Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Bintang dan Jackson : Club Malam


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Aku Terima tawaranmu, jangan sampai kamu menyakiti bayiku. Jika sampai kau menyakitinya meskipun hanya seujung rambutmu. Aku sendiri yang akan membunuhmu." Ucap Bintang dengan tegas.


Dark hanya tergelak dengan ancaman Bintang, "Oh... aku takut. Baiklah baby kita akan bertemu dua hari lagi." Jawab Dark dengan terkekeh.


"Dimana." Jawab Bintang dingin.


"Di gedung XY, aku ingin kamu datang sendiri tanpa Jackson maupun polisi. Jika sampai kamu melanggar maka ucapkan selamat tinggal kepada kedua bayimu." Ucap Dark dengan tegas.


"Baik," Bintang langsung menutup sambungan telfon itu secara sepihak.


Bintang menatap baju anak-anaknya yang masih dia genggam.


"Tunggu Momy darling, Momy akan menyelamatkan kalian." Gumam Bintang lirih.


Tanpa Bintang sadari, seorang maid masih terpaku di depan pintu. Karena mendengar suara Bintang yang keras maid tersebut langsung naik ke atas.


Belum sempat membuka, maid tersebut mendengar masalah anak kembar dari majikannya. Bukan niat ingin menguping tetapi maid itu merasa jika persoalan ini penting.


Maid tersebut mengetuk pintu Bintang pelan, Bintang tersadar langsung merubah raut wajahnya.


"Maaf Nyonya, apa Nyonya baik-baik saja." Tanya maid tersebut yang masih berdiri di depan pintu.


Bintang mengangguk, "Aku lapar." Ucap Bintang.


"Baik, akan kami siapkan makanan untuk Anda." Jawab maid yang langsung melangkah menuruni anak tangga.


Bintang mengelus dan mencium baju anak-anaknya, tunggu Momy sayang Momy akan membawa kalian pulang. Kita akan berkumpul seperti dulu lagi.


Bintang beranjak dari atas kasurnya, dia menatap dirinya lewat pantulan cermin. Terlihat mata yang cekung dan menghitam, wajah yang sangat tidak memiliki gairah hidup.


"Semangat Bintang, demi anak-anakmu. Kita akan memulai rencana." Tekad Bintang dalam hatinya.


Bintang masuk kedalam kamar mandi dan membasuh wajahnya agar terlihat segar.


Bintang menuruni anak tangga dan duduk di kursi meja makan, Bintang makan dengan lahap para maid yang melihat merasa bersyukur karena Nyonya mereka kembali seperti dulu. Tetapi tidak dengan salah satu maid yang mendengar percakapan Bintang.


Maid merasa jika majikannya tengah merencanakan dan menyiapkan sesuatu, dia harus segera menghubungi Tuan Jackson agar dapat melindungi Nyonya Bintang.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Bintang bergegas naik ke lantai dua untuk mandi. Hari ini babak baru bagi dirinya yang menyandang status seorang Ibu harus merebut anak-anaknya kembali.


Bintang bersiap-siap untuk pergi ke salon, dia akan memangkas rambutnya agar tidak terlalu repot jika memang harus berkelahi. Bintang juga merencanakan akan mengambil salah satu senjata api milik suaminya.


Terlihat Bintang berjalan menuruni anak tangga dengan menenteng tas kecil. Memanggil sopir untuk mengantarkannya keluar.


"Anda ingin pergi kemana Nyonya?" Tanya salah satu maid.


"Aku akan ke salon, jika suamiku pulang sampaikan jika aku hanya pergi aebentar." Jawab Bintang dengan tersenyum.


Maid tersebut mengangguk, terlihat Bintang sudah masuk kedalam mobil dan melaju meninggalkan mansion.


Maid tersebut melihat kondisi sekitar kemudian menelfon Jackson secara sembunyi-sembunyi agar dapat menceritakan kejadian dimana dia memergoki majikannya tengah menerima telfon dari seseorang.


"Dimana istriku sekarang?" Tanya Jackson tegas.


"Nyonya pergi ke salon dengan di antar sopir Tuan." Jawab Maid setelah menceritakan melalui sambungan telfon karena Jackson memaksanya.


Jackson meraup wajahnya kasar, dan menutup. panggilan dari pelayan di mansionnya.


"Apa yang kamu rencanakan Honey." Ucap Jackson frustasi.


Hanya Mawar, ya Mawar kuncinya. Segera Jackson menelfon Rex.


...**...


Waktu menunjukkan malam, Jackson mencoba menghubungi Rex kembali yang akhirnya di angkat.


"Buat Mawar mabuk berat, Dark sudah bergerak menghubungi Bintang." Ucap Jackson to the point.


"Baiklah, aku juga sudak muak bermain dengannya. Apa rencana Bintang?" Tanya Rex kepada Jackson.


"Aku tidak tahu, aku belum kembali ke mansion. Mawar selama ini menekan Celine melalui surat Rex." Ucap Jackson memberi tahu.


"Surat?" Beo Rex dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Ya, coba kamu tanyakan kepada Celine. Aku akan menunggumu di club malam." Jackson menutup sambungan telfonnya.


Rex segera menggeledah seluruh lemari yang berada di apartemen miliknya, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam tetapi Rex tidak menemukan apapun.

__ADS_1


"Argh!! bre*sek, akan aku bunuh wanita itu." Rex menjambak rambutnya frustasi.


Rex segera berdiri dan mengganti pakaiannya, dia menghubungi Mawar dan mengajaknya ke club terkena.


Rex berlari dan masuk kedalam mobilnya, dan melajukan mobilnya ke arah Club malam.


"Apa kamu ingin mengikutinya?"


"Ya, ikuti dia. Aku akan membunuhnya jika berselingkuh."


"Hahaha, kau akan menjadi janda kemudian."


Celine mencebik kesal, ya saat ini Celine di antar pulang oleh Dokter Isam. Sebelum keluar terlihat suaminya Rex tergesa-gesa dan Dokter Isam menawari untuk menguntit suaminya.


"Kenapa dia ke club malam." Ucap Celine yang melihat mobil Rex berhenti di parkiran Club.


Dokter Isam menaikkan kedua bahunya, "Ayo kota berpesta." Ucap Dokter Isam dengan riang.


Dokter Isam dan Celine keluar setelah berganti pakaian, ya karena Celine tidur di Rumah Sakit hampir seminggu otomatis membawa pakaian.


Yang awalnya pakaian itu tertutup, di robek paksa oleh Dokter Isam agar dapat masuk kedalam club.


Dokter Isam dan Celine masuk, "Ayo kota cari suamimu." Ucap Dokter Isam kepada Celine.


Dokter Isam dan Celine masuk dan mencoba mencari keberadaan Rex tetapi tidak ada.


"Apa dia mungkin di lantai dua." Ucap Celine yang sudah duduk karena merasa mulai lelah.


"Dilantai dua itu ruangan apa?" Dokter Isam bertanya kepada bartender.


"Itu ruangan VVIP biasa untuk para pembisnis maupun orang kaya bersenang-senang di dalam sana." Ucap Bartender tersebut.


"Apa kamu kenal dengan pria ini," Celine menunjukka foto Rex yang ada di HP miliknya.


"Tuan Rex ya, baru saja dia masuk bersama seorang wanita sexy di sana. Biasanya nanti Tuan Jackson juga menyusulnya. Tetapi sudah lama mereka tidak pernah kesini baru Tuan Rex yang muncul dengan wanita itu." Jawab Bartender yang kemudian pergi untuk melayani pembeli lainnya.


Bagaikan tersambar petir, Celine hanya terpaku mendengarkan penjelasan dari bartender tersebut. Air matanya sudah luruh karena hatinya benar-benar sakit.


Dokter Isam membawa kepala Celine di dadanya, dia memeluk wanita rapuh tersebut. Tangis Celine pecah dia tidak dapat membayangkan apa yang mereka perbuat di dalam ruangan tertutup itu.

__ADS_1


...**...


__ADS_2