Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Mulai Posesif


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Kak, aku turun di sini saja." Ucap Putri kepada Dave.


"Tapi, ini masih harus berjalan Put. Aku antarkan sampai depan rumah saja." Kekeh Dave.


"Tidak perlu kak, aku masih ingin berjalan-jalan." Jawab Putri asal.


"Apa kami takut gendut?" Tanya Dave dengan pandangan menyelidik.


"Haha... benar kak, aku turun di pertigaan itu saja ya kak." Jawab Putri dengan menunjuk pertigaan arah kerumahnya.


Dave segera meminggirkan mobilnya, Putri kemudian turun yang sebelumnya sudah berpamitan kepada Dave.


Dave memacu mobilnya meninggalkan Putri seorang diri di pinggir jalan, Dave melihat dari kaca spion terlihat Putri melambaikan tangan kearahnya.


Putri mendesah pelan, sepertinya satu bulan ini dia harus banyak berbohong kepada suaminya.


Putri tidak ingin terjadi kesalahpahaman, toh hanya makan siang tidak ada yang lain.


Putri yakin jika Dave hanya bercanda dengan ucapannya tempo lalu, tidak mungkin pria tersebut masih menaruh hati kepadanya. Terlebih suaminya adalah temannya.


Biarlah dia bernostalgia dengan teman masa kecilnya, sepertinya sudah lama Putri tidak sebahagia ini.


Putri berjalan pelan ke arah rumahnya dan Sky, dengan langkah yang pelan dia menendang-nendang kerikil di sepanjang pinggir jalan.


Terlihat dari kejauhan jika pagar rumahnya masih tertutup, itu pertanda jika suaminya belum pulang. Dengan berjalan cepat Putri harus pulang lebih dulu dari suaminya.


...**...


Kini Sky tengah berada di depan kampus Putri, nomor Putri tidak dapat di hubungi. Segera Sky memacu mobilnya ke arah kampus istrinya untuk menjemput.


Sudah hampir satu jam, Sky sudah menunggunya tetapi tidak terlihat sosok yang tengah di tunggu.


Sky segera keluar untuk bertanya kepada salah satu mahasiswa ataupun satpam.


Tenyata segerombolan mahasiswa adalah satu jurusan dengan Putri.


Zonk, ternyata istrinya sudah pulang. Tetapi. kenapa nomornya tidak dapat di hubungi.

__ADS_1


Segera Sky berlari kecil ke arah mobilnya, untuk segera pulang menyusul Putri.


...**...


Dave bersiul-siul riang, bahkan dia menebar senyumnya segala arah.


Lila yang melihat anaknya sangat bahagia menyerengit heran, bukankah kemarin wajah Dave terlihat suram.


Rasanya ingin sekali Lila ingin bertanya, tetapi dia urungkan. Lila merasa lelah jika harus berdebat dengan Dave.


Rudi mendesah pelan, Rudi tahu jika putranya setengah hari ini menghabiskan waktunya dengan Putri ke taman bermain.


Rudi juga hanya diam saja, rasanya dia sudah lelah menasehati putranya. Selama keselamatan Putri dan Sky terjamin. Rudi tidak akan bertindak berlebihan.


...**...


Sky kini sudah sampai di rumahnya, terlihat jika beberapa lampu sudah menyala. Itu pertanda jika Putri benar sudah pulang


Sky segera masuk kedalam rumah setelah memarkirkan mobilnya di garasi.


Terlihat Putri sedang memasak di dapur, sungguh penampilan Putri membuat gairah prianya bangun. Ingin sekali Sky mengungkung tubuh kecil itu di bawahnya.


"Kenapa kamu tidak menghubungiku jika sudah pulang dari kampus." Ucap Sky pelan.


"Maaf sayang, tadi Hpku mati. Jadi tidak dapat menghubungimu." Jawab Putri pelan.


Sky mengangguk pelan, "sedang memasak apa sayang." Tanya Sky yang kini sudah memejamkan matanya dan menghuruo aroma tubuh istrinya.


"Seperti yang sayang lihat, aku sedang membuat dadar gulung." Jawab Putri menjelaskan.


"Em... ketika Gabriel menginap di rumah. Kamu masakkan dia apa?' Tanya Sky mengintrograsinya.


" Apa ya, aku lupa. Yang jelas aku memasak banyak dan enak karena dari semalam Kak Gabriel tidak makan." Jawab Putri jujur.


"Kenapa kamu membawakan Briel bekal?" Tanya Sky dengan semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher istrinya.


"Jangan begini, aku sedang memasak." Ucap Putri dengan menghindar.


"Apa nanti malam boleh?" Tanya Sky dengan wajah berbinar.

__ADS_1


Wajah Putri serasa panas, karena ulah Sky semalam saja meninggalkan banyak jejak. Apalagi bertempur di atas ranjang, tidak dapat Putri bayangkan.


"Segeralah mandi sayang, aku harus segera menyiapkan makan malam kita. Aku sudah sangat lapar." Terang Putri pada Sky.


Sky melepaskan pelukannya, dia memutar tubuh Putri hingga kini posisi mereka berhadapan.


"Apa kamu tidak makan siang?" Tanya Sky dengan wajah khawatir.


"Aku makan siang dengan Rose, tetapi sekarang perutku sudah sangat lapar." Jawab Putri memelas.


Sky terkekeh geli, "Padahal kamu tidak hamil, tetapi kenapa porsi makanmu banyak sekali sayang." Ucap Sky dengan mengelus perut rata istrinya.


Jantung Putri berdetak cepat, anak. Putri bahkan tidak sampai berfikir sejauh itu.


"Sayang, cepatlah mandi kamu sangat bau." Ucap Putri dengan mendorong Sky agar menjauh.


"Baiklah, aku akan mandi dulu." Jawab Sky dengan halus.


Segera Sky melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua, dimana sekarang sudah menjadi kamar mereka.


Tadi pagi, Sky menyuruh beberapa anak suruhannya untuk memindahkan seluruh barang istrinya kedalam kamar Sky.


Sky membeli satu lemari besar yang akan di gunakan bersama, Sky tidak ingin hanya orangnya saja yang berdampingan tetapi bajunya berjauhan.


Putri yang melihat kepergian Sky, merubah raut wajahnya menjadi sendu.


Dia paham kewajiban seorang istri, apa Sky sudah benar-benar mencintainya sehingga menginginkan kehadiran seorang anak.


Putri harus memantapkan hatinya, dia tidak mau jika kelak akan ada sesuatu kedepannya lagi yang membuat dia kecewa.


...**...


...Jangan lupa like dan votenya...


Ada yang mau di suapi dadar gulung untuk berbuka puasa nanti sore 😁😁



Makan telur dadar gulung sambil menunggu karya novel berikutnya ~ BELENGGU CINTA YANG SALAH KARYA MOMY IDA.

__ADS_1


__ADS_2