
...Jangan bosan-bosan dengan cerita receh ini ya, sekarang Putri dan Sky hanya akan menjadi selingan....
...Kalian sukakan melihat Sky menderita akibat ngidamnya Putri, sekarang kita selingin ke Bintang dan juga Rose....
Happy Reading🌹🌹
Suara cempreng menggelegar di ruang tamu dimana Putri akan mengeksekusi kedua pria tampan tersebut.
"Aaaaaa.... Kalian!!!" Seru Rose yang melihat adegan tidak senonoh seperti di komik-komik bacaannya.
Putri di ikuti kedua pria itu mengalihkan atensi mereka, Gabriel secara otomatis mendorong Sky untuk menjauh. Briel tidak ingin membuat image dalam pikiran gadis itu tercemar.
"Ini tidak seperi yang kamu bayangkan!" Seru Gabriel pada Rose dirinya otomatis berdiri dan menggerakkan kedua tangannya seperti gerakan menolak.
Tanpa di sadari celana yang di gunakan Gabriel melorot karena Sky berhasil membuka gesper dan juga pengait celana bahan tersebut.
"Aaa....!!!" Rose segera menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan berbalik badan.
Apa itu yang besar. Gumam Rose tidak sengaja pandangannya mengarah pada tonjolan besar milik Gabriel.
Gabriel yang mendengarkan teriakan Rose, secara otomatis menutup asetnya dengan kedua tangannya. Gabriel menoleh ke arah Sky yang tengah tertawa karena melihat mereka.
Apa senjata Kak Gabriel sebesar itu, lalu milik Kak Dave apakah juga besar seperti itu atau malah semakin... Glek, Rose menelan ludahnya susah payah. Rose membayangkan senjata penghasil mayonaise tersebut.
Rose jauhkan pikiran kotormu, hus hus hus... Tapi aku sangat penasaran! Kini kedua sisi Rose yang baik dan yang jahat tengah bertarung dalam pikirannya.
"Kak cepat berbaring disini," Suara Putri membuyarkan lamunan kedua orang yang masih berdiri tersebut.
Gabriel hanya menghela nafas panjang, dan menuruti keinginan acara ngidam Putri. Sedangkan Rose segera berbalik melihat kedua pria itu sudah pasrah didepan sahabatnya.
"Kamu ngidam apalagi Put?" Tanya Rose kini berjalan dan duduk di sofa.
"Hanya mencabuti bulu-bulu." Jawab Putri enteng.
Hening...
Rose masih terbengong dengan jawaban Putri, dia melihat kedua pria yang sudah pucat pasi tersebut saling bergandengan tangan.
Rose tergelak kencang, "Bolehkah aku membantumu?" Tawar Rose pada Putri.
__ADS_1
Kedua pria itu otomatis melotot ke arah Rose, seakan tatapan mereka mengisyaratkan "Jangan macam-macam!"
"Nanti saja Rose, aku benar-benar ingin mencabut bulu agar kelihatan bersih." Jawab Putri lembut.
"Baiklah, aku berbaik hati meminjamkan bantal sofa ini ke kalian berdua Tuan-tuan." Ucap Rose dengan senyum devilnya.
Waxing adalah salah satu teknik atau cara menghilangkan bulu dalam jumlah banyak dengan mencabutnya menggunakan cairan khusus atau gula karamel yang telah dipanaskan.
Bahan untuk waxing yang disebut wax akan dioleskan di atas kulit yang berbulu. Setelah itu, kulit ditutup dengan handuk atau kain kasa di atasnya.
Kain kemudian ditekan-tekan selama beberapa saat, lalu ditarik melawan arah tumbuhnya rambut sehingga rambut tercabut sampai ke akar.
Pada dasarnya, seluruh bagian kulit yang ditumbuhi bulu bisa mendapatkan perawatan untuk kulit yang satu ini.
Terdengar suara jeritan dan teriakan menggema di mansion mewah itu, membuat siapa saja yang mendengarnya akan terasa menyayat hati. Jika yang melihatnya akan terasa ngilu karena melihat bulu-bulu yang di cabut paksa dari tempatnya.
Bahkan bantal sofa yang diberikan oleh Rose tidak mampu menyalurkan rasa sakit mereka ketika kertas itu di tarik oleh Putri.
Setiap Putri selesai menarik hanya menepuk-nepuk pelan pantat kedua pria itu, seakan menyampaikan tidak apa-apa.
"Hikss... sayang sudah." Rengek Sky kepada istrinya.
Gabriel berguling-guling bersamaan menggosok bagian yang di waxing oleh Putri, terlihat wajah pria itu meringis kesakitan.
Rose yang melihat betapa kejamnya ibu hamil itu, hanya dapat meremas bantal sofa dan juga mengigit kuku-kukunya setelah dirinya merekam kekejaman ibu hamil tersebut.
"Arghhhhh...!!!!!" Teriak Sky lebih kencang karena tidak ada aba-aba dari Putri.
"Sudah selesai sayang." Jawab Putri bertepuk tangan dengan girang.
...**...
Di pusat perbelanjaan, Bintang dan Bulan tengah berbelanja perlengkapan baby twins.
Mereka berbelanja dengan berbagai warna, karena menurut Bintang tidak harus selalu warna pink, biru, dan abu-abu.
"Sayang kamu yakin membeli warna-warna ini?" Tanya Bulan memastikan.
"Benar Mah, pasti baby twins menggemaskan menggunakan baju sehari-harinya yang beraneka warna ini. Bukankah sanggat cantik," Jawab Bintang yang memperlihatkan baju bayi berwarna kuning pastel.
__ADS_1
"Iya sayang, apapun yang akan dikenakan oleh cucu-cucu Mama akan sangat cantik dan tampan." Jawab Bulan dengan mengelus surai hitam anaknya.
Bintang dan Bulan tidak tahu tragedi yang saat ini tengah menimpa menantu dan juga asistennya, karena sejak pagi mereka sudah keluar rumah untuk konsultasi dengan dokter kandungan.
Bulan dan Bintang tengah sibuk memilih-milih baju dan aksesoris baby twins, tanpa mereka sadari Jackson yang sudah dia hari mendarat di negara calon istrinya tengah menatap serius ke arah mereka.
Jackson menghela nafas panjang, haruskah dia muncul sekarang atau langsung menemui calon mertuanya... Jackson sebagai Dady dari baby twins merasa iri dan sedih karena tidak bisa mendampingi Bintang yang tengah hamil.
Rex yang ada di sampingnya sudah tidak tahan karena bosnya pengecut, tanpa berpamitan Rex menghampiri kedua wanita berbeda usia tersebut.
"Ah, maaf Nona." Ucap Rex dengan mengambilkan kotak sepatu bayi.
"Tidak apa-apa Tuan, Terima kasih." Jawab Bintang yang menerima kotak sepatu dengan melemparkan senyumannya.
HP Jackson bergetar, terdapat pesan masuk dari Rex.
📩 Senyumnya sangat manis dan buah kembarnya sepertinya semakin membesar.
Jackson mendengus kesal, segera dirinya membalas pesan tersebut.
📤 Jaga matamu atau kau buta.
Rex hanya terkekeh geli, tanpa Rex sadari aktivitasnya di lihat oleh Bulan. Mungkin karena instring seorang ibu akhirnya Bulan mendekati Rex.
Rex yang tiba-tiba di hampiri oleh calon mertua Jackson tersentak kaget, terlihat mereka berdua tengah berbicara dan saling bertukar nomor telfon.
Bulan akhirnya mengajak Bintang untuk menyudahi acara belanja mereka, karena sudah terlalu lama mereka di luar rumah.
Sedangkan kini di kantor Danuarta, terlihat Dave tengah menonton sebuah video. Terlihat Putri tengah mencabut bulu kaki milik Sky dan Gabriel.
Disusil dengan pesan lainnya
📩 Jika kamu tidak membalas pesanku, akan aku cabut bulu yang berada di lembah kenikmatanmu Dave.
Siapa lagi jika bukan Rose si gadis ingusan itu, semenjak kejadian di club malam. Rose terus gencar mendekati Dave bahkan tidak malu memperlihatkannya di kampus.
"Bermimpi saja kau gadis ingusan, bahkan kita tidak akan pernah mengobrol lagi." Ucap Dave pelan dengan mematikan layar HPnya untuk kembali fokus bekerja.
...**...
__ADS_1