Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Rencana Menemui Sky


__ADS_3

...SILAHKAN DI BACA SETELAH BERBUKA ATAU SHOLAT TERAWIH...


Happy Reading 🌹🌹


Terlihat Lila dan Rudi tengah duduk saling berhadapan di ruang kerja Rudi.


Rudi memperlihatkan beberapa foto yang di cetak oleh asistennya, gambar yang memperlihatkan Dave dan Putri bersenang-senang di sebuah taman bermain.


"Ini Putri dan Dave Pah, apa maksud Papa?" Tanya Lila bingung yang masih melihat foto-foto tersebut.


"Benar Mah, asal Mama tahu. Dave belum bisa merelakan Putri dengan Sky." Jawab Rudi dengan serius.


Lila mendongak menatap wajah suaminya, "Bagaimana bisa Pah, jelas-jelas beberapa hari lalu Dave sangat gembira. Terlebih lagi dia tidak pernah menceritakan tentang Putri lagi." Jawab Lila tidak percaya kepada ucapan Rudi.


"Apa Mama tidak mengerti, jika Dave menyinggung Putri pasti Mama akan tetap menyuruhnya untuk melupakan gadis itu bukan. Tentu saja Dave tidak mau Mah." Jawab Rudi yang sudah berdiri membelakangi istrinya dan berjalan ke arah luar jendela.


Lila ikut berdiri dan menghampiri suaminya, Lila memegang lengan Rudi.


"Tapi Pah, Mama tidak mau jika Dave hanya terbelenggu cinta yang salah. Mama hanya ingin semuanya bahagia dengan takdir mereka masing-masing." Jelas Lila dengan wajah sendu.


"Mah, coba mengertilah. Sekeras apapun Mama membujuk Dave, Dave tidak akan pernah melepaskan Putri jika bukan Putri yang menyuruh Dave melepaskannya." Ucap Rudi yang menoleh ke arah Lila sebentar.


"Lihatlah," Lanjut Rudi.


Lila segera melihat mobil Dave memasuki pekarangan rumah, terlihat putranya memarkirkan mobil dengan serampangan dan menutup pintu mobil dengan kasar.


"Kenapa wajahnya kusut seperti itu Pah, bukankah tadi pagi Dave begitu semangat ingin menemui calon menantu kita." Ujar Lila yang menatap sedih putranya.


"Maksudnya Putri, Dave menemui Putri pagi ini Mah. Tetapi di rumah ada Sky." Jawab Rudi yang sudah membalikkan badan ke arah Lila.


"Bagaimana Papa tahu, apa Papa menyuruh seseorang untuk menguntit kegiatan Dave setiap harinya?" Tanya Lila menyelidik.


Rudi hanya mengangguk pertanda membenarkan ucapan istrinya.


"Lalu kita harus bagaimana Pah, Mama tidak ingin melihat Dave maupun keluarga Sky hancur. Apa kita menemui mereka berdua saja Pah?" Ucap Lila memberikan saran.


"Apa Mama yakin ingin menemui mereka berdua?" Tanya Rudi kembali.


"Yakin, Mama tidak ingin Dave sedih." Jawab Lila mantap.


"Baiklah, Papa akan menghubungi Sky untuk pertemuan kita." Jawab Rudi dengan memeluk istrinya.

__ADS_1


Lila membalas pelukan suaminya, dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Rudi. Sungguh berat beban menjadi orangtua, sejak Lila melahirkan hingga kelak ajal menjemput.


...**...


Bagaimana nasib Grace?


Terlihat wanita jika dulu dia hidup glamour dan selalu berpenampilan menarik.


Kini hanyalah wanita yang berpenampilan kumuh dengan menggunakan kaos bekas dengan perut buncitnya.


Tidak ada lagi kasur empuk, barang mewah, skincare, make up, maupun udara bebas.


Yang dia lihat hanyalah tembok usang, ruangan kotor, kasur keras, dan juga cahaya matahari yang menembus celah-celah kecil dalam ruangan tersebut.


"Aku harus dapat keluar dari ruangan ini," Ucap Grace lirih.


Grace selalu berusaha menggoda para penjaga yang berada di bangunan tersebut, tetapi nihil.


Mereka mendapatkan kepuasan tetapi Grace tidak mendapatkan kebebasan, para penjaga terlalu takut dengan keluarga Gandratama.


"Sial, apa aku sudah tidak menarik di mata para pria. Kenapa akun tidak bisa merayu mereka hingga aku dapat keluar. Ayolah Grace gunakan otak cerdasmu." Gerutu Grace yang tengah bersandar di tembok.


"Ah, baiklah. Tunggu sebentar lagi... aku pasti akan dapat kabur dari sini, aku akan menggunakan bayi ini ketika akan melahirkan untuk kabur dari sini." Ucao Grace dalam hati dengan tersenyum licik.


...**...


Sedangkan kini Putri dan Sky tengah berbagi peluh, setelah kepulangan Dave. Sky melancarkan aksinya dengan Putri untuk menuntaskan hasratnya.


Putri yang awalnya menolak, tetapi kini bibir tipisnya terus meneriakkan nama Sky dan juga ucapan cinta.


Sky sangat bahagia, hanya namanya yang di sebut dalam setiap hentakannya. Bahkan Putri terus mengucapkan kata cinta kepadanya.


"Ahh... Sky.. ahh" Putri terus mende*sahkan nama Sky di setiap hentakan yang dia dapatkan.


"Shhh... sayang... ahh." Sky juga terus melenguh untuk mengimbangi istrinya.


"Aku sudah tidak tahan Sky, ahhhhh." Teriak Putri yang bergetar dan membusungkan dadanya.


Putri sudah mendapatkan puncak keduanya, sedangkan Sky masih belum mendapatkan puncaknya.


Sky tersenyum lebar, dia membuat wanita kesayangannya menjerit dan mendapatkan kepuasan bersamanya.

__ADS_1


Setelah melihat nafas Putri teratur, Sky segera menciumnya dan entah sejak kapan posisi Putri sudah tengkurap. Sky terus menjelajahi punggung istrinya yang bermandikan keringat.


Setiap jengkal punggung Putri terdapat jejak merah yang di buat dari Sky, bahkan pantatnya di gigit gemas oleh Sky. Sehingga membuat pinggulnya sedikit terangkat.


"Ah.. sayang, aku lelah." Rengek Putri kepada suaminya.


"One more baby." Ucap Sky dengan suara sensual.


Sky menenggelamkan wajahnya di lubang goa yang terlihat basah tersebut, Putri semakin mengangkat pinggul Putri dan Sky semakin dalam pula dalam menjelajahi goa tersebut.


"Ahh...sshhh...Sky...Achh..No Sky!" Putri terus berteriak dan mende*sah karena perasaan yang bercampur antara nikmat dan geli basah.


Sky sudah bersiap memasukkan buayanya kedalam lubang surgawi, Sky mengangkat pinggul Putri agar sejajar dengan buayanya.


"Sshhh... ohhh... sayang." Desa*h Sky yang berhasil memasuki goa lembab itu.


"Ahh.. Sky." Rintih Putri yang merasakan tempatnya penuh dan sesak.


"Sayang, ini sangat sempit dan mengigit." Ucap Sky dengan penuh damba.


Sky menggoyangkan pinggulnya perlahan, suara kulit yang saling bertabrakan menambah harmonisasi suara yang tercipta di kamar tersebut.


Putri semakin mendesah karena baru pertama kali melakukan dengan gaya seperti ini, Sky terus menggoyangkan pinggulnya semakin cepat dan dalam.


"Ahh sayang... sangat panas, aku tidak kuat... ohhh." Racau Sky pada Putri.


Kedua tangan Sky tidak tinggal diam, tangan kanannya berpegangan pada buah dada yang bergoyang karena hentakannya, sedangkan tangan yang satunya memainkan biji kecil yang bersembunyi di goa lembab istrinya.


Putri semakin gila dengan apa yang di lakukan Sky, setiap sentuhan Sky membuatnya menjadi melayang dan pasrah.


"Ahhh Sky... Sky... aku sudah tidak tahan.. ahh.. sshhtt." Putri mencengkram besi yang berada di depannya.


"Ahh... sayang kita keluarkan bersama-sama." Ucap Sky yang bercampur de*han.


Sky meledakkan mayonesnya dan mengigit pundak Putri, sedangkan Putri mendongakkan kepalanya ketika rasa itu datang.


...**...



TUKANG CEMBURU TAPI GENGSI

__ADS_1



YANG DI CEMBURUIN TAPI GAK PEKA


__ADS_2