
Happy Reading 🌹🌹
Bintang masih terpaku dengan menatap lekat pria yang ada di depannya, dimana pria yang sangat dia cintai, sangat dia benci, dan pria yang menghancurkan kehidupannya.
Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Bintang, dia memutar balik tubuhnya dan melangkah keluar.
Jackson segera mendekat kearah Bintang dengan langkah lebar, dia memeluk Bintang dari belakang. Bintang memberontak tetapi Jackson segera membalikkan tubuh wanita yang sudah sangat dia rindukan.
Dapat terlihat, tatapan Bintang begitu tajam bahkan dapat menghunus hati Jackson tetapi berbeda dengan Jackson. Pandangan teduh bahkan termasuk sendu menatap wanita pujaannya.
Plak
Satu tamparan mendapat di pipi Jackson, dia sangat marah... marah karena pria itu lari... marah karena pria itu pembohong. Jika pria didepannya ini jujur bahkan Bintang tidak akan mempermasalahkannya.
Jacson tidak membalas bahkan dia tidak meringis meskipun tamparan dari Bintang sangat kencang dan keras.
"Biadap," Desis Bintang dengan suara sinis.
"Maafkan aku Baby," Ucap Jackson lirih.
"Jangan panggil aku dengan sebutan menjijikkan itu!" Seru Bintang yang menatap tajam ke arah Jackson.
Dulu ketika mereka menjalin hubungan, Jackson lebih senang memanggil Bintang dengan sebutan Baby karena di mata pria tersebut wanita pujaan hatinya seperti anak kecil.
"Maafkan aku, tolong maafkan aku Baby. Aku sangat menyesal meninggalkan kalian sendiri di sini." Ucap Jackson dengan nada memohon bahkan tidak mengindahkan peringatan Bintang. Bahkan Jackson sudah luruh kelantai memeluk kedua kaki Bintang.
"Lepaskan!! Kamu pria paling kejam yang aku kenal, kenapa... kenapa setelah aku melalui kesulitan sendiri kamu datang hah!! Enyah dari hadapanku sekarang!!! Achhh..."
"Baby!! Rex segera ke Rumah Sakit."
Karena emosi Bintang yang meledak-ledak membuat perutnya merasakan kram yang sangat amat menyakitkan.
Bintang tidak menolak ketika di bopong oleh Jackson, karena dia juga tengah berusaha meredakan rasa sakit di perutnya.
Terlihat wajah Jackson dan Rex yang panik, Jackson panik karena calon istrinya kesakitan sedangkan Rex panik karena Doni pasti akan menghajar Jackson hingga mati jika mengetahui anaknya masuk ke Rumah Sakit.
Di dalam mobil, Jackson memangku Bintang yang sudah meremas punggungnya sehingga kuku-kuku yang cukup panjang itu sedikit membuat rasa sakit.
__ADS_1
Terlihat peluh membasahi dahi Bintang, dengan perasaan sayang Jackson mengusapnya.
"Rex, kecepatan penuh!" Seru Jackson karena menganggap Rex lelet menyetir.
"Sudah Tuan," Jawab Rex
"Kenapa lama sekali Rex, kau seperti keong ketika menyetir." Ucap Jackson yang protes.
"Diamlah Jack!" Seru Bintang yang kesal.
Dia sudah pusing menahan rasa sakit tetapi harus di pusing kan dengan perdebatan keduanya.
"I'm sorry Baby," Ucap Jackson dengan mengecup dahi Bintang.
Bintang melotot ke arah Jackson karena mencuri kesempatan dalam kesempitan seperti ini, Jackson tidak menggubrianya.
Tangannya terulur mengelus perut buncit calon istrinya itu sembari berkata, "Jagonan dan Princess Dady jangan membuat Momy sakit... maafkan Dady baru menemui kalian." Setetes air mata luruh dari pria yang kejam itu.
Bintang hanya terdiam, matanya juga sudah berkabut dengan ucapan pria yang tengah memangkunya itu. Bintang tidak melarang Jackson untuk mengelus perutnya begitu saja tanpa ijin darinya.
Bintang sadar, jika Jackson juga berhak atas anak dalam kandungannya. Kelak Bintang tidak akan melarang Jackson bertemu dengan baby twins karena Bintang sadar, pria tersebut bukan lagi miliknya tetapi milik orang lain.
...**...
Hampir dua puluh menit kini ketiga orang tersebut telah sampai di Rumah Sakit Y.
Rex segera keluar dan membuka pintu penumpang, Jackson segera keluar meskipun harus bersusah payah karena dari posisi duduk, menunduk dan berdiri.
Dengan langkah lebar kedua pria tersebut masuk ke Rumah Sakit Y, perawat langsung mengarahkan kedokter kandungan. Beruntung Bintang termasuk pasien VVIP sehingga tidak perlu mengantri.
Terlihat dokter dengan telaten memeriksa keadaan kandungan Bintang, setelah Jackson membaringkan calon istrinya itu di brangkar.
"Bagaimana dok keadaan istri saya?" Tanya Jackson setelah melihat dokter selesai memerikaa Bintang.
Bintang yang mendengarnya hanya meremat selimut pasien, dalam hatinya begitu sakit tetapi dia juga penasaran. Bukankah pria itu sudah memiliki tunangan, lalu kenapa memanggilnya istri?
Sedangkan dokter kandungan Bintang, sudah tahu perihal yang menimpa gadis muda tersebut. Tentu saja karena berita yang sempat menggemparkan kota dan juga cerita dari Nyonya Bulan.
__ADS_1
"Keadaan kandungan Nona Bintang baik-baik saja, terjadi kram karena emosi sangat ibu tidak stabil. Jadi saya mohon jangan membuat sang ibu tertekan karena dapat membahayakan keduanya." Jelas sang dokter dengan tegas dan lugas.
Jackson menatap Bingang dengan tatapan sendu, apa kehadirannya membuat wanita pujaannya menjadi tertekan. Tetapi dia datang dengan niatan baik, ingin meminta maaf dan mempersunting Bintang sebelum bayi itu lahir.
"Baik dok, terima kasih." Jawab Jackson pelan.
Jackson keluar dari ruangan dengan menggendong Bintang lagi, dia akan datang kerumah Bintang menemui kedua orangtuanya dan mempersunting Bintang secepat mungkin karena usia kandungan sudah mendekati HPL.
"Aku bisa jalan sendiri, turunkan aku." Ucap Bintang dengan menatap tajam Jackson.
"Diamlah," Jawab Jackson singkat.
"Yang sakit perutku bukan kakiku Jack, turunkan aku atau aku berteriak disini sekarang juga!" Seru Bintang yang kesal.
Jackson terus melangkah tanpa merespon ucapan Bintang, Bintang yang marah karena di abaikan langsung mengigit lengan Jackson dengan sekuat tenaganya.
"Argghhh... Stop baby!!" Seru Jack pada Bintang karena posisi saat ini dia tengah membopong Bintang yang hamil tidak mungkin dia turunkan begitu saja.
"Kau menyebalkan Jack!" Ucap Bintang.
"Aku akan membalasmu Baby," Jawab Jackson yang kini masuk kedalam mobil setelah pintunya di bukakan oleh Rex.
Rex yang paham situasi tersebut segera menjauh dari mobil Jackson, sedangkan Bintang menjadi was-was karena pria yang bersama Jackson tidak segera masuk kedalam mobil.
"Cepat turunkan aku, aku bisa duduk sendiri." Ucap Bintang yang menutupi rasa takutnya.
"Kenapa Baby, kamu tadi mengigitku. Aku akan membalasmu." Jawab Jackson dengan senyum mesyumnya.
"Ap... apa yang akan kamu lakukan hah! Aku akan berteriak karena ini di parkiran umum." Ancam Bintang pada Jackson.
Jackson tidak menggubris ancaman Bintang, segera Jack menyambar bibir yang sudah banyak bicara hari ini dengan menggebu. Bintang memberontak tetapi Jack menahan tengkuk gadis pujaan hatinya sehingga membuat ciuman itu semakin dalam.
Bintang dengan posisi di pangku miring, mau tidak mau mengalungkan tangannya dileher kokoh Jack karena takut terjungkal.
Jackson mengigit bibir bawah Bintang cukup keras sehingga mengeluarkan suara yang di pendengaran Jack itu adalah desyahan.
Dengan lembut Jack mengabsen isi mulut Bintang, lidahnya terus membelit bahkan terkadang menyesap lidah Bintang seperti permen yupi.
__ADS_1