Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Sky dan Putri : Melahirkan.


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Mas dimana Kak Gabriel, kenapa sekarang jarang datang ke mansion?" Tanya Putri yang duduk di kursi ruang makan.


"Briel sibuk bekerja sayang," Jawab Sky pelan.


"Mas seharusnya memberikan Kak Gabriel waktu untuk berkencan, lihat sampai sekarang Kak Gabriel masih sendiri." Omel Putri kepada sang suami.


"Mungkin jodoh Gabriel bari lahir sayang," Kata Sky sembrono.


Putri menimpuk Sku menggunakan serbet yang ada di atas meja, "Jangan sembrono Mas." Kesal Putri.


"Iya.. iya... maaf, sudah untuk apa membahas pria kaku itu. Ada suamimu yang tampan paripurna ini." Jawab Sky dengan rasa percaya diri.


Putri hanya mencebik malas, "Mas pergi bekerja saja." Usir Putri kepada Sky.


"Tidak, aku akan menjadi suami dan ayah siaga." Tolak Sky tegas.


"Siaga dari mananya Mas? Mas hanya mengurungku di dalam kamar seharian penuh." Keluh Putri dengan wajah memelas.


"Apa kamu tidak ingat pesan dokter sayang, aku bertugas melancarkan jalan lahir anak kita. Karena itu saran dari dokter, mau tidak mau aku harus melakukannya bukan?" Jawab Sky dengan senyum lebarnya.


Putri hanya memutar bolanya malas mendengar jawaban dari Sky.


...**...


"Mas!!" Teriak Putri dengan memegangi perutnya.


"Hah, ada apa sayang. Kenapa apa kamu mau melahirkan?" Tanya Sky dengan wajah panik.


"Sakit." Ucap Putri lirih.


"Ayo kita ke Rumah Sakit." Sky segera turun kari kasur dan berlari berganti pakaian.


"Eh, tidak Mas. Sudah tidak sakit." Ucap Putri polos.


"Sayang ayo kita ke Rumah Sakit saja. Aku takut kalian kenapa-napa." Ajak Sky kepada sang istri.


"Tidak Mas, sepertinya anak kita hanya ingin menyapa saja." Tolak Putri pelan.


"Benarkah? Apa anak kita sudah tidak sabar bertemu dengan kita sayang." Tanya Sky yang kembali naik ke kasur menghampiri Putri.

__ADS_1


"Pasti Mas." Jawab Putri dengan mengelus perutnya.


Sky mencium perut buncit istrinya itu dengan sayang, terlihat ada tendangan di perut ini.


Sky mendekatkan telinganya seakan-akan tengah berbicara kepada sang anak.


"Apa? Kamu ingin Ayah jenguk secepatnya, baiklah jangan marah-marah." Kata Sky.


Putri hanya mendengarkan ucapan Sky heran, "Mas jangan membuatku takut, menjenguk siapa?" Tanya Putri dengan raut wajah khawatir.


"Anak kita sayang, seperti biasanya." Ucap Sky yang sudah melepas kaosnya dan melemparkan ke sembarang arah.


"Hah?"


Sky segera menci*um bibir istrinya dengan lembut dan menuntut, Putri membalas perbuatan suaminya.


Mereka berci*uman, Sky sibuk membuka celananya. Terlihat buaya muara sudah tegak menantang.


Sky begitu memuja tubuh istrinya yang berada di bawahnya, Sky tidak menelan*jangi istrinya karena tidak akan bermain lama.


Sky sudah memposisikan tubuhnya, hingga sesuatu keluar dari sarang buaya muara Sky.


"Sa... sayang." Ucap Sky terbata dia melihat wajah istrinya sudah meringis menahan sakit.


Sky hanya berkedip di tempat, hingga teriakan Putri menyadarkannya.


"Mas!!!" Seru Putri yang emosi karena melihat Sky hanya diam saja.


"Ya sayang, sabar... sabar. Tenang Sky tenang." Sky mencoba berfikir jernih.


Segera Sky menyambar celana kolor yang dia lihat, segera Sky menggendong istrinya.


"Mas.. sakit!" Ucap Putri yang menjabat rambut Sky.


"Ahh acc, sayang jangan di tarik... aku tidak bisa melihat." Ucap Sky karena kepalanya menjadi mendongak akibat jambakan sang istri.


Sky menggendong Putri dan menyuruh sopir yang melihat kepanikan majikannya.


"Cepat Pak ke Rumah Sakit." Ucap Sky panik.


Sang sopir juga ikut panik karena Sky dan Putri terus berteriak di kursi belakang.

__ADS_1


"Huh.. huh.. Mas aku sudah tidak kuat." Ucap Putri yang mulai ingin mengejang.


"Tahan sayang tahan! Ah, jangan di mobil, tarik nafas hembuskan... ikuti aku sayang." Sky menjadi semakin panik.


Putri menjambak rambut Sky lagi dan gurunya menggigit pundak Sky.


"Huh.. huh.. tidak bisa Mas, dedeknya mau keluar." Kaki Putri sudah melebar agar sang anak dapat keluar.


"Tahan... tahan... masukan lagi sayang, jangn sekarang."


"Ya! Apa Mas pikir ini seperti ingus, aku sudah tidak kuat Mas." Jawab Putri emosi.


Terlihat wajah Putri yang sudah basah karena keringat, dengan yang tersengal-sengal Putri ingin mulai mengejang.


"Tuan sampai!" Teriak sopir yang panik dan keluar dengan berteriak meminta pertolongan.


Perawat segera mendorong brangkat dan diikuti yang lainnya, terlihat Putri sudah posisi siap bersalin.


"Pembukaan sudah sempurna, Nyonya ikuti intruksi saya." Ucap dokter yang mengikuti perawat tadi.


"Ya! Jangan di mobil, ini... ini sungguh tidak keren!" Teriak Sky kepada sang dokter.


Putri menjambak rambut Sky, "Diam!"


"Nyonya tarik nafas yang panjang, dalam hitungan ketiga mengejang. Satu... dua... tiga... mengejang Nyonya." Ucap sang dokter.


"Aaaaa.... hahh hahh... aaaahhhhhh...." Bukan Putri yang berteriak melainkan Sky karena sang istri menjambak dan menggigit bagian tubuhnya.


Suara tangisan bayi melengking di mobil itu, "Selamat Nyonya, putra Anda lahir dengan sehat dan selamat." Ucap dokter yang menyerahkan bayi merah kepada perawat.


Putri menangis harus "Mas, anak kita sudah lahir.... Mas." Putri menoleh kepada sang suami karena tidak ada jawaban.


"Ya Ampun Mas! Tolong dokter."


Sky melihat anaknya yang berlumuran darah dan sesuatu yang panjang ikut serta (ari-ari) membuat Sky pingsan.


Segera perawat dan dokter memindahkan Putri untuk dapat di tangani lebih lanjut, sedangkan Sky yang memindahkan sang sopir dan perawat pria.


Sopir tersebut menyelimuti tubuh majikannya karena hanya mengenakan celana kolor dan bertelanjang dada saja.


...**...

__ADS_1



__ADS_2