Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Memborong Bunga


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Waktu terus berlalu, hubungan Sky dan Putri semakin renggang.


Tidak ada lagi kehangatan di dalam rumah tangga mereka, Sky menenggelamkan dirinya kedalam kesibukan pekerjaan dan bepergian ke luar kota juga luar negri.


Putri sama halnya, dia menenggelamkan dalam kesibukan belajar, belajar, dan belajar.


Entah kapan terakhir mereka bertegur sapa ataupun saling memandang satu sama lain.


Saat ini Putri terlihat di salah satu bilik kamar mandi di kampusnya, dia terduduk lemas di lantai dingin itu.


"Lemas sekali tubuhku, apa karena pagi ini aku belum sarapan. Sepertinya aku tidak memiliki riwayat penyakit lambung." Gumam Putri dalam hati.


Dengan bersusah payah, Putri berdiri dan ingin segera keluar kampus untuk pulang.


Sedangkan kini terlihat Sky sudah sampai di bandara, sudah tiga hari Sky pergi ke Singapura untuk pertemuan bisnis dengan koleganya.


"Tuan, apakah kita akan pulang?" Tanya Gabriel pada bosnya.


"Kita kekantor saja." Jawab Sky yang masih sibuk dengan tabletnya.


Gabriel tidak menjawab, dia menoleh ke arah Sky dengan menatap penuh tanya.


"Kenapa tidak pulang, apa tidak merindukan istrimu. Pekerjaan di kantor sudah selesai tidak terlalu sibuk, bahkan kamu bisa libur sampai satu minggu kedepan. Ada apa sebenarnya." Ucap Gabriel mencecar Sky.


Sky meletakkan tabletnya dan menatap Gabriel dengan serius, "Apa kamu tahu Briel, Putri sudah tidak jujur denganku. Dia pergi ke taman bermain dengan Dave bahkan Dave mengajaknya pergi makan siang selama satu bulan penuh. Pertemuanku dengan orangtua Dave adalah mereka meminta Putri untuk meyakinkan Dave jika cinta tidak bisa di paksa. Sudah beberapa minggu aku dan Putri seperti orang asing di dalam rumah, kamu tahu rasanya begitu sesak satu atap dengan orang yang kita cintai tetapi bagaikan orang asing." Jawab Sky panjang lebar kepada Gabriel.


"Apa kamu sudah bertanya kepada Putri, alasan kenapa dia menerima ajakan Dave?" Jawab Gabriel kepada bosnya.


Sky membuang pandangannya keluar jendela dengan bersedekap dada, Gabriel yang melihatnya mendesah kasar.


"Sky apa kamu pernah mengucapkan kata cinta kepada Putri?" Tanya Gabriel lagi.


"Sudah aku bilang Briel, aku membuktikannya dengan tindakan bukan ucapan." Jawab Sky sengit.


"Sadarkah Sky, kamu terlalu menjunjung tinggi egomu. Pemikiran dan hati wanita juga pria berbeda. Putri pasti mengharapkanmu untuk mengucapkan kata cinta, apalagi istrimu tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain sebelumnya. Dia hanya dekat dengan Dave, jadi kamu membuat Putri bingung dengan perasaanmu sebenarnya Sky." Jelas Gabriel panjang.


Sky diam, dia berfikir apakah benar wanita juga mengharapkan ucapan cinta. Kenapa wanita ribet sekali.


"Sky, aku takut kamu akan menyesalinya. Jika kamu sendiri bingung dengan perasaanmu, lepaskan saja Putri sekarang." Lanjut Gabriel lagi.


Buk


Sky menendang kursi Gabriel dengan kencang, harus kehilangan Putri tidak pernah di dalam bayangannya.


"Kalau cinta bilang saja bos." Ucap Briel lagi.


Sky mendengus kesal, "Antar aku pulang," Ucap Sky.


Segera Gabriel menjalankan mobilnya, selama perjalanan Sky merangkai kata-kata untuk berbicara kepada istrinya. Rindu yang membuncah meluap di hati Sky.


"Kenapa kita berhenti?" Tanya Sky.

__ADS_1


"Belilah bunga Sky, ungkapkan perasaanmu dan meminta maaflah kepada Putri. Aku yakin dia tidak akan pernah mengkhianatimu." Jawab Briel tenang.


Sky segera keluar, dia memasuki toko bunga tersebut. Banyak bunga cantik di sana tetapi dia bingung memilih untuk istrinya.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya pelayan toko bunga.


"Semua bunga disini cantik tapi lebih cantik istriku, aku borong semua bunga disini. Kirim ke alat ini dalam waktu lima belas menit." Jawab Sky dengan cepat.


Pelayan toko terbelalak, bagaimana bisa dalam waktu lima belas menit memindahkan seluruh bunga di tokonya.


"Tapi Tuan...


" Ingat lima belas menit, aku tunggu." Jawab Sky tanpa mendengarkan alasan.


Segera Sky melakukan pembayaran di kasir, dan melenggang pergi dari toko bunga yang sudah kalang kabut untuk merangkai dan memindahkan bunga secepat mungkin.


"Mana bunganya?" Tanya Gabriel pada Sky yang sudah masuk kedalam mobil.


"Tunggu lima belas menit, bunganya akan dikirimkan kerumah." Jawab Sky apa adanya.


"Hah? Apa harus selama itu, bunga apa yang kamu pesan Sky." Tanya Gabriel pada bosnya.


"Seluruh bunga ditoko." Ucap Sky enteng.


Gabriel menganga tidak percaya, kenapa bosnya menjadi bodoh karena urusan cinta.


"Kenapa, apa kurang?" Tanya Sky panik.


"Karena bunga-bunga itu jelek jika hanya di pajang di toko itu, lebih baik aku berikan kepada istriku yang akan membuat bunga-bunga itu tambah cantik." Jawab Sky dengan tersipu malu.


...**...


Dave yang melihat Putri keluar dari area kampus dengan wajah pucat, segera menghampirinya.


"Put," Ucap Dave.


Putri menoleh ke arah sumber suara, "Oh, Kak Dave. Maaf hari ini Putri tidak bisa menemani Kak Dave makan siang." Ucap Putri.


"Tidak apa-apa, Kakak juga tidak bisa makan siang bersamamu hari ini. Kenapa wajahmu pucat sekali." Ucap Dave dengan khawatir.


"Ah, ini aku masuk angin kak. Aku ingin pulang dan beristirahat." Jawab Putri.


Dari kejauhan Rose menghampiri Putri dan Dave, "Putri kamu sakit?" Tanya Rose begitu sampai.


"Iya, aku meriang sepertinya." Jawab Putri.


"Ayo aku antar pulang Put, aku kebetulan membawa mobil." Rise segera berlari ke area parkiran mobil.


"Kamu yakin tidak apa-apa Put," Ucap Dave.


"Tidak apa-apa kak, Putri pulang dulu ya." Pamit Putri pada Dave.


Putri segera masuk kedalam mobil Rose yang sudah sampai di sampingnya, segera Rose melajukan mobilnya ke arah rumah Putri.

__ADS_1


"Put kamu sakit apa, ayo kita ke dokter." Ucap Rose yang khawatir.


"Tidak apa-apa Rose, sepertinya aku hanya meriang atau sakit maag. Hari ini aku lemas sekali dan muntah-muntah." Jawab Putri lemas.


"Apa kamu hamil?" Tanya Rose lagi.


"Tidak tahu." Jawab Putri cepat.


Putri mengingat kapan terakhir dirinya mendapatkan datang bulan, hampir dua bulan lamanya dia tidak datang bulan.


"Ayo kita kerumah sakit, aku ingin memastikan apakah ada keponakanku di perutmu." Jawab Rose penuh semangat.


Rose melajukan mobilnya ke arah Rumah Sakit dengan perasaan senang dan hati-hati.


Putri juga berdo'a didalam hati semoga hadir buah cintanya dengan Sky didalam rahimnya.


Meskipun mereka perang dingin, tetapi Putri benar-benar mencintai suaminya. Bahkan Putri sudah meyakinkan Dave jika dirinya bahagia dengan Sky tetapi belum berhasil.


Semoga dengan dirinya hamil membuat Dave merelakan Putri hidup bahagia dengan Sky.


Tanpa sadar Putri mengelus perut yang terlihat sedikit menonjol, tetapi belum di sadari oleh Putri.


...**...


Di sisi lain, Dave mendatangi Grace dan mencekokannya obat untuk mempercepat kontraksi melahirkan.


Terdengar suara teriakan Grace yang memaki Dave, Dave hanya tersenyum sinis ke arah Grace.


Dave baru saja mengetahui jika Sky sudah kembali, Dave tidak akan membiarkan Sky menemui Putri.


"Kau brengsek Dave!!! Achhh perutku." Seru Grace kepada Dave.


"Segera bawa wanita itu kerumah sakit, dan hubungi Sky." Ucap Dave kepada salah satu anak buahnya.


...**...


...Autor cepatkan alur ceritanya ya, karena ada yang bilang udah bosen dan lain-lain....


...Kalau cerita tidak ada konflik tidak akan bisa autor meneruskan ceritanya....


...Sama halnya ketika kita menonton sinetron tukang bubur naik haji, ganteng-ganteng srigala, ikatan cinta....


...Jika konflik satu sudah selesai akan ada konflik lainnya bukan, ya sama halnya di cerita autor ini....


...Jangan lihat jumlah berapa banyak babnya....


...Konfliknya sekarangkan masuk perseteruan antara Dave dan Sky....


Nikmati saja setiap ceritanya, autor juga gak pernah minta tips ke kalian. Hanya kalian like dan komentar yang bisa membahagiakan hati autor udah seneng.


Udahlah a****utor lagi sensitif, udah capek pikiran, badan, hati****.


Jangan lupa likenya 💐💐

__ADS_1


__ADS_2