanda merah di leher.


Jika dulu jaman sekolah, teman-temannya sangat bangga. Karena itu adalah tanda jika pasangan mereka begitu mencintai mereka.


"Tapi kenapa banyak sekali, lalu aku harus menutupinnya dengan apa. Tidak mungkin cuaca panas terik seperti ini aku memakai sweater." Ucap Putri yang bingung.


Putri menuju shower untuk mandi, dia melepaskan satu oer satu kain yang melekat pada tubuhnya.


"Ach, kenapa perih sekali." Ucap Putri hingga dirinya meringis dan mengepalkan tangannya untuk menetralisir rasa perih tersebut.


Karena kabut gairah yang di landa Sky semalam, dengan gemasnya Sky mengigit-gigit gemas benda kecil tersebut.


Tanpa sadar Sky melukai mainan imutnya yang sudah dia klaim akan bertemu setiap malam.


...**...


Sky bersiul-siul bahagia dengan menata mangkuk di ruang makan, karena sudah mendapatkan ultimatum tidak boleh memasak.

__ADS_1


Sky memutuskan menyiapkan sekotak sereal dan juga susu untuk pendampingnya.


Terlihat Putri mengenakan scraf di lehernya, Sky tersenyum secerah bolam lampu neon.


"Selamat pagi sayangku." Ucap Sky dengan menghampiri Putri dan mengecup kedua pipi istrinya.


Putri mengerjab-ngerjabkan matanya, kenapa dengan suaminya. Apakah sekarang suaminya menjadi orang yang romantis.


"Selamat pagi sayang, kenapa hari ini kamu semangat sekali." Jawab Putri dengan tersenyum.


"Aku bahagia sekali, karena kita bisa memulai kehidupan rumah tangga tanpa halangan apapun. Apa kamu tidak bahagia?" Tanya Sky dengan menatap mata Putri.


"Tentu saja aku juga bahagia, aku dapat bertemu dengan keluargaku dan orang jahat yang ingin menghancurkan kedua orang tuaku." Jawab Putri lembut.


Sky memasang wajah murung, "Apa kau tidak senang bertemu denganku." Jawab Sky lemas.


"Eh, tentu saja aku senang. Terima kasih karena kamu sudah membantuku dan keluargaku dari orang-orang jahat." Jawab Putri yang memeluk tubuh pria jangkung di depannya.


Tubuh Sky mematung, tangannya masih kaku belum membalas pelukan istrinya.


"Apakah mulai sekarang kita benar-benar dapat memulai hubungan ini." Ucap Putri lirih.


Putri menganggukkan kepalanya, "Ya, aku sudah mulai mencintaimu." Jawab Putri jujur.


Sky membalas pelukan istrinya, rasa bahagia yang membuncah memenuhi hatinya.


"Apa kamu benar-benar mencintaiku," Tanya Putri kembali.


Kini Putri sudah melepas pelukannya dari tubuh Sky, dan menatap lekat netra berwarna dark coklat tersebut.


"Aku sudah bilang, tidak perlu aku mengucapkan kata tersebut. Akan aku buktikan semuanya." Jawab Sky yang memalas tatapan Putri.


Putri menganggukkan kepalanya dengan tersenyum, meskipun gadis itu benar-benar mengharapkan kata cinta meluncur dari bibir laki-laki yang ada di depannya.


...**...


Seperti biasanya, Sky mengantarkan istrinya untuk kuliah.


Terlihat heboh di depan kampus Putri, karena kejadian tempo hari setelah identitas dan juga status pernikahannya terkuak di depan publik.

__ADS_1


Banyak netizen yang membuat akun anonim yang menguoload foto-foto kebersamaan mereka sewaktu di konpres lalu.


Komentar yang positif banyak mengalir dan tidak luput juga komentar yang negatif.


"Kenapa memakai scraf, memang tidak gerah." Tanya Sky pada istrinya yang akan bersiap turun dari dalam mobil.


"Ck, jangan pura-pura bodoh sayang. Meskipun aku belum pernah berpacaran tetapi aku tahu ini tanda apa." Cebik Putri kesal ke arah suaminya.


Sky tergelak dengan jawaban istrinya, "Oh, nakal sekali kamu gadis kecil. Baiklah nanti malam akan aku buat lebih banyak lagi." Jawab Sky mesum.


Putri melotot horor ke arah Sky, dia tidak menyangka tingkat kemesuman suaminya akut.


"Aku akan berangkat dulu, nanti tidak perlu menjemputku." Ucap Putri pada suaminya.


"Memang kamu mau kemana?" Tanya Sky penuh selidik.


"Aku ingin jalan-jalan dengan Rose," Jawab Putri cepat.


...**...


Di satu sisi, Bintang juga bersiap-siap untuk ke kampus. Dengan perut yang membuncit dia mematutkan diri di depan cermin.


"Sayang," Panggil Bulan pada Bintang.


"Iya Mah, Bintang sudah siap" Jawab Bintang dengan senyum bahagia.


Sejak namanya di bersihkan, Bintang melalui hari-harinya dengan bahagia. Meskipun di sudut hatinya yang paling dalam dia merindukan sosok pria yang menitipkan benih didalam rahimnya.


"Apa kamu yakin akan ke kampus?" Tanya Bulan was-was.


"Tentu saja Mah, Bintang hanya ingin mengundurkan diri dengan baik-baik. Setelah Bintang melahirkan, Bintang ingin melanjutkan sekolah lagi." Jawab Bintang dengan menampilkan senyum terbaiknya.


Bulan memeluk Bintang dengan penuh sayang, dia bersyukur anaknya telah berubah menjadi orang yang lebih baik.


...**...


...Jangan lupa likenya teman-teman, jika tidak bisa memberikan bunga setidaknya like yang gratis....


Promo novel

__ADS_1



__ADS_2