
Happy Reading 🌹🌹
"Tolong tenang, silahkan arahkan kamera ke arah saya. Saya akan mengumumkan anak kandung saya yang selama ini di sembunyikan oleh Ayah saya Gunawan Wiratama. Telah berdiri di samping saya Putri Dinar Wiratama. Kemudian untuk jabatan Direktur akan di isi oleh putri kandung saya yang selama ini publik tahu Bintang Putri Wiratama." Ucap Doni yang tersenyum hangat ke arah Bintang yang berjalan maju dengan Bulan istrinya.
Karena posisi Bintang yang tengah hamil, oleh karena itu Bulan membantu langkah Bintang.
Kini posisi Bintang dan Putri berada di tengah, di ampit oleh kedua orangtua mereka. Sunggu keluarga yang harmonis.
"Tidak!! Tidak mungkin bayi itu masih hidup, Doni kamu jangan menipu publik!" Seru Intan dengan lantang.
Sepertinya hari ini para pemburu berita akan mendapatkan banyak berita acara yang eksklusif hari ini.
"Kaget, merasa panas?" Tanya Bulan sinis.
Emak-emak terkena efek film layangan pedot (putus) . 😆
"Apa bukti yang kamu miliki, jika aku menipu publik?" Tanya Doni dengan tegas.
"Oh, aku lupa kamu yang merencanakan pembunuhan terhadap anak kandungku." Lanjut Doni.
Terdengar suara percakapan di mana Intan membeberkan seluruh kejahatannya, semua tidak menyangka jika wanita tersebut sejak muda sudah sangat kejam.
"Aku akan menuntut dan menjebloskanmu di penjara hingga membusuk!" Seru Doni dengan menatap nyalang.
"Tidak!! Tidak benar, aku di jebak olehnya." Ucap Intan menyangkal bukti pesan suara yang di siarkan.
"Seret dia di kantor polisi." Titah Sky dengan dingin.
...**...
Setelah Doni meluruskan seluruh berita yang akan beredar di masyarakat, dengan menyertakan bukti hasil DNA, surat wasiat, dan pesan dari Gunawan Wiratama.
Banyak orang yang menangis dan juga gembira. Karena setelah sekian tahun keluarga tersebut akhirnya dapat bersatu.
Bahkan kini nama Bintang sudah bersih, Doni membeberkan bagaimana dengan liciknya Intan menjebak anaknya dengan menyewa seorang pria untuk menghamilinya.
Banyak ucapan selamat dan doa yang terucap dari orang-orang yang tengah hadir dalan konpres tersebut.
Para jajaran direksi masih tetap di kursi mereka termasuk pak botak dan pak klimis, karena Doni ingin memperlihatkan kemenangannya.
"Tuan Sky, ijinkan saya bertanya." Ucap wartawan B.
"Silahkan," Jawab Sky datar.
__ADS_1
"Apa hubungan Tuan Sky dengan Nona Putri, sepertinya hubungan yang spesial karena sejak kehadiran Nona Putri sudah ada adegan romantis." Tanya wartawan B dengan sopan.
"Ekhm, baiklah. Saya Sky Putra Gandratama adalah suami dari Putri Dinar Wiratama." Jawab Sky tegas dan lugas.
Lagi... dan lagi, benar-benar pemburu berita bagaikan dapat durian runtuh.
"Wah, selamat semoga menjadi keluarga yang bahagia."
"Selamat untuk dua keluarga besar."
"Sangat cocok."
Banyak yang bertepuk tangan dengan berita tersebut.
"Stop! Cukup Sky, kamu sungguh keterlaluan." Grace sudah berdiri dengan menangis.
Putri meremas dessnya, sakit. Dia hampir lupa jika suaminya menghamili wanita lain.
Sky menggenggam tangan Putri secara paksa, tidak akan dia biarkan Grace membuat hati istrinya sedih saat ini.
"Aku hamil anakmu!! kamu dengan teganya mengaku jika menikah dengan dia!" Seru Grace dengan kencang.
Sky hanya menatap datar, sedangkan Putri menundukkan kepalanya. Bintang kesal dia tidak sadar melempar sepatu beruntung bukan hak tinggi.
"Ya!! kamu wanita bayaran, tidak mungkin hamil anak Sky!" Seru Bintang yang sudah mendelik kesal.
"Aku hanya berhubungan badan dengan Sky! Tentu saja ini anaknya," Jawab Grace dengan menatap kesal ke arah Bintang.
Grep.
Sebuah tangan dengan cincin memenuhi jaro dan juga pergelangan tangannya tengah menjambak rambut Grace.
"Dasar wanita murahan!! Kamu menggunakan uangku untuk bersenang-senang!" Seru seorang wanita parubaya yang datang dengan emosi membara.
Dengan lucunya Putri menatap dengan berkedip-kedip ke arah Grace yang tengah di caci maki oleh seorang wanita.
"Mama, hentikan ma!" Seru pak botak licin yang tidak dapat memisahkan kedua wanita tersebut.
"Apa! Dasar pria kurang ajar, kamu itu datang kerumahku hanya membawa badan saja. Lancang sekali kamu menghambur-hamburkan uangku untuk wanita muraham seperti dia!" Seru istri pak botak licin.
"Pengawal! Lepas semua yang melekat pada tubuh pria itu, dan aku berbaik hati padamu hey wanita ******. Kamu masih boleh memakai bajumu dan tidak dengan yang lain!" Ucap istri botak licin.
Dengan segera, bodyguard yang mengiringi lnya mendekat ke arah pak botak licin dan melucuti apa yang menempel di tubuhnya, hanya tersisa boxer saja.
__ADS_1
Sedangka Grace, perhiasan, sepatu, tad dan seisinya di rampas paksa oleh istri pak botak licin.
"Lepaskan! Itu semua milkikku, Ya! Apa yang kamu lakukan!" Teriakan demi teriakan keluar dari mulut Grace.
"Milikmu, jangan bermimpi. Semua barang-barang yang di belikan oleh pria tua botak itu adalah uangku!" Jawab istri pak botak licin.
"Dan kamu pria tua, kita akan bertemu di pengadilan secepatnya." Ucap sang istri pada calon mantan suaminya.
"Mah, tidak mah. Ampuni Papa ini senua karena wanita itu yang menggoda Papa!" Seru pak botak licin.
"Ya! Kau yang memanggilku dan nenyewaku." Jawab Grace yang tidak tahu malu.
"Diam kamu! Karena kamu aku di ceraikan istriku!" Seru pak botak licin.
"Cih, sudah! Dengar semuanya, wanita ini hamil anak calon mantan suami saya bukan anak Tuan Sky. Silahkan dengarkan rekaman ini." Ucap istri pak botak licin, dia memutar rekaman yang di kirimkan oleh asisten Gabriel padanya.
Tubuh Grace gemetar hebat, dia tidak menyangka jika Sky benar-benar menemoatkan orang untuk mengawasinya.
"Jadi untuk Tuan Sky dan Tuan Doni, saya secara pribadi meminta maaf telah membuat keonaran dan saya juga mengucapkan terima kasih atas bukti-bukti perselingkuhan pria tua itu." Ucap istri pak botak licin.
Setelah menyampaikan semuanya, wanita tersebut melenggang pergi meninggalkan ruangan.
Begitu juga keluarga Wiratama, mereka menuruni podium yang sebelumnya telah di bubarkan oleh Zidan.
Gabriel kini sudah berada di belakang Grace, dia terlihat masih diam karena Grace belum menyadarinya.
Grace menangis tersedu-sedu di lantai, bukan seperti ini rencananya. Dia menatap nyalang ke arah punggung Putri.
"Aku akan membunuhmu!" Seru Grace yang hannya menggema di ruangan itu.
Karena gedung tersebut telah kosong, "Sebelum kamu membunuh majikanku, aku yang akan membunuhmu terlebih dahulu." Ucap Gabriel datar dan dingin.
Tubuh Grace membeku, dia menolehkan kepalanya ternyata Gabriel berdiri di belakangnya.
"Pengawal, tangkap dan bawa dia ke gudang yang biasanya." Perintah Briel dengan suara dingin dan tegas.
Para pengawal segera membeluk dan menyeret paksa Grace, tidak peduli dia tengah hamil. Karena Grace terus melawan seorang pengawal memukul tengkuknya untuk membuat Grace pingsan.
Gabriel menepuk tangannya seperti sedang membersihkan debu, "Ck, dasar merepotkan." Ucapnya lirih.
...**...
Visual Sky Putra Gandratama
__ADS_1
Gimana-gimana, apa kurang raurrr 😆