
Happy Reading🌹🌹
Sky melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Sky keluar dari restoran tanpa menunggu Putri.
Perasaan yang begitu marah, sakit, dan kecewa menjadi satu saat ini.
Sky melakukan mobilnya kembali ke perusahaan, padahal hari ini Sky ingin sekali mengajak Putri berjalan-jalan.
Semenjak Sky berdebat dengan Gabriel, asistennya tersebut serius dengan ucapannya. Gabriel langsung pulang setelah Sky mematikan telfunnya.
Alhasil saat ini Sky di sibukkan dengan pekerjaan yang tertunda karena tiga hari tidak berangkat ke kantor.
Sesuatu yang di lihat orang lain nyaman, pada kenyataannya Sky juga banyak mengorbankan waktunya demi kata nyaman dari orang lain.
Sedangkan kini Putri berjalan gontai ke pinggir jalan untuk menyetop taxi, Putri tidak tahu dimana dirinya berada.
Putri hanya memberitahukan alamat rumahnya kepada sang sopir, agar dirinya pulang dengan selamat.
Selama perjalanan Putri membuang pandangannya keluar jendela, setitik air mata lagi-lagi menetes. Bagaimana dia harus memulai menjelaskan semuanya kepada Sky.
Sedangkan saat ini, Sky sendiri tidak ingin melihat keberadaan dirinya.
Hingga Putri sampai di depan rumah, dirinya baru mengusap air matanya. Dia tidak ingin Sky mengetahui jika dirinya habis menangis.
Terlihat rumah yang masih tertutup rapat seperti terakhir kali Putri meninggalkannya, Putri memasuki halaman rumah. Tidak ada mobil Sky, itu berarti Sky belum pulang.
...**...
Kini Dave tengah berdiri di ruangannya dengan menghadap ke arah kaca yang transparan, kedua netranya memandang jauh pemandangan kota yang sibuk tersebut.
Terakhir kali dirinya mengunjungi Putri, hingga saat ini Dave belum bertemu dengan gadis pujaan hatinya.
Dave terus berfikir, bagaimana caranya agar membuat Putri meninggalkan Sky atau sebaliknya Sky yang meninggalkan Putri.
Tidak apa-apa jika gadisnya yang di campakkan, ada Dave yang senantiasa menunggunya. Dave semakin bertekad bulat yang di goreng dadakan sekarang harganya naik jadi seribuan.
"Aku harus segera menjalankan rencanaku," Gumam Dave lirih.
Dave segera menelfon seseorang, dia menanyakan dimana Grace di tahan oleh Sky.
Ya, Dave akan menggunakan Grace sebagai umpan untuk mengadu domba antara Sky dan Putri.
Dave akan melihat siapa yang akan menjadi pemenang di kisah cinta ini, apakah Sky dan Putri atau Dave.
Dengan senyum tipis, Dave meyakini jika rencana yang sudah dia susun didalam pikirannya akan berjalan sempurna.
...**...
__ADS_1
Hari telah beranjak malam hari, Putri sudah selesai memasak setelah mengistirahatkan tubuhnya.
Putri memasak makanan kesukaan Sky dan juga dirinya, Putri akan meminta maaf dengan benar kepada suaminya.
📤 Sayang pulang jam berapa, aku menunggumu dirumah. Hati-hati.
Sudah satu jam lamanya pesan Putri terkirim, tetapi tidak ada balasan dari sang suami.
Putri menangkupkan kepalanya di atas meja makan, dia akan menunggu Sky pulang untuk makan malam.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tetapi masih sama. Tidak ada balasan pesan dari Sky, hingga suara mobil memasuki pekarangan rumah.
Dengan wajah berbinar, Putri segera beranjak dari duduknya untuk menyambut Sky seperti biasanya.
Pikiran negatif Putri di hempaskan begitu saja, Sky mungkin sedang rapat sehingga tidak sempat membalas pesannya.
Putri membuka pintu utama rumahnya, tetapi harapan tinggalah harapan. Sky hanya melewati Putri begitu saja tanpa menyapa maupun melihatnya.
Putri masih mematung di posisinya, netranya mengikuti langkah kemana Sky pergi. Hingga pria tersebut hilang di balik tangga.
Bibir Putri gemetar menahan tangis, apakah mencintai sesakit ini. Apakah Sky tidak ingin mendengar penjelasannya.
Putri berjalan menutup gerbang, dan kembali masuk. Putri memanaskan kembali masakannya, dan menatanya kembali di atas meja.
Putri kini melangkah ke lantai dua, terlihat kamar yang sudah satu minggu lebih di tempat inya dengan Sky terlihat sepi. Hanya suara gemericik air yang terdengar dari dalam kamar mandi.
Putri mendudukkan dirinya di pinggir kasur, setelah dirinya menyiapkan baju Sky. Putri senantiasa menunggu Sky selesai membersihkan diri.
Hatinya merasa sakit mengabaikan istrinya, tetapi egonya terlalu tinggi. Dia tidak bisa memberikan toleransi terhadap ketidak jujuran Putri terhadap dirinya.
Sky mengguyar rambutnya dengan kasar, tangannya menghantam tembok meskipun tidak sampai retak seperti hulk jika menghantam bangunan tetapi cukup membuat tangannya esok hari akan membengkak.
Terlihat Sky keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuknya di pinggang dan membiarkan dada bidangnya bertelanjang dada.
Entah berapa lama Sky yang berada di dalam kamar, sehingga membuat Putri ketiduran di pinggir tempat tidur dengan posisi kaki masih di bawah.
Sky yang melihat istrinya menghela nafas panjang, segera dirinya mengambil baju yang sudah di siapkan Putri. Sky berjalan memutar untuk membenarkan posisi tidur yang sangat tidak nyaman tersebut.
Karena Sky juga terlalu lelah dengan hari ini, Sky berbaring di samping Putri, membawa Putri kedalam pelukannya.
Rindu, satu kata yang Sky gambarkan hari ini. Sky rindu karena satu hari tidak memeluk istrinya dan menghirup aroma kesukaannya.
Sky mengelus surai hitam istrinya dengan sayang, bahkan dia mengecup dahi Putri beberapa kali. Bagaimana cara mengungkapkannya. Sky tidak tahu, intinya dia sangat sayang dan cinta kepada Putri.
...**...
Dave sudah berada di dalam gudang dimana Grace di bekap, hanya beberapa penjaga yang masih terjaga.
__ADS_1
Dave masuk dengan menggunakan akses teman Sky, dia di perintahkan Sky untuk melihat keadaan Grace.
"Bangun!!" Seru Sky dengan sedikit menendang bahu wanita yang tengah tertidur pulas.
Grace yang mendapatkan perlakuan kasar tersebut sontak saja kaget, Grace mengucek matanya karena pencahayaan yang temaram.
Terlihat sosok pria yang tinggi, gagah, dan juga tampan. Dari penampilan Grace yakin jika pria tersebut adalah orang kaya raya.
"Jangan memandangku dengan mata kotormu itu." Ucap Dave penuh penekanan.
Grace menelan ludahnya susah payah, sial sekali pria tersebut sangat kasar.
"Pergilah dari hadapanku jika namun tidak ingin aku pandang." Jawab Grace ketus.
Grep
Dave mengapit dagu Grace dengan kasar dan kencang, sehingga membuat Grace meringis karenanya.
"Wanita jailang, harusnya kamu yang bersiap untuk mati... Tetapi karena aku membutuhkanmu, kamu mungkin punya kesempatan hidup kedua." Ucap Dave dengan senyum devil nya.
Grace melebarkan mata dan telinganya, dia tidak ingin salah dengar. Apakah pria di depannya akan mengeluarkannya dari tempat kumuh ini.
"Cih, kau membutuhkanku juga. Tetapi aku tidak ingin membantumu." Jawab Grace.
"Apa kamu ingin melahirkan secara cepat? Akan aku buat kau cepat melahirkan." Dave mengeluarkan cairan obat yang membuat kontraksi ibu hamil lebih cepat.
Grace membelalakkan matanya, dia tidak berfikir jika ada pria gila seperti ini di dunia.
"Apa kau gila!!" Seru Grace. setelah menyetak tangan Dave yang mengapit dagunya.
"Ya, bahkan aku jauh lebih gila dari yang kamu bayangkan." Jawab Dave tanpa beban.
Grace menatap obat di dalam botol itu, dia bergidik ngeri hanya membayangkannya saja.
"Apa maumu." Ucap Grace pada Dave.
"Aku mau kau menuruti perintahku, apapun itu. Kau menginginkan Sky bukan. Aku akan membantumu mendapatkannya." Jawab Dave datar dengan kedua tangannya berada di dalam saku.
Grace menyincingkan matanya, "Apa kamu menginginkan istri Sky, gadis kampung itu." Jawab Grace dengan senyum memgejek.
"Jaga mulutmu! Akan aku robek hingga ke telinga jika kau berani menghina gadisku!" Seru Dave dengan mata nyalang hingga menghunus jantung Grace.
Grace yang melihat Dave berubah menjadi menyeramkan ketika menyinggung Putri, secara cepat Grace mengangguk dan meminta maaf.
"Apa rencanamu?" Tanya Grace cepat karena dia sudah sangat mengantuk.
"Rencanaku adalah..."
__ADS_1
...**...
...Jangan lupa like dan votenya temen-temen....